Senin, 02 Agustus 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 1 Agustus 2021
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


Tantangan Semakin Berat, Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Penting Wujudkan SDGs di Masa Pandemi
Senin, 24 Mei 2021 17:34 WIB
Tantangan Semakin Berat, Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Penting Wujudkan SDGs di Masa Pandemi
Sebuah langkah inisiatif pendekatan berbasis ilmiah untuk memantau emisi karbon dan kualitas udara yang dilakukan oleh APRIL di hutan alam dan hutan tanaman.

JAKARTA (CAKAPLAH) – Kondisi ekonomi global yang menjadi urat nadi pembangunan dunia masih terkontraksi akibat pandemi COVID-19. Indonesia termasuk satu dari 170 negara yang ikut terdampak.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah terutama dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
SDGs yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat tahun 2015 lalu ini dinilai mampu mewujudkan kesejahteraan bagi manusia sekaligus menjaga keberlangsungan bumi. Namun, situasi pandemi sejak akhir 2019 lalu membuat capaian target semakin berat dan berpotensi mundur.

Oleh karena itu, Presiden RI Joko Widodo mendorong berbagai pihak untuk saling bersinergi dan berinovasi agar target SDGs bisa tercapai. Terlebih, pihak pemerintahan maupun swasta telah memiliki keunggulan, pengalaman, dan pengetahuan yang bisa menjadi modal untuk mencapai target SDGs.

“Tantangan ini tidak boleh menyurutkan semangat dan tidak boleh menurunkan target SDGs kita. Indonesia harus mencari cara-cara dan terobosan baru agar bisa melakukan lompatan dalam mencapai target SDGs,” tegas Presiden dalam Konferensi Tahunan SDGs 2020 Indonesia yang disiarkan virtual, Kamis (17/12/2020) lalu.

Data dari Kementerian Keuangan, sepanjang 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07 persen yang dimulai pada kuartal II 2020, yakni minus 5,3 persen. Meski demikian, kondisi tersebut harus dapat menjadi momentum untuk merancang strategi baru dalam mengakselerasi SDGs seiring dengan penerapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) atau disebut konsep pembangunan build, back, and better.

Presiden juga meminta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) untuk menyiapkan strategi berkelanjutan agar target SDGs bisa tercapai di tengah situasi pandemi. Salah satunya transformasi ekonomi melalui pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau (Green Economy).

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Ph.D, mengatakan pandemi membuat pemerintah mereposisi kebijakan dengan mengutamakan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan pelestarian lingkungan melalui penerapan ekonomi hijau

“Green economy bukan hambatan untuk masa datang, tapi suatu peluang menjadi lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Amalia dikutip dari bappenas.go.id, Kamis (18/2/2021).

Pasca pandemi COVID-19, ekonomi mengarah pada pemulihan hijau dari ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular. Hal ini menjadi langkah penting untuk menuju siklus yang lebih baik.

“Ke depan, ekonomi harus berevolusi, karena selama ini ekonomi linear dan menunjukkan adanya bahan baku. Barang diproduksi, digunakan, lalu dibuang, sehingga tidak ada barang yang didaur ulang,” katanya.

Situasi pandemi telah mengakibatkan 2,7 juta orang Indonesia kehilangan pekerjaan. Untuk itu, program ekonomi hijau diyakini dapat menciptakan peluang pekerjaan dan investasi baru, termasuk investasi 10 juta dollar AS pada pembangunan renewable technology yang dapat menciptakan 75 juta pekerja baru nantinya.

Investasi ini menciptakan pekerjaan lima kali lebih banyak dibandingkan pembangunan energi biasa. Hasil simulasi Kementerian PPN/ Bappenas menunjukkan energi baru dan restorasi lahan gambut dapat menciptakan 103 ribu pekerjaan setiap tahunnya.

“Kita lihat dunia memiliki tren baru. Pandemi telah membawa perubahan salah satunya tren green recovery. Paket ekonomi yang dilakukan negara lain adalah menempuh langkah pemulihan hijau,” imbuhnya.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Perpres tersebut diharapkan dapat mencapai penurunan target emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030 mendatang.

Perpres akan mengatur mekanisme perdagangan karbon atau karbon kredit yang bekerja dengan tiga aturan sederhana mulai dari Cap atau batasan emisi yang tidak boleh dilampaui oleh suatu negara atau perusahaan, kemudian Trade atau perdagangan sisa emisi karbon yang belum digunakan “dibeli” oleh pihak lain mengeluarkan emisi lebih banyak dari seharusnya, serta Offset atau konsekuensi akibat peningkatan emisi yang terjadi seperti menanam pohon atau berinvestasi pada energi terbarukan yang menggantikan energi fosil di wilayah lain. Selain itu juga mengatur Result Based Payment (RBP) dan pajak atas karbon yang akan mendukung target Nationally Determination Contribution (NDC) Indonesia kepada dunia sebagai wujud mitigasi dan adaptasi.

Kebijakan NEK ini menjadi landasan yang kuat bagi Indonesia untuk mencapai target NDC dan mewujudkan pembangunan rendah karbon yang terkait dengan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon serta pembentukan instrumen pengendalian dan pengawasan, seperti measurement, reporting, verification (MRV), sistem registrasi nasional (SRN), dan sertifikasi. Jika perpres tersebut disetujui, KLHK mampu menyusun peta jalan ekonomi karbon untuk jangka panjang.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, pengendalian emisi sejalan dengan pembangunan berkelanjutan, bukan merugikan pembangunan. Menurutnya, inovasi pemanfaatan nilai ekonomi karbon akan membuat langkah pengendalian emisi menjadi efektif.

“Kita wajib bisa kendalikan tingkat emisi dari sektor energi jika mau capai target emisi dan berkontribusi terhadap upaya dunia menjaga pemanasan global tidak lebih dari 2 derajat Celsius, sehingga dampak perubahan iklim bisa dikelola dengan baik," papar Siti dalam sebuah kesempatan, Kamis (18/03/2021).

Melalui Perpres NEK, pelaksanaan program ekonomi hijau rendah karbon secara masif tinggal selangkah lagi. Jika berjalan sesuai harapan, hasil pengendalian emisi dapat dinikmati dan dilanjutkan generasi mendatang. Tidak hanya memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat, akan tetapi juga membawa kelestarian lingkungan khususnya hutan. Untuk itu, perlu adanya kesempatan bagi banyak pihak untuk berkolaborasi. Upaya penurunan emisi melalui ekonomi hijau yang rendah karbon juga digalakkan oleh perusahaan swasta.

Seperti komitmen Asia Pacific Resources International Limited atau APRIL, perusahaan perkebunan serat dan penghasil kertas berkelanjutan yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di tengah pandemi COVID-19, perusahaan yang berada di bawah naungan Grup Royal Golden Eagle (RGE) itu meluncurkan komitmen APRIL2030. APRIL2030 mengandung serangkaian aksi nyata untuk menjawab masalah iklim, lingkungan, dan masyarakat. Komitmen tersebut diimplementasikan APRIL sembari tumbuh menjadi perusahaan yang berkelanjutan dalam satu dekade ke depan. Hal itu disampaikan Managing Director RGE Anderson Tanoto dalam agenda APRIL2030 secara virtual, Selasa (17/11/2020) lalu.

"Mengapa APRIL merilis komitmen ini di tengah pandemi? Ya, di balik situasi yang berat dan penuh tantangan ini justru ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk bertransformasi demi mewujudkan masa depan yang lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, terdapat empat pilar APRIL2030 untuk mendukung pembangunan berkelanjutan selama satu dekade ke depan. Keempat pilar tersebut adalah iklim positif, lanskap yang berkembang, kemajuan inklusif, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Karena itu, lewat pilar “iklim positif”, APRIL melakukan beberapa langkah untuk menahan laju perubahan iklim.

“Hal itu mencakup perwujudan nol emisi bersih dari pemanfaatan lahan dengan mengoptimalisasi penyerapan dan penyimpanan karbon, serta meminimalisasi emisi melalui pengelolaan lanskap,” jelas Anderson.

Selain itu, perusahaan penghasil kertas “PaperOneTM” ini juga berkomitmen memperkuat pemanfaatan energi terbarukan ramah lingkungan. Tujuannya, untuk memenuhi 90 persen kebutuhan energi pabrik dan 50 persen energi operasional. Salah satu caranya dengan memasang panel surya sebagai sumber energi berkapasitas 20 megawatt yang menjadi instalasi terbesar di Indonesia dari sektor swasta. Pemasangan instalasi ini ditargetkan selesai pada 2025.

“Serangkaian aksi tersebut sejalan dengan target prioritas pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050,” paparnya lagi.

Anderson menjelaskan, pemasangan panel surya dilakukan untuk mendukung komitmen Paris Agreement dalam menghentikan pemanasan suhu bumi agar tidak lebih dari 2 derajat Celcius. Panel surya mampu mengurangi emisi karbon dioksida. Tak berhenti di situ, APRIL juga berkomitmen memperluas upaya konservasi dan restorasi lahan dari yang dimiliki saat ini hingga 2030 nanti. Pada pilar komitmen “lanskap yang berkembang”, perusahaan akan memperluas area konservasi dan restorasi di luar wilayah operasional dengan menyisihkan dana dari tiap ton kayu yang digunakan dalam produksi. Untuk mencapai target APRIL2030, dana sebesar 10 juta dollar AS disiapkan untuk membiayai investasi di bidang lingkungan.

Soal pemanfaatan sains terhadap permasalahan lahan gambut tropis, APRIL tengah merampungkan pembangunan Eco Research Camp di Semenanjung Kampar, Riau. Ke depan, pusat riset tersebut terbuka untuk ilmuwan, akademisi, dan pemangku kepentingan yang ingin meneliti gambut. Sementara itu, pada pilar “kemajuan inklusif”, APRIL mendukung pemberdayaan masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai ialah menghapus kemiskinan ekstrem di radius 50 kilometer (km) dari area operasional APRIL, penyediaan layanan kesehatan dasar, mengurangi stunting di Riau hingga 50 persen, meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah, serta memastikan terciptanya kesetaraan gender.

Kemudian, pilar terakhir APRIL adalah “pertumbuhan yang berkelanjutan” lewat diversifikasi, sirkularitas bisnis, dan produksi yang bertanggung jawab. Implementasi pilar ini dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia, air, dan limbah padat.

Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Sihol Aritonang mengatakan, empat pilar APRIL2030 sejalan dengan target SDGs serta sesuai dengan program prioritas pemerintah. Sebagai informasi, PT RAPP yang merupakan bagian dari Grup APRIL ini senantiasa bersinergi dengan program pemerintah baik di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. “Misalnya, komitmen Indonesia di tingkat global untuk ambil bagian mengurangi emisi karbon, mengentaskan kemiskinan, menurunkan angka stunting, dan pendidikan yang layak. Hal ini juga tertuang dalam agenda APRIL2030,” kata Sihol beberapa waktu lalu.

Sebelum merancang APRIL2030, kata Sihol, pihaknya telah menggelar sejumlah diskusi dengan berbagai lembaga dan kementerian terkait, salah satunya adalah KLHK. Pada akhirnya, dalam mencapai target SDGs bukan hanya kerja keras satu pihak saja, melainkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi tercapainya agenda dunia untuk kesejahteraan manusia dan terjaganya bumi untuk generasi mendatang.***

Penulis : rilis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?

Artikel Terkait
Kamis, 08 Juli 2021 21:31 WIB
Gempur Stunting Lewat Pemberian PMT
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Sabtu, 31 Juli 2021
MPR Desak Mensos Tindak Lanjuti Temuan Data Ganda Penerima Bansos
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 01 Agustus 2021
Gowes Bareng, SKB dan Kapolres Nyambi Bagi Sembako ke Warga Isoman
Minggu, 01 Agustus 2021
Polsek Pangakalan Kerinci Lakukan Pemasangan Sticker dan Pemantauan Pasien Covid-19
Minggu, 01 Agustus 2021
Cegah Covid-19, Polsek Bandar Sei Kijang Gelar Operasi Yustisi di Pos Pantau
Minggu, 01 Agustus 2021
Polsek Kerumutan Kembali Turun ke Jalan Sosialisasikan Prokes

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 27 Juli 2021
Tingkatkan Inovasi Teknologi Terapan Bidang MKG, PCR dan BMKG Jalin Kerja Sama
Selasa, 27 Juli 2021
Tim Kukerta Balek Kampung Unri Sialang Sakti Berikan Spanduk dan Logo
Selasa, 27 Juli 2021
Kukerta Unri Desa Ujung Batu Timur Serahkan 1.000 Batang Bibit Tanaman Buah kepada Masyarakat
Senin, 26 Juli 2021
Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Pulau Terap Kampar Lakukan Penyemprot Disinfektan

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


PCR 15 Juli 2021
Terpopuler
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www