Rabu, 07 Desember 2022

Breaking News

  • Bapenda Riau Pastikan Tak Ada Pemutihan Denda Pajak Tahun Ini   ●   
  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Muflihun Sebut Harga Sembako Masih Stabil   ●   
  • Masih Jauh dari Target, Retribusi Sampah di Pekanbaru Baru Rp 3,8 Miliar   ●   
  • Kades di Meranti Berharap Perseteruan Bupati dan Gubri Tidak Berlanjut   ●   
  • Wamendes: Kemajuan Desa Mandiri di Riau Melejit   ●   
  • Riau Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor 2022 sampai Akhir Desember   ●   
  • Kasus Covid-19 Menanjak, Gubri Perintahkan Gesa Vaksinasi Booster   ●   
  • Paling Lambat 3 Desember, Pemprov Riau Ingatkan 8 Daerah segera Usulkan Draf APBD 2023   ●   
  • Kapolda Pertama yang Turun Langsung ke Lokasi Gempa Cianjur, Irjen Iqbal Bawa 9 Truk Sembako   ●   
  • Sensus Terkini, Pertumbuhan Islam di Inggris Meroket
Yamaha 27-30 November 2022

Kisah PKPRM di Riau, Jutaan Mangrove untuk Menjaga Batas Negara
Kamis, 16 Desember 2021 21:22 WIB
Kisah PKPRM di Riau, Jutaan Mangrove untuk Menjaga Batas Negara

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Riak badai Selat Melaka membawa ombak hingga ke pulau terluar Indonesia. Menghajar langsung tepian pantai Desa Muntai, Pulau Bengkalis, Provinsi Riau. Satu persatu nyiur di sini tak lagi melambai, tersebab tak ada lagi tanah penyangga.

Setapak demi setapak, jejak kampung berubah menjadi laut tersebab abrasi. Warga kampung di Pulau Bengkalis dulu putus asa menangis. Namun kini mereka bangkit dan bertekad baja, bersama-sama turun ke pantai membangunkan prajurit penjaga batas negara.

Matahari beranjak ke atas kepala. Terik bercampur angin dari selat Melaka, menerpa langsung pondok kayu di tepi Pantai Raja Kecik. Puluhan orang anggota kelompok Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPMPL), tampak tengah bersiap-siap. Mereka memakai baju kerja seadanya, bertelanjang kaki.

''Hari ini kami mau turun ke pantai. Menyisip bibit-bibit mangrove yang mati karena diterjang ombak. Sudah beberapa hari ini ada badai, banyak bibit-bibit yang mati ataupun hanyut,'' kata Rozita (46), salah satu penggerak kelompok, kala ditemui awal bulan September 2021 lalu.

Rozita bukan satu-satunya perempuan yang 'siap tempur'. Di kelompok mereka, ada puluhan perempuan yang semula hanya mengurus rumah tangga, ikut serta dalam kegiatan penanaman mangrove. Mereka meluangkan waktu bersama suami, dan anak-anak mereka menanam bibit mangrove di hamparan seluas 100 ha.

Kegiatan penanaman mangrove di Pulau Bengkalis, merupakan bagian dari rehabilitasi besar-besaran kawasan pesisir melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan sejak tahun 2020 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tahun 2021 kegiatan ini dilanjutkan bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dengan tema Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM).

Rehabilitasi menjadi kegiatan penting karena keberadaan hutan mangrove juga menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Jika mangrove rusak maka dampaknya akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat setempat. Di masa pandemi, pemerintah melalui KLHK dan BRGM RI menjadikan kegiatan penanaman mangrove berbasis masyarakat sebagai strategi memberikan stimulus perekonomian, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Total kegiatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Bengkalis menjangkau lahan seluas 1.292 ha. Tahun 2020 dilaksanakan pada lahan seluas 319 ha, dengan lokasi terluas 100 ha berada di Desa Muntai Barat. Kemudian lanjut di tahun 2021 pada areal lahan seluas 973 ha. Seluruh kegiatan ini melibatkan peran serta masyarakat lokal, seperti Rozita dan kawan-kawan sekampungnya.

''Dari PKPRM Mangrove inilah kami sedikit punya harapan, kelak kampung kami akan terselamatkan dari abrasi. Ini adalah mimpi kami bersama untuk menjaga tiap tapak kampung, agar tidak jatuh ke laut. Lihatlah daratan desa kami terus berkurang,'' kata Rozita menunjuk tepian pantai desa Muntai. Sejauh mata memandang, sejauh itu pulalah dampak abrasi terlihat dengan bertumbangannya banyak pepohonan.

Desa Muntai Barat, Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, termasuk dalam lokasi prioritas ketahanan iklim sub sektor pesisir Kementerian PPN/Bappenas (Mahyastuti et al., 2021). Dari riset terdahulu menemukan bahwa dalam kurun waktu antara tahun 1988-2014 saja, abrasi di lokasi terdepan Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara Malaysia ini mengalami pengurangan luas daratan hingga 42,5 ha per tahun.

''Dulu disitu sebenarnya ada rumah. Sudah jatuh ke laut. Bahkan di kampung sebelah, sudah banyak kebun orang yang tidak terselamatkan. Tiap musim ombak tinggi, hati kami menangis, mau berapa lama lagi pulau ini bisa bertahan dari abrasi? sementara di seberang sana, negara tetangga yang tampak di mata, justru sedang melakukan reklamasi. Daratan mereka bertambah, daratan kita terus berkurang,'' kata Rozita dengan tatapan mata nelangsa.

Ya, kampung Muntai Barat dan sekitarnya berada di salah satu pulau terdepan Indonesia. Jika cuaca terang, perbukitan negara Malaysia, terlihat dari desa mereka. Bila berperahu mesin, hanya butuh waktu kurang dari satu jam saja, sudah bisa jalan-jalan keluar negeri di sini. Begitulah saking dekatnya desa ini dengan negara tetangga.

Bila mengambil jarak lurus antara garis pantai Pulau Bengkalis dengan garis pantai negara tetangga Malaysia, maka kedua daratan sebenarnya hanya terpisah ± 46 kilometer oleh Selat Melaka. Artinya Pulau Bengkalis merupakan salah satu batas negara dan pulau terdepan yang dapat menjadi etalase Indonesia. Karena itupula dampak perubahan iklim di wilayah pesisir ini menuntut perlunya strategi adaptasi dan mitigasi, salah satunya dengan melakukan penanaman mangrove.

Program dengan pelibatan masyarakat akan membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat (Siwiyanti et al., 2021). Kesejahteraan masyarakat akan dapat mendorong peran serta masyarakat untuk ikut bersama-sama memulihkan lingkungan melalui penanaman mangrove, sehingga mereka tidak semata melihat program ini sebagai kerja dan tanggungjawab pemerintah semata.

''Meski dari PKPRM Mangrove tidak memiliki anggaran pemeliharaan, kami sudah bersebati kuat dengan program pemerintah ini. Kami bertekad bahwa tiap bibit mangrove yang ditanam, harus kami jaga agar tetap hidup. Jadi kalau ada yang mati, kami memang sukarela menanamnya kembali,'' kata Rozita penuh semangat sambil menggotong bibit propagul.

Ia turun ke pantai, bersama puluhan anggota kelompok lainnya. Mereka mulai menyisip bibit yang mati dengan bibit yang baru. Tiap bibit yang ditanam, diikat menggunakan tali rafia ke ajir yang terbuat dari potongan bambu. Berpatokan dari ajir inilah mereka melihat satu persatu bibit yang perlu disisip.

''Kalau air surut, berjuta ajir mangrove bisa terlihat dari tepi pantai. Inilah prajurit-prajurit penjaga desa kami dari abrasi,'' kata Rozita saat menanam bibit.

Penulis : Unik Susanti
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Cerita Petugas Padat Karya di Pelalawan Berhenti Bekerja Lantaran Temukan Sarang Ular
Selasa, 06 Desember 2022
Bupati Rohil Pimpin Rakor Forkopimda tentang Antisipasi Banjir dan Persiapan Nataru
Selasa, 06 Desember 2022
Jajaran Polres Bengkalis dan TNI Bersinergi Bantu Masyarakat Kurang Mampu
Selasa, 06 Desember 2022
Sambut Hari HAM se-Dunia, Imigrasi Siak Buka Pekan Layanan Ramah Hak Asasi Manusia

Serantau lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Kotak Baca Gairahkan Lagi Literasi di Pekanbaru
Rabu, 30 November 2022
Resep Martabak Telur Roti Tawar, Simpel dan Enak ala Chef Devina Hermawan
Rabu, 30 November 2022
Forum Maxi Pekanbaru Peduli Gempa Cianjur
Selasa, 29 November 2022
Rinaldi dan Chandra Resmi Pimpin Nmax Owner Communitas Periode 2022 - 2024

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Siak sudah Mulai Transformasi Keuangan ke Sistem Digital
Kamis, 01 Desember 2022
Kuau Raja, Si Burung Bermata Seratus dari Sumbar yang Terancam Punah
Rabu, 30 November 2022
Mengenal Ubur-ubur Kotak, Makhluk Laut Paling Berbisa di Dunia
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Sambiloto: Si Raja Pahit yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan
Senin, 28 November 2022
Dinas P3AP2-KB Riau Luncurkan Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Rektor Unri Resmikan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus Fakultas Pertanian
Senin, 05 Desember 2022
Pererat Silaturahmi Antar Mahasiswa Kampar di Yogyakarta, IPRY-KK Gelar Malam Keakraban
Jumat, 02 Desember 2022
5 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali setelah Lulus, Kamu Bagaimana?
Kamis, 01 Desember 2022
Penggunaan Gedung SMK Revolusi 4.0 SMK Abdurrab Pekanbaru Diresmikan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Pegadaian Oktober 2022
Terpopuler

04

Khas Hotel November 2022
Foto
DPRD Riau 2022 1
Diskes Rohul Agustus 2022
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau 2022 2
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Indeks Berita
DPRD Riau HUT BRIMOB 2022DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www