Senin, 03 Oktober 2022

Breaking News

  • Operasi Zebra Lancang Kuning 2022 Dimulai, 840 Personel Gabungan Dikerahkan   ●   
  • Nasdem Umumkan Anies Baswedan Sebagai Capres 2024   ●   
  • Bandara SSK II Pekanbaru Tambah Rute Penerbangan ke Kuala Lumpur   ●   
  • Vaksinasi Merdeka Pemko Pekanbaru Akhirnya Digelar, 23.880 Dosis Disiapkan   ●   
  • Anggota DPR Tegaskan Rencana Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Gas Tidak Sederhana   ●   
  • Galian Pipa PDAM Membahayakan, DPRD Pekanbaru: harus Diperbaiki Seperti Semula   ●   
  • Diduga Bakar Lahan TNTN Seluas 20 Hektare, Dua Warga Ditahan Polisi   ●   
  • Kunjungan di Mall Vaksinasi Riau Menurun, Rata-rata Cuma 100 Orang Perhari   ●   
  • ASN Meninggal di Basement Kantor DPRD Riau, Polisi: Murni Gantung Diri   ●   
  • 1.353 Orang Terserang DBD di Riau Sepanjang Tahun 2022, Pekanbaru Tertinggi
Yamaha 29-30 September 2022

Tantangan Semakin Berat, Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Penting Wujudkan SDGs di Masa Pandemi
Senin, 24 Mei 2021 17:34 WIB
Tantangan Semakin Berat, Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Penting Wujudkan SDGs di Masa Pandemi
Sebuah langkah inisiatif pendekatan berbasis ilmiah untuk memantau emisi karbon dan kualitas udara yang dilakukan oleh APRIL di hutan alam dan hutan tanaman.

JAKARTA (CAKAPLAH) – Kondisi ekonomi global yang menjadi urat nadi pembangunan dunia masih terkontraksi akibat pandemi COVID-19. Indonesia termasuk satu dari 170 negara yang ikut terdampak.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah terutama dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
SDGs yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat tahun 2015 lalu ini dinilai mampu mewujudkan kesejahteraan bagi manusia sekaligus menjaga keberlangsungan bumi. Namun, situasi pandemi sejak akhir 2019 lalu membuat capaian target semakin berat dan berpotensi mundur.

Oleh karena itu, Presiden RI Joko Widodo mendorong berbagai pihak untuk saling bersinergi dan berinovasi agar target SDGs bisa tercapai. Terlebih, pihak pemerintahan maupun swasta telah memiliki keunggulan, pengalaman, dan pengetahuan yang bisa menjadi modal untuk mencapai target SDGs.

“Tantangan ini tidak boleh menyurutkan semangat dan tidak boleh menurunkan target SDGs kita. Indonesia harus mencari cara-cara dan terobosan baru agar bisa melakukan lompatan dalam mencapai target SDGs,” tegas Presiden dalam Konferensi Tahunan SDGs 2020 Indonesia yang disiarkan virtual, Kamis (17/12/2020) lalu.

Data dari Kementerian Keuangan, sepanjang 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07 persen yang dimulai pada kuartal II 2020, yakni minus 5,3 persen. Meski demikian, kondisi tersebut harus dapat menjadi momentum untuk merancang strategi baru dalam mengakselerasi SDGs seiring dengan penerapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) atau disebut konsep pembangunan build, back, and better.

Presiden juga meminta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) untuk menyiapkan strategi berkelanjutan agar target SDGs bisa tercapai di tengah situasi pandemi. Salah satunya transformasi ekonomi melalui pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau (Green Economy).

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Ph.D, mengatakan pandemi membuat pemerintah mereposisi kebijakan dengan mengutamakan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan pelestarian lingkungan melalui penerapan ekonomi hijau

“Green economy bukan hambatan untuk masa datang, tapi suatu peluang menjadi lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Amalia dikutip dari bappenas.go.id, Kamis (18/2/2021).

Pasca pandemi COVID-19, ekonomi mengarah pada pemulihan hijau dari ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular. Hal ini menjadi langkah penting untuk menuju siklus yang lebih baik.

“Ke depan, ekonomi harus berevolusi, karena selama ini ekonomi linear dan menunjukkan adanya bahan baku. Barang diproduksi, digunakan, lalu dibuang, sehingga tidak ada barang yang didaur ulang,” katanya.

Situasi pandemi telah mengakibatkan 2,7 juta orang Indonesia kehilangan pekerjaan. Untuk itu, program ekonomi hijau diyakini dapat menciptakan peluang pekerjaan dan investasi baru, termasuk investasi 10 juta dollar AS pada pembangunan renewable technology yang dapat menciptakan 75 juta pekerja baru nantinya.

Investasi ini menciptakan pekerjaan lima kali lebih banyak dibandingkan pembangunan energi biasa. Hasil simulasi Kementerian PPN/ Bappenas menunjukkan energi baru dan restorasi lahan gambut dapat menciptakan 103 ribu pekerjaan setiap tahunnya.

“Kita lihat dunia memiliki tren baru. Pandemi telah membawa perubahan salah satunya tren green recovery. Paket ekonomi yang dilakukan negara lain adalah menempuh langkah pemulihan hijau,” imbuhnya.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Perpres tersebut diharapkan dapat mencapai penurunan target emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030 mendatang.

Perpres akan mengatur mekanisme perdagangan karbon atau karbon kredit yang bekerja dengan tiga aturan sederhana mulai dari Cap atau batasan emisi yang tidak boleh dilampaui oleh suatu negara atau perusahaan, kemudian Trade atau perdagangan sisa emisi karbon yang belum digunakan “dibeli” oleh pihak lain mengeluarkan emisi lebih banyak dari seharusnya, serta Offset atau konsekuensi akibat peningkatan emisi yang terjadi seperti menanam pohon atau berinvestasi pada energi terbarukan yang menggantikan energi fosil di wilayah lain. Selain itu juga mengatur Result Based Payment (RBP) dan pajak atas karbon yang akan mendukung target Nationally Determination Contribution (NDC) Indonesia kepada dunia sebagai wujud mitigasi dan adaptasi.

Kebijakan NEK ini menjadi landasan yang kuat bagi Indonesia untuk mencapai target NDC dan mewujudkan pembangunan rendah karbon yang terkait dengan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon serta pembentukan instrumen pengendalian dan pengawasan, seperti measurement, reporting, verification (MRV), sistem registrasi nasional (SRN), dan sertifikasi. Jika perpres tersebut disetujui, KLHK mampu menyusun peta jalan ekonomi karbon untuk jangka panjang.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, pengendalian emisi sejalan dengan pembangunan berkelanjutan, bukan merugikan pembangunan. Menurutnya, inovasi pemanfaatan nilai ekonomi karbon akan membuat langkah pengendalian emisi menjadi efektif.

“Kita wajib bisa kendalikan tingkat emisi dari sektor energi jika mau capai target emisi dan berkontribusi terhadap upaya dunia menjaga pemanasan global tidak lebih dari 2 derajat Celsius, sehingga dampak perubahan iklim bisa dikelola dengan baik," papar Siti dalam sebuah kesempatan, Kamis (18/03/2021).

Melalui Perpres NEK, pelaksanaan program ekonomi hijau rendah karbon secara masif tinggal selangkah lagi. Jika berjalan sesuai harapan, hasil pengendalian emisi dapat dinikmati dan dilanjutkan generasi mendatang. Tidak hanya memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat, akan tetapi juga membawa kelestarian lingkungan khususnya hutan. Untuk itu, perlu adanya kesempatan bagi banyak pihak untuk berkolaborasi. Upaya penurunan emisi melalui ekonomi hijau yang rendah karbon juga digalakkan oleh perusahaan swasta.

Seperti komitmen Asia Pacific Resources International Limited atau APRIL, perusahaan perkebunan serat dan penghasil kertas berkelanjutan yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di tengah pandemi COVID-19, perusahaan yang berada di bawah naungan Grup Royal Golden Eagle (RGE) itu meluncurkan komitmen APRIL2030. APRIL2030 mengandung serangkaian aksi nyata untuk menjawab masalah iklim, lingkungan, dan masyarakat. Komitmen tersebut diimplementasikan APRIL sembari tumbuh menjadi perusahaan yang berkelanjutan dalam satu dekade ke depan. Hal itu disampaikan Managing Director RGE Anderson Tanoto dalam agenda APRIL2030 secara virtual, Selasa (17/11/2020) lalu.

"Mengapa APRIL merilis komitmen ini di tengah pandemi? Ya, di balik situasi yang berat dan penuh tantangan ini justru ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk bertransformasi demi mewujudkan masa depan yang lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, terdapat empat pilar APRIL2030 untuk mendukung pembangunan berkelanjutan selama satu dekade ke depan. Keempat pilar tersebut adalah iklim positif, lanskap yang berkembang, kemajuan inklusif, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Karena itu, lewat pilar “iklim positif”, APRIL melakukan beberapa langkah untuk menahan laju perubahan iklim.

“Hal itu mencakup perwujudan nol emisi bersih dari pemanfaatan lahan dengan mengoptimalisasi penyerapan dan penyimpanan karbon, serta meminimalisasi emisi melalui pengelolaan lanskap,” jelas Anderson.

Selain itu, perusahaan penghasil kertas “PaperOneTM” ini juga berkomitmen memperkuat pemanfaatan energi terbarukan ramah lingkungan. Tujuannya, untuk memenuhi 90 persen kebutuhan energi pabrik dan 50 persen energi operasional. Salah satu caranya dengan memasang panel surya sebagai sumber energi berkapasitas 20 megawatt yang menjadi instalasi terbesar di Indonesia dari sektor swasta. Pemasangan instalasi ini ditargetkan selesai pada 2025.

“Serangkaian aksi tersebut sejalan dengan target prioritas pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050,” paparnya lagi.

Anderson menjelaskan, pemasangan panel surya dilakukan untuk mendukung komitmen Paris Agreement dalam menghentikan pemanasan suhu bumi agar tidak lebih dari 2 derajat Celcius. Panel surya mampu mengurangi emisi karbon dioksida. Tak berhenti di situ, APRIL juga berkomitmen memperluas upaya konservasi dan restorasi lahan dari yang dimiliki saat ini hingga 2030 nanti. Pada pilar komitmen “lanskap yang berkembang”, perusahaan akan memperluas area konservasi dan restorasi di luar wilayah operasional dengan menyisihkan dana dari tiap ton kayu yang digunakan dalam produksi. Untuk mencapai target APRIL2030, dana sebesar 10 juta dollar AS disiapkan untuk membiayai investasi di bidang lingkungan.

Soal pemanfaatan sains terhadap permasalahan lahan gambut tropis, APRIL tengah merampungkan pembangunan Eco Research Camp di Semenanjung Kampar, Riau. Ke depan, pusat riset tersebut terbuka untuk ilmuwan, akademisi, dan pemangku kepentingan yang ingin meneliti gambut. Sementara itu, pada pilar “kemajuan inklusif”, APRIL mendukung pemberdayaan masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai ialah menghapus kemiskinan ekstrem di radius 50 kilometer (km) dari area operasional APRIL, penyediaan layanan kesehatan dasar, mengurangi stunting di Riau hingga 50 persen, meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah, serta memastikan terciptanya kesetaraan gender.

Kemudian, pilar terakhir APRIL adalah “pertumbuhan yang berkelanjutan” lewat diversifikasi, sirkularitas bisnis, dan produksi yang bertanggung jawab. Implementasi pilar ini dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia, air, dan limbah padat.

Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Sihol Aritonang mengatakan, empat pilar APRIL2030 sejalan dengan target SDGs serta sesuai dengan program prioritas pemerintah. Sebagai informasi, PT RAPP yang merupakan bagian dari Grup APRIL ini senantiasa bersinergi dengan program pemerintah baik di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. “Misalnya, komitmen Indonesia di tingkat global untuk ambil bagian mengurangi emisi karbon, mengentaskan kemiskinan, menurunkan angka stunting, dan pendidikan yang layak. Hal ini juga tertuang dalam agenda APRIL2030,” kata Sihol beberapa waktu lalu.

Sebelum merancang APRIL2030, kata Sihol, pihaknya telah menggelar sejumlah diskusi dengan berbagai lembaga dan kementerian terkait, salah satunya adalah KLHK. Pada akhirnya, dalam mencapai target SDGs bukan hanya kerja keras satu pihak saja, melainkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi tercapainya agenda dunia untuk kesejahteraan manusia dan terjaganya bumi untuk generasi mendatang.***

Penulis : rilis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 01 Oktober 2022
Bupati Rohil Ajak Masyarakat Refleksikan Nilai-nilai Pancasila
Jumat, 30 September 2022
Danrem 031 Wirabima dan Istri Dikukuhkan Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting Riau
Jumat, 30 September 2022
Dilaporkan LSM BAN Garap Kawasan Hutan Tanpa Izin, Budiman Lubis Minta Pelapor Belajar Undang-Undang
Jumat, 30 September 2022
Kasus Penganiayaan Anak Bawah Umur di Dalu-Dalu Mulai Disidangkan

Serantau lainnya ...
Minggu, 02 Oktober 2022
Hadir dengan 30 Brand Ternama, FCL Jadi Surga Belanja Muslimah Pekanbaru
Selasa, 20 September 2022
Buka Rekening bank bjb Bisa Dapat Tiket Nonton Solo Batik Music Festival
Selasa, 20 September 2022
Terobosan Baru AsmaraNur Modeling School Terbukti Antarkan Naomy Angelica Raih 4th Runer Up Miss Indonesia 2022
Senin, 19 September 2022
Wakili Riau, Naomy Angelica Dari AsmaraNur Modeling School Raih 4th Runner Up Miss Indonesia 2022

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan

Advertorial lainnya ...
Senin, 03 Oktober 2022
Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Vivo Y33T
Jumat, 30 September 2022
Wujud Dukungan “Green Energy”, DPR Siapkan 55 Mobil Listrik di Acara P20
Rabu, 28 September 2022
PKM Penangan Limbah Ternak Sapi dan Psikoedukasi Pasca Covid-19
Senin, 19 September 2022
Anak Muda Riau Didukung Melek Dunia Digital, LAM: Peluang Kerja Masa Depan Bukan Lagi di Kantor Camat

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 26 September 2022
Yayasan SIKLUS Melayani Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza
Rabu, 21 September 2022
Peringati Milad ke-42 Tahun RSI Ibnu Sina, 40 Peserta Ikuti Seminar Awam Kesehatan Ibu dan Anak
Selasa, 20 September 2022
Anak Kejang-kejang Hendak Dibawa ke Rumah Sakit tapi Jalanan Macet, Untung Polisi Turun Tangan
Rabu, 14 September 2022
Jangan Lewatkan! RSI Ibnu Sina Gelar Seminar Awam Gratis 'Ibu Cerdas Anak Sehat'

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 01 Oktober 2022
Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Kamis, 29 September 2022
Umri Puncaki Ranking LL DIKTI Wilayah X Versi UniRank Edisi 2022
Rabu, 28 September 2022
Unilak Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru hingga 1 Oktober 2022
Selasa, 27 September 2022
Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UMRI Kampung Rantau Panjang 2022 Tanam 100 Bibit Pohon Buah

Kampus lainnya ...
Selasa, 13 September 2022
PHE Kampar Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas dan Serahkan Beasiswa di Kerumutan
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi

CSR lainnya ...

Khas 1 September 2022
Terpopuler
Pegadaian Oktober 2022
Foto
Pertamina
Diskes Rohul Agustus 2022
Selasa, 20 September 2022
KODEgroup Sukses Gelar DO Music Festival 2022 di Alam Mayang
Selasa, 13 September 2022
Ribut-ribut Wudu Nagita Slavina Disebut Salah Semua, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!

Selebriti lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Riau 2022 - April RAPP
Rabu, 21 September 2022
Sambangi Muslim World League, Gubri Bahas Pengembangan Quran Center
Sabtu, 20 Agustus 2022
Meriahkan HUT RI, Ribuan Warga Desa Suka Mulya Kampar Ikuti Salawat Akbar Kebangsaan
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis

Religi lainnya ...
HUT RI 77 - APRIL RAPP
Indeks Berita
www www