Minggu, 18 Agustus 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Warga Pinggiran Kota Terbukti Lebih Bahagia
Sabtu, 07 Oktober 2017 23:30 WIB
Warga Pinggiran Kota Terbukti Lebih Bahagia
ilustrasi
LONDON (CAKAPLAH) - Bertolak belakang dengan keyakinan, yang lazim, pusat kota sibuk ternyata mengalahkan kehidupan di pinggiran kota bila dikaitkan dengan kesejahteraan. Karena banyak bergaul dan berjalan kaki membuat warga kota lebih sehat dan bahagia, kata laporan terkini.

Warga di pusat kota, yang hidup berhimpitan di perumahan padat atau apartemen, lebih aktif dan lebih banyak bergaul jika dibandingkan dengan warga di pinggiran, yang sepi, kata kajian keluaran Universitas Oxford dan Universitas Hong Kong. Menurut penulis, kajian mereka tersebut bisa mendorong politikus mempromosikan keuntungan dari kehidupan di pusat kota.

"Jika kita bisa meyakinkan pembuat kebijakan bahwa itu adalah peluang bagi kesehatan warga, maka kami bisa membangun masyarakat, yang dirancang dengan baik. Dalam jangka panjang, Anda bisa membuat perbedaaan besar dalam masalah kesehatan," kata Chinmoy Sarkar, salah satu penulis dalam penelitian tersebut.

"Berdasarkan atas bukti, kita bisa merencanakan lingkungan yang multi fungsi dan menarik serta bisa mendorong kegiatan fisik, mempromosikan interaksi sosial dan perlindungan dari efek negatif seperti polusi dan perasaan tidak aman," katanya.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pada 22 kota di Inggris, warga yang tinggal di kawasan padat cenderung memiliki tingkat obesitas lebih rendah dan banyak berolahraga dibandingkan dengan warga yang tinggal berpencar di kawasan pinggiran. "Karena kota semakin padat, warganya semakin sering berjalan kaki. Kawasan kota yang padat mempunyai rancangan lebih baik dan menjadi tujuan menarik. Warga kota tidak banyak tergantung pada kendaraan pribadi dan banyak menggunakan transportasi umum," katanya.

Sarkar, yang sehari-hari bertugas sebagai asisten profesor di Universitas Hong Kong, mengatakan bahwa kebijakan dan perencanaan harus sesuai dengan data, bukan hanya sekedar mengandalkan mitos mengenai kehidupan kota. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kawasan pinggiran dengan rata-rata 18 rumah per hektare dengan perencanaan lingkungan yang buruk dan dekat jalan raya, memiliki tingkat obesitas lebih tinggi karena warga yang jarang berolahraga.

Hal ini disebabkan oleh lokasi dan kondisi yang membuat mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan kendaraan jika hendak berpergian. Warga di pinggiran dengan beberapa rumah, terutama yang tinggal di kawasan khusus dengan pekarangan luas, memang hidup lebih baik dibanding warga pinggiran lain, tetapi tetap saja tertinggal dari mereka yang tinggal di pusat kota yang padat.

Yang membuat perbedaan besar menurut Sarkar adalah interaksi sosial dan kegiatan olahraga yang membuat warga di pusat kota hidup lebih baik. Penelitian tersebut membandingkan lebih dari 400 ribu warga yang hidup di berbagai kota, termasuk London, Glasgow dan Cardiff, dan menemukan bahwa kesehatan terbaik berasal dari kawasan dengan kepadatan lebih dari 32 rumah per hektare.

Sarkar kemudian mempertanyakan kebijakan pemerintah Inggris, seperti peraturan yang membatasi rumah-rumah di pinggiran yang membagi tanah untuk membuat kebun dengan maksud menjaga lebih banyak ruangan terbuka. Pada Januari 2007, pemerintah mengumumkan akan membangun 17 kota baru dan desa untuk mengatasi kekurangan rumah. Tapi Sarkar mengatakan bahwa penentu kebijakan sebaiknya kembali berpikir ulang sebelum membangun kawasan hijau.

Meski harga rumah terus melonjak dan pemerintah menargetkan membangun satu juta rumah sampai 2020, rencana pembatasan oleh Pemerintah Inggris berhasil mengatasi pembangunan di perkotaan yang padat untuk menghindari pembangunan gedung perumahan yang tinggi dengan kualitas rendah. London sampai saat ini termasuk dalam kota utama di Eropa, yang tidak terlalu padat penduduk jika dibandingkan dengan Madrid, Barcelona, Paris, Milan, Berlin dan Roma.
Editor : Jef Syahrul
Sumber : Antara/Republika
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 17 Agustus 2019
Wabup Zardewan Irup HUT RI di Riau Komplek RAPP
Sabtu, 17 Agustus 2019
Ribuan Warga Pelalawan Saksikan Panggung Rakyat bersama Husni Tamrin
Sabtu, 17 Agustus 2019
Perdana, KPU Siak Gelar Apel HUT RI Sendiri
Jumat, 16 Agustus 2019
Tim Kukerta UNRI di Desa Pulau Gadang Desain Homestay Apung

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Sabtu, 17 Agustus 2019
Galeri Foto: Cara Bupati Alfedri Mengatasi Karhutla
Kamis, 08 Agustus 2019
Tingkatkan Perizinan, Dinas PM-PTSP Kampar Tawarkan Berbagai Kemudahan
Rabu, 24 Juli 2019
Komitmen Majukan Dunia Pendidikan Riau
Senin, 08 Juli 2019
DPRD Pekanbaru Gelar Rapat Paripurna Tentang Ranperda LPP APBD 2018

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 17 Agustus 2019
Peringatan HUT RI di UIR Berjalan Khidmat
Kamis, 15 Agustus 2019
PBAK UIN Suska Riau 2019: Mahasiswa non Muslim Mencapai 70 Orang
Sabtu, 10 Agustus 2019
Mahasiswa UNRI Gelar Penyuluhan Kampung KB di Silikuan Hulu
Jumat, 09 Agustus 2019
Mulai Besok, Unilak Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang III

Kampus lainnya ...

DewanGerindra
Terpopuler
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www