Selasa, 25 Januari 2022

Breaking News

  • Pengamanan Nataru Riau Kerahkan 2.527 Personel Gabungan   ●   
  • Varian Omicron Belum Ditemukan di Riau   ●   
  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula
Yamaha 22-28 Januari 2022
Polling
3 Tahun Kepemimpinan Syamsuar-Edy Natar Nasution sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau pada 20 Februari 2022, Bagaimana Kinerja Mereka Menurut Anda?


Kisah PKPRM Mangrove di Riau; Warga Desa Bagai Kenduri di Masa Pandemi
Jum'at, 17 Desember 2021 09:48 WIB
Kisah PKPRM Mangrove di Riau; Warga Desa Bagai Kenduri di Masa Pandemi
PKPRM Mangrove di Desa Muntai Barat berada di area seluas 100 hektar.

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM) adalah program padat karya yang didanai APBN. Tujuan utamanya membantu ekonomi masyarakat terutama di masa sulit pandemi, sekaligus tentu saja sebagai upaya pemulihan lingkungan di kawasan pesisir.

Pulau Bengkalis menjadi salah satu prioritas lokasi pelaksanaan PKPRM Mangrove di 2020-2021. Sekitar 121 Km kawasan pesisir di pulau terdepan Indonesia ini telah berpuluh tahun mengalami ancaman abrasi.

''Inilah program pemerintah pertama yang benar-benar langsung dirasakan masyarakat manfaatnya. Karena yang mengerjakan semuanya masyarakat, mulai dari pembibitan, pemasangan ajir, sampai penanaman, semua dibayar negara langsung ke rekening anggota,'' ungkap Solihin (46), pembina IPMPL.

Kegiatan PKPRM Mangrove di Desa Muntai Barat berada di area seluas 100 hektar. Dengan pola tanam 1x1 meter, maka per hektar kawasan pantai yang terancam abrasi di Desa Muntai Barat, ditanami sekitar 10 ribu bibit propagul. Artinya ada sekitar 1 juta bibit propagul yang ditanam di sepanjang garis pantai desa Muntai Barat. Propagul adalah buah mangrove yang telah mengalami perkecambahan.

IPMPL sendiri melaksanakan kegiatan PKPRM Mangrove yang menjangkau tiga desa berdekatan, yakni Muntai, Muntai Barat dan Pambang Pesisir, maka diperkirakan ada sekitar 2,1 juta bibit propagul yang ditanam di garis pantai ini, dengan melibatkan warga dari tiga desa. Khusus di dengan pelibatan 10.710 tenaga kerja atau Hari Orang Kerja (HOK). Hampir seluruh warga desa terlibat dalam kegiatan ini dan mendapatkan pendapatan Rp110.000.000/HOK.

Mulai dari pengadaan bibit, pengerjaan, hingga penanaman, seluruhnya memiliki hitungan pembiayaan yang langsung dibayarkan ke rekening kelompok dan rekening masing-masing anggota atau account to account. Karena tantangan menanam mangrove di kawasan pesisir ini sangat tidak mudah, maka hitungan yang dibayarkan adalah jumlah bibit dan luas mangrove yang berhasil ditanami masyarakat. Bilamana ada bibit yang akhirnya mati, kerja keras masyarakat yang telah menanam tetap dihargai.

''Di 2020 lalu per orang bisa bawa pulang uang antara Rp3,5-4 juta. Dalam satu keluarga, yang bekerja bisa 3-4 orang. Jadi dengan adanya program padat karya ini, orang sekampung bagai merasakan kenduri, apalagi di masa sulit pandemi, uang senilai itu sangat berarti sekali,'' kata Solihin.

Karena lokasi kampung mereka sangat dekat dengan negara tetangga, banyak dari warga desa yang dulunya merantau bekerja ke Malaysia sebagai pekerja lepas. Saat puncak pandemi, Malaysia memulangkan tenaga kerja Indonesia, dan mulai menutup pintu masuk. Sejak itulah banyak warga desa yang biasanya menjadi buruh di negara tetangga, seketika menganggur.

‘’Namun dengan adanya PKPRM Mangrove, mereka ini bisa bekerja di kampung sendiri. Alhamdulillah program ini dapat memberi harapan baru bagi ekonomi masyarakat yang kehilangan pekerjaan di masa sulit pandemi,’’ kata Solihin.

Pria paruh baya ini menceritakan, selain menghadapi abrasi, rusaknya ekosistem mangrove juga membuat para nelayan kehilangan pendapatan. Berbagai hasil laut seperti udang, kepiting, lokan, dan lain sebagainya, ikut hilang saat mangrove rusak, baik karena faktor alam ataupun sengaja dirusak oleh ulah oknum yang tidak memperhatikan lingkungan. Kondisi ini sebenarnya sudah banyak ditemukan dari berbagai penelitian oleh para ahli, dimana mereka juga memprediksi bahwa kerugian karena dampak lingkungan dari rusaknya mangrove juga disebabkan perubahan iklim global (Handiani, 2019).

Dari hasil PKPRM Mangrove 2020, diakui sudah mulai terasa manfaatnya oleh nelayan setempat. Meski belum semua bibit mangrove tumbuh besar, namun habitat yang biasa hidup di sekitar mangrove sudah mulai terlihat.

''PKPRM Mangrove ini membuktikan bahwa Negara masih hadir, karena itu masyarakat disini semuanya semangat melakukan kegiatan penanaman mangrove, karena ingin ikan, lokan dan udang kembali ke pantai kami lagi,'' tambah Solihin.

Dengan inspirasi adanya PKPRM Mangrove, sejak tahun 2020 masyarakat Desa Muntai Barat dibawah koordinasi Solihin, juga mulai membuka ekowisata berbasis mangrove di Pantai Raja Kecik. Secara gotong royong mereka mulai 'menularkan virus' cinta lingkungan bagi masyarakat sekitar, dengan cara berwisata tanpa merusak alam.

''Jika alam dirusak, maka pantai wisata Raja Kecik ini akan hilang. Jika hilang maka alternatif ekonomi masyarakat juga jadi hilang. Itu yang terus menerus kami sampaikan, dan Alhamdulillah masyarakat semakin cinta lingkungan, terutama cinta mangrove,'' ungkap Solihin.

Di lokasi ekowisata ini sudah terbangun jembatan Datok Bandar Jamal sepanjang hampir 1 Km yang dibangun secara swadaya, dan ujungnya menghadap langsung Selat Melaka ke arah Malaysia. Dari lokasi jembatan ini juga bisa terlihat jutaan bibit mangrove yang ditanam masyarakat. Sebagai sarana pendukung, masyarakat juga membuka usaha kuliner di lokasi pantai. Fasilitas yang sudah terbangun di antaranya toilet, mushola sederhana dan lahan parkir yang luas.

''Meski pantai wisata ini belum diresmikan, namun sudah ribuan orang juga datang kesini. Dengan adanya PKPRM Mangrove, sekarang kehidupan sosial ekonomi masyarakat jadi meningkat, baik dari kegiatan langsung maupun kegiatan ekowisata sebagai dampak dari program pemerintah tersebut,'' jelas Solihin.

Untuk terlibat dalam proses pemulihan ekosistem mangrove yang didanai APBN, kelompok masyarakat masih dihadapkan pada proses administrasi yang tidak mudah. Untuk itu mereka mendapatkan pendampingan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan pada pelaksanaan PKPRM Mangrove 2020, dan tahun ini dibantu Pokja BRGM RI.

''Syarat utamanya ada tiga saja, yakni tersedia lahan, ada kelompok, dan ada bibit. Alhamdulillah kelompok kami memenuhi syarat dan bisa mengikuti PKPRM Mangrove 2020 lalu, dan lanjut di 2021,'' kata Kumar (26), sekretaris IPMPL.

Hari beranjak semakin siang, air laut mulai pasang. Puluhan masyarakat yang tadinya menyisip bibit mangrove mulai naik. Meski lelah terlihat, namun mereka masih penuh semangat. Bibit sisipan yang belum sempat tertanam, mereka rapikan di tepian. Pemulihan lingkungan di sini memang seperti berkejaran dengan waktu.

Penulis : Unik Susanti
Editor : Yusni
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
3 Tahun Kepemimpinan Syamsuar-Edy Natar Nasution sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau pada 20 Februari 2022, Bagaimana Kinerja Mereka Menurut Anda?

Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 02 November 2021
Gajah Seberat 2 Ton Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 25 Januari 2022
Bupati Kampar: Tanoto Foundation Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Selasa, 25 Januari 2022
150 Pekerja Non Formal di Desa Petani Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Selasa, 25 Januari 2022
Didirikan Sejak 2012, Ini Sederet Keunggulan Abdurrab Islamic School
Selasa, 25 Januari 2022
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 400 Siswa di Pelalawan

Serantau lainnya ...
Rabu, 12 Januari 2022
UMKM Makin Berkembang, Partai Perindo Ungkap Ide Usaha Potensial di 2022
Rabu, 12 Januari 2022
4 Alternatif Nasi Putih untuk Menurunkan Berat Badan
Kamis, 06 Januari 2022
Fashion Trendi Famys Hijab Collection, Kualitas Terjamin, Harga Bersahabat
Kamis, 30 Desember 2021
Kostum Penjual Jamu Gendong Juarai Parade Kostum Kreasi 2021

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 06 Desember 2021
Raih WTP Lima Kali Berturut-turut, Pekanbaru Terima Penghargaan dari Kemenkeu
Jumat, 03 Desember 2021
Pemko Pekanbaru Terima Aset Fasos dan Fasum dari Pengembang Perumahan
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau

Advertorial lainnya ...
Rabu, 19 Januari 2022
Punya iPhone 12 Sekarang Lebih Gampang, Siapapun Bisa Memilikinya!
Selasa, 11 Januari 2022
Mengenal Risiko dan Peluang Investasi Bitcoin
Jumat, 17 Desember 2021
Ikan Alien Kepala Transparan Tertangkap Kamera
Rabu, 15 Desember 2021
Ahmad Ghani Al Ghifari Ukir Prestasi di Bidang Robotik, Mulai Rakit Robot Hingga Memprogram Drone

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 18 Desember 2021
Mantan Wakil Rektor UIN Suska Didapuk sebagai Pembicara oleh Perusahaan Nutrisi Terbesar di Dunia
Jumat, 17 Desember 2021
Amerika Izinkan Pil Aborsi Dikirim Lewat Pos
Selasa, 30 November 2021
Wanita Malaysia Punya Golongan Darah Emas, Cuma 43 Orang di Bumi
Rabu, 27 Oktober 2021
Dikira Kena Covid-19, Gadis Ini Ternyata Sakit Parah Akibat Isap Vape

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 25 Januari 2022
Unilak dan Korem 031/Wirabima Adakan LKBB, Diikuti Sekolah se-Riau
Jumat, 21 Januari 2022
Dewan Energi Mahasiswa Riau Apresiasi Hadirnya SPKLU Pertama di Riau
Kamis, 20 Januari 2022
Unilak Jalin Kerjasama dengan SMKN 4 Pekanbaru, Mulai dari Peningkatan Kompetensi Guru Hingga Magang
Senin, 17 Januari 2022
Pascasarjana UIR Sosialisasikan Program S2 dan S3 ke Anggota DPRD Pelalawan

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
3 Tahun Kepemimpinan Syamsuar-Edy Natar Nasution sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau pada 20 Februari 2022, Bagaimana Kinerja Mereka Menurut Anda?


Khas Selasa
Terpopuler
Foto
HUT Meranti 2021 - APRIL
Nataru - April
Kamis, 13 Januari 2022
Tayang Besok, Adakah Kesamaan Virgin The Series dan Film Virgin 2004?
Selasa, 11 Januari 2022
Sinopsis Penyalin Cahaya, Film Original Netflix Tayang 13 Januari 2022
Jumat, 24 Desember 2021
Kontroversi Syuting Sinetron di Lokasi Bencana Semeru, Ini Faktanya...
Senin, 22 November 2021
Bikin Mewek, Gala Ingin Telepon Vanessa Angel & Bibi karena Rindu

Selebriti lainnya ...
PT PER 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 15 Desember 2021
Ada 7.139 Masjid di Riau, Bagaimana Kondisi Remaja Masjidnya?
Rabu, 24 November 2021
Rangkaian HUT ke-23, BKMT Riau Gelar 'Musabaqah Menterjemah Alquran'
Kamis, 04 November 2021
Persembahkan Karya Tenas Effendy, LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Alquran dan Hadis
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat

Religi lainnya ...
Selasa, 28 Desember 2021
Legislator Pekanbaru Doakan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2020
Selasa, 28 Desember 2021
Aplikasi PeduliLindungi Sudah Diterapkan di Pekanbaru, Robin: Tim Vaksin juga Harus Disiapkan
Selasa, 28 Desember 2021
Respon Cepat Pemkab Rohul Tangani Banjir Berhasil Hindarkan Jatuhnya Korban Jiwa
Senin, 27 Desember 2021
Legislator Pekanbaru Sebut Razia BPOM Terkesan Tebang Pilih

ADV lainnya ...
Indeks Berita
www www