Jumat, 23 Februari 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
HUT CAKAPLAH 7 - PJ Walikota Muflihun

Membuka Isolasi Kepau Baru, Membelah Hutan Menyambung Asa
Minggu, 18 Desember 2022 20:49 WIB
Membuka Isolasi Kepau Baru, Membelah Hutan Menyambung Asa

MERANTI (CAKAPLAH) - Rabu (23/11/2022) siang, udara di Desa Sungai Tohor Barat, Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, tidak begitu panas. Genangan air hujan yang merendam sebagian Jalan Wono Sari Barat, Sungai Tohor Barat, menambah kelembapan di dalam hutan dekat lokasi pembangunan jalan lintas menuju Desa Kepau Baru.

Di dalam hutan antara Sungai Tohor Barat dengan Kepau Baru, sedang dibangun jalan semenisasi penghubung dua desa tersebut. Jalan yang dikerjakan dengan sistem swakelola ini merupakan upaya Pemkab Kepulauan Meranti untuk membuka isolasi 418 kepala keluarga di sana. Jalan semenisasi dibangun sepanjang lebih kurang 4 kilometer dengan lebar 1,3 meter. Lokasi pembangunan jalan poros yang akan menghubung dua desa ini, berjarak sekitar 3,7 kilometer dari simpang empat Sungai Tohor Barat, melewati Pondok Pesantren Baburrohmah.

Jalan ini, merupakan satu-satunya akses darat terdekat ke Kepau Baru. Jika selesai dikerjakan, maka jarak Kepau Baru ke ibukota kecamatan hanya sekitar 17 km dan ke ibukota kabupaten di Selatpanjang hanya 42,7 km. Selain mempersingkat waktu tempuh, dengan akses ini juga bisa memangkas ongkos yang selama ini harus dikeluarkan.

Guna mempercepat proses pembangunan jalan, pengerjaan dilakukan dari dua sisi, yaitu dari Desa Kepau Baru dan Desa Sungai Tohor Barat. Pembangunan ini harus digesa, mengingat Kepau Baru merupakan satu-satunya desa di Tebingtinggi Timur yang masih terisolasi hingga Desember 2022.

Upaya menghubungkan Desa Kepau Baru dengan Desa Sungai Tohor Barat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan implementasi dari janji kampanye Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM. Dimana, dalam janji politiknya, Adil ingin menyiapkan akses yang baik sebagai penghubung dari satu desa ke desa lainnya, ke kecamatan, hingga ke kabupaten. Ini demi mewujudkan visi misi menjadikan Kepulauan Meranti sebagai daerah yang maju, cerdas dan bermartabat.

"Bicara Meranti maju, target kita menghubungkan dari desa ke desa, desa ke kecamatan, dan kecamatan sampai ke kabupaten. Saya ingin, bagaimana semua masyarakat itu mudah ke kota," kata Bupati Adil di beberapa kesempatan.

Terpisah, Plt Kadis PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT didampingi Kabid Bina Marga, Rahmat Kurnia ST mengatakan, pasca jalan poros Lukun - Sungai Tohor selesai dibangun akhir 2020, sebenarnya ada tiga desa yang masih terisolasi di Tebingtinggi Timur. Diantaranya, Desa Tanjung Gadai, Desa Teluk Buntal dan Desa Kepau Baru. Hanya saja, akses di dua desa, Tanjung Gadai dan Teluk Buntal, selesai dibangun tahun 2021 dan telah terkoneksi dengan jalan poros.

"Tahun lalu, kita baru bisa membangun akses jalan di dua desa, Tanjung Gadai dan Teluk Buntal saja. Waktu itu kita dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, sehingga pembangunan jalan kita prioritaskan di daerah yang outcomenya orang banyak bisa lewat. Baik untuk urusan perekonomian, pendidikan, pemerintahan, maupun urusan kesehatan," kata Fajar, Senin (12/12/2022).

Sementara untuk akses ke Kepau Baru, tambah Fajar, baru dikerjakan pada tahun 2022. Mantan Plt Dirut RSUD Kepulauan Meranti itu menargetkan, pembangunan jalan lintas Kepau Baru - Sungai Tohor Barat bisa dituntaskan pada akhir Desember 2022. "Kita libatkan pihak desa bersangkutan dalam pekerjaan ini. Selain menyiapkan tenaga kerja, desa juga menjadi pengontrol. Dengan begitu, ada beban moral mereka supaya kualitas bangunan bagus dan pekerjaan bisa lebih maksimal," jelas Fajar.

Ditambahkan Rahmat Kurnia, dalam membangun jalan lintas Kepau Baru - Sungai Tohor Barat, mereka berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk dengan perusahaan sagu, PT National Sago Prima (PT NSP). Perusahaan yang telah lama beroperasi di Tebingtinggi Timur itu diminta ikut berpartisipasi dalam membersihkan bodi jalan yang akan dibangun.

"Fokus kita, bagaimana tahun ini Kepau Baru tidak lagi terisolasi. Meski jalan hanya 1,3 meter, tapi paling tidak bisa memudahkan masyarakat untuk beraktivitas. Jalan dengan lebar 1,3 meter ini, bisa dilewati gerobak kayu yang nantinya digunakan warga untuk mengangkut barang dagangan," kata Rahmat Kurnia.

Gayung bersambut, pihak perusahaan merespon dengan baik dan langsung mengirimkan alat berat ke lokasi pembangunan untuk melakukan pembersihan bodi jalan. Humas PT NSP, Setyo Budi Utomo mengatakan, selain melakukan pembersihan, mereka juga meninggikan bodi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar jalan yang membelah hutan ini tidak akan terendam air ketika masuk musim penghujan. “Setelah dibersihkan, bodi jalan juga kita tinggikan, sebab di daerah ini ada musim penghujan. Khawatirnya, jika tidak ditinggikan, maka jalan akan tergenang dan itu akan mengganggu aktivitas,” kata Budi.

Atas upaya Pemkab Kepulauan Meranti membuka isolasi ini, Kades Kepau Baru Acat didampingi salah seorang warga, Herman, mengucapkan terimakasih. Kata Acat, masyarakat Kepau Baru sudah sangat lama mendambakan adanya akses jalan darat yang layak untuk dilewati. Karena, tanpa adanya jalan itu, warga sangat sulit keluar dari desa atau bepergian.

Saat ini, diceritakan Acat, untuk ke Selatpanjang atau berurusan ke Sungai Tohor, mereka harus menempuh perjalanan yang sangat berat. Selain harus menyusuri kanal milik PT NSP menggunakan kempang, mereka juga harus melewati jalan tanah beralaskan sekeping papan (Jalan Parit Pusat Desa/ Kekat) serta hutan belantara. Menggunakan jasa penyeberangan kempang, warga harus membayar Rp 30 ribu untuk pergi dan pulang. Itu pun batas akhir operasi kempang hanya sampai sore, pukul 18.00 WIB.

Akses ini, kata Acat, sedikit nyaman untuk dilewati jika musim panas saja. Ketika memasuki musim penghujan, dipastikan jalan menjadi sangat licin, tergenang dan mengancam keselamatan. Genangan air dikhawatirkan pula bisa memancing hewan pemangsa keluar dari sarangnya.

Ketakutan warga Kepau Baru bukan tanpa dasar. Diakui Acat, dia dan warga lain pernah melihat adanya ular besar di jalan yang sering mereka lewati. Andai jalan sudah tergenang, mereka khawatir ular keluar dari sarangnya dan melintang (di jalan).

"Kan di sana hutan, sering ada ular besar. Sudah banyak warga melihatnya. Sementara ini, hanya lewat Kekat lah akses yang agak bagus, itu pun kalau tidak hujan. Sementara kami tak berani lewat di lokasi jalan yang sedang dibangun, tanahnya gambut dan sangat lunak, bisa bikin sepeda motor terbenam," beber Acat.

Akibat minimnya akses, roda perekonomian warga Kepau Baru menjadi terganggu. Para petani kesulitan membawa hasil panen untuk dijual ke pasar. Tak jarang, hasil pertanian warga berupa nanas, membusuk sebelum habis terjual. Minat dan daya beli masyarakat setempat tak sebanding dengan hasil panen petani. Sesekali, warga membawa nanas untuk dijual ke Tanjung Pal Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Hanya saja, untuk sampai ke sana, warga perlu menyiapkan banyak dana karena harus menggunakan pompong dan menempuh perjalanan laut sekitar 4 jam menyeberangi selat.

Kesulitan yang sama, pun dirasakan nelayan. Hasil tangkap nelayan hanya bisa dijual ke warga setempat. "Kalau ada nelayan dapat ikan yang nilai jualnya tinggi, kan harus segera dibawa ke Selatpanjang. Sementara, untuk sampai ke sana butuh waktu lebih 2 jam. Ikan besar, harus segera dijual ke penampung, kalau tidak takutnya membusuk dan pastinya harga menjadi sangat rendah," timpuk Herman.

Yang paling menyedihkan, tambah Acat, ketika ada warga sakit dan harus mendapat perawatan lanjutan. Untuk berobat ke Selatpanjang, pasien tidak bisa dibawa melalui daerah Kekat. Pasien harus menggunakan transportasi laut menuju Dorak. Beruntung, speedboat milik perusahaan sagu PT NSP senantiasa bisa dipinjam untuk membawa pasien ke Selatpanjang. “Itu pun tergantung cuaca. Kalau cuacanya tak bagus, kita tunda dulu keberangkatan sampai laut betul-betul tenang,” kata Acat.

Kondisi sulit seperti ini, semakin dirasakan warga Kepau Baru paska jalan poros Lukun - Sungai Tohor terhubung, akhir 2020. Dimana, Speedboat Kepau Jaya yang biasanya setiap hari melayani keberangkatan tujuan Selatpanjang (pergi pulang) menghentikan operasinya tahun 2021. Kepau Jaya memutuskan berhenti beroperasi setelah kehilangan penumpang yang sangat signifikan. Warga Tebingtinggi Timur lebih memilih menggunakan akses darat menuju ke Selatpanjang daripada harus menggunakan transportasi laut yang terikat waktu dan butuh banyak biaya (ongkos).

Ini diakui Apeng, salah seorang karyawan Kepau Jaya. Kata Apeng, speedboat mereka yang berkapasitas 90 kursi pernah membawa penumpang kurang dari 10 orang ke Selatpanjang. Kondisi ini tidak bisa dipertahankan karena untuk menutup biaya operasional saja, tidak bisa. Akhirnya, Kepau Jaya yang sejak tahun 90-an melayani rute ke Selatpanjang, terpaksa berhenti beroperasi tahun 2021.

"Memang kita sudah antisipasi sejak 2016. Bos sudah tahu, kalau jalan siap dibangun, pasti penumpang berkurang. Terakhir kita bawa penumpang tak sampai 10 orang, setelah itu kita memutuskan untuk tidak beroperasi. Bot pun sudah dijual," cerita Apeng, melalui sambungan telepon selulernya, Ahad (11/12/2022).

Meski mengalami serba keterbatasan, warga Kepau Baru masih bisa sedikit menghela nafas lega. Karena, untuk sektor pendidikan, di sana sudah ada sekolah mulai dari SD sampai SMA. Meskipun hingga saat ini, SMP di Kepau Baru merupakan SMP satu atap dan SMA lokal jauh, namun anak-anak Kepau Baru tidak perlu keluar desa untuk mengenyam pendidikan.

Penderitaan itu akan sirna seiring dengan hadirnya jalan penghubung Kepau Baru ke Sungai Tohor Barat yang telah lama didambakan warga. Dengan jalan itu, semua hambatan yang selama ini dirasakan, akan berakhir.

Petani bisa membawa hasil panen untuk dijual ke pasar kecamatan maupun ke Selatpanjang. Pun begitu dengan nelayan. Mereka bisa menjual hasil tangkap ke desa-desa tetangga, atau warga dari kecamatan bisa datang ke Kepau Baru untuk membeli ikan. Nelayan juga bisa dengan mudah dan cepat membawa ikan bernilai jual tinggi untuk diantar ke penampung di Selatpanjang.

Serta, yang tak kalah penting, jika ada warga Kepau Baru sakit, maka akan mudah dibawa ke Puskesmas Sungai Tohor untuk mendapatkan perawatan sebelum dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti.

“Yang jelas, kalau jalan itu selesai dibangun, kita sangat senang. Masyarakat akan diungungkan, penderitaan yang selama ini dirasakan akan hilang. Kita sangat berterimakasih kepada Pak Bupati Adil, apa yang dikatakan selama ini, ingin masyarakat desa mudah ke kota, tebukti, tidak hanya di kata-kata saja,” kata Acat.

Rasa senang dan ucapan terimakasih, pun disampaikan Plt Camat Tebingtinggi Timur, Alfian SE. Mantan Kabag Umum Setdakab Kepulauan Meranti itu mengaku senang karena setelah jalan penghubung Sungai Tohor Barat – Kepau Baru selesai dibangun, tak ada lagi desa di wilayah kerjanya yang terisolasi. Dengan begitu, Alfian berharap perekonomian warga Kepau Baru bisa cepat meningkat seperti di desa-desa lainnya.

“Alhamdulillah, kita ucapkan terimaksih kepada Dinas PUPR dan khususnya ke Pak Bupati atas perhatiannya ke Tebingtinggi Timur. Kepau Baru desa terakhir di Tebingtinggi Timur yang masih terisolir. Semoga setelah ini perekonomian warga di sana cepat bangkit dan meningkat,” kata Alfian.***

Penulis : Rizal
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
HAM: Bukan Semaunya, Tapi Kebebasan yang Beretika
Kamis, 22 Februari 2024
Telkomsel Luncurkan Program Hadiah Lintas Batas Pertama di Dunia
Kamis, 22 Februari 2024
Pergeseran Kotak Suara dari PPK Bandar Sei Kijang ke KPU Pelalawan Dikawal Ketat Polisi dan TNI
Kamis, 22 Februari 2024
Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 Aman dan Lancar, Kapolsek Pangkalan Kerinci Imbau Masyarakat Jaga Silaturahmi

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Januari 2024
FoodPedia Tanjung Datuk Berubah Menjadi "Aurora 86 Caffee and Resto", Suasana Nongkrong Jadi Lebih Seru!
Minggu, 17 Desember 2023
7 Fashion Item wanita populer Dari 9 to 12
Selasa, 12 Desember 2023
7 Tips Memilih Stroller Bayi yang Tepat, Beli Pakai Promo Year End Sale Blibli Biar Makin Hemat!
Jumat, 24 November 2023
Modena Luncurkan Purifier Hood Series, Gabungan Cooker Hood dan Air Purifier Pertama di Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Selasa, 20 Februari 2024
Samsung Hadirkan Galaxy S24 Series dengan Kecerdasan Software Canggih
Jumat, 09 Februari 2024
Apple Kembangkan 2 Prototipe iPhone Lipat Bergaya Flip
Kamis, 01 Februari 2024
Samsung Buka-bukaan Soal Keunggulan Exynos 2400 di Galaxy S24 dan S24+
Minggu, 28 Januari 2024
Bocoran Model Google Pixel 9 Beredar, Bentuk Mengotak seperti iPhone

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak
Senin, 15 Januari 2024
14 Persiapan Penting Awal Kehamilan untuk Calon Ibunda dan Buah Hati
Minggu, 17 Desember 2023
Liburan Sekolah Makin Meriah, Ratusan Peserta Ikuti Khitanan Massal

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 08 Februari 2024
STAI Imam Asy-Syafi'i Gandeng Lexie Edu Consultancy Tingkatkan Kemahiran Berkomunikasi Bahasa Inggris
Minggu, 28 Januari 2024
Sejalan dengan Program Unilak, Rektor Dukung Polri Buka Rekrutmen Penyandang Disabilitas
Selasa, 23 Januari 2024
Dukung Indonesia Emas 2024, Unilak Gelar LKBB Tingkat SMA se-Sumatra
Senin, 22 Januari 2024
Diikuti 1.412 Peserta, Pekan Raya Biologi 2024 Resmi Dibuka

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...

Iklan CAKAPLAH
Terpopuler
Foto
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...
Senin, 28 Agustus 2023
Ketua DPRD Siak Ikut Gerakan Tanam Ribuan Bibit Pohon bersama Polri
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www