Jumat, 19 April 2019

Breaking News

  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA   ●   
  • Prabowo: Jaga TPS Kita Dari Pemilih Hantu!
Muhibbah

Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat
Senin, 01 Oktober 2018 08:34 WIB
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat
Ilustrasi gigitan ular(gmalandra)
(CAKAPLAH) – Penanganan kasus gigitan ular di Indonesia ternyata masih menjadi permasalahan yang patut disoroti. Tak sedikit pihak yang melakukan kesalahan prosedur penanganan sehingga mengakibatkan efek buruk bagi korban gigitan ular.

Meski belum ada jumlah pasti korban gigitan ular di Indonesia, namun perkiraan korbannya mencapai 135.000 orang per tahun. Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 348 jenis ular dan 76 di antaranya berbisa.

Pada tingkat global, gigitan ular menelan korban hingga 4,5 juta orang setiap tahunnya dengan korban luka serius sebanyak 2,7 juta orang baik dewasa maupun anak, dan korban jiwa sebanyak 125 ribu orang.

Minimnya pemahaman penanganan korban gigitan ular bahkan membuat Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM berkeliling Indonesia untuk membantu para korban.

“Karena saya melihat pasien gigitan ular terabaikan di Indonesia dan banyak orang yang mati percuma tanpa penanganan yang benar, akhirnya saya berkeliling Indonesia, berkomitmen untuk melatih masyarakat, dokter dan perawat untuk penanganan yang benar," ungkap Maha.

Beberapa contoh penanganan luka gigitan ular yang salah antara lain menggunakan garam, ikatan kencang, pengisapan darah di area tergigit, cross insisi, dan cara lainnya.

Padahal, kata Maha, penanganan pertama pada korban gigitan ular adalah imobilisasi atau bagian tubuh yang tergigit dibuat tidak bergerak.

Kepala IGD RS Umum Daha Husada, Kediri, Jawa Timur itu menambahkan, dari penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 79 persen gigitan ular tidak melalui pembuluh darah melainkan lewat pembuluh getah bening. Sehingga, darah korban gigitan ular tak perlu disedot.

“Prinsipnya imobilisasi. Pergerakan otot akan membuat kelenjar getah bening menyebarkan bisa ularnya, maka kita harus membuat dia (korban) tidak bergerak,” ujar Kepala Departemen Instalasi Gawat Darurat RS Umum Daha Husada Kediri itu.

Nah, ada beberapa tahapan yang bisa kita lakukan jika terkena gigitan ular. Antara lain:

1. Membuat bagian yang tergigit tidak bergerak

Kita tak memerlukan peralatan yang terlalu canggih. Benda seperti kayu, gedebog pisang, kulit kayu, kardus, dan benda rigid lainnya bisa dimanfaatkan.

Caranya, ambil dua bilah benda tersebut untuk menahan bagian yang tergigit dari ujung jari hingga ujung sendi.

“Jika kaki, berarti dari ujung kaki sampai pangkal paha karena kita ingin membuat kelenjar getah bening yang ada pada otot-otot tidak bergerak karena ototnya gerak,” kata Maha.

Jika kesulitan menemukan benda keras dan korban memiliki kain atau selendang, maka benda tersebut bisa dipergunakan. Jika gigitan ular terjadi pada tangan, ikat tangan seperti menangani patah tulang tangan.

“Yang penting tidak bergerak. Mulai ujung jari hingga sendi,” kata dia.

2. Ikat

Gabungkan dua bilah benda tersebut menggunakan kain, perban atau elastic band aid agar dua bidang tersebut menopang bagian tubuh yang tergigit dengan baik.

Jika kejadian berada di tengah hutan dan korban tak bisa menemukan peralatan penanganan apapun, tetaplah diam di tempat dan tidak bergerak selama dua hari. Apalagi jika gigitan terjadi pada bagian kaki.

Sebab, pergerakan otot akan membuat kelenjar getah bening menyebarkan bisa ular ke seluruh tubuh.

“Diam di situ dua hari. Kalau Anda berjalan nanti jadi sistemik dan justru meninggal. Karena antivenom hanya ada di saya. Tapi kalau (yang digigit) tangan, bisa berjalan dan kalau (tubuh) diangkat boleh,” ujar Maha.

3. Beri sinyal darurat

Jika memungkinkan, buatlah sinyal darurat agar orang lain mengetahui keberadaan kita. Terutama jika peristiwa gigitan ular terjadi di tengah hutan atau daerah terpencil lainnya.

“Bagi yang suka berpetualang, sinyal belum tentu ada. Saya sarankan bawa alat emergency seperti peluit,” kata dia.

4. Pergi ke pelayanan kesehatan

Pergilah ke rumah sakit atau jika kamu menangani korban, bawalah korban tersebut ke pelayanan kesehatan terdekat. Di sana akan dilakukan observasi selama 48 jam (dua hari).

Jika fisik korban tidak menunjukan adanya tanda-tanda fase yang lebih berat atau fase sistemik, maka korban boleh pulang.

Adapun gejala fase sistemik berbeda-beda untuk setiap jenis gigitan ular. Gejala pada korban gigitan ular hijau, misalnya, seperti pendarahan, pendarahan gusi, mimisan, muntah darah, atau kencing darah.

Sementara jika ular yang menyerang memiliki jenis bisa neurotoksin (racun bereaksi di sel saraf) seperti kobra, maka gejala yang mungkin timbul di antaranya mata tidak bisa terbuka, sesak, gagal nafas, hingga gagal jantung.

“Jika tidak seperti itu maka dalam 48 jam bisa pulang. Bisa pakai obat analgesic, jangan asam mefenamat karena akan menimbulkan pendarahan. Pokoknya golongan yang bukan NSAID,” tuturnya.

Namun, jika terjadi pendarahan, Maha menyarankan korban atau keluarga korban menghubunginya. Sebab, Maha sebagai penasehat WHO untuk gigitan ular adalah satu-satunya orang yang memiliki izin edar Serum Antibisa Ular (SABU) di Indonesia di luar tiga jenis ular.

Indonesia sendiri hanya memiliki tiga antibisa ular, yakni untuk ular kobra Jawa, ular welang dan ular tanah.

“Silakan hubungi saya karena satu-satunya yang punya antivenom tersebut cuma saya dan bisa gratis,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang itu.
Editor : Jef Syahrul
Sumber : Kompas.com
Kategori : Kesehatan dan Keluarga
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
Sabtu, 08 April 2017 14:51 WIB
Kopi, Warisan Dunia Islam untuk Dunia
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 06 April 2019
KPU Siapkan Surat Suara Braille Untuk Penyandang Disabilitas
Sabtu, 06 April 2019
Dishub Pekanbaru Tertibkan 12.300 Lampu PJU Boros Energi
Sabtu, 06 April 2019
9 Kabupaten dan Kota di Riau Belum Tuntaskan LHKPN ke KPK
Sabtu, 06 April 2019
Jarak Pandang di Pekanbaru Hanya 4 Kilometer, BMKG: Bukan Asap
Sabtu, 06 April 2019
Riau Segera Miliki Lapas Khusus Napi Narkoba
Sabtu, 06 April 2019
10 Nama Calon Komisioner KPU Meranti Diumumkan
Sabtu, 06 April 2019
Kisah Alquran Berusia Hampir 1000 Tahun di Indonesia Timur
Sabtu, 06 April 2019
PPP Riau Tiadakan Kampanye Akbar
Sabtu, 06 April 2019
Usulan Perampingan OPD Pemprov Riau Segera Diserahkan ke Kemenpan RB
Sabtu, 06 April 2019
Disdik Larang Sekolah di Pekanbaru Pungut Uang Perpisahan
Sabtu, 06 April 2019
KPK Sita Brankas Berisi Rp46 Miliar di Kementerian PUPR, Ternyata Ada Mata Uang Israel
Sabtu, 06 April 2019
Keluarga Korban Tragedi Lion Air JT610 Gugat Boeing
Senin, 01 April 2019
Polisi Belum Limpahkan Berkas Guru Cabul di Siak
Senin, 01 April 2019
100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres
Senin, 01 April 2019
Kapolsek Mengaku Diarahkan Galang Dukungan ke Jokowi di Jabar, Bagaimana di Riau?
Senin, 01 April 2019
Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang
Senin, 01 April 2019
Pemilih Diingatkan Jangan Minta Uang ke Caleg, KPK: Itu Bahaya!
Senin, 01 April 2019
Jarak Pandang 3 Wilayah Di Riau Terbatas
Senin, 01 April 2019
Firdaus Boyong Seluruh OPD ke Kantor Baru, BPKAD Masih Tinggal di Sudirman
Senin, 01 April 2019
Belum Ada Kepastian JCH Riau Akan Berangkat Lewat Embarkasi Mana
Selasa, 26 Maret 2019
Jadi Saksi Dugaan Korupsi Pipa Transmisi, Wakil Bupati Bengkalis Banyak Mengaku Lupa
Selasa, 26 Maret 2019
Besok, Rocky Gerung Akan 'Mengakal-Sehatkan' Pekanbaru
Selasa, 26 Maret 2019
5.750 Guru Honorer di Pekanbaru Segera Terima Insentif
Selasa, 26 Maret 2019
Saat Ini Pemilu 2019 Berada Dalam Masa Krusial
Selasa, 26 Maret 2019
Hebat, Wanita Ini Jadi Anggota Militer AS Berhijab Pertama
Selasa, 26 Maret 2019
Mal Pelayanan Publik Pekanbaru Jadi Contoh Daerah di Indonesia
Selasa, 26 Maret 2019
Firdaus akan 'Coret' Sejumlah Kegiatan APBD 2019
Selasa, 26 Maret 2019
Sama-sama Kena Jerat, Karyawan GCN Selamat Dari Terkaman Harimau
Selasa, 26 Maret 2019
Langkah Asri Jadi Pimpinan DPRD Riau akan Pengaruhi Perolehan Suara Demokrat
Selasa, 26 Maret 2019
Pergi Buang Air, Warga Rengat Hilang Misterius di Kelok 9 Sumbar
Selasa, 26 Maret 2019
Pemprov Riau Bantuk Pansel Pemilihan Dirut Bank RiauKepri
Sabtu, 09 Maret 2019
Oknum Guru dan Kepsek Cabuli Murid di Riau, Begini Respon Mendikbud
Sabtu, 09 Maret 2019
Ribuan Relawan Ganti Presiden akan Turun Sambut Kedatangan Prabowo ke Riau
Sabtu, 09 Maret 2019
Mendikbud Sebut Persiapan UN 2019 Sudah Matang
Sabtu, 09 Maret 2019
Prabowo akan Datang ke Riau 13 Maret
Sabtu, 09 Maret 2019
Dianggap Tak Pro Guru Soal Tunjangan Profesi, Ini Respon Ketua PGRI Pekanbaru
Sabtu, 09 Maret 2019
Jarak Pandang di Pekanbaru 4 KM, Tapi Kata BMKG Bukan Karena Kabut Asap
Sabtu, 09 Maret 2019
Emak-Emak di Rohul Mengeluh Harga Bawang Merah Naik
Sabtu, 09 Maret 2019
Terus Meluas, Sudah 1.686 Hektare Lahan Terbakar di Riau
Sabtu, 09 Maret 2019
BPN Prabowo Sindir Banjir di Tol Madiun: Tidak Sengaja Terbangun 'Tol Laut'
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 17 April 2019
Dari 414 Pemilih DPT di Lapas Pasirpengaraian, 135 Diantaranya Sudah Bebas
Rabu, 17 April 2019
Ayat Cahyadi Nyoblos Didampingi Istri dan Anaknya
Selasa, 16 April 2019
Setelah Pindah ke Tenayan Raya, Kantor BKPSDM Beralih Fungsi
Selasa, 16 April 2019
Bupati Bengkalis Serahkan Bonus Atlet

Serantau lainnya ...
Senin, 15 April 2019
Mengintip Makanan dan Minuman Kesukaan Jokowi, Semuanya Kuliner Tradisional Indonesia
Kamis, 04 April 2019
Ajak Masyarakat Bersepeda 35 Kilometer, ABG Gowes Pekanbaru Siapkan Puluhan Hadiah
Selasa, 26 Maret 2019
Heboh, Puluhan Nomor Janda Tersebar di Pesan Berantai WA
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 03 April 2019
Bangun Gedung Centra Industri IKM Sagu untuk Mendorong Cluster Sagu Meranti
Jumat, 22 Maret 2019
Jemput Bola, 16 Anggota DPRD Bengkalis Usulkan Rp1,14 Triliun Penanganan Abrasi ke BNPP
Rabu, 13 Maret 2019
BKKBN Riau Berpacu dengan Waktu Capai Target Program KKBPK
Rabu, 06 Maret 2019
Kota Pekanbaru Sukses Gelar HUT Damkar ke 100 yang Dihadiri Mendagri

Advertorial lainnya ...
Kamis, 14 Maret 2019
Susul Instagram dan Facebook, WhatsApp Ikut Bermasalah
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup
Sabtu, 29 Desember 2018
Pembaruan Bikin Jengkel Pengguna, Instagram Minta Maaf
Kamis, 27 Desember 2018
Pentingnya OPD Pemerintah Menggunakan ISP Berizin, Bila Tak Ingin Terkena Pidana

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 06 April 2019
Tidur dengan atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 17 April 2019
PSB Unri Gelar Diskusi Refleksi Riset Aksi Restorasi Gambut Riau, Lahirkan 6 Rekomendasi
Sabtu, 13 April 2019
Unilak Wisuda 768 Lulusan, Eva Juliana Raih IPK Nyaris Sempurna
Senin, 08 April 2019
Rektor UiTM Malaysia Siap Bantu UIR Masuk 100 Top Nasional
Senin, 08 April 2019
291 Mahasiswa PCR Ikuti Pembekalan dan Uji Sertifikasi Komptensi Tenaga Kerja Konstruksi

Kampus lainnya ...

PCR
Terpopuler
PTPN5
Foto
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar
Rabu, 03 April 2019
Masuki Era 4.0 SMA Plus Taruna Andalan Berikan Pelajaran Industri
Selasa, 02 April 2019
Warga Desa Lalang Kabung Menanam 300 Batang Pohon
Senin, 25 Maret 2019
Rumah Layak Untuk Andini

CSR lainnya ...
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans

Selebriti lainnya ...
Jumat, 15 Maret 2019
DPRD Siak Minta Polisi Tingkatkan Pemberantasan Kasus Narkoba di Siak
Jumat, 15 Maret 2019
M Fanani Dilantik Jadi Anggota DPRD Siak Menggantikan Suratmaji
Jumat, 15 Maret 2019
Reses I Tahun 2019, Sujarwo Tampung Aspirasi Masyarakat di 2 Kecamatan
Jumat, 15 Maret 2019
Ketua DPRD Siak Minta OPD Gunakan Anggaran dengan Baik

Parlementaria Siak lainnya ...
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www