Rabu, 19 Mei 2021

Breaking News

  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam
Yamaha 17 Mei 2021
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?


Pemkab Siak, BKSDA dan BOB Bahas Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra Pertama di Indonesia
Kamis, 25 Juni 2020 11:36 WIB
Pemkab Siak, BKSDA dan BOB Bahas Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra Pertama di Indonesia

Siak (CAKAPLAH) - Harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) merupakan spesies langka bercitra tangguh dan berwibawa, yang salah satu habitatnya adalah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil sebagai kawasan konservasi ke-7 Indonesia, diresmikan oleh Komite Nasional Program Man of the Biosfer (MAP) -UNESCO Tahun 2009 di Korea Selatan. Kawasan ini merupakan ekoregion hutan rawa gambut (Peat-Swamp Forest) Sumatra.

Guna melestarikan keberlangsungan hidup Harimau Sumatra, yang merupakan key species, top predator, dan termasuk dalam 25 satwa prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau beserta BOB PT BSP berencana untuk membangun Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama di Indonesia yang akan dibangun dalam kawasan suaka marga satwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (SM-CB GSK).

Untuk merealisasikan hal tersebut, Bupati Siak Alfedri di dampingi Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Jamaluddin, Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono, Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni, melaksanakan rapat konsolidasi bersama dengan Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, serta External Affair Manager BOB PT BSP Nazaruddin membahas Site Plane dan Master Plane pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama nasional tersebut,yang berlangsung di ruang rapat Zamrud kediaman Bupati Siak, Rabu (24/06/2020).

Dalam sambutannya Bupati Alfedri menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Siak dengan Balai Besar KSDA Riau, serta BOB PT BSP.

“Saya mengucapkan terimakasih dan menyambut baik rencana pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama di Indonesia yang akan di bangun dalam kawasan suaka margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Saya berharap program pembangunan ini nantinya akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama masyarakat sekitar kawasan konservasi tersebut. Kita semua juga berharap program pembangunan ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat” jelasnya.

Alfedri juga mengharapkan program pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra ini juga dapat mendukung program peningkatan industri pariwisata Kabupaten Siak.

“Tentunya kita semua juga berharap agar kedepan program pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra ini dapat mendukung peningkatan industri pariwisata di Kabupaten Siak. Seperti kita ketahui kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil ini memiliki keanekaragaman hayati hutan gambut, flora dan fauna, serta keindahan alam yang asri juga alami ,hal ini tentu akan manarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang berwisata” imbuhnya.

Alfedri juga berharap program pembangunan ini akan mampu menjelma menjadi ikon pariwisata Kabupaten Siak dan nasional yang baru, sehingga Kabupaten Siak dapat memberikan kontribusi lebih bagi industri pariwisata nasional.

“Saya tentunya juga berharap program pembangunan ini dapat menjelma menjadi ikon pariwisata yang baru baik bagi Kabupaten Siak, Propinsi Riau, maupun nasional sebab ini merupakan pembangunan pusat konservasi harimau Sumatra pertama di Indonesia, sehingga kita nantinya akan mampu memberikan kontribusi lebih bagi peningkatan industri pariwisata nasional” harapnya.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Jamaluddin menjelaskan bahwa Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra ini memerlukan persiapan yang matang sehingga pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Saya ingin menyampaikan beberapa hal penting terkait program pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra yang akan kita laksanakan ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa di kawasan Giam Siak Kecil ini merupakan daerah yang masih belum tersentuh jaringan telekomunikasi, kemudian alat transportasi masih menggunakan kapal pompong yang biaya sewanya tergolong cukup tinggi, serta kawasan ini masih sulit di lalui kendaraan seperti mobil pemadam kebakaran,untuk itu membutuhkan persiapan yang matang” jelasnya.

Jamaluddin juga menambahkan, untuk kelancaran dan percepatan program pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra ini sangat perlu segera di bentuk tim gugus tugas pembangunan sehingga rencana kerja dan anggaran segera dapat di buat.

“Saya mengusulkan kepada Bapak Bupati untuk di bentuk tim gugus tugas pembangunan yang nantinya mempersiapkan site plan dan master plane rencana kerja anggaran sehingga kendala telekomunikasi, transportasi, serta sarana penunjang yang belum tersedia dapat di persiapkan, sehingga program pembangunan dapat segera di laksanakan” harapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono menjelaskan latar belakang dan dasar pemilihan lokasi SM Giam Siak Kecil sebagai kokasi pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama nasional, selain itu Suharyono juga menjelaskan konsep pengelolaan sarana dan prasarana yang nantinya akan di bangun di kawasan tersebut.

“Saya bersama team dari Balai Besar KSDA Riau menetapkan kawasan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil sebagai lokasi pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama nasional, berdasarkan beberapa aspek. Yang pertama, kawasan ini merupakan habitat Harimau Sumatra” kata dia.

Kedua lanjutnya, kawasan ini cukup jauh dari perumahan penduduk. Ketiga, aktivitas masyarakat hanya untuk menangkap ikan di sungai Siak Kecil. Keempat, aksesibilitas cukup mudah melalui sungai dan darat,terakhir kawasan ini merupakan bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) yang di kelilingi HTI.

Nantinya pengelolaan sarana dan prasarana dilaksanakan oleh pihak ketika dengan melibatkan peranserta masyarakat” urainya.

Masih kata Suharyono, bahwa manfaat dari keberadaan sarana dan prasarana yang akan di bangun nantinya sangat berguna bagi ekologi kawasan, pengelola, maupun masyarakat. Manfaat dari sarana prasarana yg akan di bangun nantinya sangat berguna bagi ekologi kawasan diantaranya sebagai pusat penyelamatan ,meningkatkan populasi, dan penguatan
kualitas genetika Harimau Sumatra serta menjaga ekosistem kawasan.

“Disamping itu, sarana prasarana ini juga bermanfaat bagi pengelola, seperti perlindungan kawasan Konservasi, sebagai alternatif lokasi penyelamatan Harimau sumatra,dan sebagai wisata edukasi terbatas yang melibatkan stakeholder penggiat konservasi. Di lain sisi juga dapat membuka kapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat,serta menjaga ekosistem sumber daya perikanan bagi masyarakat sekitar” tutupnya.

Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama Nasional di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil merupakan inovasi baru dan program unggulan industri pariwisata daerah maupun Nasional. Yang dapat memperkuat kelembagaan lokal dalam upaya melestarikan kekayaan flora dan fauna, serta menjaga ketersediaan sumber plasma nuthfah, sehingga nantinya dapat menjadi Stasiun Penelitian Lapangan Unggulan (SPLU) guna mengembangkan keanekaragaman hayati hutan rawa gambut.

Selain itu pusat konservasi juga berperan sebagai wahana peningkatan ekowisata berlandaskan keindahan, keunikan, dan kemurnian alam serta budayanya. Pada gilirannya akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,serta mejelma sebagai ikon pariwisata nasional.

Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?

Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 18 Mei 2021
Disamping Masalah TWK, MPR Minta Pengalaman 75 Pegawai KPK Dalam Pemberantasan Korupsi Jadi Pertimbangan
Selasa, 11 Mei 2021
Ibadah Haji 2021 Dibuka, MPR Minta Pemerintah segera Lobby Kuota Jamaah Haji
Senin, 10 Mei 2021
Sikapi Kekerasan Terhadap Umat Islam oleh Israel, PPP: Jangan Lagi Berpikir Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel
Senin, 10 Mei 2021
Sikapi Kekerasan Terhadap Umat Islam Palestina, PPP: Jangan Lagi Berpikir Ada Hubungan Diplomatik Dengan Israel

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 18 Mei 2021
Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Pangkalan Kuras Pantau Penerapan Prokes
Selasa, 18 Mei 2021
Cegah Covid-19, Polsek Kuala Kampar dan Tim Gabungan Awasi Prokes Masyarakat di Pelabuhan
Selasa, 18 Mei 2021
Polsek Kerumutan Rutin Gelar Operasi Cipkon
Selasa, 18 Mei 2021
Ketua DPRD Sidak, 5 Kadis di Pelalawan 'Tertangkap Basah' Tempati Rumdis

Serantau lainnya ...
Selasa, 11 Mei 2021
Tampil Cantik saat Lebaran, Fajar Cosmetic Ramai Pengunjung
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur
Selasa, 04 Mei 2021
Go Nasional, Fajar Cosmetic Akan Buka Cabang di Jakarta
Kamis, 29 April 2021
Punya Legalitas, Pekerja Musik di Bawah Naungan SPMI Difasilitasi BPJS

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 04 Mei 2021
Mahasiswa Unilak Lolos Hibah Program KBMI Dikti Tingkat Nasional
Minggu, 02 Mei 2021
BEMNUS dan BEMSI Gelar Aksi Seribu Lilin di Pekanbaru, Bacakan 6 Tuntutan
Jumat, 30 April 2021
Menampilkan Karya Ilmiyah Mahasiswa dan Alumni, Tadarus Ramadhan Seri ke-2 PSGA UIN Suska Riau Tuai Pujian
Kamis, 29 April 2021
GMI Sukses Gelar Webinar Pemuda dalam Menangkal Paham Radikal

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Kasus penyebaran Covid-19 di provinsi Riau terus meroket. Kini sudah menyentuh angka 46.047 Orang. Bahkan, angka kematian mencapai 1.133 jiwa. Menurut Anda, bagaimana upaya Pemprov Riau menekan penyebaran Covid-19?


Idul Fitri 1442 BRK
Terpopuler
Idul Fitri 1442 Syahrul Aidi
Foto
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin
SPR Idul Fitri 1442 H
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
PKB Kampar - Catur Sugeng
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan
Jumat, 30 April 2021
Musala RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Berubah Menjadi Masjid

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin Centronet Data Indonesia
Indeks Berita
Pesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021Ucapan RamadanAPRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www