Kamis, 22 Agustus 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Komitmen Majukan Dunia Pendidikan Riau
Rabu, 24 Juli 2019 17:41 WIB
Komitmen Majukan Dunia Pendidikan Riau
Suasana sekolah di SD Mutiara Harapan di Komplek PT RAPP, Pangkalan Kerinci.

Pekanbaru (CAKAPLAH) - Komitmen yang tinggi terhadap dunia pendidikan merupakan implementasi dari filosofi 5C, yakni Good for Community, Good for Country, Good for Climate, Good for Customer, dan Good for Company. Filosofi tersebut dimiliki oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan anak perusahaan dari Asia Pacific Resources Internastional Holdings (APRIL) Group yang terus diperjuangkan dan realisasikan oleh perusahaan dan para karyawannya. Komitmen inilah yang menjadi pegangan dalam setiap apa yang akan dilakukan perusahaan.

Melalui dua yayasan pendidikan, yakni Yayasan Kerinci Cinta Kasih (YKCK) dan Yayasan Mutiara Harapan Wiratama (YMHW), RAPP membangun pendidikan dengan arah yang jelas dan serius. YKCK membawahi beberapa sekolah dengan berbagai tingkatan, yaitu Sekolah Global Andalan dan Taruna Andalan, termasuk di wilayah kerja (estate) Hutan Tanaman Industri (HTI) di beberapa daerah, yakni di Pangkalan Kerinci, Ukui, Baserah, Logas, dan Cerenti. Dua sekolah SD di estate, yakni Estate Ukui dan Baserah merupakan sekolah Adiwiyata provinsi menuju nasional. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang diwajibkan menerapkan nilai-nilai lingkungan hidup. Lima sekolah tersebut memiliki kurikulum yang sama dengan menggunakan diktat dari yayasan yang sudah disesuaikan dengan persyaratan sebagai sekolah Adiwiyata.

“Untuk kurikulum sekolah, Sekolah Global Andalan dan Taruna Andalan, memakai kurikulum nasional. Khusus untuk SMA Taruna Andalan malah dikembangkan pendidikan model vocational, yakni mempersiapkan peserta didik dengan skill yang menyesuaikan dengan kebutuhan kerja,” tutur Manajer Yayasan Jansen Yudianto.

Untuk Sekolah Global Andalan, pihak yayasan telah membuat konsep “belajar untuk memimpin” yang mengarahkan peserta didik untuk belajar dan mempraktikkan prestasi, leadership (kepemimpinan), memiliki wawasan secara global, termasuk wawasan lingkungan.

“SMA Taruna Andalan menjadi satu-satunya SMA di Riau yang menerapkan model ini dan telah mendapat rekomendasi dari kepala Dinas pendidikan Propinvi Riau dengan no 420/DPK/2.1/2019/3186,” ujar Jansen.

Khusus YMHW hanya membawahi Sekolah Mutiara Harapan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA. Sebagai sekolah yang bekerjasama dengan Cambridge (Inggris), untuk SMP dan SMA kurikulumnya adalah perpaduan dari kurikulum nasional dan Cambridge. Untuk PAUD hingga SD menggunakan perpaduan kurikulum nasional dan International Baccalaureate (IB). Dengan status sekolah kerjasama internasional ini, untuk ujian kelas Cambridge misalnya, seluruh soal dikirim dari Inggris, setelah ujian seluruh jawaban dikirim ke Inggris, dan Cambridge juga yang mengeluarkan nilai dan sertifikat.

Dijelaskan oleh Jansen, di semua sekolah yang berada di dua yayasan yang dipimpinnya, selalu yang diutamakan adalah membuat strategi terbaik yang sesuai dengan core values yang diluncurkan dalam rangka 50 tahun RGE, yakni Complemently Team, Ownership, People, Integrity, Customer, dan Continuous Improvement. Nilai-nilai tersebut mengutamakan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, inovasi yang terus-menerus, rasa memiliki dengan integritas yang tinggi, juga performance yang menyeluruh baik bagi siswa, guru, maupun sekolah. Nilai-nilai tersebut terus dikembangkan dengan target meningkatkan kualitas secara terus-menerus dan menyeluruh

Dibangun dari sistem yang baik, kuat, penuh dengan nilai-nilai dan integritas yang tinggi, mengantarkan SMA Mutiara Harapan meraih peringkat pertama se Provinsi Riau untuk nilai rata-rata jurusan IPA dan IPS dalam ujian nasional (UN) 2019. Untuk IPA, meraih nilai rata-rata tertinggi, yakni 81.80. Sedangkan di IPS meraih nilai rata-rata 78.82 Tidak hanya itu, SMA Mutiara Harapan juga masuk 100 besar nilai rata-rata tertinggi nasional, yakni peringkat 67, dan menjadi satu-satunya sekolah di Riau yang masuk dalam 100 besar.

Tidak hanya membangun diri di internal, tanggung jawab sosial (social responsibility) juga menjadi hal yang diutamakan dalam membangun pendidikan ini. Salah satunya adalah membantu sekolah negeri dalam meningkatkan akreditasi, meningkatkan kemampuan baca dan hitung bagi sekolah di tingkat dasar, yang langsung bekerja sama dengan Community Developement RAPP.

SMA Mutiara Harapan hingga kini masih mengembangkan community service-nya yang dijalin dengan sekolah mitra, yakni SMA Negeri 2 Pangkalan Kerinci. Salah satunya program yang akan dilaksanakan di tahun ini adalah membantu mengembangkan perpustakaan, juga kegiatan-kegiatan siswa lainnya di bidang kesiswaan. Selain itu juga, sejak tahun 2008, Sekolah Mutiara Harapan ikut membantu pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pangkalan Kerinci dalam bidang membatik dan disain grafis.

“Nilai-nilai pendidikan yang sejalan dengan nilai-nilai dan filosofi yang dikembang oleh perusahaan menjadi landasan kami dalam membangun sekolah-sekolah yang ada di bawah RAPP ini,” kata Jansen lagi.

Hingga menjadi sekolah yang memiliki prestasi seperti sekarang, tidak mudah membangunnya. Seperti diakui Jansen, ketika didirikan tahun 2003, Sekolah Mutiara Harapan belum memiliki bentuk. Bahkan nyaris ditutup pada tahun 2005. Namun pelan-pelan, melalui studi dan belajar dari banyak pengalaman, apa yang diinginkan terlihat.

Membangun Karakter yang Kuat

Kepala SMA Mutiara Harapan, Lei Suang (48 tahun), menceritakan, yang diutamakan dan ditekankan dalam pendidikan di sekolahnya adalah character building, yakni membangun karakter peserta didik di semua jenjang. Mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA. Sebagai sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) yang mendapat izin langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan lembaga pendidikan internasional, yakni International Baccalureate (IB) untuk SD dan Cambridge untuk SMP dan SMA, pembangunan karakter siswa memang diutamakan.

“Pembangunan karakter inilah yang menjadi dasar, karena jika karakternya bagus pasti studinya akan bagus,” jelas Lie Suang.

Penekanan pendidikan karakter ini, kata Lei Suang, adalah melatih peserta didik pada tanggung jawab terhadap apa yang dipelajari. Mereka dididik untuk memiliki target pribadi dalam studinya, termasuk memilih mata pelajaran yang diinginkannya dan kemudian mendalaminya. Mereka tidak disuruh untuk memilih apa yang diinginkan guru, tetapi apa yang mereka inginkan sendiri sesuai passion-nya dan kemudian bertanggung jawab atas pilihannya itu. Mereka diajarkan untuk membangun motivasi dari dalam diri sendiri.

Selain itu, metode Cambridge yang memang menekankan pendidikan karakter ini, mengajarkan peserta didik untuk memiliki integritas (kejujuran), punya karakter pribadi (personality), dan bisa membangun jejaring yang baik dalam sebuah tim kerja (network dan teamwork). Pemahaman konsep lebih diutamakan daripada sekedar menghafal, sehingga dalam soal ujian tersebut disertakan lembar rumus dan boleh memakai kalkulator Pembangunan karakter ini dimulai dari TK hingga SMA sehingga terjadi tahap yang terus-menerus yang membuat hal itu akhirnya tertanam dalam diri masing-masing peserta didik.

SMA Mutiara Andalan adalah satu-satunya sekolah jenjang SMA berstatus SPK di Riau yang bukan sekolah nasional. Status SPK ini tetap mewajibkan mata pelajaran nasional seperti Agama, Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKN), dan Bahasa Indonesia. Sedangkan siswa dari negara asing wajib belajar Bahasa Indonesia, dan Indonesian Study (tentang kebudayaan dan sejarah Indonesia). Status SPK ini juga membuat sekolah boleh memakai guru asing.

Meski sekolah milik perusahaan dan mengutamakan anak-anak pegawai perusahaan yang bekerja di sana, tetapi sekolah ini juga menerima siswa dari sekolah negeri atau swasta di luar perusahaan. Hanya saja, standar yang dipakai dalam tes masuk adalah penguasaan bahasa Inggris. Ini sudah menjadi hal yang jamak di SMA Mutiara Harapan. Bahasa Inggris adalah bahasa pengantar. Siswa yang sejak PAUD/TK, SD dan SMP sekolah di YMHW tak akan kesulitan karena di seluruh jenjang tersebut bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Menurut Lei Suang, itu adalah standar sebagai sekolah SPK Internasional, karena di sekolah ini, di berbagai jenjang, banyak siswa asing. Setidaknya ada siswa dari 12 negara yang belajar. Seperti dari Finlandia, Kanada, Afrika Selatan (Afsel), Swedia, Brazil, Cili, India, Philipina, dan sebagainya.

Dalam hal bahasa Inggris ini, karena kemampuan siswa tak merata, mereka dibagi dalam dua kelas, intermediate dan advanced. Mereka yang kemampuannya agak di bawah, disatukan. Begitu juga dengan yang kemampuannya lebih baik, juga disatukan dalam satu kelas. Ini dilakukan agar di semua kelas terjadi kesetaraan sehingga tidak ada siswa yang merasa inferior atau superior di masing-masing kelas. Biasanya, siswa yang masuk dari sekolah nasional, diberi pelajaran tambahan jika dibutuhkan. Ini dilakukan agar dalam pergaulan sehari-hari di sekolah nanti ada atmosfir yang sama.

“Tidak ada perbedaan antara siswa Indonesia dengan siswa dari negara asing di sekolah ini. Baik perbedaan agama, bahasa, kultur, dan yang lainnya. Semua bercampur dan saling berinteraksi. Kami di sini menggunakan model kelas moving, seperti saat kuliah, bukan kelas grouping. Siswa memilih sendiri mata pelajaran apa yang cocok bagi mereka di setiap semester,” jelas Lei Suang.

Bangga Menjadi Bagian Mutiara Harapan

Salah seorang orangtua siswa, Ian Michael Wevell, mengaku sistem pendidikan yang terapkan di YMHW yang membawahi semua level Sekolah Mutiara Harapan sudah berstandar internasional. Katanya, dengan memiliki Cambridge Advanced (A) Level, siswa lulusan SMA Mutiara Harapan bisa masuk ke perguruan tinggi mana pun di seluruh dunia. Lelaki asal Pretoria, Afsel, yang bekerja sebagai Fire Coordinator Emergency Support RAPP ini menjelaskan, di awal-awal anak dia agak kesulitan beradaptasi. Ini hal yang biasa karena harus berhubungan dengan teman-teman baru yang berbeda kultur maupun bahasa. Tapi semua guru memberikan support integration agar anaknya bisa beradaptasi dengan baik.

“Tidak ada kendala berarti bagi siswa asing di sekolah ini. Standar kurikulum, pembelajaran, maupun sistemnya sudah standar internasional,” jelas Ian Wevell.

Kebanggaan juga dirasakan oleh Hagan Hototo Barus. Siswa jurusan IPA kelas XII ini adalah peserta Program Pertukaran Pelajar 2018-2019. Di tinggal setahun di Canby, Oregon, AS. Dia berada di sana dari Agustus 2018 hingga Juni 2019. Menurutnya, sistem belajar yang didapatkan di SMA Mutiara Harapan membuat dia bisa lolos dalam program yang diikuti lebih 1000 siswa dari seluruh Indonesia itu. Menurutnya, character building dan sistem pendidikan yang diterapkan di sekolahnya membuatnya bisa mengikuti semua tahap seleksi, baik tertulis maupun wawancara, hingga akhirnya lolos. Dalam program ini, dari Riau dia lolos bersama Vina Gustina dari MAN 2 Model Pekanbaru.

“Di Amerika, semua yang diajarkan di SMA Mutiara Harapan bisa diaplikasikan di sana. Saya harus tinggal di tengah-tengah masyarakat liberal yang bebas sekali, tetapi harus tetap menjadi orang Indonesia. Misalnya bagaimana menjadi diri sendiri, hidup mandiri, percaya diri, berpikir terbuka terhadap semua kultur dan keyakinan, dan banyak hal lain yang bekalnya saya dapat dari sekolah,” kata Hagan.

Hagan berharap model pendidikan yang diterapkan di Yayasan Mutiara Harapan Wiratama, termasuk di SMA, juga menjadi role model yang bisa dikembangkan di sekolah lain. “Kami bangga menjadi bagian dari SMA Mutiara Harapan,” tutup Hagan. 

Editor : Jef Syahrul
Kategori : Advertorial
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 22 Agustus 2019
Kunjungan Kerja, Danrem 031/WB: Akhirnya Sampai Juga di Bengkalis
Rabu, 21 Agustus 2019
Calon Penghulu Laporkan Panitia Pilpeng Labuhan Papan ke Bupati Rohil
Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati Rohil: Disiplin Harus Melekat pada Diri ASN
Selasa, 20 Agustus 2019
Kakan Kemenang Rohul: Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah Mesti Kedepankan Jalur Musyawarah

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Sabtu, 17 Agustus 2019
Galeri Foto: Cara Bupati Alfedri Mengatasi Karhutla
Kamis, 08 Agustus 2019
Tingkatkan Perizinan, Dinas PM-PTSP Kampar Tawarkan Berbagai Kemudahan
Rabu, 24 Juli 2019
Komitmen Majukan Dunia Pendidikan Riau
Senin, 08 Juli 2019
DPRD Pekanbaru Gelar Rapat Paripurna Tentang Ranperda LPP APBD 2018

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 21 Agustus 2019
Unri Gelar Seminar Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan Tropis
Sabtu, 17 Agustus 2019
Peringatan HUT RI di UIR Berjalan Khidmat
Kamis, 15 Agustus 2019
PBAK UIN Suska Riau 2019: Mahasiswa non Muslim Mencapai 70 Orang
Sabtu, 10 Agustus 2019
Mahasiswa UNRI Gelar Penyuluhan Kampung KB di Silikuan Hulu

Kampus lainnya ...

DewanGerindra
Terpopuler

01

Senin, 19 Agustus 2019 15:25 WIB
Enam Polisi di Riau Dipecat Tidak Hormat
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www