Jumat, 02 Desember 2022

Breaking News

  • Kades di Meranti Berharap Perseteruan Bupati dan Gubri Tidak Berlanjut   ●   
  • Wamendes: Kemajuan Desa Mandiri di Riau Melejit   ●   
  • Riau Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor 2022 sampai Akhir Desember   ●   
  • Kasus Covid-19 Menanjak, Gubri Perintahkan Gesa Vaksinasi Booster   ●   
  • Paling Lambat 3 Desember, Pemprov Riau Ingatkan 8 Daerah segera Usulkan Draf APBD 2023   ●   
  • Kapolda Pertama yang Turun Langsung ke Lokasi Gempa Cianjur, Irjen Iqbal Bawa 9 Truk Sembako   ●   
  • Sensus Terkini, Pertumbuhan Islam di Inggris Meroket   ●   
  • Oknum Staf KUA Diduga Lecehkan Siswi MTs di Siak Ditangkap   ●   
  • UMK 2023 Kepulauan Meranti Naik 8,03 Persen, Jadi Rp3,224 Juta   ●   
  • Satpol PP Pekanbaru Turunkan 100 Personel Amankan Tour de Siak
Yamaha 27-30 November 2022

Kisah PKPRM Mangrove di Riau; Warga Desa Bagai Kenduri di Masa Pandemi
Jum'at, 17 Desember 2021 09:48 WIB
Kisah PKPRM Mangrove di Riau; Warga Desa Bagai Kenduri di Masa Pandemi
PKPRM Mangrove di Desa Muntai Barat berada di area seluas 100 hektar.

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM) adalah program padat karya yang didanai APBN. Tujuan utamanya membantu ekonomi masyarakat terutama di masa sulit pandemi, sekaligus tentu saja sebagai upaya pemulihan lingkungan di kawasan pesisir.

Pulau Bengkalis menjadi salah satu prioritas lokasi pelaksanaan PKPRM Mangrove di 2020-2021. Sekitar 121 Km kawasan pesisir di pulau terdepan Indonesia ini telah berpuluh tahun mengalami ancaman abrasi.

''Inilah program pemerintah pertama yang benar-benar langsung dirasakan masyarakat manfaatnya. Karena yang mengerjakan semuanya masyarakat, mulai dari pembibitan, pemasangan ajir, sampai penanaman, semua dibayar negara langsung ke rekening anggota,'' ungkap Solihin (46), pembina IPMPL.

Kegiatan PKPRM Mangrove di Desa Muntai Barat berada di area seluas 100 hektar. Dengan pola tanam 1x1 meter, maka per hektar kawasan pantai yang terancam abrasi di Desa Muntai Barat, ditanami sekitar 10 ribu bibit propagul. Artinya ada sekitar 1 juta bibit propagul yang ditanam di sepanjang garis pantai desa Muntai Barat. Propagul adalah buah mangrove yang telah mengalami perkecambahan.

IPMPL sendiri melaksanakan kegiatan PKPRM Mangrove yang menjangkau tiga desa berdekatan, yakni Muntai, Muntai Barat dan Pambang Pesisir, maka diperkirakan ada sekitar 2,1 juta bibit propagul yang ditanam di garis pantai ini, dengan melibatkan warga dari tiga desa. Khusus di dengan pelibatan 10.710 tenaga kerja atau Hari Orang Kerja (HOK). Hampir seluruh warga desa terlibat dalam kegiatan ini dan mendapatkan pendapatan Rp110.000.000/HOK.

Mulai dari pengadaan bibit, pengerjaan, hingga penanaman, seluruhnya memiliki hitungan pembiayaan yang langsung dibayarkan ke rekening kelompok dan rekening masing-masing anggota atau account to account. Karena tantangan menanam mangrove di kawasan pesisir ini sangat tidak mudah, maka hitungan yang dibayarkan adalah jumlah bibit dan luas mangrove yang berhasil ditanami masyarakat. Bilamana ada bibit yang akhirnya mati, kerja keras masyarakat yang telah menanam tetap dihargai.

''Di 2020 lalu per orang bisa bawa pulang uang antara Rp3,5-4 juta. Dalam satu keluarga, yang bekerja bisa 3-4 orang. Jadi dengan adanya program padat karya ini, orang sekampung bagai merasakan kenduri, apalagi di masa sulit pandemi, uang senilai itu sangat berarti sekali,'' kata Solihin.

Karena lokasi kampung mereka sangat dekat dengan negara tetangga, banyak dari warga desa yang dulunya merantau bekerja ke Malaysia sebagai pekerja lepas. Saat puncak pandemi, Malaysia memulangkan tenaga kerja Indonesia, dan mulai menutup pintu masuk. Sejak itulah banyak warga desa yang biasanya menjadi buruh di negara tetangga, seketika menganggur.

‘’Namun dengan adanya PKPRM Mangrove, mereka ini bisa bekerja di kampung sendiri. Alhamdulillah program ini dapat memberi harapan baru bagi ekonomi masyarakat yang kehilangan pekerjaan di masa sulit pandemi,’’ kata Solihin.

Pria paruh baya ini menceritakan, selain menghadapi abrasi, rusaknya ekosistem mangrove juga membuat para nelayan kehilangan pendapatan. Berbagai hasil laut seperti udang, kepiting, lokan, dan lain sebagainya, ikut hilang saat mangrove rusak, baik karena faktor alam ataupun sengaja dirusak oleh ulah oknum yang tidak memperhatikan lingkungan. Kondisi ini sebenarnya sudah banyak ditemukan dari berbagai penelitian oleh para ahli, dimana mereka juga memprediksi bahwa kerugian karena dampak lingkungan dari rusaknya mangrove juga disebabkan perubahan iklim global (Handiani, 2019).

Dari hasil PKPRM Mangrove 2020, diakui sudah mulai terasa manfaatnya oleh nelayan setempat. Meski belum semua bibit mangrove tumbuh besar, namun habitat yang biasa hidup di sekitar mangrove sudah mulai terlihat.

''PKPRM Mangrove ini membuktikan bahwa Negara masih hadir, karena itu masyarakat disini semuanya semangat melakukan kegiatan penanaman mangrove, karena ingin ikan, lokan dan udang kembali ke pantai kami lagi,'' tambah Solihin.

Dengan inspirasi adanya PKPRM Mangrove, sejak tahun 2020 masyarakat Desa Muntai Barat dibawah koordinasi Solihin, juga mulai membuka ekowisata berbasis mangrove di Pantai Raja Kecik. Secara gotong royong mereka mulai 'menularkan virus' cinta lingkungan bagi masyarakat sekitar, dengan cara berwisata tanpa merusak alam.

''Jika alam dirusak, maka pantai wisata Raja Kecik ini akan hilang. Jika hilang maka alternatif ekonomi masyarakat juga jadi hilang. Itu yang terus menerus kami sampaikan, dan Alhamdulillah masyarakat semakin cinta lingkungan, terutama cinta mangrove,'' ungkap Solihin.

Di lokasi ekowisata ini sudah terbangun jembatan Datok Bandar Jamal sepanjang hampir 1 Km yang dibangun secara swadaya, dan ujungnya menghadap langsung Selat Melaka ke arah Malaysia. Dari lokasi jembatan ini juga bisa terlihat jutaan bibit mangrove yang ditanam masyarakat. Sebagai sarana pendukung, masyarakat juga membuka usaha kuliner di lokasi pantai. Fasilitas yang sudah terbangun di antaranya toilet, mushola sederhana dan lahan parkir yang luas.

''Meski pantai wisata ini belum diresmikan, namun sudah ribuan orang juga datang kesini. Dengan adanya PKPRM Mangrove, sekarang kehidupan sosial ekonomi masyarakat jadi meningkat, baik dari kegiatan langsung maupun kegiatan ekowisata sebagai dampak dari program pemerintah tersebut,'' jelas Solihin.

Untuk terlibat dalam proses pemulihan ekosistem mangrove yang didanai APBN, kelompok masyarakat masih dihadapkan pada proses administrasi yang tidak mudah. Untuk itu mereka mendapatkan pendampingan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan pada pelaksanaan PKPRM Mangrove 2020, dan tahun ini dibantu Pokja BRGM RI.

''Syarat utamanya ada tiga saja, yakni tersedia lahan, ada kelompok, dan ada bibit. Alhamdulillah kelompok kami memenuhi syarat dan bisa mengikuti PKPRM Mangrove 2020 lalu, dan lanjut di 2021,'' kata Kumar (26), sekretaris IPMPL.

Hari beranjak semakin siang, air laut mulai pasang. Puluhan masyarakat yang tadinya menyisip bibit mangrove mulai naik. Meski lelah terlihat, namun mereka masih penuh semangat. Bibit sisipan yang belum sempat tertanam, mereka rapikan di tepian. Pemulihan lingkungan di sini memang seperti berkejaran dengan waktu.

Penulis : Unik Susanti
Editor : Yusni
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 01 Desember 2022
Diramaikan Mantan Pemain Timnas Peri Sandria, Pj Bupati Kampar akan Buka Turnamen Sepakbola Omputaka Cup I 2022
Kamis, 01 Desember 2022
Hari Bakti PU ke-77, Gubernur Syamsuar Resmikan Dua Jalur Jalan di Pekanbaru
Kamis, 01 Desember 2022
Ribuan Warga Ikut Fun Bike Jelang Pembukaan Tour de Siak, Hadiah Utama Sepeda Motor Listrik Gesits
Kamis, 01 Desember 2022
Begini Rekomendasi Banggar DPRD Terhadap APBD Pelalawan 2023

Serantau lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Resep Martabak Telur Roti Tawar, Simpel dan Enak ala Chef Devina Hermawan
Rabu, 30 November 2022
Forum Maxi Pekanbaru Peduli Gempa Cianjur
Selasa, 29 November 2022
Rinaldi dan Chandra Resmi Pimpin Nmax Owner Communitas Periode 2022 - 2024
Rabu, 23 November 2022
Kenali PHA: Kandungan Skincare untuk Kulit Sensitif

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Kamis, 01 Desember 2022
Kuau Raja, Si Burung Bermata Seratus dari Sumbar yang Terancam Punah
Rabu, 30 November 2022
Mengenal Ubur-ubur Kotak, Makhluk Laut Paling Berbisa di Dunia
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang
Senin, 21 November 2022
Kemenkominfo Gelar Literasi Digital, "Tips Digital: WhatsApp For Business"

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Sambiloto: Si Raja Pahit yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan
Senin, 28 November 2022
Dinas P3AP2-KB Riau Luncurkan Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 01 Desember 2022
Penggunaan Gedung SMK Revolusi 4.0 SMK Abdurrab Pekanbaru Diresmikan
Kamis, 01 Desember 2022
5 Kampus Paling Diminati di Indonesia
Senin, 28 November 2022
Hendriko Dikukuhkan sebagai Guru Besar Pertama di Politeknik Caltex Riau
Jumat, 25 November 2022
Pemko Pekanbaru Ajak Hima Persis Beri Kontribusi Nyata Bangun Pekanbaru

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Pegadaian Oktober 2022
Terpopuler
Khas Hotel November 2022
Foto
DPRD Riau 2022 1
Diskes Rohul Agustus 2022
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung
Sabtu, 19 November 2022
Nia Ramadhani Ungkap Terjerat Narkoba Bukan Akhir Dunia

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau 2022 2
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi
Jumat, 28 Oktober 2022
Niat Awal untuk Pendidikan, Alina Kini Mencintai Islam
Selasa, 25 Oktober 2022
Ustaz Yurnalis di Hadapan Warga Binaan: Jika Ingin Jadi Insan Hebat, Lapangkan Hati

Religi lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Indeks Berita
DPRD Riau HUT BRIMOB 2022DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www