Kamis, 16 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 14 September 2021 Ok

Budidaya Perikanan Air Payau Semakin Menggeliat di Bengkalis
Senin, 23 April 2018 11:24 WIB
Budidaya Perikanan Air Payau Semakin Menggeliat di Bengkalis
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, panen udang vanname di kolam percontohan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, beberapa waktu lalu.

(CAKAPLAH) - Budidaya perikanan air payau merupakan budidaya dengan perpaduan antara air tawar dengan air laut. Budidaya sejenis ini, biasanya berlokasi tidak jauh dari pantai atau berada di kuala sungai (muara). Hal itu guna mempermudah penambahan dan pergantian air kolam, jika diperlukan. Lokasi sangat menentukan keberhasilan budidaya perikanan air payau. 

Belakangan ini, budidaya perikanan air payau sangat menjanjikan bagi sebagian kalangan di pulau Bengkalis. Salah satunya budidaya udang vanname. Kendati permintaan pasar Bengkalis tidak dominan terhadap udang jenis ini, pembudidaya diuntungkan dengan permintaan pasar luar dalam jumlah besar.

Apalagi, udang vanname lebih cepat masa panennya dibanding udang lain. tingkat keberhasilan (hasil panen) yang cukup tinggi membuat para petani petambak udang mengisi kembali kolam-kolam mereka.

Frengky satu dari beberapa pembudidaya perikanan air payau jenis udang vanname mengakui bisnis udang vanname di pulau Bengkalis semakin menggiurkan. Ia yang kini mengoperasi kolam di lahan sekitar seluas 2.78 hektar di Desa Tameran. Frengky mengaku saat ini terus mengembangkan bisnis yang ditekuninya.

Menurutnya, para pengusaha yang terjun di dunia ‘tambak menambak’ semakin ramai. Tidak hanya dari dalam, investor luar juga ikutserta berbisnis vanname di Bengkalis.

“Harus kita akui, beberapa tahun terakhir usaha tambak udang ini sangat booming. Tak hanya warga Bengkalis banyak juga investor dari luar yang membangun tambak di tempat kita," katanya.

Berbicara panen, pria keturunan Tionghoa ini sangat bersemangat sekali. Dikatakan ia, untuk panen udang vanname hanya membutuhkan waktu 100 hari atau lebih. Hasil panen dijual ke penampung asal Medan. Penampung itu datang ke lokasi tambak dan melakukan soteran dari udang yang dipanenkan.

"Semangatnya ketika melihat loncatan udang ketika panen berlangsung," katanya.

Frengky menuturkan salah satu support yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah agar para investor tertarik dan berminat berinvestasi di Bengkalis adalah dengan menyiapkan infrastruktur yang lebih refresentatif, termasuk ketesediaan listrik.

Pengusaha tambak udang di bawah bendera Koperasi Bantan Kartika ini mengatakan, pasaran udang di belahan Eropa dan Amerika sangat menjanjikan. Saat ini negara pengekspor terbesar udang ke Eropa dan Amerika masih dipegang oleh India, Thailand dan beberapa negara lainnya.

“Di pulau Bengkalis ini sangat potensial untuk dibangun tambak udang dan masih bisa dibangun lebih banyak tambak lagi di pulau ini. Multiplier effect-nya luar biasa, selain peningkatan PAD juga bisa menampung tenaga kerja yang tidak sedikit,” kata pengusaha asal Desa Temeran ini.

Ke depan kata Frengky, juga sedang direncanakan membangun Cold Storight di pulau Bengkalis. Hal itu katanya tergantung hasil panen para petani tambak di Bengkalis.

”Kalau sudah ada ada cold storight, penyerapan tenaga kerja pasti ribuan dan tentunya tambaknya juga ribuan,” imbuh Frengky seraya berharap ke depan dibentuk semacam asosiasi petambak udang, demi keberlangsungan para pengusaha tambak

Pemkab Siap Mendukung

Kabid Budidaya Perikanan, Susi Feniyanti.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengakui pembudidaya tambak udang vanname menjamur. Setidaknya, 29 pelaku usaha budidaya udang vanname tercatat di Pulau Bengkalis dengan luas lahan tergarap 43 hektar, Enam diantara dalam tahap persiapan lahan. 

Sebagian besar tambak udang berada di Kecamatan Bantan, Bengkalis dan pulau Rupat. Menjamurnya pembudidaya ini, dikarenakan pulau Bengkalis sangat strategis dijadikan lokasi pengembangan udang vanname.

"Secara teknis lokasi pengembangan itu berada strategisnya dari Desa Perapat Tunggal, Air Putih sampai Sekodi. Belakangan memang perkembangan budidaya udang vanname semakin berkembang, ini selain faktor keuntungan berbisnis vanname dengan permintaan pasar besar, perairan di pulau Bengkalis masih belum tercemar. Artinya masih sangat aman untuk bisnis ini, "ujar Kepala Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis Herliawan melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan Susi Feniyanti.

Dinas Perikanan sendiri, katanya sangat siap memberikan dukungan demi perkembangan investasi sektor perikanan di Bengkalis, apalagi investasi yang berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dukungan itu sebut Susi Feniyanti, berupa pendampingan teknis mulai dari penebaran benih hingga panen. Pemerintah siap mendampingi memberikan tunjuk ajar cara berbudidaya yang baik sesuai SOP.

"Kita dari dinas punya SOPnya berbudidaya itu, kita tidak memaksa pembudidaya mengikuti itu. Tapi bilamana mereka meminta dinas mendampingi dengan SOP yang kami punya, maka kami siap,"tegasnya.

Investasi berbisnis udang diakui Susi Feniyanti memang memerlukan modal sangat besar. Pendampingan dari ahli teknis sangat penting demi keberlangsungan usaha agar tetap berjalan baik.

"Contoh di Desa Senggoro, itu dari awal sampai panen kita dampingi. Pendampingan itu penting termasuk dengan pengelolaan limbah, apabila kolam terkena penyakit maka akan menjalar ke kolam kawan yang lain,"tandasnya.

Berhasil Tambah Pundi PAD

Panen udang di Bengkalis

Dinas Kelautan dan Perikanan tidak hanya asal bicara pentingnya pendampingan teknis budidaya udang vanname dari pihaknya. Pasalnya, keberhasilan budidaya udang vanname sudah dirasakan betul oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.

Dinas ini memiliki tambak udang percontohan pengembangan udang vanname terletak Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Desa Penebal, Kecamatan Bengkalis. Tambak udang ini seluas 3.22 hektar dengan 8 kolam.

Dua tahun terakhirnya, keberhasilan budidaya udang vanname menunjukan peningkatan signifikan. Keberhasilan pengembangan udang vanname itu tentunya tidak terlepas dari SOP yang mereka punya.

Menurut Susi Feniyanti, tahun 2016 lalu Dinas Kelautan dan Perikanan menarget Rp300 juta dari pengembangan budidaya perikanan di tiga UPT salah satunya tambak udang vanname Desa Penebal. Namun hasilnya melebihi target yakni Rp400 juta lebih, pasca panen. Udang mendominasi pencapaian target.

Karena dinilai menjanjikan, Dinas Kelautan dan Perikanan menggenjot target pada tahun 2017. Alhasil, target itu tercapai dan kembali melebihi target.

"Sedangkan perdesember 2017 ini, tiga UPT menghasilan PAD untuk Bengkalis mencapai Rp900 juta dari target kita Rp708 juta," ungkap Susi Feniyanti.

keberhasilan budidaya yang dijalankan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis memang diiringi dengan sarana yang memadai. Selain itu, penampungan pasar udang budidaya jenis vanname sudah tersedia.

Dikatakan Kabid Budidaya Perikanan, hasil panen udang sudah ada pihak yang siap menampungnya. Pihak itu disebut berasal dari Sumatera Utara yang menjadi langganan jual hasil panen.

"Dua tahun ini kita hanya sekali dalam setahun panen. Hasil panen kita jual ke Sumut, ada penampungan kita di sana,"sebutnya.

Pada tahun 2018 ini, tambah Susi Feniyanti, Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Bengkalis menarget 2 kali lipat dari target sebelumnya. Bilamana 2016 target budidaya di tiga UPT Rp300 juta menghasilkan Rp400 juta dan 2017 target Rp708 juta menghasil Rp900 juta, pada tahun 2018 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis menarget Rp1,5 miliar dari budidaya perikanan tersebut.

Target itu bukan tanpa alasan, dukungan Bupati dan DPRD Kabupaten Bengkalis menjadi motivasi Dinas Kelautan dan Perikanan dan UPT sebagai pengelola di lapangan.

Dukungan itu dibuktikan tidak dirasionalisasinya anggaran budidaya perikanan di OPD tersebut. Alasan lain dari target 2018 ini adalah ketersedian pasar yang menampung hasil panen. Penampung hasil panen siap menerima kapan saja hasil budidaya itu dijual.

"Alhamdulillah, kita didukung rekan-rekan di DPRD Kabupaten Bengkalis. Anggaran kita Diperuntuk budidaya tidak di kurangi," imbuh Susi Feniyanti Kepala Bidang Budidaya Perikanan.

Rencananya ungkap Susi, guna mengenjot PAD dan mencapai target Rp1,5 miliar pada tahun 2018 pihaknya akan melengkapi sarana dan prasarana operasional baik budidaya tambak udang dan dua budidaya perikanan lainnya.

Kemudian, siklus panen akan ditingkatkan yang semula satu kali dalam setahun menjadi dua kali dalam satu tahun.

"Tentunya upaya kita untuk mencapai target Rp1,5 itu, kita akan melengkapi sarana dan prasarana operasionalnya serta meningkatkan siklus panen dari 1 kali dalam satu tahun menjadi 2 kali dalam satu tahun," terangnya.

Harus Jadi Sentral Produksi Udang

Anggota DPRD Bengkalis Azmi Rozali

Pemerintah Kabupaten Bengkalis diminta terus memberikan dukungan terhadap pengembangan investasi di bidang budidaya tambak udang. Menurut anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Azmi Rozali, investasi semacam itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Didorong masyarakat itu untuk berinvestasi di bidang itu (budidaya perikanan). karena apa? karena pembeli itu sudah nampak, tinggal komunikasi tersedia sekian ton bulan sekian panen. Mereka datang," ungkapnya.

Azmi Rozali menyebutkan di beberapa desa seperti Desa Tameran saat ini merupakan sentral produksi udang. Desa seperti ini atau desa lainnya, kata Azmi harus didorong, ditawarkan menjadi sentral produksi udang tentunya dengan cara memperbanyak kolam bagi desa yang siap menerima investasi.

"Ini tujuannya mensejahterakan masyarakat. Pengusaha bisa hidup, masyarakat juga bisa hidup," terang Azmi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengakui keberhasilan kolam udang vanname percontohan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis yang berhasil menambah pundi PAD.
"Saya sangat respek karena itu menghasilakn PAD. Kita sangat mendukungnya, tetapi jika Pemkab Bengkalis bisa menghasilan pengusaha baru di Bengkalis ini, itu lebih dahsyat lagi," tantang Azmi Rozali.

Tidak hanya berpengaruh terhadap jumlah pengangguran bilamana budidaya perikanan air payau terus dikembangkan, angka kemiskinan juga diyakini berkurang.

"Bengkalis dengan potensi yang ada saat ini harus di dorong menjadi daerah sentral produksi udang, dimana? di Sumatera. Saya menyambut baik bahkan menghimbau agar program perikanan air payau digalakkan lebih masif lagi karena ini nyata," tandasnya. (ADVERTORIAL)

Penulis : Agus Setiawan
Editor : Ali
Kategori : Advertorial
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Lainnya
Selasa, 16 Januari 2018 21:04 WIB
Pemkab Inhil Sampaikan 8 Usulan Ranperda
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos
Sabtu, 14 Agustus 2021
Anggota DPR Ini Sebut Kebijakan PPKM Bawa Indonesia Keluar dari Puncak Kasus Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 16 September 2021
NasDem Sumbar Tegaskan Jokowi dan Kapolri Sangat Menghargai Demokrasi
Kamis, 16 September 2021
Rizki Faisal: Langkah Kapolri Soal Mural Tepat dan Cepat
Kamis, 16 September 2021
Seleksi Calon Hakim Agung Dimulai, Besok Para Calon Buat Makalah di Komisi III DPR
Kamis, 16 September 2021
Disdikbud Siak Luncurkan Program Pendidikan Aksara

Serantau lainnya ...
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru
Selasa, 24 Agustus 2021
Jam Tangan Pria Bermerek yang Sayang Anda Lewatkan
Senin, 23 Agustus 2021
Cari Hunian Praktis dan Strategis? ‘Taman Bupati Regency’ Wujudkan Impian Anda

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar
Senin, 13 September 2021
Mahasiswa Umri Ajarkan Pelaku UMKM Bencah Lesung Cara Packing dan Branding Produk
Jumat, 10 September 2021
Kerjasama dengan BI, Fekonsos UIN Suska Riau Gelar Kuliah Umum

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

03

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www