Minggu, 25 Februari 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
HUT CAKAPLAH 7 - PJ Walikota Muflihun

Hati-hati Mempermalukan Orang di Publik; Apa Gunanya?
Rabu, 22 November 2023 17:09 WIB
Hati-hati Mempermalukan Orang di Publik; Apa Gunanya?
Suardi, S.Sos, M.I.Kom

Ini kisah seorang Dosen Purnabhakti yang sedang berada di ruang tunggu sebuah Bandara. Tiba-tiba Dosen tua ini dihampiri seorang lelaki muda. Penampilannya, necis rapi dan berwibawa. Sambil mengulurkan tangan dan menciumnya, lelaki muda itu berkata, “Masih ingat saya ndak pak?”

Dosen purna itu pun kaget, sambil tersenyum ramah. “Saya Salim murid Bapak dulunya, tepatnya di universitas dan prodi itu loh Pak!”  ungkap lelaki muda. Menyebutkan universitas tempat sang dosen tua mengabdi dahulu. Oh ya, ungkap sang dosen tua ramah, sambil mengusap-usap punggung anak muda itu dan mempersilakan duduk di sampingnya.

Lelaki muda itu pun duduk sambil melanjutkan ceritanya. “Gara-gara bapak saya sekarang juga mengajar di salah satu universitas Negeri,” ungkapnya menyebutkan Universitas terkemuka di ibu kota. “Padahal, sebelumnya saya tak pernah berniat jadi dosen loh Pak. Namun Bapak telah menginspirasi saya. Bapak telah mengubah hidup dan cara pandang saya. Telah mengubah saya menjadi orang baik. Itulah yang saya pahami dari seorang pengajar. Di mana dosen itu mengajarkan kebaikan. Saya mendapatkan itu dari bapak, kemudian memotivasi saya untuk menjadi dosen juga,” ungkapnya.

“Lah, gimana ceritanya?” timpal sang Dosen tua. “Bapak ingat ndak? Di lokal kita dahulu kan ada 24 mahasiswa termasuk saya. Suatu hari Monika, anak orang kaya di kelas kita, kehilangan jam tangan mewahnya. Itu terjadi saat jam mata kuliah Bapak. Monika kemudian melapor ke Bapak. Dimana saat ia izin ke toilet dan kembali, jam tangannya sudah taka ada di tempat semula.”

Saat itu Bapak sempat nanya, ini siapa pula yang nyuri jam tangan Monika di lokal ini?  Itulah pak, padahal jam tangannya tadi ditaruh dekat tas saya. Namun pas kembali sudah tak da lagi. Ungkap Monika memelas. Suasana ruang kelas pun berubah seketika jadi hening.

Saya ingat betul, bapak saat itu menyuruh semua kami berdiri. Dengan menaruh tas masing-masing disamping dan semuanya harus memejamkan mata. Awas tak ada yang boleh membuka mata, termasuk Monika. Bapak pun memeriksa kami semua satu per satu, sampai akhirnya bapak menyampaikan bahwa jam tangan itu telah ditemukan. Barulah semuanya boleh membuka mata.

Terang saja, saat itu itu Monika dan teman-teman lainnya bertanya. Siapa yang mengambil Pak? “Ahh… kalian tak perlu tahu, yang penting jamnya telah ditemukan. Silahkan dipakai, lain kali hati-hati. Jaga barang-barang berharga kalian,” pesan Bapak saat itu.

Padahal yang nyuri itu sayalah orangya pak. Makanya saya saat itu sudah pasrah. Mungkin ini akhir masa depan saya. Juga akhir harapan kedua orang tua saya, melihat saya jadi Sarjana. Pokoknya saat itu saya berpikir semuanya akan kacau. Bapak mungkin orang pertama yang akan saya cari, untuk melampiaskan semuanya.

Karena sebenarnya yang membuat saya gelap mata saat itu, akibat terdesak membayar uang kuliah. Dimana dua hari lagi akan jatuh tempo. Sementara hingga hari itu orang tua saya menelepon, belum ada uang sama sekali. Tetapi mereka tetap akan berupaya. Ketika melewati meja Monika, saya melihat jamnya diletakkan begitu saja. Saya pun nekat mencurinya.

Saat itu saya siap malu, tapi bapak seakan telah menyelamatkan saya. Memberi saya kesempatan kedua.

Keluarga saya orang miskin. Tapi alangkah malunya Ayah saya jadinya. Telah bekerja keras menguliahkan saya dengan biaya pas-pasan pula. Bukannya menjaga nama baik mereka, malah menjadi seorang pencuri, mencoreng muka mereka.

Hampir hancur hidup saya. Saya sangat gemetaran saat bapak memeriksa saya. Saya tau ketika bapak mendapatkan jam itu dari saku saya, tapi bapak masih melanjutkan memeriksa teman-teman lainnya. Tentunya demi menyelamatkan muka saya yang nyata-nyata bersalah.

Sejak itu saya ingin sekali jadi dosen seperti bapak. Tidak hanya mngajarkan pelajaran kuliah, tapi ilmu hidup yang berharga. Menurut saya, itulah tugas dosen yang paling utama. Alhamdulillah pak..,  akhirnya saya ditakdirkan lulus jadi PNS Dosen pula. Sampai saat ini, ingin sekali seperti bapak menjadi inspirasi bagi murid-murid saya.

Bagaimana menurut Anda kisah di atas? Mungkin hanya sebuah “lagu” lama. Ada orang yang tak ingin mempermalukan orang lain yang nyata-nyata sudah terbukti bersalah? Tapi sebenarnya ada yang lebih hebat dari kisah ini. Ketika Dosen tua itu mengatakan. “Salim, tau ndak, sebenarnya saat itu saya juga tak tau kalau kamu yang mencuri jam tangan itu. Wong saat saya memeriksa semua murid saya, saya juga tutup mata,” ungkap sang dosen tua itu.

Ini sebuah kisah gila. Mungkin juga langka. Atau Sekaligus menyanyah bagi sebagian kita. Apalagi di tengah sosial media yang kini luar biasa. Mempermalukan orang seakan telah menjadi gaya dan budaya. Mungkin juga kenikmatan yang luar biasa.  Karena setiap orang kini punya kekuatan media. Hanya orang bodoh saja yang tak menggunakannya. Bisa jadi salah satu orang bodoh itu adalah saya. Makanya kena somasi oleh Dosen lainnya. Meski sehari-hari mengajarkan komunikasi media kepada mahasiswa.

Namun ingat, di balik kekuatan besar, pasti ada tanggung jawab yang besar pula. Ini yang mesti kita sadari bersama. Jurnalistik sendiri sebagai pemilik asli kekuatan besar tersebut pun, sangat berhati-hati dalam menggunakannya.

Hal ini tercermin dalam kajian-kajian Jurnalistik terkait Jurnalism and punbic shaming yang sampai saat ini kembali jadi perhatian bersama. Mengingat dampak buruk yang dapat ditimbulkannya. Salah satunya seperti yang disuarakan jurnalis dan tokoh terkemuka bidang etika media dan demokrasi dunia, Kelly McBride.

Dimana mengutip pendapat Jon Robinson di New York Time (2015). Mempermalukan orang di public, adakalanya menjadi mulia jika tidak disertai kepentingan pribadi atau kelompok.  Namun bagaimanapun, jurnalistik yang mengambil sudut pandang mempermalukan orang di publik tetap tak bisa dibenarkan secara etika. Hal ini dikarenakan, dampaknya yang justru akan bisa memperburuk keadaan di luar keinginan kita.

Ryan Martin, ketua departemen Psikologi di Universitas Wisconsin Green Bay menyebutkan, fenomena mempermalukan orang di public bisa menciptakan reaksi kimia di otak atau dikenal dengan validasi emosional. Baik pelaku maupun korbannya.

Memang dampak ringannya jika di media social, membuat orang kecanduan. Mereka akan menghabiskan waktu untuk berkomentar, membuli, bahkan berupaya mengumbar informasi terkait secara berlebihan. Bahkan bisa saja mendramatisir dengan berbagai kebohongan. Puncaknya, seseorang cenderung bertindak agresif di kemudian hari.

Dampak lebih parah,orang-orang yang terlibat public shaming ini bisa mengalami kerusakan mental. Akibatnya, jika ini terjadi pada orang-orang bermental lemah, bisa mengalami ketakutan yang berlebihan, keputusasaan, kehilangan akal sehat bahkan bunuh diri. Namun yang paling menakutkan dari  budaya atau kebiasaan  mempermalukan orang di depan public ini, bisa saja menumbuhkan sorang pendendam atau penindas. Kemudian jika dibiarkan akan menjelma menjadi seorang  penderita gangguan kepribadian, kini dikenal dengan sebutan Narcistic personality disorder (NPD). Anda pasti sudah tau, karena belakang NPD jadi viral dibahas di berbagai media social.

Inilah yang kemudian yang menjadi ketakutan Jurnalistik yang umumnya dibahas dalam kajian public shaming and Journalism. Dimana hal yang terkait dengan public shaming, tak bisa ditempuh dengan jurnalisme tingkat dasar atau medium. Jurnalisme yang hanya menyajikan fakta, sepotong-sepotong. Melainkan jurmalisme lanjutan dalam bentuk investigasi mendalam. Paling tidak sebuah cerita utuh yang bisa menggambarkan situasi, sebab dan akibat.

Lalau bagaimana jika public shaming ini dilakukan dimedia social? Dimana cenderung hanya dipublikasikan sepotong-sepotong? Parahnya kebanyakan dilakukan atas dasar sentiment pribadi dan kepentingan golongan semata? Inilah yang patut jadi renungan kita bersama.

Islam sendiri ternyata sangat tegas terhadap hal ini. Sampai-sampai seorang muslim yang melakukan public shaming terhadap muslim lainnya, diibaratkan memakan bangkai saudaranya sendiri. Ustadz Prof Dr Abdul Somad, Lc, MA mengutip pendapat Imam Syafi’I dalam bukunya Mauizhat mengatakan; “Kalau engkau menegur orang berdua, sesungguhnya engkau telah menasehatinya. Kalau engkau menegur orang di depan orang ramai, sesungguhnya engkau telah mempermalukannya”. Masih mau mempermalukan orang di depan publik? ***

Penulis : Suardi, S.Sos, M.I.Kom (Dosen Jurnalistik, Prodi Komunikasi UIN Suska Riau)
Editor : Ali
Kategori : Kampus
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 25 Februari 2024
Siaga Jaga Logistik Pemilu, Kapolres Siak Cek Kesehatan Personel
Sabtu, 24 Februari 2024
Bincang Sehat bersama IJN, Rumah Sakit Jantung Terbesar di Asia Pasifik
Sabtu, 24 Februari 2024
GadePreneur Dukung UMKM Pekanbaru Lebih Berkembang
Jumat, 23 Februari 2024
Smartfren Tawarkan Home Wireles Router untuk Tingkatkan Penetrasi Internet Indonesia

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Januari 2024
FoodPedia Tanjung Datuk Berubah Menjadi "Aurora 86 Caffee and Resto", Suasana Nongkrong Jadi Lebih Seru!
Minggu, 17 Desember 2023
7 Fashion Item wanita populer Dari 9 to 12
Selasa, 12 Desember 2023
7 Tips Memilih Stroller Bayi yang Tepat, Beli Pakai Promo Year End Sale Blibli Biar Makin Hemat!
Jumat, 24 November 2023
Modena Luncurkan Purifier Hood Series, Gabungan Cooker Hood dan Air Purifier Pertama di Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Selasa, 20 Februari 2024
Samsung Hadirkan Galaxy S24 Series dengan Kecerdasan Software Canggih
Jumat, 09 Februari 2024
Apple Kembangkan 2 Prototipe iPhone Lipat Bergaya Flip
Kamis, 01 Februari 2024
Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+
Minggu, 28 Januari 2024
Bocoran Model Google Pixel 9 Beredar, Bentuk Mengotak seperti iPhone

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak
Senin, 15 Januari 2024
14 Persiapan Penting Awal Kehamilan untuk Calon Ibunda dan Buah Hati
Minggu, 17 Desember 2023
Liburan Sekolah Makin Meriah, Ratusan Peserta Ikuti Khitanan Massal

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 24 Februari 2024
Wisuda XV, STIKes PMC Ajak Lulusan Beri Banyak Manfaat untuk Masyarakat
Jumat, 23 Februari 2024
Telkomsel Dukung Unri Akselerasikan Pengembangan Ekosistem Digital dan Talenta Unggulan
Kamis, 08 Februari 2024
STAI Imam Asy-Syafi'i Gandeng Lexie Edu Consultancy Tingkatkan Kemahiran Berkomunikasi Bahasa Inggris
Minggu, 28 Januari 2024
Sejalan dengan Program Unilak, Rektor Dukung Polri Buka Rekrutmen Penyandang Disabilitas

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...

Iklan CAKAPLAH
Terpopuler
Foto
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...
Senin, 28 Agustus 2023
Ketua DPRD Siak Ikut Gerakan Tanam Ribuan Bibit Pohon bersama Polri
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www