Senin, 20 Agustus 2018

Breaking News

  • BNN Amankan 2 Kg Sabu-sabu dan 24 Ribu Pil Ekstasi di Pekanbaru   ●   
  • KEIN RI Gelar Seminar 'Literasi Pariwisata dan Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Unggulan di Riau   ●   
  • Baterai Traffic Light di Bengkalis Hilang Digondol Maling   ●   
  • KARIB Berharap Andi Rachman Bisa Duduk Bersama Syamsuar-Edy   ●   
  • Dua JCH Asal Pekanbaru Diisolasi di KKHI   ●   
  • Gubernur Andi Belum Bicarakan Soal 'Nyaleg' ke Wagubri   ●   
  • BPS Sebut Jumlah Orang Miskin di Riau Berkurang   ●   
  • BNN Riau Musnahkan 10 Kg Sabu Senilai Rp15 Miliar   ●   
  • Walikota Pekanbaru Mutasi Pejabat Eselon III dan IV   ●   
  • 40 Anggota Paskibra Pekanbaru Siap Tampilkan yang Terbaik di HUT RI
Muhibbah

Rating Tinggi, Tapi Sinteron Indonesia Tidak Berkualitas
Selasa, 28 Februari 2017 09:44 WIB
Rating Tinggi, Tapi Sinteron Indonesia Tidak Berkualitas

(CAKAPLAH) - Sinetron mendapat rating tertinggi dalam tayangan televisi di Indonesia dari masyarakat. Perselisihan penuh intrik, gaya hidup urban modern, percintaan anak muda, atau perselingkuhan penuh drama terus diangkat sebagai tema beberapa sinetron di tanah air.

Rating pun terus dikejar sejumlah rumah produksi meski tak mesti diiringi kualitas sinetron yang baik. Di sisi lain, sinetron yang "baik" sekalipun, alias yang tak menuai kontroversi atau tak mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kadang malah tak beroleh rating tinggi dan tak jadi favorit penonton.

Aneka rupa sinetron Indonesia itu berada di bawah pantauan KPI lembaga yang bertugas mengawasi tayangan seluruh stasiun televisi, tak terkecuali program sinetron.

Nuning Rodiyah, Komisioner KPI Bidang Pengawasan Isi Siaran, mengatakan tiap dua bulan sekali, institusinya melakukan survei indeks kualitas siaran untuk mengevaluasi program televisi agar stasiun TV terkait dapat membenahi kekurangan pada tayangan mereka.

KPI punya indeks standar yang sudah ditetapkan untuk menilai suatu tayangan televisi, yakni 4,00. Namun berdasarkan hasil survei KPI periode November-Desember 2016, indeks kualitas program sinetron menunjukkan angka di bawah standar, yaitu 2,75.

Namun secara keseluruhan pada tahun 2016, nilai rata-rata tayangan sinetron ialah 2,94. Hasil tersebut masuk kategori tontonan yang kurang berkualitas.

"Kami sudah melakukan survei indeks kualitas siaran. Selama ini indeks yang di bawah 3 diperoleh infotainment dan sinetron,"kata Nuning.

Ini karena sinetron Indonesia mengandung unsur hiperrealitas menceritakan gambaran yang jauh dari kehidupan sehari-hari, dan tak mendidik, mengobrak-abrik privasi orang, menceritakan perselingkuhan, perceraian, dan sebagainya.

"Adegan tidak terduga seperti tertabrak mobil secara tiba-tiba, gaya hidup mewah, anak yang tertukar, dari miskin jadi kaya, semua itu bagian dari menghadirkan imajinasi yang jauh dan di luar realitas yang dialami penduduk Indonesia saat ini,"ujar Nuning.

KPI sebagai wadah penampung aspirasi dan keluhan masyarakat berhak menegur sinetron-sinetron yang menayangkan hal-hal di luar norma yang berlaku di Indonesia.

KPI sendiri memiliki pedoman perilaku dan standar program penyiaran yang harus dijadikan tolak ukur untuk sebuah rumah produksi atau stasiun televisi supaya tayangannya lebih bermutu dan lebih baik ke depannya.

"Kalau ada yang melanggar, pasti kami tegur. Kalau pelanggaran dilakukan secara terus-menerus, KPI punya mekanisme. Kalau sinetron sudah mendapatkan teguran sebanyak dua kali, akan dikenai sanksi. Maka, pada tayangan berikutnya pasti ada penghentian sementara atau pengurangan durasi,"kata Nuning.

Sementara jika pelanggaran dan teguran telah mencapai tiga kali, maka sanksi dijatuhkan berupa penghentian sementara.

Berdasarkan survei KPI, tak semua program yang disiarkan televisi itu buruk. Indeks kualitas survei menunjukkan bahwa sinetron yang ditayangkan saat bulan Ramadan indeksnya naik hingga di atas 3.

"Persoalan mendidik atau tidaknya sebuah sinetron itu kembali ke production house dan TV-nya itu sendiri yang dapat memberikan nilai-nilai moral bagi kehidupan masyarakat,"kata Nuning.

KPI berharap sinetron Indonesia lebih berkualitas, mendidik, dan menyampaikan pesan-pesan yang dapat membangun karakter bangsa. Sinetron mesti dikemas supaya menarik untuk ditonton tapi edukatif, sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan mereka tak akan bosan dengan ceritanya.

"Ketika indeks sinetron itu naik, pasti kualitasnya juga naik. Kalau bisa, rating tinggi dan berkualitas. Jangan sampai tidak seimbang --rating tinggi tapi kualitas buruk,"ujar Nuning.

Editor : Hadi
Sumber : kumparan.com
Kategori : Selebriti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
Senin, 23 Januari 2017 09:27 WIB
Istri Aming Kini Lebih 'Perempuan'
Kamis, 19 Januari 2017 17:18 WIB
Angel Karamoy Mualaf?
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 18 Agustus 2018
Jaringan Gas Meledak, Tim Teknisi PT SPEM Langsung Turun ke Lokasi
Sabtu, 18 Agustus 2018
Situs prabowosandi Ditawarkan Seharga Rp1 Miliar, jokowimaruf Rp500 Juta
Sabtu, 18 Agustus 2018
Unri Masuk Daftar 100 Perguruan Tinggi Hasil Klasterisasi Kemenristekdikti
Rabu, 15 Agustus 2018
PBNU: Mahfud Itu Bukan NU Tapi MD
Rabu, 15 Agustus 2018
Pejabat Mundur Setelah Dilantik, Ini Komentar 'Menohok' Walikota Pekanbaru
Jumat, 10 Agustus 2018
LAM Riau Diminta Tepuk Tepung Tawar Cawapres Sandiaga Uno, Ini Alasannya
Selasa, 07 Agustus 2018
Pemko Pekanbaru Larang Bangunan Ruko Berjejer di Jalan Soekarno-Hatta
Selasa, 07 Agustus 2018
Ustaz Abdul Somad Sampaikan Pentingnya Ekonomi Umat
Selasa, 07 Agustus 2018
Ini Alasan Penunjukan Riau Petroleum Kelola PI 10 Persen di Blok Siak
Selasa, 07 Agustus 2018
Budayawan Sebut Gedung Perkantoran Tenayan Raya Tak Cerminkan Budaya Melayu
Selasa, 07 Agustus 2018
Setelah Blok Siak, Riau akan Kejar PI 10 Persen di Ladang Minyak Lainnya
Selasa, 07 Agustus 2018
'Lompat Pagar', Tiga Kader PAN Pekanbaru di-PAW
Selasa, 07 Agustus 2018
Sekdaprov Sarankan Tim Transisi Gubernur Terpilih Surati DPRD Riau
Selasa, 07 Agustus 2018
KPK Panggil Bupati Kampar dan Walikota Dumai
Selasa, 07 Agustus 2018
Curva Nord 1955 Galang Dana untuk Bantu Finansial PSPS Riau
Selasa, 07 Agustus 2018
Rumah Kapitra Ampera Dimolotov, Empat Pelaku Terekam CCTV
Rabu, 01 Agustus 2018
Ingat! Mulai Hari Ini, Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp2,5 Juta
Selasa, 31 Juli 2018
Jika Riau Tak Dilibatkan, LAMR Ancam Tutup Blok Rokan
AMSI
Topik
Minggu, 19 Agustus 2018
Kecenya Via Vallen di Pembukaan Asian Games
Jumat, 03 Agustus 2018
Kasus Video Mesum Luna Maya dan Cut Tari Dipraperadilankan
Rabu, 25 Juli 2018
Kisah Natalie Sarah dari Mualaf Kini Berhijab
Kamis, 19 Juli 2018
OMG! Satu Koleksi Tas Prilly Latuconsina Bisa Buat Pergi Umrah

Selebriti lainnya ...
Senin, 06 Agustus 2018
'The Batman' Takkan Cerita Asal-usul Manusia Kelelawar Lagi
Senin, 30 Juli 2018
Rahasia Pakai Lipstik Matte Tanpa Cracked ala Nadya Aqilla
Senin, 30 Juli 2018
Kulit Berminyak Jerawatan? Atasi Dengan 'Resep' Rumahan Ini
Rabu, 25 Juli 2018
5 Langkah Mudah dan Alami Menghilangkan Bibir Hitam

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 20 Agustus 2018
Telur Goreng Sering Gosong? Coba Ikuti Tips Chef Ini
Rabu, 08 Agustus 2018
Morning Surge, Biang Kerok Serangan Jantung di Pagi Hari
Kamis, 19 Juli 2018
Sony Xperia XZ3 Sudah Bisa Dipesan
Kamis, 12 Juli 2018
Ahli: Merasa Lebih Muda dari Usia Sesungguhnya Pertanda Otak yang Sehat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 11 Agustus 2018
Catatkan 415 Inovasi Tahun Ini, IPB Diganjar Anugerah dari Menristek
Jumat, 05 Januari 2018
UIR Bertekad Jadi Perguruan Tertinggi Terkemuka di Asia Tenggara
Rabu, 29 November 2017
Mubarak Bertekad Jadikan UMRI sebagai Kampus Wisata
Rabu, 25 Oktober 2017
Prodi Ilmu Pemerintahan UIR Tuan Rumah ICODAG dan Kongres Kapsipi

Kampus lainnya ...
Senin, 13 Agustus 2018
Galeri: Reses, Irmi Syakip Sambangi Masyarakat Kelemantan Barat Bengkalis
Jumat, 10 Agustus 2018
Wardan Berharap Pembangunan Inhil Merata hingga Pelosok Desa
Kamis, 09 Agustus 2018
Pemkab Inhil Peringati Hari Jadi Provinsi Riau Ke-61
Rabu, 08 Agustus 2018
Bupati Inhil Hadiri Paripurna DPRD Masa Persidangan II 2018

Advertorial lainnya ...
Rabu, 08 Agustus 2018
Di Indonesia, Nokia 1 Dijual di Bawah Rp1 Juta
Rabu, 08 Agustus 2018
Inikah Tampang dan Spesifikasi Ponsel Xiaomi Pocophone?
Senin, 06 Agustus 2018
Samsung Jual Galaxy J8 di Indonesia, Apa Istimewanya?
Senin, 06 Agustus 2018
Dipatok Rp10,9 Juta, Samsung Galaxy Tab S4 Masuk Indonesia

Tekno dan Sains lainnya ...
www www