Kamis, 20 Juni 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Kelmi April 2024

Implementasi Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya Melalui Permainan Rakyat Riau
Rabu, 12 April 2023 15:26 WIB
Implementasi Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya Melalui Permainan Rakyat Riau

“Bertuah parang karena hulunya

Hulu dikepal elok terasa

Bertuah orang karena ilmunya

Ilmu diamalkan hidup sentosa”

Kutipan syair dalam Tunjuk Ajar Melayu di atas memberikan isyarat penuh makna tentang arti penting sebuah pendidikan. Dengan makna lain, seseorang akan bernilai karena ilmunya. Demikian masyarakat Melayu Riau menjunjung petuah agar senantiasa bersungguh-sungguh menuntut ilmu.

Akan tetapi, eksistensi pendidikan pada masa kini tidak terlepas dari pengaruh teknologi. Pada hakikatnya, teknologi diciptakan untuk memudahkan urusan manusia. Namun, keberadaan teknologi bisa saja menjadi sebuah petaka bagi manusia jika tidak bijak menggunakannya.

Mutakhir ini, kehadiran gawai sebagai buah dari teknologi cukup menyita waktu dan mengubah pola hidup masyarakat, khususnya anak-anak usia SD. Pada dasarnya, anak-anak usia tersebut lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan bermain. Namun, pada realitanya, anak-anak lebih memilih berinteraksi dengan gawai.

Hasilnya, anak-anak mengalami kecanduan serius pada gawai. Kasusnya terus meningkat. Dikutip dari mediaindonesia.com, terdapat kasus seorang anak yang dirawat di RSJ Tampan, Riau, karena mengalami perubahan perilaku akibat kecanduan bermain gawai. Demikian halnya kasus serupa di berbagai daerah.

Tentu saja hal ini menjadi sebuah perhatian besar karena anak-anak SD semestinya belum layak mempunyai gawai karena perkembangan psikologis dan motorik mereka selayaknya masih bersentuhan dengan permainan rakyat. Akan tetapi, permainan rakyat hampir saja mati suri karena sudah tidak lagi dimainkan oleh-oleh anak. Bahkan yang lebih menyedihkan adalah ketika anak-anak lebih tertarik pada permainan dalam gawai yang membuat mereka tidak lagi memainkan permainan secara fisik.

Seperti disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis, bahwa saat ini anak-anak usia SD sudah mempunyai gawai. Padahal, pada usia tersebut belum waktunya untuk mempunyai gawai (kominfo.go.id). Hal ini membuktikan bahwa kondisi pendidikan sedang tidak baik-baik saja.

Ketergantungan terhadap gawai di usia anak-anak akan memberikan efek besar sejak saat ini hingga di masa yang akan datang. Persoalan ini penting untuk dicegah agar tidak memberikan akibat-akibat yang cukup fatal, seperti berikut ini:

  1. Anak-anak akan kehilangan karakter berbudaya sehingga tidak lagi memahami akan nilai-nilai lokalitas dalam mengatur kehidupannya.
  2. Gawai akan mendominasi seluruh kehidupan mereka sehingga abai terhadap kesibukan untuk bermain, belajar, dan berinteraksi sosial.
  3. Masa depan anak-anak sebagai generasi penerus akan samar karena gawai telah mengambil perhatian mereka secara menyeluruh.
  4. Anak-anak secara tidak langsung akan mengunci pengetahuannya dan kemampuannya dalam ruang lingkup sebesar gawai saja. Padahal, pengetahuan di alam semesta telah tersedia.
  5. Timbulnya permasalahan gangguan konsentrasi, perubahan kebiasaan, serta gangguan psikologis, seperti: tantrum jika keinginan tidak terpenuhi, mudah marah, abai pada kesehatan, tidak menerima nasihat orang tua, dan hilangnya empati.
  6. Akibat dari kecanduan gawai bisa mengarah pada efek jangka panjang. Efek tersebut dapat mengarah pada pola hidup hedonisme, bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah sikap eksistensialisme dan nihilisme di masa depan. Eksistensialisme merupakan kebebasan yang dapat mengesampingkan kearifan lokal, nilai-nilai, dan agama seperti yang diutarakan oleh Tambunan (2016:230) bahwa eksistensialisme merupakan kebebasan kesadaran yang dapat menjauhkan bangsa dari budaya, kearifan lokal, moralitas, dan agama. Sedangkan nihilisme merupakan sikap atau pandangan yang menentang nilai-nilai kebenaran moral (Piliang, 2003:19).

Melihat seluruh fenomena, masalah, serta akibat dari kecanduan gawai di atas, maka penulis memberikan solusi sebagai wujud kepedulian. Adapun solusi utama adalah dilakukan pembenahan pada sistem pendidikan di rumah dan di sekolah. Konsep pendidikan di sekolah sejatinya terintegrasi dengan pendidikan di rumah sehingga memudahkan mendidik anak-anak.

Pemerintah telah membuat konsep pendidikan yang dikenal dengan istilah Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya sesuai dengan Keputusan Mendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Konsep yang sudah dicanangkan oleh pemerintah tersebut terdiri atas lima prinsip dan dinilai sangat unggul karena bisa menjadi solusi jitu dari permasalahan di atas.

Didasarkan pada lima prinsip Merdeka Belajar (ditsmp.kemdikbud.go.id).  maka penting diselaraskan dengan Merdeka Berbudaya karena budaya lokal selayaknya menjadi nadi kehidupan. Lima prinsip tersebut dapat diaplikasikan pada unsur lokalitas melalui penerapan permainan rakyat, dalam hal ini dibatasi pada ruang lingkup masyarakat Riau.

Permainan rakyat Riau merupakan bagian tradisi lisan yang dimainkan secara tradisional dengan metode sederhana (melompat, gerakan tangan, dialog, serta bernyanyi) yang dimiliki oleh masyarakat Riau dan diwariskan dari generasi ke generasi (Al-Azhar, dkk., 2018:387). Berikut permainan rakyat Riau, seperti: permainan congkak, alioma, yaoma-yaoma, yeye, engrang, setatak, galah panjang, gasing, dan tamtam buku.

Adapun solusi yang akan diterapkan dari pengaplikasian prinsip Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya pada permainan rakyat Riau adalah sebagai berikut:

  1. Konsep pembelajaran yang menyenangkan

Pembelajaran tidak lagi terfokus pada sebatas teori. Anak-anak sebagai peserta didik ikut terlibat dalam kegiatan belajar mengajar seperti permainan rakyat. Adanya permainan rakyat akan menghidupkan aktivitas gerak tubuh yang menyenangkan dan merilekskan pikiran.

  1. Pembelajaran sepanjang hayat

Dengan adanya permainan rakyat Riau, anak-anak akan menemukan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Misalnya: (1) nilai kerja keras pada permainan engrang dan yeye agar bisa melalui tantangan saat berjalan dan melompat; (2) nilai disiplin pada permainan setatak; (3) nilai ketelitian pada permainan gasing; (4) nilai kerja sama dan gotong royong bersama tim pada permainan galah panjang; dan (5) membangun interaksi dan melatih kepedulian sosial dengan cara yang menyenangkan pada permainan alioma, yaoma-yaoma, dan tantam buku. Permainan alioma menguji kemampuan anak-anak untuk mencari tempat persembunyian yang nyaman agar tidak mudah dikalahkan oleh lawan. Sedangkan permainan yaoma-yaoma dan tantam buku ditampilkan dengan cara yang menghibur melalui nyanyian sebagai berikut:

“tantam buku

seleret tiang batu

patah lembing, patah paku

anak belakang tangkap satu

bunyi lonceng pukul satu” 

  1. Holistik

Konsep Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya terkandung secara holistik dengan memfokuskan pada karakter dan kompetensi anak yang terangkum dalam permainan rakyat di dalam muatan lokal. Di setiap sekolah yang ada di Provinsi Riau, muatan lokal adalah pelajaran wajib. Adapun muatan lokal yang dimaksud diajarkan melalui buku Budaya Melayu Riau (BMR).

  1. Relevan

Melalui permainan rakyat, secara tidak langsung, anak-anak diberikan tunjuk ajar yang dapat mengakar pada budi pekerti sesuai slogan “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah”. Dengan mengaplikasikan permainan rakyat, maka secara tidak langsung, anak-anak dididik untuk mengenal budayanya, mengenal sekitarnya, dan mengenal Tuhannya.

  1. Berkelanjutan

Permainan rakyat cenderung menghubungkan anak-anak dengan alam sehingga mereka dapat menerapkan slogan “Alam terkembang menjadi guru”. Dengan demikian, anak-anak dapat memahami pesan moral untuk menjaga lingkungan dan merawat identitas budaya.

Jika lima prinsip dasar di atas diterapkan dalam mewujudkan Merdeka Belajar sekaligus Merdeka Berbudaya, maka anak-anak akan kembali pada fitrahnya. Anak-anak tidak lagi menggantungkan kebahagiaannya pada gawai karena permainan rakyat dapat memberikan pendidikan yang merdeka dan berbudaya secara utuh dan menyeluruh.

Penulis : Listi Mora Rangkuti, S.S., M.Hum, Ketua Komunitas Riau Sastra
Editor : Yusni
Kategori : Serantau
Idulfitri 1445 Riau Petroleum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 19 Juni 2024
Baznas Riau Kurban 5 Sapi 3 Kambing, Daging Didistribusikan ke Warga Sekitar
Rabu, 19 Juni 2024
Pegadaian Pekanbaru Kurban 9 Ekor Hewan di Momen Iduladha 2024
Rabu, 19 Juni 2024
Panpel Konferkab Buka Pendaftaran Bacalon Ketua PWI 20-25 Juni, Ini Syaratnya
Selasa, 18 Juni 2024
Perkuat Hubungan Sosial dan Berharap Keberkahan, APGWI Berbagi Hewan Kurban

Serantau lainnya ...
Jumat, 07 Juni 2024
"Villa Nafa" Hadir Sebagai Hunian Bernuansa Modern dan Alami di Pekanbaru
Rabu, 22 Mei 2024
Budaya 'Tumpuk Tengah', Kebiasaan Baik yang Viral di Media Sosial
Rabu, 22 Mei 2024
Sejarah Vape Pertama di Indonesia dan Perkembangannya
Minggu, 07 April 2024
Pererat Silaturahmi, Siwo PWI Riau Gelar Buka Bersama BJB dan PSSI

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Rabu, 12 Juni 2024
Redmi 13 4G Hadirkan Kamera 108MP, Cukup Rp2 Jutaan Saja
Selasa, 28 Mei 2024
5 Rekomendasi Laptop Lenovo 5 Jutaan, Cocok untuk Pelajar!
Jumat, 17 Mei 2024
Topup Diamond FF Murah Solusi Hemat untuk Gamer Free Fire
Jumat, 17 Mei 2024
Top Up PUBG untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Langkah-Langkah Mudah

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 28 Mei 2024
Solusi Chatbot WhatsApp untuk Industri Kesehatan dan Layanan Medis
Selasa, 21 Mei 2024
Tips Memilih Klinik Gigi yang Tepat untuk Anda dan Keluarga
Kamis, 18 April 2024
Ini Dia Manfaat Merawat Gigi, Yuk, Kunjungi Klinik Gigi Terdekat Sekarang!
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 19 Juni 2024
Umri Sembelih 12 Ekor Hewan Kurban, Daging Dibagikan ke 750 Penerima
Rabu, 19 Juni 2024
Expo Vokasi PCR 2024 Hadirkan Sejumlah Kegiatan, Ada Pameran hingga Talk Show
Rabu, 19 Juni 2024
UIR Jajaki Peluang Kerjasama dengan Kampus di Hungaria
Rabu, 12 Juni 2024
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Fakultas MIPAKes Umri Gelar Kuliah Umum

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...

LW 2
Terpopuler
Iklan CAKAPLAH
Foto
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Selasa, 28 Mei 2024
BKPSDM Kota Pekanbaru Gelar Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tahun 2024
Senin, 27 Mei 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Hadiri Rapat Kerja Perdana Bersama Pj Wali Kota Risnandar
Rabu, 22 Mei 2024
BKPSDM Pekanbaru Gelar Workshop "Recharge Penguatan Iman ASN"
Selasa, 21 Mei 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Irwan Suryadi Dampingi Sekretaris Kota dalam Audiensi dengan Guru PAI

Galeri Foto lainnya ...
Indeks Berita
www www