Sabtu, 18 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 18-21 September 2021

Opini:
Konstelasi Politik Pilgub Riau 2018
Senin, 09 Oktober 2017 18:29 WIB
Konstelasi Politik Pilgub Riau 2018
MENCERMATI dinamika politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Riau tidak bisa terlepas dari peta dan warna politik nasional terutama pasca meleburnya Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Dua kubu yang bertarung sengit memperebutkan singgasana Indonesia 1 dan Indonesia 2, baca: Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2014 – 2019. Yang pada perkembangan tinggal menjadi catatan sejarah perpolitikan Indonesia.

Pada tataran perkembangan pembangunan politik nasional terkini, dua kelompok yang dulunya saling beradu secara sengit kini sudah bubar dan melebur secara 'suka rela'. Dengan bergabungnya beberapa parpol (PAN, Golkar, PPP kubu Romahurmuzy) lalu memperkuat kabinet kekuasaan pemerintahan Jokowi.

Konstelasi politik nasional yang begitu dinamis ternyata membawa arah angin yang senada ke ranah politik lokal. Situasi politik semakin mencair manakala digelar helat pilkada serentak. Dukungan parpol terhadap pasangan calon kepala daerah tidak sebangun dengan koalisi politik nasional.

Elite parpol pusat boleh dikatakan lebih terkonsentrasi pada kewenangan di level percaturan lingkaran Jakarta seperti 'kue' menteri dan BUMN. Sementara untuk tataran politik daerah terkesan hanya sekedar bumbu penyedap - memainkan bidak untuk kepentingan meraup suara pada helat pesta besar pemilu nasional.

Momen pilkada serentak, yang akan disusul dengan pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2019, membuat parpol di level nasional berhitung untuk pencapaian kemenangan pada Pemilu 2019. Namun sangat longgar untuk membangun koalisi di kancah politik daerah. Maka yang terjadi warna daerah tidak seragam dengan koalisi nasional.

Gestur politik sekarang setelah bubarnya KMP - KIH, dapat di kelompokkan menjadi 3 kekuatan. Pertama Gerindera dan PKS sahabat setia yang konsisten bersatu. Plus PAN meski pada pemerintahan bergabung dengan Jokowi tetapi dalam beberapa kebijakan tetap bersekutu dengan Prabowo.

Kedua PDIP, Nasdem, Hanura, PKB yang setia memposisikan membela dan mendukung Jokowi. Sementara bergabungnya Golkar setelah Setnov memegang kendali ketua Golkar begitupun PPP versi Romahurmuzy - Djan Farid dalam situasi konflik akhirnya larut merapat ke kubu pemerintah.

Diakui atau tidak politik kepentingan begitu kental mewarnai mengapa Golkar dan PPP entah terpaksa atau sukarela berkoalisi dengan parpol pendukung pemerintah.

Ketiga Demokrat yang menyatakan sebagai parpol netral. Permainan politik Demokrat sangat mudah dibaca, dengan dalih netral. Bahkan ketika Hatta Rajasa yang nota bene adalah besan SBY saat 'berperang' dalam pilpres Demokrat tidak ngaruh. Anehnya, justeru PAN tetap membela Demokrat saat pilkada DKI Jakarta ketika anak SBY Agus Yudoyono menantang barisan Ahok. Demokrat menyimpan agenda super urgen untuk berada pada posisi demikian. Belum lagi peran Ibas yang diharapkan bisa menjadi penerus trah SBY.

Mencermati peta politik nasional yang demikian, maka bisa iya dan tidak berpengaruh terhadap politik lokal. Sebab Pemilu tahun 2019 tidak hanya memilih caleg tetapi juga memilih Presiden. Maka elit parpol sangat berkepentingan terhadap kemenangan kader - kader partai masing- masing, harapannya investasi politik dengan tujuan menangguk kantong - kantong suara pada Pemilu 2019.

Maka jika ditarik peta politik nasional, pilgub Riau diprediksikan akan membelah menjadi tiga sampai empat kekuatan. Pertama Golkar yang sudah memberi aba- aba akan mendukung Andi Rachman. Boleh jadi akan mendapatkan koalisi seperti di level Nasional. Tergantung kepiawaian komunikasi dan deal- deal politik serta kepentingan lainnya yang menguntungkan.

Jika benar Andi Rachman memutuskan pasangannya bukan sesama kader Golkar, misal Andi - Suyatno maka tradisi Golkar yang selama ini memaketkan Golkar - Golkar otomatis tidak dipertahankan. Maka akan ada atmosfer baru - paket pemimpin baru di Riau. Paket ini akan mempunyai efek dorongan bagi pasangan lain di luar Golkar bergairah untuk bertempur.

Andi - Suyatno jika berpaket, setidaknya akan mendapatkan sebagian suara dari Rokan Hilir dan Bengkalis. Hanya saja pasangan ini rentan isu putera daerah. Meski pada sejumlah survei isu putera daerah atau calon orang tempatan relatif diterima oleh masyarakat Riau. Mengutip survei LSI pada maret 2017 dimana kebersediaan dipimpin Gubernur bukan putera daerah mencapai 50.01 persen.

Kedua Harris, politisi yang berhasil menjadi birokrat. Bupati Pelalawan ini pada posisi tingkat senior yang sudah kenyang makan asam garam. Peluang Harris melirik PDIP terbuka melalui pasangannya Yopi Arianto. (Baca: jika benar) PDIP sangat berkepentingan mendudukkan kadernya naik kelas menjadi Bupati yaitu Khairizal.

Langkah ini akan mulus jika DPP PDIP cenderung memilih Yopi Arianto dibandingkan Suyatno. Sebab Suyatno juga masuk pengurus PDIP. Jika Harris melalui Yopi Arianto berhasil mencuri hati PDIP, maka berpeluang menarik Hanura, Nasdem bergabung.
Harris juga punya peluang diusung PAN, apalagi selama dua periode Harris menjadi Bupati Pelalawan PAN masuk barisan parpol pendukung.

Sejauh ini hampir semua calon membangun komunikasi aktif dengan pengurus PAN pusat maupun daerah. DPP PAN jika tidak ada kadernya yang bertarung condong kepada hasil survei.

Ketiga Syamsuar Ketua Golkar yang juga sebagai Bupati Siak. Jika Syamsuar maju tanpa Golkar, boleh jadi akan mendapat dukungan PAN, pertimbangan PAN berkepentingan mendudukkan kadernya Alfedri menjadi Bupati Siak. Cuma PAN pasti akan lebih berhati- hati membaca dari berbagai faktor seperti hasil survei dan kekuatan jaringan.

Apakah di mata PAN Syamsuar masuk kriteria untuk menang dan memiliki jejaring yang kuat alias peluang menang menurut survei tinggi. Jika benar Syamsuar akan berpasangan dengan Edy Natar (Syamsuar - Edy Natar) Danrem Riau yang dua tahun lagi akan memasuki masa pensiun - bisa jadi sebagai representasi dari Gerindra. Lalu bagaimana kader Gerindra Edy Tanjung, ini tergantung restu Prabowo. Maka paket Ini berpeluang mendapat dukungan tambahan PKS.

Akan tetapi jika PAN tidak memberikan perahunya ke Syamsuar, gerbong Gerindera dan PKS berkemungkinan berlabuh kepada calon yang diperhitungkan kuat untuk menang misalnya Harris yang pada sejumlah survei berhasil menempatkan dirinya pada posisi tinggi bersama Lukman Edy.

Ke empat pasangan lainnya dari luar Golkar yakni Firdaus, Achmad (Demokrat).  Sementara peta politik nasional - Demokrat yang selalu menyatakan posisi netral membuat langkah partai besutan SBY di Riau agak sulit meggandeng parpol lain meskipun memiliki 9 kursi. Peluang parpol yang bisa digandeng tinggal PKB. Tetapi pasangan ini masih berpeluang mendapat dukungan PKS, Gerindera dan Demokrat - mengulang koalisi di Kota Pekanbaru.

Sejauh ini belum ada titik terang calon yang dimunculkan apakah Firdaus atau Achmad. Pertanyaanya apakah Lukman Edy kader PKB ikhlas menjadi Wakil Demokrat, atau sebaliknya Lukman Edy yang akan menggandeng Demokrat (Lukman Edy - Firdaus/ Achmad) Tergantung chemistry antar pribadi pasangan serta restu Muhaimin Iskandar dan SBY.

Peta politik bisa jadi akan berubah total, apabila sosok muda Yopi Arianto, Catur Sugeng Susanto (Golkar), Asri Auzar (Demokrat) mengambil jurus di luar dugaan. Jika Harris batal berlayar Yopi Arianto, Asri Auzar, Catur Sugeng Susanto punya kans untuk mengubah peta politik.

Nama- nama lainnya; Irwan Nasir, Syamsurizal (PAN) Rusli Effendi (PPP), Edy Tanjung (Gerindra), Ahmad Syah Harrofie (Birokrat), Intsiawati Ayus (DPD RI) menunggu keberuntungan dari kecamuk percaturan politik. Peluang maju dan mundur sama-sama besarnya.

Kabar Angin

Waktu terasa cepat berlalu. Belum genap tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi, suasana politik sudah amat terasa. Tahapan tahun politik sudah dimulai Selasa 3 Oktober, ditandai dengan diawali pendaftaran parpol kepada KPU. Peristiwa politik akan mencapai puncaknya pada pemilu serentak 17 April 2019.

Hawa panas politik juga terasa jelang pilgub Riau. Apalagi setelah KPUD Riau secara resmi meluncurkan tahaban pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018 , Sabtu 30 September di Hotel Labersa.

Kabar politik jauh hari sudah berwarna. Kabar Andi Rachman berpasangan dengan Suyitno, Andi Rachman - Yopi Arianto, Andi Racman - Catur Sugeng Susanto, Harris - Yopi Arianto, Firdaus - Lukman Edi, Achmad - Lukman Edi, Syamsuar - Edy Natar, Syamsuar - Irwan Nasir, terus menjadi perbincangan dan pemberitaan di kedai kopi dan media.

Tak kalah menariknya aktifitas politik dari elit parpol yang memiliki hak mutlak bisa memberikan dukungan kepada calon. PAN, PDIP, Demokrat, Nasdem, Hanura, PKS membuka pintu pendaftaran dan menjadi ajang beauty kontes para calon.  Hanya Golkar dan PKB yang tidak membuka pintu untuk orang lain.

Namun, gegap gempita dari proses politik di Riau, terkunci oleh 'tangan besi' elite parpol di Pusat. Dari semua parpol Golkar dan PKB yang memberikan pertanda mendukung Andi Rachman dan Lukman Edy - itupun baru kabar burung sebab belum menetapkan paket wakilnya. Menariknya Golkar memainkan trik 'Pejam Mata' melihat para kadernya ramai - ramai berebut kursi gubernur.

Sedangkan parpol lainnya baru berteriak- teriak 'jualan kecap'  tetapi semua tergantung apa kata elite parpol di Jakarta. Nah, Siapa sajakah sosok calon Gubernur - Wakil Gubernur yang lolos dari tahaban paling sengit ini. Kepastiannya jika sudah mendaftarkan ke KPUD Riau.

Karena syarat pendaftaran harus berpasangan alias berpaket. Kita tunggu bersama sekitar 4 bulan lagi pada tahaban pendaftaran pasangan calon (paslon) yaitu bulan Januari - Februari 2018.

Menjadi catatan dan rahasia umum, terkadang teori politik tidak kongruen dengan praktek politik. Sebab, mengendalikan politik tidak sama dengan menghitung angka di mesin kalkulator. Di sana ada siasat dan strategi di luar pakem begitulah seni bermain politik.
Penulis : Bagus Santoso, Praktisi Politik, Anggota DPRD Riau, Mahasiswa S3 - Ilmu Politik
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Politik, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 15 Februari 2021 12:47 WIB
Jangan Mudah Percaya Terhadap Kritik
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos
Sabtu, 14 Agustus 2021
Anggota DPR Ini Sebut Kebijakan PPKM Bawa Indonesia Keluar dari Puncak Kasus Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 18 September 2021
Jaga Keamanan Wilayah, Polsek Kerumutan Rutin Lakukan Patroli C3
Sabtu, 18 September 2021
Pantau Titik Api, Polsek Pangkalan Kerinci Patroli di Area Rawan Karhutla
Sabtu, 18 September 2021
Polsek Kuala Kampar Rutin Gelar Yustisi di Pelabuhan
Sabtu, 18 September 2021
Sambangi Warga di Jalan Lintas Bono, Personel Polsek Teluk Meranti Sampaikan Prokes

Serantau lainnya ...
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru
Selasa, 24 Agustus 2021
Jam Tangan Pria Bermerek yang Sayang Anda Lewatkan

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar
Senin, 13 September 2021
Mahasiswa Umri Ajarkan Pelaku UMKM Bencah Lesung Cara Packing dan Branding Produk

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

03

05

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www