Senin, 17 Januari 2022

Breaking News

  • Pengamanan Nataru Riau Kerahkan 2.527 Personel Gabungan   ●   
  • Varian Omicron Belum Ditemukan di Riau   ●   
  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula
Yamaha 16-18 Januari 2022

Menuai Berkah di Balik Keindahan Danau Zamrud
Selasa, 28 Desember 2021 10:07 WIB
Menuai Berkah di Balik Keindahan Danau Zamrud
Rudi Hartono, salah satu nelayan di Danau Zamrud mengemudikan sampannya.

SIAKSRIINDRAPURA (CAKAPLAH) - Sahut-sahutan suara burung seakan menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau ke Taman Nasional Zamrud, di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (27/11/2021).

Cuaca yang bersahabat pagi itu membuat perjalanan Tim Ekspediai PWI Riau yang didampingi staf BOB Pertamina, perwakilan Pemerintah Kabupaten Siak dan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau semakin mengasyikkan. Ada belasan sampan yang dikemudian nelayan lokal melayani tim ekspedisi ini.

Berjuta rahasia tersembunyi diyakini berlindung dibalik pesona dan kecantikan Danau Zamrud. Danau yang merupakan berkah besar bagi Provinsi Riau khususnya bagi masyarakat Kabupaten Siak.

Danau yang telah masuk sebagai salah satu kawasan di dalam Taman Nasional di Indonesia itu tak hanya menyajikan keindahan, namun juga sisi menarik lainnya yang menarik untuk diungkap, salah satu bagaimana kehidupan puluhan nelayan yang saban hari menggantungkan harapan untuk menyambung kehidupan.

Meskipun secara kasat mata, danau ini terasa asing, namun bagi para nelayan, danau ini lebih dari sahabat setia mereka. Air danau yang hitam namun jernih ternyata menyimpan kekayaan alam, aneka ikan yang hidup di dalamnya.

Rudi Hartono (40), nelayan lokal asal Desa Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit yang ikut mengantarkan rombongan Tim Ekspedisi Taman Nasional Zamrud PWI Provinsi Riau sambil mengemudikan sampan yang membawa wartawan CAKAPLAH.com bersama anggota rombongan yang lain menceritakan, saban hari mereka berada di danau sejak pagi hingga malam. Bahkan tak jarang mereka pulang ke rumah hingga berhari-hari, bahkan lebih dari satu bulan baru pulang ke rumah mereka yang berada di beberapa desa di sekitar danau. Mereka baru pulang menemui anak dan istri setelah beberapa hari atau beberapa pekan. Biasanya setelah sejumlah uang hasil penjualan ikan terkumpul.

Menurutnya, tak kurang dari 20 orang nelayan menggantungkan hidup di danau ini. Sebagai tempat istirahat, mereka membuat pondok-pondok di pinggir danau. Rudi sendiri membuat pondok di Danau Bawah dan aktivitas mencari ikan lebih banyak di Danau Atas. Di pondok itu mereka tinggal selama meninggalkan anak dan istri di rumah.

Tak ada hiburan lain yang mereka dapatkan selain kicauan suara burung, melihat satwa-satwa liar yang masih banyak terdapat di sini. Hiburan lain tatkala mereka mendapatkan hasil tangkapan yang banyak dari alat-alat yang mereka gunakan.

Aktivitas rutin yang mereka jalani dimulai sejak pagi-pagi sekali. Alat penangkap ikan yang mereka gunakan tidak hanya satu jenis. Makanya, sejak pagi hingga malam, beraneka peralatan tersebut secara bergantian mereka pasang.

Beberapa jenis ikan yang diburu nelayan di sini adalah jenis lele, toman, tapah, balido hingga lompung dan beberapa jenis ikan lainnya.

Suami Fauziah ini mengaku, di danau ini juga banyak ditemukan ikan arwana. "Dulu pernah ada ikan arwana yang dilepas BBKSDA tapi sekarang dah jarang terlihat," katanya. Nelayan di sini dilarang memasang jaring karena dikhawatirkan merusak perkembangan ikan.

Alat-alat penangkap ikan yang biasa digunakan nelayan di Danau Zamrud dimulai dari tajur, lukah bambu, lukah kawat hingga pancing. Saban hari mereka berkeliling memasang umpan dan melihat perangkap ikan yang dipasang. "Pagi-pagi, mulai jam tujuh kami melihat tajur dulu," cakap Rudi kepada CAKAPLAH.com.

Setelah itu aktivitas dilanjutkan melihat lukah sekira pukul 14.00 atau jam 2 siang. Ada lukah penangkap udang dan ada pula lukah penangkap lele. Ikan lele merupakan ikan favorit nelayan disamping udang karena harga jualnya paling tinggi. Saat ini nelayan menjualnya kepada toke sekira Rp 35 ribu per kilogram. Penghasilan nelayan juga tergantung berapa banyak ikan yang berhasil mereka tangkap.

Sebenarnya menjadi nelayan tak pernah menjadi cita-cita Rudi. Namun karena desakan hidup untuk membiayai kebutuhan keluarganya dan merasa nyaman bekerja tanpa tekanan apalagi untuk melamar pekerjaan dia tak pernah memiliki ijazah pendidikan, maka sejak tahun 2003, selepas bekerja sebagai buruh salah satu pabrik di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, maka ia memutuskan menjadi nelayan di Danau Zamrud. Apalagi ia juga termasuk masyarakat yang tak memikiki kebun.

"Lebih gampang mencari ikan. Apalagi kalau mau balik ke rumah bebas kapan saja, tak terikat jadwal kerja," bebernya.

Rudi juga tak sanggup menjalani pekerjaan lain yang banyak dilakoni warga sekitar danau. Seperti mencari madu lebah di hutan.

Meskipun cenderung stabil, namun menjadi nelayan di Danau Zamrud bukan tak ada kendala. Kendala datang saat musim hujan tiba dimana beberapa sungai di sekitar danau mengalami banjir.

Menjadi nelayan di Danau Zamrud juga harus ekstra hati-hati. Salah satu adalah waspada terhadap gangguan lebah.

"Ada yang diserang lebah sampai pingsan. Maka disetiap sampan nelayan ada bawa terpal. Kalau lebahnya datang langsung sembunyi di dalam plastik terpal ini. Kalau kita menyelam tak bisa, sebab lebah pasti menunggu kita muncul," ungkap bapak dua orang anak ini.

Sebagai nelayan lokal, yang hidup pas-pasan, ia bersama rekan-rekannya juga punya harapan kepada pemerintah dan perusahaan yang bergerak di sekitar Danau Zamrud agar terus memperhatikan nelayan lokal. Pengembangan wisata di Danau Zamrud diharapkan kedepan juga menambah peluang peningkatan ekonomi bagi mereka dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung bisa memakai jasa mereka.

Setali tiga uang harapan pengembangan TN Zamrud telah menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Siak. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Siak Fauzi Azni mengungkapkan, Pemkab Siak telah memiliki rencana pengembangan wisata di Taman Nasional Zamrud.

Dikatakan, Pemkab Siak telah diberikan hak pengelolaan TN Zamrud seluas 900 hektare dari 31.00p hektare TN Zamrud oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dalam hal ini melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Pemkab merencanakan akan membuat kawasan wisata minat khusus. Kita rencanakan, yang kita impikan ada restoran terapung, cottage terapung dan kolam renang terapung, dibuat wisata minat khusus. Pangsa pasarnya di dalam dan di luar negeri. DEDnya sudah ada. Tidak boleh eksplorasinya di darat kita mayoritas di air. Di darat paling jogging trake di dalam hutan. Ini baru mimpi. Baru dibicarakan dengan BBKSDA, bisa dimulai dengan BOB. Pemkab Siak akan kembangkan sesuai dana yang ada," beber Fauzi.

Pengembangan wisata ini diharapkan akan mampu menyerap lapangan kerja sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.

Bupati Siak melalui Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak Jamaluddin, dalam sambutannya pada kegiatan Diklat di Balairooong Datuk Empat Suku, Jum'at (26/11/2021) malam menyampaikan, Danau Zamrud terdiri dari dua danau yang berdampingan, yakni Danau Pulau Besar dan Danau Bawah. Namun pada akhirnya kedua danau yang berdampingan ini terkenal dengan nama Danau Zamrud. Nama ini diberikan bukan karena keindahannya sama dengan batu-batuan zamrud, tetapi kedua danau ini berada di Desa Zamrud dan terkenallah dengan sebutan Danau Zamrud.

Di Danau Besar ada empat danau kecil. Selaun itu ada yang unik, yaitu danau terapung, bisa berpindah-pindah tergantung arah angin. Di sana ada empat pulau yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Konon, di Pulau Beruk ini ada ribuan beruk yang tak berekor.

Selain keindahan panorama alamnya, di sekitar Danau Sumatera juga banyak terdapat berbagai macam satwa langka, seperti harimau Sumatera yang terancam punah, beruang merah, ikan balido, ikan arwana dan masih banyak yang lainnya. Satwa penghuni kawasan Danau Zamrud ini total kurang lebih 33 spesies burung, 1 spesies reptil dan 18 spesies mamalia.

Danau Zamrud awalnya Suaka Marga Satwa dan kemudian diusulkan menjadi Taman Nasional. "Alhamdulillah tahun 2016 disetujui Presiden menjadi Taman Nasional Zamrud yang luasnya bertambah 31. 480 hektar dari 28.000 hektare," ungkap Jamaludin.

Sementara itu, Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang menyampaikan, dengan adanya kegiatan ekspedisi ini para wartawan akan membantu mempromosikan potensi Taman Nasional Zamrud karena wartawan akan menulis berbagai laporan tentang pesona Taman Nasional Zamrud dan potensi-potensinya sehingga akan diketahui lebih banyak lagi oleh masyarakat hingga manca negara.

Penulis : Akhir Yani
Editor : Ali
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 02 November 2021
Gajah Seberat 2 Ton Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 17 Januari 2022
Bhabinkamtibmas Polsek Kerumutan Kawal Vaksinasi di Desa Binaannya
Senin, 17 Januari 2022
Polsek Pangkalan Kuras Gelar Penling Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi di Puskesmas Terdekat
Senin, 17 Januari 2022
Polsek Pangkalan Lesung Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Sekolah
Senin, 17 Januari 2022
Polsek Teluk Meranti Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Lintas Bono

Serantau lainnya ...
Rabu, 12 Januari 2022
UMKM Makin Berkembang, Partai Perindo Ungkap Ide Usaha Potensial di 2022
Rabu, 12 Januari 2022
4 Alternatif Nasi Putih untuk Menurunkan Berat Badan
Kamis, 06 Januari 2022
Fashion Trendi Famys Hijab Collection, Kualitas Terjamin, Harga Bersahabat
Kamis, 30 Desember 2021
Kostum Penjual Jamu Gendong Juarai Parade Kostum Kreasi 2021

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 06 Desember 2021
Raih WTP Lima Kali Berturut-turut, Pekanbaru Terima Penghargaan dari Kemenkeu
Jumat, 03 Desember 2021
Pemko Pekanbaru Terima Aset Fasos dan Fasum dari Pengembang Perumahan
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau

Advertorial lainnya ...
Selasa, 11 Januari 2022
Mengenal Risiko dan Peluang Investasi Bitcoin
Jumat, 17 Desember 2021
Ikan Alien Kepala Transparan Tertangkap Kamera
Rabu, 15 Desember 2021
Ahmad Ghani Al Ghifari Ukir Prestasi di Bidang Robotik, Mulai Rakit Robot Hingga Memprogram Drone
Senin, 29 November 2021
WHO Akui Belum Ada Bukti Varian Omicron Covid-19 Lebih Menular

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 18 Desember 2021
Mantan Wakil Rektor UIN Suska Didapuk sebagai Pembicara oleh Perusahaan Nutrisi Terbesar di Dunia
Jumat, 17 Desember 2021
Amerika Izinkan Pil Aborsi Dikirim Lewat Pos
Selasa, 30 November 2021
Wanita Malaysia Punya Golongan Darah Emas, Cuma 43 Orang di Bumi
Rabu, 27 Oktober 2021
Dikira Kena Covid-19, Gadis Ini Ternyata Sakit Parah Akibat Isap Vape

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 17 Januari 2022
Pascasarjana UIR Sosialisasikan Program S2 dan S3 ke Anggota DPRD Pelalawan
Jumat, 14 Januari 2022
Diinisiasi BEM Unilak, Perahu Penyeberangan Warga Dusun Air Mabuk Meranti Hampir Selesai
Kamis, 13 Januari 2022
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Yasmuha Meranti Kirim Guru dan Siswa ke Kuansing
Rabu, 12 Januari 2022
Ikatan Alumni Manajemen Dakwah UIN Resmi Dilantik, Ini Pesan Dekan

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

Khas Senin
Terpopuler
Foto
HUT Meranti 2021 - APRIL
Nataru - April
Kamis, 13 Januari 2022
Tayang Besok, Adakah Kesamaan Virgin The Series dan Film Virgin 2004?
Selasa, 11 Januari 2022
Sinopsis Penyalin Cahaya, Film Original Netflix Tayang 13 Januari 2022
Jumat, 24 Desember 2021
Kontroversi Syuting Sinetron di Lokasi Bencana Semeru, Ini Faktanya...
Senin, 22 November 2021
Bikin Mewek, Gala Ingin Telepon Vanessa Angel & Bibi karena Rindu

Selebriti lainnya ...
PT PER 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 15 Desember 2021
Ada 7.139 Masjid di Riau, Bagaimana Kondisi Remaja Masjidnya?
Rabu, 24 November 2021
Rangkaian HUT ke-23, BKMT Riau Gelar 'Musabaqah Menterjemah Alquran'
Kamis, 04 November 2021
Persembahkan Karya Tenas Effendy, LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Alquran dan Hadis
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat

Religi lainnya ...
Selasa, 28 Desember 2021
Legislator Pekanbaru Doakan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2020
Selasa, 28 Desember 2021
Aplikasi PeduliLindungi Sudah Diterapkan di Pekanbaru, Robin: Tim Vaksin juga Harus Disiapkan
Selasa, 28 Desember 2021
Respon Cepat Pemkab Rohul Tangani Banjir Berhasil Hindarkan Jatuhnya Korban Jiwa
Senin, 27 Desember 2021
Legislator Pekanbaru Sebut Razia BPOM Terkesan Tebang Pilih

ADV lainnya ...
Indeks Berita
www www