Sabtu, 25 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 21-25 September 2021

Hakikat Evaluasi Standar Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi
Jum'at, 07 Agustus 2020 21:59 WIB
Hakikat Evaluasi Standar Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi

(CAKAPLAH) - Menurut Permenristekdikti No 44 tahun 2015, menyatakan bahwa Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat Ketiga standar nasional pendidikan tersebut dapat dijelaskan yaitu: (1) Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, (2) Standar Nasional Penelitian adalah kriteria minimal tentang sistem penelitian pada perguruan tinggi yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, (3) Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat adalah kriteria minimal tentang sistem pengabdian kepada masyarakat pada perguruan tinggi yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (Permenristekdikti No 44 tahun 2015).

Ditetapkannya standar nasional pendidikan tersebut belum menjamin terlaksananya pendidikan yang berkualitas. Masalah dominan yang sering ditemui dalam pelaksanaan di perguruan tinggi adalah masalah mengenai standar nasional pendidikan di bidang akademik. Masalah akademik berhubungan langsung dengan mahasiswa. Hal ini disebabkan bahwa, mahasiswa yang merupakan unsur utama dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Mahasiswa langsung terlibat dalam standar nasional pendidikan ini. Permasalahan akademik lebih banyak berhubungan dengan masalah pembelajaran, sehingga pentingnya dilakukan evaluasi kebijakan. Evaluasi kebijakan merupakan evaluasi secara keseluruhan dan detail mengenai objek yang akan diteliti.
Disimpulkan, evaluasi kebijakan adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang merealisasi atau mengimplementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan.

Evaluasi kebijakan bertujuan untuk mengetahui pencapaian tujuan program yang telah dilaksanakan. Selanjutnya, hasil evaluasi kebijakan digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan tindaklanjut atau untuk melakukan pengambilan keputusanberikutnya. Salah satu pendekatan evaluasi yang sering digunakan adalah evaluasi dengan pendekatan CIPPO (Context, Input, Process, Product,dan Outcome). Evaluasi ini merupakan evaluasi yang berorintasi menilai secara menyeluruh mulai dari informasi dasar sampai manfaat dan dampak dari suatu kebijakan atau program yang sedang atau telah dilaksanakan.

Pentingnya evaluasi kebijakan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk membuat kebijaksanaan dan keputusan, menilai hasil yang dicapai para pelajar, menilai kurikulum, dan memperbaiki materi dan program pendidikan.

a. Standar Kompetensi Lulusan

Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (CP) lulusan. Rumusan capaian pembelajaran lulusan wajib: mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusan KKNI; dan memiliki kesetaraan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI.

Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan Standar pembiayaan pembelajaran. Kebijakan yang dapat dirancang dalam mengimplementasikan Standar Kompetensi Lulusan adalah (1) adanya tracer studi sebagai analisis kebutuhan; (2) keterlibatan pihak eksternal dalam perumusan profil lulusan; (3) adanya instrument penilaian perangkat pembelajaran; (4) adanya pedoman penyusunan kurikulum; (5) adanya angket kepuasan mahasiswa terhadap dosen dan pembelajaran; dan (6) pembekalan dosen dan tenaga kependidikan dalam implementasi standar kompetensi lulusan.

b. Standar Isi

Standar isi pembelajaran merupakan criteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran. Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran mengacu pada capaian pembelajaran lulusan. Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran pada program profesi, spesialis, magister, magister terapan, doktor, dan doctor terapan, wajib memanfaatkan hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat. Tingkat Kedalaman dan Keluasan Materi Pembelajaran, dirumuskan dengan mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusandari KKNI. Contoh kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan Standar Isi adalah (1) pembekalan dosen dan tenaga kependidikan dalam impelemtasi standar isi; (2) adanya tracer studi sebagai analisis kebutuhan; (3) dosen menyusun bahan kajian per mata kuliah; (4) melibatkan stake holder dalam menyusun profil lulusan; (5) adanya penilaian perangkat pembelajaran dosen setia awal semester; (6) penilaian kesesuaian RPS dengan bahan kajian/bahan ajar; (7) adanya pedoman penyusunan kurikulum; (8) adanya angket kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran.

c. Standar Proses

Standar prosses merupakan kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran dan lulusan yang mencakup karakteristik proses pembelajaran, perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran; dan beban belajar mahasiswa dalam prodi. Standar proses pembelajaran mengacu kepada capaia nlulusan. Olehkarenaitu, standar proses pembelajaran memiliki karakteristik antara lain interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif,kolaboratif, danberpusatpadamahasiswa. Kebijakan-kebijakan yang dapat dilaksanakan seperti (1) adanya pemetaan bahan kajian masing-masing mata kuliah; (2) pendistrbusian mata kuliah sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing dosen; (3) memonitoring pelaksanaan pembelajaran secara periodic dan konsisten serta hasil monitoringnya ditindaklanjuti; (4) pengumpulan perangkat pembelajaran di awal semester yang terdiri dari RPS, bahan ajar dan isntrumen penilaian ; (5) adanya motoring khusus terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis Scientifik; (6) adanya tim audit perangkat pembelajaran terhadap prodi; dan (7) adanya angket kepuasan mahasiswa terhadap professional dosen dalam mengajar.

d. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan

Standar dosen dan tenaga kependidikan merupakan criteria minimal tentang kualifikasi dan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pemenuhan CP lulusan. Dosen dan tenaga kependidikan diwajibkan memiliki kualifikasi akademik memiliki kompetensi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pemenuhan CP lulusan. Bentuk kebijakan yang dapat dilaksanakan adalah (1) adanya reward bagidosen yang berprestasi; (2) pembagian beban kerja dosen dan tenaga kependidikan yang overjob; (3) hasil evaluasi kinerja yang ditindaklanjuti; (4) pembagian tugas dan tanggungjawab dosen yang relevan dengan bidangnya masing-masing; (5) adanya reward dan punishman bagi dosen yang memenuhi Tri Dharma; (6) adanya instrument penilaian kinerja dosen dan tenagakependidikan; (7) adanya pemetaan dosen dan tenaga kependidikan yang akan mendapatkan kesempatan meningkatkan jenjangkarir.

e. Standar Sarana dan Prasarana

Standar sarana dan prasarana diatur dalam Permenristekdikti No 44 Tahun 2015 Pasal 32 dan 35. Standar sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan isi dan proses pembelajaran dalam rangka pemenuhan CP lulusan. Bentuk kebijakan yang dapat dilaksanakan adalah (1) adanya angket kepuasan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana; (2) adanya evaluasi kinerja pengelola sarana dan prasarana secara periodic dan hasilnya ditindaklanjuti; (3) adanya SOP penggunaan sarana dan prasarana setiap ruangan; (4) adanya daftar inventaris setiap ruangan; (5) adanya analisis kebutuhan sarana dan prasarana setiap awal semester; (6) adanya schedule penggunaan sarana dan prasarana; (7) adanya pemetaan penggunaan sarana dan prasarana; dan (8) adanya instrument pengontrolan sarana dan prasarana.

f. Standar Penilaian

Standar penilaian pembelajaran merupakan criteria minimal tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Cakupan penilaian proses dan hasil belajar: prinsip penilaian; teknik dan instrument penilaian; mekanisme dan prosedur penilaian; pelaksanaan penilaian; pelapora npenilaian; dan kelulusan mahasiswa. Adapun prinsip penilaian antara lain: edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi. Teknik penilaian terdiri atas observasi, partisipasi, unjuk kerja, testertulis, teslisan, dan angket. Instrumen penilaian terdiri atas penilaian proses dalam bentuk rubric dan/atau penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karyadesain. Bentuk kebijakan yang dapat dilaksanakan adalah (1) adanya pedoman penyusunan instrument penilaian hasil belajar berbagai aspek; (2) pembekalan dosen dalam menyusun instrument penilaian hasil belajar; (3) adanya reward dan punishman bagi dosen yang memiliki instrument penilaian yang bervariasi; (4) menetapkan tim evaluasi yang memonitoring kelengkapan dan penggunaan berbagai jenis instrument penilaian dosen; (5) mengumumkan hasil penilaian mahasiswa secara transparan.

g. Standar Pengelolaan

Standar pengelolaan merupakan kriteria minimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan pembelajaran pada tingkat program studi, harus mengacu pada standar kompetensi lulusan, standarisi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, serta standar sarana dan prasarana pembelajaran. Bentuk kebijakan yang dapat dilaksanakan adalah (1) adanya instrument penilaian masing-masing SNP dalam prodi; (2) adanya SOP untuk masing-masing kebijakan; (3) diberlakukannya reward dan punishman bagi dosen dan tenaga kependidikan yang melanggar aturan; (4) adanya angket kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan dosen dan tenaga kependidikan; (5) peningkatan pelayana prima; (6) adanya tim audit internal dalam implementasi SNP prodi; dan (7) adanya komitmen yang tegas untuk semua pihak dalam prodi.

h. Standar Pembiayaan

Standar pembiayaan pembelajaran merupakan criteria minimal tentang komponen dan besaran biaya investasi dan biaya operasional yang disusun dalam rangka pemenuhan CP lulusan. Biaya investasi pendidikan tinggi adalah bagian dari biaya pendidikan tinggi untuk pengadaan sarana dan prasarana, pengembangan dosen, dan tenaga kependidikan. Biaya operasional pendidikan tinggi adalah bagian dari biaya pendidikan tinggi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang mencakup biaya dosen, biaya tenaga kependidikan, biaya bahan operasional pembelajaran, dan biaya operasional tidak langsung. Hal yang dapat dilaksanakan dalam mengimplementasikan standar pembiayaan adalah (1) adanya SOP penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran; (2) adanya rapat prodi secara terbuka tentang anggaran; (3) adanya laporan keuangan prodi yang dipajang dalam ruangan prodi; (4) adanya tim audit internal dan eksternal dalam pengelolaan dan pemakaian anggaran; dan (5) distribusi keuangan prodi secara proporsional.

Perlunya kebijakan dalam mengimplementasikan standar nasional pendidikan, antara lain:, (1) setiap pendidik diwajibkan merancang instrumen penilaian pembelajaran untuk tiap mata kuliah dan dievaluasi secara periodik, (2) Pendidik diwajibkan merancang RPS/Bahan Ajar berbasis KKNI dan dievaluasi secara periodik, (3) diberlakukan reward dan punishman untuk semua implementasi standar nasional pendidikan, (4) adanya mekanisme dan instrumen monitoring pembelajaran dan kehadiran dosen dan tenaga kependidikan, (5) adanya instrumen masing-masing standar nasional pendidikan dan hasilnya ditindaklanjuti dan dinilai secara transparan, (6) adanya evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan setiap semester dan hasilnya ditindaklanjuti, (7) ketegasan pimpinan dalam pembentukan komitmen prodi dengan diberlakukan sangsi bagi dosen dan tenaga kependidikan yang melanggar kebijakan, (8) adanya tim evaluasi prodi untuk semua kebijakan, (9) sistem alokasi anggaran berbasis capaian pembelajaran, (10) adanya tim perumusan kurikulum dan melibatkan stakeholder, (11) adanya audit sarana dan prasarana dan instrumen yang mengukur kepuasan mahasiswa dalam penggunaan sarana dan prasarana.*** 

Penulis : Sepni Wita, Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana UNP
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kampus
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 24 September 2021
Indonesia dan Turki harus Kerjasama Teknologi Kedirgantaraan dan Ruang Angkasa
Jumat, 24 September 2021
Personel Polsek Pangkalan Lesung Kembali Gelar Patroli Karhutla
Jumat, 24 September 2021
Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Kuala Kampar Lakukan Operasi Yustisi Malam
Jumat, 24 September 2021
Pastikan Masyarakat Patuhi Prokes, Polsek Bunut Terus Galakkan Operasi Yustisi

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 24 September 2021
Direktur Pascasarjana UIR Yudisium 150 Calon Wisudawan
Kamis, 23 September 2021
Dosen FT UIR Dr Evizal Penelitian Bersama di Harvard University Amerika
Senin, 20 September 2021
Dosen Unri Beri Pelatihan Warga Desa Sungai Masjid Membuat Kain Motif Ecoprint dari Tumbuhan dan Gulma
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

01

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www