Jumat, 03 Februari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

Membuka Isolasi Kepau Baru, Membelah Hutan Menyambung Asa
Minggu, 18 Desember 2022 20:49 WIB
Membuka Isolasi Kepau Baru, Membelah Hutan Menyambung Asa

MERANTI (CAKAPLAH) - Rabu (23/11/2022) siang, udara di Desa Sungai Tohor Barat, Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, tidak begitu panas. Genangan air hujan yang merendam sebagian Jalan Wono Sari Barat, Sungai Tohor Barat, menambah kelembapan di dalam hutan dekat lokasi pembangunan jalan lintas menuju Desa Kepau Baru.

Di dalam hutan antara Sungai Tohor Barat dengan Kepau Baru, sedang dibangun jalan semenisasi penghubung dua desa tersebut. Jalan yang dikerjakan dengan sistem swakelola ini merupakan upaya Pemkab Kepulauan Meranti untuk membuka isolasi 418 kepala keluarga di sana. Jalan semenisasi dibangun sepanjang lebih kurang 4 kilometer dengan lebar 1,3 meter. Lokasi pembangunan jalan poros yang akan menghubung dua desa ini, berjarak sekitar 3,7 kilometer dari simpang empat Sungai Tohor Barat, melewati Pondok Pesantren Baburrohmah.

Jalan ini, merupakan satu-satunya akses darat terdekat ke Kepau Baru. Jika selesai dikerjakan, maka jarak Kepau Baru ke ibukota kecamatan hanya sekitar 17 km dan ke ibukota kabupaten di Selatpanjang hanya 42,7 km. Selain mempersingkat waktu tempuh, dengan akses ini juga bisa memangkas ongkos yang selama ini harus dikeluarkan.

Guna mempercepat proses pembangunan jalan, pengerjaan dilakukan dari dua sisi, yaitu dari Desa Kepau Baru dan Desa Sungai Tohor Barat. Pembangunan ini harus digesa, mengingat Kepau Baru merupakan satu-satunya desa di Tebingtinggi Timur yang masih terisolasi hingga Desember 2022.

Upaya menghubungkan Desa Kepau Baru dengan Desa Sungai Tohor Barat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan implementasi dari janji kampanye Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM. Dimana, dalam janji politiknya, Adil ingin menyiapkan akses yang baik sebagai penghubung dari satu desa ke desa lainnya, ke kecamatan, hingga ke kabupaten. Ini demi mewujudkan visi misi menjadikan Kepulauan Meranti sebagai daerah yang maju, cerdas dan bermartabat.

"Bicara Meranti maju, target kita menghubungkan dari desa ke desa, desa ke kecamatan, dan kecamatan sampai ke kabupaten. Saya ingin, bagaimana semua masyarakat itu mudah ke kota," kata Bupati Adil di beberapa kesempatan.

Terpisah, Plt Kadis PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT didampingi Kabid Bina Marga, Rahmat Kurnia ST mengatakan, pasca jalan poros Lukun - Sungai Tohor selesai dibangun akhir 2020, sebenarnya ada tiga desa yang masih terisolasi di Tebingtinggi Timur. Diantaranya, Desa Tanjung Gadai, Desa Teluk Buntal dan Desa Kepau Baru. Hanya saja, akses di dua desa, Tanjung Gadai dan Teluk Buntal, selesai dibangun tahun 2021 dan telah terkoneksi dengan jalan poros.

"Tahun lalu, kita baru bisa membangun akses jalan di dua desa, Tanjung Gadai dan Teluk Buntal saja. Waktu itu kita dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, sehingga pembangunan jalan kita prioritaskan di daerah yang outcomenya orang banyak bisa lewat. Baik untuk urusan perekonomian, pendidikan, pemerintahan, maupun urusan kesehatan," kata Fajar, Senin (12/12/2022).

Sementara untuk akses ke Kepau Baru, tambah Fajar, baru dikerjakan pada tahun 2022. Mantan Plt Dirut RSUD Kepulauan Meranti itu menargetkan, pembangunan jalan lintas Kepau Baru - Sungai Tohor Barat bisa dituntaskan pada akhir Desember 2022. "Kita libatkan pihak desa bersangkutan dalam pekerjaan ini. Selain menyiapkan tenaga kerja, desa juga menjadi pengontrol. Dengan begitu, ada beban moral mereka supaya kualitas bangunan bagus dan pekerjaan bisa lebih maksimal," jelas Fajar.

Ditambahkan Rahmat Kurnia, dalam membangun jalan lintas Kepau Baru - Sungai Tohor Barat, mereka berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk dengan perusahaan sagu, PT National Sago Prima (PT NSP). Perusahaan yang telah lama beroperasi di Tebingtinggi Timur itu diminta ikut berpartisipasi dalam membersihkan bodi jalan yang akan dibangun.

"Fokus kita, bagaimana tahun ini Kepau Baru tidak lagi terisolasi. Meski jalan hanya 1,3 meter, tapi paling tidak bisa memudahkan masyarakat untuk beraktivitas. Jalan dengan lebar 1,3 meter ini, bisa dilewati gerobak kayu yang nantinya digunakan warga untuk mengangkut barang dagangan," kata Rahmat Kurnia.

Gayung bersambut, pihak perusahaan merespon dengan baik dan langsung mengirimkan alat berat ke lokasi pembangunan untuk melakukan pembersihan bodi jalan. Humas PT NSP, Setyo Budi Utomo mengatakan, selain melakukan pembersihan, mereka juga meninggikan bodi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar jalan yang membelah hutan ini tidak akan terendam air ketika masuk musim penghujan. “Setelah dibersihkan, bodi jalan juga kita tinggikan, sebab di daerah ini ada musim penghujan. Khawatirnya, jika tidak ditinggikan, maka jalan akan tergenang dan itu akan mengganggu aktivitas,” kata Budi.

Atas upaya Pemkab Kepulauan Meranti membuka isolasi ini, Kades Kepau Baru Acat didampingi salah seorang warga, Herman, mengucapkan terimakasih. Kata Acat, masyarakat Kepau Baru sudah sangat lama mendambakan adanya akses jalan darat yang layak untuk dilewati. Karena, tanpa adanya jalan itu, warga sangat sulit keluar dari desa atau bepergian.

Saat ini, diceritakan Acat, untuk ke Selatpanjang atau berurusan ke Sungai Tohor, mereka harus menempuh perjalanan yang sangat berat. Selain harus menyusuri kanal milik PT NSP menggunakan kempang, mereka juga harus melewati jalan tanah beralaskan sekeping papan (Jalan Parit Pusat Desa/ Kekat) serta hutan belantara. Menggunakan jasa penyeberangan kempang, warga harus membayar Rp 30 ribu untuk pergi dan pulang. Itu pun batas akhir operasi kempang hanya sampai sore, pukul 18.00 WIB.

Akses ini, kata Acat, sedikit nyaman untuk dilewati jika musim panas saja. Ketika memasuki musim penghujan, dipastikan jalan menjadi sangat licin, tergenang dan mengancam keselamatan. Genangan air dikhawatirkan pula bisa memancing hewan pemangsa keluar dari sarangnya.

Ketakutan warga Kepau Baru bukan tanpa dasar. Diakui Acat, dia dan warga lain pernah melihat adanya ular besar di jalan yang sering mereka lewati. Andai jalan sudah tergenang, mereka khawatir ular keluar dari sarangnya dan melintang (di jalan).

"Kan di sana hutan, sering ada ular besar. Sudah banyak warga melihatnya. Sementara ini, hanya lewat Kekat lah akses yang agak bagus, itu pun kalau tidak hujan. Sementara kami tak berani lewat di lokasi jalan yang sedang dibangun, tanahnya gambut dan sangat lunak, bisa bikin sepeda motor terbenam," beber Acat.

Akibat minimnya akses, roda perekonomian warga Kepau Baru menjadi terganggu. Para petani kesulitan membawa hasil panen untuk dijual ke pasar. Tak jarang, hasil pertanian warga berupa nanas, membusuk sebelum habis terjual. Minat dan daya beli masyarakat setempat tak sebanding dengan hasil panen petani. Sesekali, warga membawa nanas untuk dijual ke Tanjung Pal Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Hanya saja, untuk sampai ke sana, warga perlu menyiapkan banyak dana karena harus menggunakan pompong dan menempuh perjalanan laut sekitar 4 jam menyeberangi selat.

Kesulitan yang sama, pun dirasakan nelayan. Hasil tangkap nelayan hanya bisa dijual ke warga setempat. "Kalau ada nelayan dapat ikan yang nilai jualnya tinggi, kan harus segera dibawa ke Selatpanjang. Sementara, untuk sampai ke sana butuh waktu lebih 2 jam. Ikan besar, harus segera dijual ke penampung, kalau tidak takutnya membusuk dan pastinya harga menjadi sangat rendah," timpuk Herman.

Yang paling menyedihkan, tambah Acat, ketika ada warga sakit dan harus mendapat perawatan lanjutan. Untuk berobat ke Selatpanjang, pasien tidak bisa dibawa melalui daerah Kekat. Pasien harus menggunakan transportasi laut menuju Dorak. Beruntung, speedboat milik perusahaan sagu PT NSP senantiasa bisa dipinjam untuk membawa pasien ke Selatpanjang. “Itu pun tergantung cuaca. Kalau cuacanya tak bagus, kita tunda dulu keberangkatan sampai laut betul-betul tenang,” kata Acat.

Kondisi sulit seperti ini, semakin dirasakan warga Kepau Baru paska jalan poros Lukun - Sungai Tohor terhubung, akhir 2020. Dimana, Speedboat Kepau Jaya yang biasanya setiap hari melayani keberangkatan tujuan Selatpanjang (pergi pulang) menghentikan operasinya tahun 2021. Kepau Jaya memutuskan berhenti beroperasi setelah kehilangan penumpang yang sangat signifikan. Warga Tebingtinggi Timur lebih memilih menggunakan akses darat menuju ke Selatpanjang daripada harus menggunakan transportasi laut yang terikat waktu dan butuh banyak biaya (ongkos).

Ini diakui Apeng, salah seorang karyawan Kepau Jaya. Kata Apeng, speedboat mereka yang berkapasitas 90 kursi pernah membawa penumpang kurang dari 10 orang ke Selatpanjang. Kondisi ini tidak bisa dipertahankan karena untuk menutup biaya operasional saja, tidak bisa. Akhirnya, Kepau Jaya yang sejak tahun 90-an melayani rute ke Selatpanjang, terpaksa berhenti beroperasi tahun 2021.

"Memang kita sudah antisipasi sejak 2016. Bos sudah tahu, kalau jalan siap dibangun, pasti penumpang berkurang. Terakhir kita bawa penumpang tak sampai 10 orang, setelah itu kita memutuskan untuk tidak beroperasi. Bot pun sudah dijual," cerita Apeng, melalui sambungan telepon selulernya, Ahad (11/12/2022).

Meski mengalami serba keterbatasan, warga Kepau Baru masih bisa sedikit menghela nafas lega. Karena, untuk sektor pendidikan, di sana sudah ada sekolah mulai dari SD sampai SMA. Meskipun hingga saat ini, SMP di Kepau Baru merupakan SMP satu atap dan SMA lokal jauh, namun anak-anak Kepau Baru tidak perlu keluar desa untuk mengenyam pendidikan.

Penderitaan itu akan sirna seiring dengan hadirnya jalan penghubung Kepau Baru ke Sungai Tohor Barat yang telah lama didambakan warga. Dengan jalan itu, semua hambatan yang selama ini dirasakan, akan berakhir.

Petani bisa membawa hasil panen untuk dijual ke pasar kecamatan maupun ke Selatpanjang. Pun begitu dengan nelayan. Mereka bisa menjual hasil tangkap ke desa-desa tetangga, atau warga dari kecamatan bisa datang ke Kepau Baru untuk membeli ikan. Nelayan juga bisa dengan mudah dan cepat membawa ikan bernilai jual tinggi untuk diantar ke penampung di Selatpanjang.

Serta, yang tak kalah penting, jika ada warga Kepau Baru sakit, maka akan mudah dibawa ke Puskesmas Sungai Tohor untuk mendapatkan perawatan sebelum dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti.

“Yang jelas, kalau jalan itu selesai dibangun, kita sangat senang. Masyarakat akan diungungkan, penderitaan yang selama ini dirasakan akan hilang. Kita sangat berterimakasih kepada Pak Bupati Adil, apa yang dikatakan selama ini, ingin masyarakat desa mudah ke kota, tebukti, tidak hanya di kata-kata saja,” kata Acat.

Rasa senang dan ucapan terimakasih, pun disampaikan Plt Camat Tebingtinggi Timur, Alfian SE. Mantan Kabag Umum Setdakab Kepulauan Meranti itu mengaku senang karena setelah jalan penghubung Sungai Tohor Barat – Kepau Baru selesai dibangun, tak ada lagi desa di wilayah kerjanya yang terisolasi. Dengan begitu, Alfian berharap perekonomian warga Kepau Baru bisa cepat meningkat seperti di desa-desa lainnya.

“Alhamdulillah, kita ucapkan terimaksih kepada Dinas PUPR dan khususnya ke Pak Bupati atas perhatiannya ke Tebingtinggi Timur. Kepau Baru desa terakhir di Tebingtinggi Timur yang masih terisolir. Semoga setelah ini perekonomian warga di sana cepat bangkit dan meningkat,” kata Alfian.***

Penulis : Rizal
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 02 Februari 2023
Bupati Siak Sebut Disdukcapil Berperan Penting dalam Program Bujang Kampung
Kamis, 02 Februari 2023
Seleksi Wawancara Calon PKD, Panwaslu Kecamatan Rumbai Berharap Peserta Terpilih Punya Integritas Tinggi
Kamis, 02 Februari 2023
Pengurus IDI Siak Dilantik, Handry Ingin Perkuat Kolaborasi Program Kesehatan dengan Pemkab
Kamis, 02 Februari 2023
Kejari Rohil Laksanakan Penyuluhan Hukum di SMPN 10 Bangko Pusako

Serantau lainnya ...
Kamis, 02 Februari 2023
Diresmikan Istri Pj Walikota, Vinia Butik Marpoyan Tawarkan Produk Berkualitas Harga Terjangkau
Selasa, 31 Januari 2023
3 Zodiak Jalani Hidup Paling Beruntung Bulan Februari 2023
Senin, 30 Januari 2023
Berdesain Unik, Pojok Baca RSUD Tengku Rafian Siak Juara 1 Lomba Perpustakaan
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Oppo Find X6 Series Akan Punya Tiga Varian, Ini Bocorannya
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Peringati Hari Kanker Dunia, IDI Pekanbaru akan Gelar Berbagai Kegiatan
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 02 Februari 2023
Tahun 2022 Santuni Rp 2 Triliun, Jasa Raharja Sambangi Unri untuk Tekan Lakalantas di Riau
Rabu, 01 Februari 2023
UIR Penjajakan Potensi Kerjasama dengan UTP Malaysia
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar Bangga Anak Riau Diterima Magang di Thailand dan Filipina
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
PCR 2023
Foto
Khas Hotel November 2022
Nataru 2022 April.RAPP
Selasa, 31 Januari 2023
7 Drakor Terbaru Februari 2023, Ada The Heavenly Idol dan Taxi Driver 2
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www