Sabtu, 16 Februari 2019

Breaking News

  • Insiden Perusakan Baliho Demokrat, AHY Susul SBY ke Riau   ●   
  • Plt Gubri: Hari Pahlawan Momentum Menebar Rasa Cinta Tanah Air   ●   
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan   ●   
  • Walikota Terbitkan SE Moratorium PNS Pindah Masuk ke Pemko Pekanbaru   ●   
  • Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik   ●   
  • Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia, Warga Asal Aceh Diciduk KPPBC Dumai   ●   
  • Tak Bayar Pajak, Bapenda Segel Tiang Reklame di Pekanbaru   ●   
  • Pemkab Bengkalis Galang Dana Rp263 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng   ●   
  • PAN Riau Sayangkan DPRD Kuansing Lambat Memproses PAW Andi Nurbay   ●   
  • BPBD Riau Kirim Kantong Mayat dan Bantuan Logistik ke Daerah Siaga Darurat Banjir
Muhibbah
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


Demi Permata, Perempuan Ini Rela 10 Tahun Menyamar Jadi Pria
Selasa, 16 Mei 2017 21:02 WIB
Demi Permata, Perempuan Ini Rela 10 Tahun Menyamar Jadi Pria
DODOMA (CAKAPLAH) - Mimpi Pili Hussein untuk menambang batu berharga yang disebut-sebut lebih bernilai dibanding berlian sempat terhalang oleh takdirnya: terlahir sebagai perempuan. Namun, ia tidak menyerah, dengan berpakaian seperti laki-laki ia mengelabui banyak mata selama hampir satu dekade.


Pili tumbuh di sebuah keluarga besar di Tanzania. Ayahnya merupakan pemilik peternakan besar yang punya enam istri dan 38 anak.

Meski tumbuh dalam perawatan yang baik, tetapi tetap saja perempuan itu merasa kurang mendapat kasih sayang.

"Ayah saya memperlakukan saya seperti anak laki-laki dan saya diberi ternak untuk diurus, tapi saya sama sekali tidak suka kehidupan seperti itu," ujar Pili dikutip dari BBC, Senin (15/5/2017).

Pernikahan juga tidak membahagiakan Pili. Pada usia 31 tahun, ia memutuskan kabur dari suaminya yang kasar.

Pili yang malang memutuskan mencari kerja di Mererani, sebuah kota kecil di kaki gunung Kilimanjoro, satu-satunya tempat penambangan batu permata berwarna biru (tanzanite) di dunia.

"Saya tidak bersekolah, jadi saya tidak punya banyak pilihan. Wanita tidak diizinkan ke daerah pertambangan, jadi saya datang ke sana dengan gagah menyamar sebagai pria, seorang yang kuat. Saya ambil celana panjang, saya potong pendek. Itulah yang saya lakukan," ungkap perempuan itu.

Tak sampai di situ saja, Pili juga mengganti namanya. "Saya dipanggil Uncle Hussein, saya tidak menceritakan kepada siapa pun tentang nama asli saya. Bahkan sampai hari ini, jika Anda datang ke sana mereka tetap menyebut saya, Uncle Hussein," tutur Pili.

Dalam sebuah terowongan yang sempit, panas, dan kotor, Pili bekerja selama 10-12 jam setiap hari. "Saya dapat turun hingga 600 meter ke dalam tambang. Saya melakukannya dengan lebih berani dibanding banyak pria."

Tidak ada yang menduga bahwa "pria" tangguh itu ternyata kedok penyamaran seorang wanita.

"Saya berlagak seperti gorila. Saya bisa berantem, bahasa saya kasar, saya bisa membawa pisau besar seperti seorang (pejuang) Maasai. Tidak seorang pun tahu saya seorang wanita karena semua yang saya lakukan, saya lakukan layaknya seorang laki-laki," terang Pili.

Sekitar satu tahun bekerja di tambang, tepatnya setelah menemukan dua bongkahan besar dari batu tanzanite, Pili menjadi orang berada. Dengan uang yang dihasilkannya, ia membangun rumah bagi ayah, ibu, dan saudara kembarnya.

Ia juga membeli peralatan dan mulai mempekerjakan orang di pertambangan. Dalam penyamaran, fisik Pili begitu meyakinkan. Namun, identitas aslinya terungkap setelah terjadi sebuah insiden pemerkosaan.

Seorang wanita setempat melaporkan bahwa ia diperkosa sejumlah penambang. Pili pun ditahan sebagai tersangka. "Ketika polisi datang, pelaku pemerkosaan mengatakan 'ini orangnya' dan saya pun digelandang ke kantor polisi," kisah perempuan itu.

Maka Pili tidak lagi bisa menyembunyikan identitas aslinya. Ia meminta petugas polisi memanggil seorang perempuan untuk memeriksa fisiknya demi membuktikan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas tindak pemerkosaan tersebut.

Tidak lama ia dibebaskan. Namun, di lain sisi, rekan-rekannya tidak dapat menutup rasa kaget mereka mengetahui sosok yang mereka panggil Uncle Hussein adalah seorang wanita!

"Mereka bahkan tidak percaya ketika polisi mengatakan saya seorang perempuan. Tidak mudah bagi mereka untuk menerima hingga akhirnya tahun 2001 saya menikah," kata Pili.

Harus diakui Pili, tidak mudah menemukan pasangan hidup ketika semua orang memandangnya sebagai seorang pria. "Pertanyaan di benaknya (sang suami) selalu, 'apakah dia benar-benar perempuan? Butuh waktu lima tahun bagi dia untuk mendekati saya," kenang perempuan itu.

Kini, Pili meraih sukses. Ia punya perusahaan tambang sendiri dengan 70 karyawan. Tiga dari stafnya adalah wanita, tapi mereka bekerja sebagai juru masak bukan penambang.

Dijelaskan Pili, meski wanita tidak lagi asing di tambang, tetapi jumlah penambang wanita sangat sedikit sekarang.

"Beberapa mencuci batu, ada pula pialang, dan tukang masak. Tapi mereka tidak turun ke tambang, tidak mudah bagi perempuan melakukan apa yang saya lakukan," imbuh dia.

Kesuksesan Pili memungkinkan ia membiayai pendidikan lebih dari 30 ponakan, sepupu, dan cucunya.

"Saya bangga dengan apa yang telah saya lakukan, itu membuat saya kaya, tetapi sungguh berat bagi saya. Saya ingin memastikan anak-anak saya berpendidikan agar mereka bisa menjalankan hidup dengan cara yang berbeda, jauh dibanding apa yang saya alami," ujar Pili.
Editor : Jef Syahrul
Sumber : Liputan6.com
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?

Berita Terkait
Kamis, 08 November 2018 20:52 WIB
Penembakan di Kalifornia Tewaskan 12 Orang
Jum'at, 23 November 2018 06:14 WIB
Anak-Anak Palestina Jadi Sasaran Teror Israel
Jum'at, 28 Desember 2018 20:30 WIB
Presiden Trump Ungkap Identitas Navy SEALs di Irak
Rabu, 21 November 2018 06:17 WIB
Trump Nyatakan Tetap Setia Terhadap Saudi
0 Komentar
Berita Pilihan
Selasa, 12 Februari 2019
Warga yang Punya KTP Setelah Penetapan DPT akan Masuk Pemilih Khusus
Selasa, 12 Februari 2019
Polri Apresiasi BEM UIR Ciptakan Pemilu Damai dan Anti Hoax
Senin, 11 Februari 2019
Cemarkan Nama Baik Bupati Bengkalis, Toro Divonis 1 Tahun Penjara
Senin, 11 Februari 2019
Jaringan Listrik Terganggu saat Hujan Deras, Ranting Patah Penyebabnya
Senin, 11 Februari 2019
Salman, Siswa Korban Tertimpa Pagar Sekolah Kini Telah Siuman
Senin, 11 Februari 2019
Polisi Akhirnya Tahan Kades Pedekik, Bengkalis
Senin, 11 Februari 2019
Mendagri Sebut Gubernur Riau Terpilih Dilantik 20 Februari
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 16 Februari 2019
Areal Kerja PT CSS DiAtur KLHK RI
Jumat, 15 Februari 2019
Lantik Dua Pengurus Anak Cabang, Ini Pesan Ketua MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru
Jumat, 15 Februari 2019
Firdaus: Anggaran PMBRW Tahun Ini Meningkat
Jumat, 15 Februari 2019
PT CSS Sebut 600 Ha Areal Tanaman Kehidupan Dikelola Desa

Serantau lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu
Rabu, 26 Desember 2018
Optimisme Para Perempuan Bekerja, Berpikir Mampu dan Tidak Membatasi Diri
Kamis, 06 Desember 2018
Usai Dapatkan 10 Bus dari Kemenhub, Ayat Ajak Masyarakat Naik Bus TMP
Rabu, 05 Desember 2018
Bupati Mursini Hadiri Rapurna TMMD TA 2018 di Mabes TNI Cilangkap

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 15 Februari 2019
Peringati HUT Kabupaten Kampar-69, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa
Kamis, 14 Februari 2019
Pokok-pokok Pikiran Dewan Tahun 2019 Diparipurnakan, Ini Isinya
Selasa, 12 Februari 2019
Sebelum Dilantik jadi Gubernur, Syamsuar Pamitan di 14 Kecamatan se Kabupaten Siak
Selasa, 11 Desember 2018
Bupati Bengkalis Terima Penghargaan dari Kemenkumham

Advertorial lainnya ...
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup
Sabtu, 29 Desember 2018
Pembaruan Bikin Jengkel Pengguna, Instagram Minta Maaf
Kamis, 27 Desember 2018
Pentingnya OPD Pemerintah Menggunakan ISP Berizin, Bila Tak Ingin Terkena Pidana
Sabtu, 01 Desember 2018
Telkomsel Solusi Digitalisasi Bisnis dan Digital Security Perum Peruri

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit
Senin, 01 Oktober 2018
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 14 Februari 2019
Mahasiswa FMIPA UNRI Belajar Industri Ke PT RAPP
Rabu, 30 Januari 2019
Lahirkan Generasi PASTI, PCR Hadirkan Bunda Romi di Seminar Guru BK
Sabtu, 26 Januari 2019
Lulusan UIR Diimbau Selalu Gunakan Ilmu Padi
Kamis, 24 Januari 2019
Rektor UIR Apresiasi Diskusi Publik KPK

Kampus lainnya ...
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


ACT
Terpopuler
IKLAN IMLEK RAPP
Foto
DPM-PTSP HUT CAKAPLAH
Pentas Lumba-lumba
Rabu, 13 Februari 2019
Menjalin Silaturahmi dengan EVP RAPP
Kamis, 31 Januari 2019
PHE Siak Siap Lakukan Pengeboran Eksplorasi Kotalama
Selasa, 29 Januari 2019
PGN Gagas Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah
Senin, 21 Januari 2019
Bantuan Banjir untuk Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu Disalurkan

CSR lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans
Minggu, 09 Desember 2018
Audi Marissa Batasi Endorse
Sabtu, 08 Desember 2018
Vanessa Ponce de Leon Jadi Juara Miss World 2018

Selebriti lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab
Jumat, 21 September 2018
Ustaz, Kyai: Sebutan di Persia, Pakistan, dan Indonesia

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www