Minggu, 12 Juli 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 8 Juli 2020

Warga Pinggiran Kota Terbukti Lebih Bahagia
Sabtu, 07 Oktober 2017 23:30 WIB
Warga Pinggiran Kota Terbukti Lebih Bahagia
ilustrasi
LONDON (CAKAPLAH) - Bertolak belakang dengan keyakinan, yang lazim, pusat kota sibuk ternyata mengalahkan kehidupan di pinggiran kota bila dikaitkan dengan kesejahteraan. Karena banyak bergaul dan berjalan kaki membuat warga kota lebih sehat dan bahagia, kata laporan terkini.

Warga di pusat kota, yang hidup berhimpitan di perumahan padat atau apartemen, lebih aktif dan lebih banyak bergaul jika dibandingkan dengan warga di pinggiran, yang sepi, kata kajian keluaran Universitas Oxford dan Universitas Hong Kong. Menurut penulis, kajian mereka tersebut bisa mendorong politikus mempromosikan keuntungan dari kehidupan di pusat kota.

"Jika kita bisa meyakinkan pembuat kebijakan bahwa itu adalah peluang bagi kesehatan warga, maka kami bisa membangun masyarakat, yang dirancang dengan baik. Dalam jangka panjang, Anda bisa membuat perbedaaan besar dalam masalah kesehatan," kata Chinmoy Sarkar, salah satu penulis dalam penelitian tersebut.

"Berdasarkan atas bukti, kita bisa merencanakan lingkungan yang multi fungsi dan menarik serta bisa mendorong kegiatan fisik, mempromosikan interaksi sosial dan perlindungan dari efek negatif seperti polusi dan perasaan tidak aman," katanya.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pada 22 kota di Inggris, warga yang tinggal di kawasan padat cenderung memiliki tingkat obesitas lebih rendah dan banyak berolahraga dibandingkan dengan warga yang tinggal berpencar di kawasan pinggiran. "Karena kota semakin padat, warganya semakin sering berjalan kaki. Kawasan kota yang padat mempunyai rancangan lebih baik dan menjadi tujuan menarik. Warga kota tidak banyak tergantung pada kendaraan pribadi dan banyak menggunakan transportasi umum," katanya.

Sarkar, yang sehari-hari bertugas sebagai asisten profesor di Universitas Hong Kong, mengatakan bahwa kebijakan dan perencanaan harus sesuai dengan data, bukan hanya sekedar mengandalkan mitos mengenai kehidupan kota. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kawasan pinggiran dengan rata-rata 18 rumah per hektare dengan perencanaan lingkungan yang buruk dan dekat jalan raya, memiliki tingkat obesitas lebih tinggi karena warga yang jarang berolahraga.

Hal ini disebabkan oleh lokasi dan kondisi yang membuat mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan kendaraan jika hendak berpergian. Warga di pinggiran dengan beberapa rumah, terutama yang tinggal di kawasan khusus dengan pekarangan luas, memang hidup lebih baik dibanding warga pinggiran lain, tetapi tetap saja tertinggal dari mereka yang tinggal di pusat kota yang padat.

Yang membuat perbedaan besar menurut Sarkar adalah interaksi sosial dan kegiatan olahraga yang membuat warga di pusat kota hidup lebih baik. Penelitian tersebut membandingkan lebih dari 400 ribu warga yang hidup di berbagai kota, termasuk London, Glasgow dan Cardiff, dan menemukan bahwa kesehatan terbaik berasal dari kawasan dengan kepadatan lebih dari 32 rumah per hektare.

Sarkar kemudian mempertanyakan kebijakan pemerintah Inggris, seperti peraturan yang membatasi rumah-rumah di pinggiran yang membagi tanah untuk membuat kebun dengan maksud menjaga lebih banyak ruangan terbuka. Pada Januari 2007, pemerintah mengumumkan akan membangun 17 kota baru dan desa untuk mengatasi kekurangan rumah. Tapi Sarkar mengatakan bahwa penentu kebijakan sebaiknya kembali berpikir ulang sebelum membangun kawasan hijau.

Meski harga rumah terus melonjak dan pemerintah menargetkan membangun satu juta rumah sampai 2020, rencana pembatasan oleh Pemerintah Inggris berhasil mengatasi pembangunan di perkotaan yang padat untuk menghindari pembangunan gedung perumahan yang tinggi dengan kualitas rendah. London sampai saat ini termasuk dalam kota utama di Eropa, yang tidak terlalu padat penduduk jika dibandingkan dengan Madrid, Barcelona, Paris, Milan, Berlin dan Roma.
Editor : Jef Syahrul
Sumber : Antara/Republika
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 12 Juli 2020
Babinsa Koramil 11/Tambusai Bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Cegah Karhutla
Minggu, 12 Juli 2020
Dukung Pembangunan Desa, Babinsa Koramil 03 Bunut Goro Bersama Warga Bangun Turap
Minggu, 12 Juli 2020
Truk TNI Pengangkut Material Terperosok, Warga Bantu Evakuasi
Sabtu, 11 Juli 2020
Tim Medis Satgas TMMD Ke-108 Sosialisasi Tentang Protokol Kesehatan Covid-19

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Tandatangani MoA dengan UIR, Bupati Kampar Berharap Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 07 Juli 2020
Tim Relawan Covid-19 Unri Kecamatan Tualang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan
Jumat, 03 Juli 2020
Prodi Ilmu Komunikasi Univrab Gelar Penyuluhan Covid-19 di Pekanbaru
Senin, 29 Juni 2020
Tim PKM Dosen Fekon Unilak Bantu Manajemen Bank Sampah di Rumpes

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler
Polres Rohul 27 Juni 2020
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Indeks Berita
Imlek 2019 RAPP
www www