Jumat, 03 Desember 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 1-3 Desember 2021

Walau Hamil Besar Tetap Semangat Kerja Usai Dihantam Pandemi, Gojek yang Jadi Juaranya
Jum'at, 29 Oktober 2021 17:21 WIB
Walau Hamil Besar Tetap Semangat Kerja Usai Dihantam Pandemi, Gojek yang Jadi Juaranya
Mela memesan layanan GoSend untuk mengirim berkas ke kantor mitra perusahaan. Layanan ini sudah biasa Ia gunakan untuk memudahkan pekerjaanya, terlebih di masa pandemi dan dalam kondisinya yang hamil besar. Foto: Yusni Fatimah Lubis

PAGI
"Nanti lama pulangnya, ada briefing sore".
"Yaudah gak apa-apa, Gojek aja."

SIANG
"Tolong siapin konsumsi ya, rapat jam 4 sore nanti. Dan jangan lupa antar berkasnya".
"Siap, aman. Udah GoSend. Buat rapat nanti di-GoFood-in aja. Donat sama gorengan ya."

CHECK UP di DOKTER
"Mama gak bisa jemput, masih ada urusan, naik GoCar ya."
"Oke ma."

TENGAH MALAM di RUMAH
"Pengen makan Nasi Goreng pedas".
"Ntar cek GoFood dulu, si Abang masih buka gak ya jam 12 malam gini".

***
Itu penggalan percakapan Mela dengan suami. Mela dengan rekan kantor, dan Mela dengan mamanya. Dalam berbagai keperluan, layanan-layanan di aplikasi Gojek acap kali menjadi solusi buat Mela.

Para driver Gojek bisa disebut jadi penyelamat baginya saat pangerannya masih berkutat di kantor karena urusan pekerjaan. Sementara hari sudah sore dan jam kerja sudah lama usai. Dia kerap memilih pulang ke rumah dengan bantuan para driver Gojek. Kadang GoRide, kadang GoCar.

Dua pilihan jasa antar ini juga jadi solusi saat mama Mela yang sudah janji jemput dari klinik dokter langganannya, ternyata terhalang urusan mendadak. 

Yang paling unik menurut Mela, para driver Gojek sudah seperti rekan sekantor baginya dalam membantu menyelesaikan tugasnya yang mengharuskan keluar kantor namun terhalang berbagai hal. Layanan GoSend untuk mengantarkan berkas dan ada GoFood untuk menunjang kelancaran rapat mingguan. Pokoknya bagi Mela, Gojek itu juara!

Mela Amelia N, nama lengkapnya. Dia sudah setahun lebih bergabung dengan sebuah perusahan yang bergerak di bidang media di Pekanbaru. Tepatnya sejak Juni 2020 silam, tepat 3 bulan setelah wabah Covid-19 diumumkan masuk Indonesia.

Sebenarnya dia diposisikan sebagai sekretaris di perusahaan yang beralamat di Jalan Pinang, Kota Pekanbaru Riau itu. Masalah surat menyurat dan kesekretariatan jadi tanggungjawabnya. Tapi dia juga handal menangani urusan administrasi lain. Padahal wanita berumur 26 tahun ini adalah lulusan Psikologi Universitas Islam Riau (UIR). Sebutlah dia serba bisa. Buktinya, tak ada urusan kantor yang tak tuntas di tangannya.

Kini, wanita berparas cantik ini tengah hamil tua. Sudah 9 bulan. Walau pimpinan di perusahaan sudah mengingatkan agar tak terlalu memaksakan diri, dia tetap memilih terus bekerja. Padahal seandainya dia meminta izin cuti, maka di hari yang sama, pasti di-oke-kan oleh pimpinannya. Tapi karena selama menjalani kehamilan Mela merasa kuat dan dokter juga menyatakan demikian, maka dia bersikeras menunda cuti melahirkan yang sudah jadi haknya.

"Cutinya nanti saja, setelah baby-nya lahir. Toh kemarin lama juga work from home. Gara-gara PPKM jadi lama gak ngantor. Gak apa-apa lah tetap kerja sekarang," katanya ringan, Jumat (29/10/2021).

Mela memilih tetap bekerja walau dalam kondisi hamil besar sebab dokter juga mengizinkan karena kehamilannya yang sehat. Begitu juga dengan suaminya yang support keputusan Mela untuk tetap masuk kantor. Foto: Yusni Fatimah Lubis

Mela mengaku, usai masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Pekanbaru, masuk kantor lagi seperti sesuatu yang dia nantikan. Mungkin yang dia rasakan tak jauh beda dengan kerinduan para siswa terhadap belajar tatap muka di sekolah.

Maklum, Kota Bertuah memang cukup lama harus berada dalam kondisi PPKM Level IV. Tepatnya sejak 26 Juli 2021 lalu hingga awal September 2021. 

"Harus semangat kembali masuk kantor. Kan sebenarnya, pekerjaan di kantor bisa jadi ringan. Segalanya pasti ada solusi di zaman digital seperti ini. Seperti saya, ada selalu yang bantuin, para driver Gojek, jadi gampang lah. Hehehe," katanya sumringah.

Saat ditanya soal kondisinya yang hamil besar namun masih kerap naik turun tangga kantornya yang berada di lantai 2, dia menjawab santai. "Hitung-hitung olahraga," imbuhnya.

Kembali ke Rutinitas

Setelah Kota Pekanbaru berada dalam status PPKM Level 3 mulai 6 September 2021, Mela memang mulai aktif lagi ke kantor. Bahkan hingga saat ini, dimana Pekanbaru sudah ditetapkan "lebih baik" dan menyandang status PPKM Level 2.

Berangkat ke kantor setiap pagi kembali lumrah bagi Mela. Finalis Bujang Dara Kota Pekanbaru tahun 2017 ini merasa banyak yang harus dilakukan untuk membantu perusahaan kembali seperti sedia kala, bahkan agar lebih berkembang, usai terimbas pandemi.

Begitu juga suaminya yang bekerja di sektor perbankan. Dia kembali rutin mengisi absensi di kantor, setelah sekian lama menjalankan pola pembagian shift untuk Work From Home dan Work From Office. Kini, hampir setiap hari suami Mela mengantarkan dia ke kantor terlebih dahulu, sebelum akhirnya menuju kantornya sendiri. Salah satu cabang bank daerah di Pekanbaru.

Namun, ada kalanya suami Mela tak bisa mengantar ataupun menjemputnya karena urusan pekerjaan yang mengharuskan pagi-pagi sekali berangkat ke kantor. Atau harus pulang sore sekali karena masih ada tugas yang butuh ditutaskan.

"Kalau suami tak bisa antar atau jemput, kadang saya minta tolong mama," cakap Mela.

Rumah Mela memang berdekatan dengan rumah kedua orang tuanya. Sang Mama juga tak pernah merasa direpotkan oleh Mela. Bungsu dari dua bersaudara ini memang sangat dekat dengan mamanya. Bahkan hubungan mereka semakin kental setelah Ia menikah awal Februari 2021 lalu.

"Bila mama ada kesibukan lain, ya gampang, tinggal buka handphone. Pesan Gocar. Dulu sebelum masa pandemi ini, Saya sering juga pakai GoRide, sekarang kan hamil besar, Gocar lebih aman buat bepergian," jelasnya.

Mela tak menampik, aneka layanan di Gojek Super App seperti tak bisa jauh-jauh dari dia. GorRide, GoCar, GoSend, dan GoFood adalah layanan yang paling sering Dia gunakan. Terkadang Dia juga menggunakan GoShop untuk berbelanja kebutuhan di rumah. Karena tidak setiap saat dia bisa bergegas keluar rumah untuk membeli sesuatu. Terlebih dengan kondisinya yang hamil tua. Saat badannya tidak se-fit dahulu.

"Pas di rumah misalnya. Sebentar-sebentar badan bisa terasa lelah atau linu. Cek stok minyak urut atau Kayu Putih kosong. Kelupaan di-stok misalnya. Ya beli ke apotek, tapi tak perlu keluar kalau lagi mager. Ada GoShop. Begitu juga kalau mau beli sesuatu ke toko depan perumahan," tambah Mela sembari kembali tertawa.

Dia menjelaskan, layanan GoShop juga dia gunakan untuk menjemput laundry. "Memang serba praktis sekarang. Kalau lupa ambil laundry sepulang ngantor, terus ingatnya udah malam, bisa gunakan GoShop buat jemput," imbuhnya.

Intinya, kata Mela, semua fitur di Gojek benar-benar bisa diandalkan untuk membantu menuntaskan kebutuhan rutin sehari-hari.

"Sekarang ini tinggal buka handphone saja. Insya Allah beres lah semua. Go...jeek yang jadiii juaranyaaa," katanya sembari menirukan nada lagu Malaikat Juga Tahu-nya Dewi Lestari. Kemudian, dia terkekeh ringan.

Untuk menekankan klaimnya itu, Mela kemudian teringat soal kebiasaannya yang masih ngidam di usia kehamilan yang hanya menunggu Hari Perkiraan Lahir (HPL) saat ini.

"Tengah malam kan sering susah tidur. Insomnia itu wajar bagi ibu hamil. Ngidam nasi goreng pedas. Yaudah saya bangunin suami. Dia cek GoFood, penjualnya masih buka gak. Kalau masih, tinggal order, beres. Suami yang terima di pintu kalau abang drivernya sudah datang," kisahnya sembari memuji kesabaran sang suami menghadapinya selama masa kehamilan.

Mela menjadikan GoFood layanan andalan untuk memenuhi asupan gizi dan energi saat jam makan siang. Beraneka menu sehat tersedia di GoFood. Selain itu, banyak promo menarik di GoFood. Kostumer juga bisa tahu restoran mana yang paling 'jempolan' dan paling laris di aplikasi ini. Foto: Yusni Fatimah Lubis

"Tapi kan sudah gak seperti zaman dulu. Kalau istri ngidam, suami harus berjuang pergi tengah malam, jauh-jauh mencari yang istri mau sampai dapat. Sekarang mudah, di dunia yang serba digital, bisa disebut semuanya sudah di ujung jari kita. Tekan ini itu, udah. Tekan ini itu, masukkan PIN, udah," katanya lagi.

Gojek Solusi di Kantor dan Dimana Saja

Mela juga kembali mengenang saat masa-masa work from home ditetapkan untuk para karyawan bidang non-esensial. Saat itu, untuk menuntaskan tugas-tugas dari kantor, yang Dia lakukan tak jauh dari yang namanya memanfaatkan internet, aplikasi, dan segala kemudahan di zaman digital.

Terutama saat dia harus mengirimkan aneka berkas ke relasi dan mintra perusahaan untuk kerjasama atau lainnya. Di masa itu, jasa GoSend benar-benar jadi andalan bagi Mela. Jadi, walau tak ke kantor, urusan kerja bisa tuntas tanpa ribet.

"Tak payah sebenarnya. Ada GoSend. Jadi aman saja saat itu. Walau WFH, tugas-tugas kantor bisa saja selesai sesuai deadline walau tak hadir di kantor. Semua saya kerjakan di laptop. Berkas-berkas yang kira-kira penting, memang sudah sengaja saya bawa ke rumah. Data lainnya kan sudah ada di laptop. Jadi bila perlu, tinggal print, kirim ke kantor mitra. Atau bila ada karyawan yang juga membutuhkan sebuah berkas. Cukup pakai GoSend, selesai," katanya menjelaskan.

Pemilihan GoSend untuk memuluskan pekerjaan Mela masih berlanjut hingga saat ini. Saat Mela sudah rutin ke kantor. Saat mulai banyak kwitansi yang harus ditagih ke kantor para rekan bisnis atau berkas proposal yang harus disebar ke calon rekan bisnis lainnya.

Saat Mela dan rekan-rekan se kantor mulai sering bersua walau terbatas jarak dan masker. Saat rapat mulai dijalankan ditemani hangatnya gorengan dan aneka jajanan yang dipesan via GoFood. 

Saat aktivitas mulai normal kembali. Saat Mela mulai kembali rutin order GoFood untuk makan siangnya dan mengisi token listrik kantor lewat GoPay.

Saat perekonomian di kotanya mulai menggeliat kembali.

Meringankan Beban Mereka

Sebenarnya, tak hanya Mela yang merindukan masa-masa ini, dimana aktivitas di berbagai sektor kembali menuju normal usai dihantam pandemi.

Para driver andalan Mela juga telah lama menanti momen anak-anak berseragam kembali memakai jasa GoRide saat berangkat dan pulang dari sekolah. Saat guru-guru mereka kembali rutin order makan siang lewat GoFood dan ibu-ibu mereka order GoCar untuk berangkat bareng menuju lokasi pengajian atau arisan.

Para driver yang sempat ngos-ngosan terdampak pandemi mulai bisa bernafas lagi. Selama pandemi banyak orang semakin aware dengan beragam aplikasi yang memudahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah atau interaksi dengan banyak orang. Maklum, semua kalangan "dipaksa" melek gadget, semua ikut online meeting, dan semakin paham konsep belanja online. Walau soal Cash On Delivery (COD) masih kerap jadi insiden.

Setidaknya semua kalangan semakin teredukasi menggunakan layanan berplatform digital. Semakin banyak yang tak ragu menyerahkan pemenuhan kebutuhan sehari-harinya lewat Gojek Super App. Semua ada di sana. Sangat membantu dan sangat juara.

Orderan yang semakin banyak masuk ke aplikasi tentu membuat para driver lebih optimis menjalani hari. Tak perlu se risau dahulu lagi saat memikirkan kredit motor atau token listrik yang sudah berbunyi. Gojek adalah wadah, mitra, penolong mereka menghadapi badai Covid-19.

Pak Marthin Situmorang mengantarakan orderan GoFood untuk Mela. 

"Beruntung masih bertahan. Teman saya ada yang kerja kantoran malah dipecat. Saya di Gojek sudah 3 tahun, syukurlah sampai saat ini masih tetap bisa menghidupi keluarga," kata Marthin Situmorang, salah satu driver Gojek di Pekanbaru, Jumat (29/10/2021).

Marthin mengaku, saat di awal hingga pertengahan masa pandemi kemarin, pendapatannya memang menurun. Imbas dari ekonomi masyarakat yang memang melemah. Namun dia bersyukur masih bisa bertahan. Dia memilih tetap setia bermitra dengan Gojek saat banyak orang kehilangan mata pencaharian.

"Pemasukan turun juga disebabkan PPKM Level 4 kemarin. Order GoRide sedikit jadinya. Tapi sekarang kan sudah bagus lagi. Kembali naiklah," ungkap pria berumur 30 tahun ini.

Saat ditanya soal frekuensi orderan GoFood di masa-masa PPKM Level 4 di Pekanbaru, Marthin mengaku memang lebih bagus jumlahnya dibanding layanan lainnya di aplikasi.

"Karena walau diam di rumah customer kan tetap ingin makan atau jajan. Jadi GoFood lah solusinya. Di situlah kami ada," katanya setengah tertawa di balik masker yang Dia kenakan.

Sama halnya dengan layanan GoSend. Tetap ramai di masa PPKM kemarin. Kata Marthin, dia kerap mendapat orderan mengirimkan berkas dari rumah customer ke sebuah kantor atau sebaliknya.

"Karena tetap kerja walau tidak ke kantor. Mengantar ke kantor seputaran Sudirman paling sering," katanya menyebut nama jalan protokol di Pekanbaru.

Dia mengaku, sebagai mitra Gojek, Dia merasa sudah seperti menjembatani orang-orang melakukan aktivitasnya di masa pandemi. Terasa sudah membantu banyak orang. "Meringankan beban mereka, sembari Saya mencari nafkah untuk keluarga," ungkapnya tulus.

Marthin berharap kondisi perekonomian terus membaik dan badai Covid-19 benar-benar usai. Agar aktivitas semua orang benar-benar kembali seperti sedia kala.

"Semoga benar-benar usai pandemi ini. Agar bisa kembali normal menghidupi keluarga. Agar bangsa ini kembali baik-baik saja," katanya lagi, berharap. Sama seperti harapan kita semua.

Harapan, Inovasi, dan Bangkit Bersama

Harapan Gojek adalah terus membuat terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mitra bisnisnya. Untuk masa ini, yang ingin dicapai adalah bangkit bersama menghadapi pandemi. Terutama bertepatan di usia Gojek yang sudah 11 tahun.

Di usia yang tak lagi muda itu, Gojek sudah menjadi kepercayaan banyak orang, tak hanya di Indonesia, bahkan hingga Asia Tenggara. Co-founder dan CEO Gojek, Kevin Aluwi, mengungkap bahwa hingga Juni 2021, aplikasi Gojek telah diunduh sebanyak 190 juta kali di Asia Tenggara.

"Kami terus hadirkan inovasi dan teknologi terbaru guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat," katanya saat memberi keterangan virtual, Rabu (27/10/2021) kemarin.

Kata Kevin, kontribusi ekosistem Gojek dan GoTo Financial mencapai Rp249 triliun (di luar Tokopedia). Data ini Ia kutip dari hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Kontribusi itu meningkat 60 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Angka yang besar ini hampir semua tersalur ke mitra-mitra kami," katanya lagi.

Pada riset yang sama, kata Kevin, terungkap juga tingkat loyalitas pelanggan Gojek. Yakni, 86 persen pelanggan tetap menggunakan aplikasi anak bangsa ini walau sedang tak ada promo.

"Mayoritas pelanggan mau menggunakan layanan Gojek tanpa promo," imbuhnya.

Masih kata Kevin, guna mempermudah keseharian hidup masyarakat, termasuk mendukung jutaan mitra driver, Gojek akan terus berinovasi. Tepat di usianya yang kesebelas kemarin telah diperkenalkan 3 inovasi menarik yang bakal terus digencarkan. Yakni pada layanan GoFood, GoRide/GoCar, dan GoSend.

Yang pertama adalah fitur GoFood Plus dan Order Sekaligus di GoFood. Dengan fitur GoFood Plus, pelanggan akan bisa menikmati beragam makanan kesukaan dengan harga yang murah dan potongan ongkos kirim. Sedangkan dengan menggunakan fitur Order Sekaligus, pelanggan bisa memesan makanan dan minuman dari restoran sekaligus di satu lokasi.

"Kedua fitur ini semakin memperkuat posisi GoFood sebagai penyedia layanan pesan-antar makanan yang value for money," sebut Kevin.

Kedua, inovasi canggih dan semakin menarik untuk GoRide dan Gocar. Dimana Gojek akan berkolaborasi dengan PT KAI (Kereta Api Indonesia) untuk layanan fitur GoTransit, sehingga konsumen yang menggunakan layanan GoRide atau GoCar bisa terintegrasi langsung untuk pembelian tiket kereta api.

"Integrasi ini akan mempermudah masyarakat bepergian," tambah Kevin.

Gojek juga akan menghadirkan tranportasi kendaraan listrik di masa yang akan mendatang. Sejauh ini, Gojek telah bekerjasama dengan dengan Pertamina untuk penerapan skema battery swap pada motor listrik dari Gesit dan Gogoro.

Pihak perusahaan mengaku kalau pada tahap awal rencana tersebut akan diluncurkan sekitar 500 unit motor listrik di kawasan Jakarta Selatan.

Yang terakhir adalah, Gojek telah mengembangkan layanan logistik melalui GoSend API (integration application interface) dan GoSend Multidrop.

Dengan layanan GoSend API, GoSend akan terintegrasi dengan platform mitra bisnis yang dapat menikmati layanan pengiriman yang lebih cepat dan mudah.

"GoSend API saat ini sudah dimanfaatkan oleh ribuan partner dan jutaan penjual," tutur Kevin.

Sementara dengan fitur GoSend Multidrop, akan memungkinkan konsumen bisa mengirim paket sekaligus dengan hanya sekali penjemputan dan ongkos yang bisa lebih irit hingga 30 persen.

"Ini (bisnis logistik) akan menjadi area yang terus kita investasi karena potensinya yang besar," pungkas Kevin.

Bersama inovasi-inovasi terbaru itu, Gojek mengajak semua pihak untuk tetap optimis dan bangkit bersama usai dihantam pandemi. Memulai lagi aktivitas perekonomian dengan kepercayaan dan semangat gotong royong.

"Mari kita bangkit bersama, kita lalui pandemi ini dengan optimisme dan tentunya produktivitas agar kita semua bisa pulih dan tentunya ekonomi juga ikut pulih," ujar Arum Prasodjo, Head of Corporate Affairs Indonesia Regions Gojek dalam sebuah webinar baru-baru ini.

"Bangkit Bersama" adalah tema ulang tahun ke-11 Gojek. Sebelumnya, Arum pernah berkata, itu adalah frasa lain dari gotong royong. Ekosistem Gojek, mulai dari mitra driver, mitra usaha, hingga pelanggan diajak untuk gotong royong menyebarkan optimisme memanfaatkan teknologi menghadapi pandemi. Bersama-sama pulih dari wabah, dari perlambatan ekonomi, untuk merakit harapan baru, menyongsong hari-hari yang lebih baik.

Penulis : Yusni Fatimah Lubis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA
Minggu, 31 Oktober 2021
Komisi III Segera Bahas RUU Jabatan Hakim
Sabtu, 30 Oktober 2021
Rachmat Gobel Kritik APBN Dialokasikan untuk Proyek Kereta Cepat
Jumat, 29 Oktober 2021
BKSAP Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas Capai SDGs

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 02 November 2021
Gajah Seberat 2 Ton Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 02 Desember 2021
BKNDI Siap Fasilitasi Desa di Bengkalis Ikut Workshop Tajaan Kemendagri
Kamis, 02 Desember 2021
PPID Kabupaten Siak Raih Predikat Menuju Informatif
Kamis, 02 Desember 2021
Siak Juara 1 Lomba Masak Kenduri Riau
Kamis, 02 Desember 2021
Kisah Penuh Warna Ahmad Ghani Al Ghifari, Dyslexia Bukan Hambatan Tuai Prestasi

Serantau lainnya ...
Selasa, 30 November 2021
Kisah Sukses Famys Hijab, Pelopor dan Produsen Gamis Malaysia Terbesar
Minggu, 28 November 2021
Kunjungi Butik Sakinah, Menteri Koperasi dan UKM Dorong Industri Fashion Angkat Kearifan Lokal
Senin, 22 November 2021
Dukung Pebalap di Mandalika World Superbike 2021, Komunitas Honda CBR Nobar hingga Meet & Greet
Minggu, 21 November 2021
Dihadiri Bupati dan Wabup Rohil, Forci Riau Pesisir Serahkan 100 Paket Sembako kepada Masyarakat

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Senin, 29 November 2021
WHO Akui Belum Ada Bukti Varian Omicron Covid-19 Lebih Menular
Kamis, 21 Oktober 2021
Ubah Citra, Facebook akan Ganti Nama Perusahaan?
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 30 November 2021
Wanita Malaysia Punya Golongan Darah Emas, Cuma 43 Orang di Bumi
Rabu, 27 Oktober 2021
Dikira Kena Covid-19, Gadis Ini Ternyata Sakit Parah Akibat Isap Vape
Sabtu, 23 Oktober 2021
Kisah Penyintas Covid-19, Berpikiran Positif dan Bermental Baja hingga Sembuh
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 29 November 2021
Kembangkan Potensi Daerah, UIR Teken Kerjasama dengan Pemkab Pelalawan
Sabtu, 27 November 2021
Mahasiswa Prodi Perminyakan UIR Raih Juara pada Northern Sumatera Forum SKK Migas
Kamis, 25 November 2021
Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Ikuti Leadership Camp
Rabu, 24 November 2021
HKI STAIN Gelar Seminar Peran dan Tantangan Hukum Keluarga di Era Revolusi Industri 4.0

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

Permata
Terpopuler
DPRD Riau 1 Panglima
Foto
PT PER 2021
Senin, 22 November 2021
Bikin Mewek, Gala Ingin Telepon Vanessa Angel & Bibi karena Rindu
Kamis, 04 November 2021
Vanessa Angel dan Suami Tewas Kecelakaan di Tol Jombang
Rabu, 27 Oktober 2021
Lucinta Luna Blak-blakan Soal Muhammad Fattah, Ungkap Settingan Bikin Tertekan dan Prank
Kamis, 21 Oktober 2021
Penampilan Terbaru Ivan Gunawan Ramai Disebut Mirip Nikita Mirzani

Selebriti lainnya ...
Diskes Riau November 2021 Ok
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau 1
Rabu, 24 November 2021
Rangkaian HUT ke-23, BKMT Riau Gelar 'Musabaqah Menterjemah Alquran'
Kamis, 04 November 2021
Persembahkan Karya Tenas Effendy, LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Alquran dan Hadis
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah

Religi lainnya ...
DPRD Riau 2
Indeks Berita
DPRD Riau Hari Guru 2Pelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakDPRD Riau 5Bhayangkara 2021 CAKAPLAHDPRD Riau 3DPRD Riau 6Diskes Rohul 2021DPRD Riau Hari GuruDPRD Riau 2 Panglima
www www