Kamis, 18 Agustus 2022

Breaking News

  • 13,54 Persen Masyarakat Riau Belum Vaksin Dosis Pertama   ●   
  • Sudah 1.169 Hektare Luas Lahan Terbakar di Riau   ●   
  • Warga Pekanbaru Keluhkan Susah Mencari Gas 3 Kg   ●   
  • Dewan Ungkap Jumlah SLTA tidak Sebanding dengan Sebaran Penduduk Pekanbaru   ●   
  • Banyak Mobil Mewah di Riau Ikut Antre BBM Subsidi Solar   ●   
  • Gedung Kesenian SMP Bernas Pangkalan Kerinci Ludes Terbakar   ●   
  • Diskes Minta Pemeriksaan di Bandara Kembali Diperketat   ●   
  • Ribuan Pelayat Hadir di Tabrani Islamic Center untuk Mendoakan Almarhum Tabrani Rab   ●   
  • Realisasi APBD Riau: Keuangan Baru Rp3,7 Triliun   ●   
  • Riau Belum Berlakukan Penghapusan STNK Mati Pajak 2 Tahun
Yamaha 14-25 Agustus 2022
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


Menuai Berkah di Balik Keindahan Danau Zamrud
Selasa, 28 Desember 2021 10:07 WIB
Menuai Berkah di Balik Keindahan Danau Zamrud
Rudi Hartono, salah satu nelayan di Danau Zamrud mengemudikan sampannya.

SIAKSRIINDRAPURA (CAKAPLAH) - Sahut-sahutan suara burung seakan menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau ke Taman Nasional Zamrud, di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (27/11/2021).

Cuaca yang bersahabat pagi itu membuat perjalanan Tim Ekspediai PWI Riau yang didampingi staf BOB Pertamina, perwakilan Pemerintah Kabupaten Siak dan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau semakin mengasyikkan. Ada belasan sampan yang dikemudian nelayan lokal melayani tim ekspedisi ini.

Berjuta rahasia tersembunyi diyakini berlindung dibalik pesona dan kecantikan Danau Zamrud. Danau yang merupakan berkah besar bagi Provinsi Riau khususnya bagi masyarakat Kabupaten Siak.

Danau yang telah masuk sebagai salah satu kawasan di dalam Taman Nasional di Indonesia itu tak hanya menyajikan keindahan, namun juga sisi menarik lainnya yang menarik untuk diungkap, salah satu bagaimana kehidupan puluhan nelayan yang saban hari menggantungkan harapan untuk menyambung kehidupan.

Meskipun secara kasat mata, danau ini terasa asing, namun bagi para nelayan, danau ini lebih dari sahabat setia mereka. Air danau yang hitam namun jernih ternyata menyimpan kekayaan alam, aneka ikan yang hidup di dalamnya.

Rudi Hartono (40), nelayan lokal asal Desa Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit yang ikut mengantarkan rombongan Tim Ekspedisi Taman Nasional Zamrud PWI Provinsi Riau sambil mengemudikan sampan yang membawa wartawan CAKAPLAH.com bersama anggota rombongan yang lain menceritakan, saban hari mereka berada di danau sejak pagi hingga malam. Bahkan tak jarang mereka pulang ke rumah hingga berhari-hari, bahkan lebih dari satu bulan baru pulang ke rumah mereka yang berada di beberapa desa di sekitar danau. Mereka baru pulang menemui anak dan istri setelah beberapa hari atau beberapa pekan. Biasanya setelah sejumlah uang hasil penjualan ikan terkumpul.

Menurutnya, tak kurang dari 20 orang nelayan menggantungkan hidup di danau ini. Sebagai tempat istirahat, mereka membuat pondok-pondok di pinggir danau. Rudi sendiri membuat pondok di Danau Bawah dan aktivitas mencari ikan lebih banyak di Danau Atas. Di pondok itu mereka tinggal selama meninggalkan anak dan istri di rumah.

Tak ada hiburan lain yang mereka dapatkan selain kicauan suara burung, melihat satwa-satwa liar yang masih banyak terdapat di sini. Hiburan lain tatkala mereka mendapatkan hasil tangkapan yang banyak dari alat-alat yang mereka gunakan.

Aktivitas rutin yang mereka jalani dimulai sejak pagi-pagi sekali. Alat penangkap ikan yang mereka gunakan tidak hanya satu jenis. Makanya, sejak pagi hingga malam, beraneka peralatan tersebut secara bergantian mereka pasang.

Beberapa jenis ikan yang diburu nelayan di sini adalah jenis lele, toman, tapah, balido hingga lompung dan beberapa jenis ikan lainnya.

Suami Fauziah ini mengaku, di danau ini juga banyak ditemukan ikan arwana. "Dulu pernah ada ikan arwana yang dilepas BBKSDA tapi sekarang dah jarang terlihat," katanya. Nelayan di sini dilarang memasang jaring karena dikhawatirkan merusak perkembangan ikan.

Alat-alat penangkap ikan yang biasa digunakan nelayan di Danau Zamrud dimulai dari tajur, lukah bambu, lukah kawat hingga pancing. Saban hari mereka berkeliling memasang umpan dan melihat perangkap ikan yang dipasang. "Pagi-pagi, mulai jam tujuh kami melihat tajur dulu," cakap Rudi kepada CAKAPLAH.com.

Setelah itu aktivitas dilanjutkan melihat lukah sekira pukul 14.00 atau jam 2 siang. Ada lukah penangkap udang dan ada pula lukah penangkap lele. Ikan lele merupakan ikan favorit nelayan disamping udang karena harga jualnya paling tinggi. Saat ini nelayan menjualnya kepada toke sekira Rp 35 ribu per kilogram. Penghasilan nelayan juga tergantung berapa banyak ikan yang berhasil mereka tangkap.

Sebenarnya menjadi nelayan tak pernah menjadi cita-cita Rudi. Namun karena desakan hidup untuk membiayai kebutuhan keluarganya dan merasa nyaman bekerja tanpa tekanan apalagi untuk melamar pekerjaan dia tak pernah memiliki ijazah pendidikan, maka sejak tahun 2003, selepas bekerja sebagai buruh salah satu pabrik di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, maka ia memutuskan menjadi nelayan di Danau Zamrud. Apalagi ia juga termasuk masyarakat yang tak memikiki kebun.

"Lebih gampang mencari ikan. Apalagi kalau mau balik ke rumah bebas kapan saja, tak terikat jadwal kerja," bebernya.

Rudi juga tak sanggup menjalani pekerjaan lain yang banyak dilakoni warga sekitar danau. Seperti mencari madu lebah di hutan.

Meskipun cenderung stabil, namun menjadi nelayan di Danau Zamrud bukan tak ada kendala. Kendala datang saat musim hujan tiba dimana beberapa sungai di sekitar danau mengalami banjir.

Menjadi nelayan di Danau Zamrud juga harus ekstra hati-hati. Salah satu adalah waspada terhadap gangguan lebah.

"Ada yang diserang lebah sampai pingsan. Maka disetiap sampan nelayan ada bawa terpal. Kalau lebahnya datang langsung sembunyi di dalam plastik terpal ini. Kalau kita menyelam tak bisa, sebab lebah pasti menunggu kita muncul," ungkap bapak dua orang anak ini.

Sebagai nelayan lokal, yang hidup pas-pasan, ia bersama rekan-rekannya juga punya harapan kepada pemerintah dan perusahaan yang bergerak di sekitar Danau Zamrud agar terus memperhatikan nelayan lokal. Pengembangan wisata di Danau Zamrud diharapkan kedepan juga menambah peluang peningkatan ekonomi bagi mereka dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung bisa memakai jasa mereka.

Setali tiga uang harapan pengembangan TN Zamrud telah menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Siak. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Siak Fauzi Azni mengungkapkan, Pemkab Siak telah memiliki rencana pengembangan wisata di Taman Nasional Zamrud.

Dikatakan, Pemkab Siak telah diberikan hak pengelolaan TN Zamrud seluas 900 hektare dari 31.00p hektare TN Zamrud oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dalam hal ini melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Pemkab merencanakan akan membuat kawasan wisata minat khusus. Kita rencanakan, yang kita impikan ada restoran terapung, cottage terapung dan kolam renang terapung, dibuat wisata minat khusus. Pangsa pasarnya di dalam dan di luar negeri. DEDnya sudah ada. Tidak boleh eksplorasinya di darat kita mayoritas di air. Di darat paling jogging trake di dalam hutan. Ini baru mimpi. Baru dibicarakan dengan BBKSDA, bisa dimulai dengan BOB. Pemkab Siak akan kembangkan sesuai dana yang ada," beber Fauzi.

Pengembangan wisata ini diharapkan akan mampu menyerap lapangan kerja sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.

Bupati Siak melalui Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak Jamaluddin, dalam sambutannya pada kegiatan Diklat di Balairooong Datuk Empat Suku, Jum'at (26/11/2021) malam menyampaikan, Danau Zamrud terdiri dari dua danau yang berdampingan, yakni Danau Pulau Besar dan Danau Bawah. Namun pada akhirnya kedua danau yang berdampingan ini terkenal dengan nama Danau Zamrud. Nama ini diberikan bukan karena keindahannya sama dengan batu-batuan zamrud, tetapi kedua danau ini berada di Desa Zamrud dan terkenallah dengan sebutan Danau Zamrud.

Di Danau Besar ada empat danau kecil. Selaun itu ada yang unik, yaitu danau terapung, bisa berpindah-pindah tergantung arah angin. Di sana ada empat pulau yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Konon, di Pulau Beruk ini ada ribuan beruk yang tak berekor.

Selain keindahan panorama alamnya, di sekitar Danau Sumatera juga banyak terdapat berbagai macam satwa langka, seperti harimau Sumatera yang terancam punah, beruang merah, ikan balido, ikan arwana dan masih banyak yang lainnya. Satwa penghuni kawasan Danau Zamrud ini total kurang lebih 33 spesies burung, 1 spesies reptil dan 18 spesies mamalia.

Danau Zamrud awalnya Suaka Marga Satwa dan kemudian diusulkan menjadi Taman Nasional. "Alhamdulillah tahun 2016 disetujui Presiden menjadi Taman Nasional Zamrud yang luasnya bertambah 31. 480 hektar dari 28.000 hektare," ungkap Jamaludin.

Sementara itu, Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang menyampaikan, dengan adanya kegiatan ekspedisi ini para wartawan akan membantu mempromosikan potensi Taman Nasional Zamrud karena wartawan akan menulis berbagai laporan tentang pesona Taman Nasional Zamrud dan potensi-potensinya sehingga akan diketahui lebih banyak lagi oleh masyarakat hingga manca negara.

Penulis : Akhir Yani
Editor : Ali
Kategori : Serantau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?

Artikel Lainnya
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 18 Agustus 2022
Sempena HUT RI ke-77, Ribuan Siswa di Pekanbaru Ikuti Lomba Gerak Jalan Merdeka
Kamis, 18 Agustus 2022
HIPMI Riau Rayakan HUT RI bersama Anak Panti Asuhan
Kamis, 18 Agustus 2022
Anggota DPR Sebut Perlu Banyak Elaborasi Dalam RUU P2SK
Kamis, 18 Agustus 2022
Juara Tingkat Kota, Enam Siswa MAN 2 Pekanbaru Melaju ke KSM Tingkat Riau

Serantau lainnya ...
Kamis, 04 Agustus 2022
Nasabah Unit Imambonjol Dapat Honda Brio pada Pengundian PHS BRI
Minggu, 31 Juli 2022
Hadir di Pekanbaru, HijabChic Sambut Antusiasme Fashion Kaum Hawa dengan Tema Romantis
Sabtu, 30 Juli 2022
Ingin Make Over Gaya Rambut Ala Korea atau Jepang? Yuk.. Ke Haoon Hair Dressing
Kamis, 21 Juli 2022
Armada Band akan Meriahkan Hiburan Rakyat Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif
Sabtu, 13 Agustus 2022
Momen HUT Riau dan HUT RI, Hj Misnarni Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan
Rabu, 10 Agustus 2022
Peringatan HUT ke-65 Riau, Momentum Perkuat Sinergi Bersatu Bangun Riau
Selasa, 26 Juli 2022
Hari Mangrove Sedunia, Gubri Tanam 200.000 Bibit Mangrove di Bengkalis

Advertorial lainnya ...
Minggu, 07 Agustus 2022
iPhone 14 Pro Ucapkan Selamat Tinggal Notch
Kamis, 04 Agustus 2022
Sukses Dihelat di Pekanbaru, STEAM Cup Sumatera Direncanakan Digelar Setiap Tahun
Selasa, 19 Juli 2022
Bengkalis Creative Network MoU dengan Meet Up Co-Working dan Founders Live
Senin, 27 Juni 2022
Fenomena Planet Sejajar Akan Terjadi Lagi 28 Juni 2022!

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 12 Agustus 2022
52 Nakes di Pulau Terluar Rupat Dilatih Tangani Kasus Darurat Ibu Hamil dan Bayi
Kamis, 07 Juli 2022
Permudah Pasien, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Buka Layanan Poliklinik Sore
Rabu, 06 Juli 2022
Pemko Pekanbaru Kejar Target Angka Stunting 6 Persen di 2024, Optimis Tercapai
Minggu, 03 Juli 2022
Penyebab Keputihan Darah yang Perlu Anda Ketahui

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 18 Agustus 2022
Pengabdian Masyarakat, Dosen FMIPA Unri Berikan Pelatihan Ecoprint ke Warga Desa Sungai Masjid
Selasa, 16 Agustus 2022
Gandeng PCR, PHR Luncurkan Program Penguatan Ekosistem Vokasi di Riau
Jumat, 12 Agustus 2022
CAKAPLAH.COM Menerima Kunjungan Silaturahmi dari Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI
Jumat, 12 Agustus 2022
Gubernur Usulkan Pendirian LLDikti XVII di Riau ke Menko PMK

Kampus lainnya ...
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat

CSR lainnya ...
Polling
Pemko Pekanbaru berencana menaikkan tarif parkir tepi jalan umum September 2022. Untuk kendaraan roda dua jadi Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000. Bagaimana menurut Anda?


HUT RI 77 - APRIL RAPP
Terpopuler
Khas Agustus 2022
Foto
Diskes Rohul Agustus 2022
HUT Riau 2022 - April RAPP
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!
Jumat, 06 Mei 2022
Cantiknya Sophia Latjuba saat Lebaran, Tetap Stylish Walau Pakai Sarung
Rabu, 27 April 2022
Dikira Mualaf, Ternyata Ini Alasan Celine Evangelista Sering Pakai Baju Muslim

Selebriti lainnya ...
HUT Riau 2022 - PT SPR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 04 Juli 2022
FPKB Kembali Salurkan Alquran Untuk Anak - Anak Mengaji di Pekanbaru
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis
Jumat, 24 Juni 2022
Peduli Masyarakat Kurang Mampu, LAZISMu Riau Launching Warung Makan 2000
Rabu, 27 April 2022
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Gelar Puncak Serambi

Religi lainnya ...
UIR 2022
Indeks Berita
www www