Selasa, 29 September 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 18 September 2020
Polling
Siapa Pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pilihan Anda?


Masa Depan Bisnis Burung Walet
Minggu, 29 September 2019 21:41 WIB
Masa Depan Bisnis Burung Walet
Salah satu rumah hunian yang menyatu dengan rumah burung walet

Sejak sepuluh tahun belakangan, usaha Rumah Burung Walet (RBW) semakin dilirik oleh masyarakat. Padahal sebelumnya, RBW boleh dikata barang langka. Hanya terdapat di kota pesisir Riau seperti Tembilahan, Kepulauan Meranti, Bagansiapiapi, Siak, Dumai dan Bengkalis.

Sementara di Riau daratan, seperti Kampar, Pelalawan, Inhu, Rokan Hulu, Kuansing dan Kota Pekanbaru, RBW hanya milik orang-orang tertentu dengan jumlah yang terbatas. Tapi seiring perkembangan zaman, usaha penangkaran sarang walet telah merata di seluruh Riau.

Di Kabupaten Kampar misalnya, pada tahun 2015 jumlah RBW hanya seratus lebih. Namun di tahun 2019, menurut data yang dikeluarkan Pemda Kampar, tercatat lebih dari seribu bangunan penangkaran sarang burung walet yang tersebar di 21 kecamatan.

Mengapa usaha ini berkembang begitu pesat? Bagaimana rahasia sukses usaha RBW? Adakah bisnis 'liur emas' ini masih prosfektif?

Harga Sarang Walet (SW) yang mahal menjadi salah satu daya tarik mengapa orang ramai-ramai membangun RBW. Meski harganya fluktuatif, namun SW adalah komoditas ekspor, sehingga harganya tetap bersahabat bagi petani walet. Saat ini, harga SW berkisar Rp 10 juta perkilogram.

Mereka yang telah lebih dulu membangun RBW, memperlihatkan keberhasilan. Selain terlihat dari taraf hidup dan perekonomian keluarga yang mapan, pemilik RBW cenderung menambah usahanya. Sukses satu RBW, mereka ingin membangun RBW berikutnya.

Ketika kisah sukses ini mulai menyebar di masyarakat, maka banyaklah yang ingin berinvestasi di RBW. Ilmu dan pengetahuan dalam berusaha RBW pun mulai menyebar. Selain bisa dengan mudah diakses di internet, ada pula orang yang memang berprofesi sebagai konsultan usaha walet.

Konsultan biasanya telah berpengalaman dalam membangun gedung walet. Begitu juga dengan tata ruang, audio dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesuksesan RBW. Bagi mereka yang memiliki modal besar, akan menyerahkan sepenuhnya kepada konsultan pembangunan RBW dengan sistem borongan. Plus perawatan dan sedikit iming-iming akan dipantau dan dibina hingga RBW berhasil.

Tapi bagi pemilik modal pas-pasan, akan mencari ilmu pembangunan RBW. Berusaha memahami setiap ditail bangunan dan pendukung lainnya. Dia akan menjadi konsultan bagi RBW miliknya sendiri.

Rahasia Sukses RBW

Usaha RBW memang cukup unik dan menantang. Keberhasilan yang diidam-idamkan, tidak serta-merta akan diraih tanpa kerja keras dan terpenuhinya banyak faktor. Dikatakan unik dan menantang, karena banyak mitos yang berkembang. Bahkan ada pula yang menghubungkannya dengan unsur-unsur magis atau klinis. Untuk keberhasilan misalnya, ada yang mengatakan dan menawarkan ini dan itu, gantungkan jimat ini dan itu dan sebagainya yang sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan keberhasilan RBW. Sebab kunci sukses RBW bukanlah unsur magik tapi adalah trik.

Ilmu pengetahuan atau trik yang diterapkan dalam membangun RBW menjadi kunci sukses. Yang pertama yang harus dipahami adalah lokasi. Lokasi yang paling tepat dalam membangun RBW adalah daerah sentra pakan walet. Dimana terdapat banyak serangga atau binatang kecil terbang yang menjadi makanan walet. Utamakan pula daerah yang masih 'perawan', setidaknya belum banyak berdiri RBW di daerah tersebut.

Di daerah daratan, lokasi yang paling bagus untuk membangun RBW adalah daerah yang tidak jauh dari pabrik kelapa sawit. Sebab dari limbah sawit (Tangkos) terdapat banyak sumber pakan walet. Dari Tangkos, banyak serangga terbang yang menjadi kesukaan walet.

Selain penentuan lokasi yang tepat, bangunan walet juga menentukan keberhasilan. Bangunan yang memenuhi standar ideal sebagai tempat walet berproduksi adalah gedung yang nyaman bagi walet. Yang perlu diperhatikan soal bangunan adalah soal ukuran, tata ruang, hingga arah bangunan dan Lubang Masuk Burung (LMB).

Yang tak kalah penting dalam membangun gedung walet adalah material bangunan. Terutama dalam pemilihan material sirip (tempat BW bersarang), dinding, plafon, atap pernak-pernik yang membuat BW nyaman. Pemilihan material ini, juga erat kaitannya dengan suhu dan kelembaban yang ideal di dalam RBW. Sebab, suhu dan kelembaban menjadi faktor penting agar gedung tersebut dijadikan sebagai tempat berkoloni.

Selanjutnya perangkat audio yang memadai untuk memikat walet datang dan menginap serta membuat sarang di gedung yang dibangun. Perangkat audio tersebut terdiri dari ampli dan sejumlah tweeter atau speaker yang dipasang didalam gedung (tweeter inap) dan tweeter panggil yang dipasang di pintu masuk atau Lobang Masuk Burung (LMB). Dan yang tak kalah penting adalah pemilihan suara panggil dan suara inap. Suara panggil dan suara inap yang dahulunya barang langka dan dijual mahal, kini sudah bisa didapat dengan harga murah bahkan bisa gratis dari sesama petani walet atau hasil donload di internet.

Jika sudah demikian, tinggal lagi mengatasi hama atau predator yang kemungkinan mengganggu walet datang dan bersarang di RBW. Hama sekaligus predator yang menakutkan bagi walet dan petani adalah kehadiran burung hantu. Untuk mengatasi agar burung hantu tidak bisa masuk ke gedung, di pintu masuk atau LMB bisa dipasang pintu otomatis dengan sistem hidrolik. Bisa juga pintu tutup buka secara manual. Ada pula yang memasang kaca miring, peralon berputar, memasang jarum, memasang lampu di LMB dan pengamanan lainnya.

Perlu juga diketahui, berbagai trik yang dilakukan tidaklah baku. Sebab, banyak juga RBW yang tidak mengenal trik atau keluar dari kebiasaan yang diterapkan oleh kebanyakan petani walet, tetap bisa berhasil. Soal parfum dan aroma pemikat walet misalnya, ada yang menganggap penting ada pula yang tidak perlu adanya parfum. Demikian juga soal pakan tambahan yang disediakan di dalam gedung, ada yang mengatakan perlu diberi pakan ada pula yang tidak. Yang pasti, ketika kita sudah belajar dan mengenali dunia perwaletan dan menerapkannya di RBW maka faktor keberhasilan selanjutnya adalah hoky atau rezki dari Yang Maha Kuasa.

Peluang Masih Terbuka

Berinvestasi di RBW dan berharap suatu saat akan menjadi sandaran hidup, masih terbuka lebar. Ibarat menanam, siapa yang menanam lebih dahulu, maka dia akan lebih dulu pula memetik buah atau hasilnya. Keberhasilan menanam terletak pada kualitas bibit, tanah yang baik dan pemupukan, maka faktor keberhasilan RBW terletk pada lokasi, gedung dengan tata ruangnya, suhu dan kelembaban, audio dan suara panggil serta suara inapnya.

Berinvestasi di RBW, tak perlu khawatir soal pemasaran. Banyak pemilik RBW yang juga berprofesi menjadi pengepul sekaligus. Kita tak perlu menjajakan hasil panen, karena pengempul yang akan datang untuk membeli hasil panen.

Jika selama ini produk China menyerbu Indonesia, maka satu-satunya produk kita yang rutin masuk ke China hanyalah sarang walet. Kebutuhan akan sarang walet di negeri tirai bambu itu saat ini masih terpenuhi 40 persen dari Indonesia. Maka wajar kiranya ketika Menteri Luar Negeri Indonesia ketika berkunjung ke Tiongkok memberikan perhatian khusus kepada ekspor sarang burung walet ini.

Pemerintah menjadikan sarang burung walet sebagai primadona ekspor. Kemudahan-kemudahan eskpor telah diatur antara pemerintah Indonesia dan China terkait perdagangan sarang burung walet. Belum lama ini ada tiga perusahaan baru yang lolos sertifikasi untuk melakukan ekspor sarang burung walet ke negeri Tiongkok itu. Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk memberi kemudahan dalam segala hal terkait perdagangan sarang burung walet tersebut.

Inilah yang mendasari pendirian RBW bak cendawan tumbuh dimusim hujan. Menjadi pengusaha RBW bukan lagi dominasi pemilik modal besar. Mereka yang memiliki modal dibawah Rp100 juta pun bisa membangun RBW yang megah. Bahkan, yang memiliki modal dibawah Rp50 juta pun masih bisa membangun RBW yang tak kalah mewah. Karena mereka faham, mewah bagi manusia belum tentu mewah bagi walet.

Penulis : Zainul Aziz, Praktisi RBW
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapa Pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pilihan Anda?

Artikel Terkait
Rabu, 11 Januari 2017 18:10 WIB
5 bisnis ini Hanya Bermodal Rp1 juta
0 Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 28 September 2020
Irfan: Dukung Adi-Rais Demi Kesempurnaan 7 Program Harris
Senin, 28 September 2020
Polsek Teluk Meranti Sosialisasi Saber Pungli di Kantor Camat
Senin, 28 September 2020
Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Pangkalan Lesung Pasang Spanduk Ajakan Pakai Masker
Senin, 28 September 2020
Kapolsek Kuala Kampar Hadiri Acara Uji Publik DPS Pilkada Pelalawan di Kuala Kampar

Serantau lainnya ...
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 12 September 2020
Bantu Pemutusan Mata Rantai Covid-19, Kelompok 49 Kukerta Univrab Bagikan Masker Gratis dan Kampanyekan Hidup Sehat
Sabtu, 12 September 2020
Besok, Ikatan Mahasiswa Inhu Gelar Mubes
Sabtu, 12 September 2020
KLHK Serahkan Dua Unit Motor Sampah Plus ke Unilak
Kamis, 10 September 2020
Kukerta Kelompok 39 Abdurrab Kampanye Corona dan Bantu Sembako di Panti Asuhan As-Salam

Kampus lainnya ...
Polling
Siapa Pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pilihan Anda?


Zukri Misran - Nasaruddin 4 September 2020
Terpopuler

01

Selasa, 22 September 2020 16:01 WIB
Pelayat Terus Berdatangan ke Rumah Almarhum Alhadar
Dapo Kanisya September 2020
Foto
APRIL RAPP HUT RI 75
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
BOB PT BSP HUT RI 75
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
PLN Inhu HUT RI ke-75
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP Hut Riau ke-63
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Religi lainnya ...
APRIL RAPP HUT Riau ke-36
Indeks Berita
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkAPRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020Polres Rohul 27 Juni 2020APRIL HUT KAMPARAMPI RiauHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www