Senin, 18 Februari 2019

Breaking News

  • Insiden Perusakan Baliho Demokrat, AHY Susul SBY ke Riau   ●   
  • Plt Gubri: Hari Pahlawan Momentum Menebar Rasa Cinta Tanah Air   ●   
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan   ●   
  • Walikota Terbitkan SE Moratorium PNS Pindah Masuk ke Pemko Pekanbaru   ●   
  • Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik   ●   
  • Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia, Warga Asal Aceh Diciduk KPPBC Dumai   ●   
  • Tak Bayar Pajak, Bapenda Segel Tiang Reklame di Pekanbaru   ●   
  • Pemkab Bengkalis Galang Dana Rp263 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng   ●   
  • PAN Riau Sayangkan DPRD Kuansing Lambat Memproses PAW Andi Nurbay   ●   
  • BPBD Riau Kirim Kantong Mayat dan Bantuan Logistik ke Daerah Siaga Darurat Banjir
Muhibbah
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


CAKAP OPINI
Peluang Menang Kalah Petahana
Senin, 22 Mei 2017 13:16 WIB
Peluang Menang Kalah Petahana

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk Kabupaten/ Kota Provinsi Riau sudah terpilih 9 pasangan Bupati dan 2 Walikota. Tinggal satu kabupaten Inhil yang akan dilaksanakan bersamaan dengan Pilgubri 2018.

Dari catatan Pilkada di 11 daerah tersebut diketahui 6 petahana (incumbent) terpilih kembali, meski diantaranya ada yang bertukar pasangan. Syamsuar-Alfedri (Siak) Firdaus-Ayat Cahyadi (Pekanbaru) merupakan dua pasang kepala daerah yang berjaya dan langgeng berpasangan sampai dua periode.

Petahana Yopi Arianto (Inhu), Harris (Pelalawan), Irwan Nasir (Meranti), meski berganti pasangan tetap menang. Begitu juga Suyatno (Rohil) yang pada periode pertamanya mendapat warisan jabatan dari Annas Maamun. Suratan takdir berbeda beda, satu -satunya petahana yang menelan pil pahit kekalahan hanya Herliyan Saleh (Bengkalis).

Lima daerah lainnya terpilih wajah baru; Amril Mukminin-Muhammad (Bengkalis), Mursini-Halim (Kuansing), Suparman-Sukiman (Rohul), Zulkifli- Eko Raharjo (Dumai) dan Azis Zaenal-Catur Sugeng (Kampar). Tiga daerah Rohul, Kuansing, Kampar tidak lagi petahana maju karena masanya sudah habis. Di Dumai Agus Widayat (Petahana) Wakil Walikota yang mencalonkan menjadi Wali Kota sama nasibnya dengan Herliyan Saleh, kalah.

Pilkada serentak 2017 sudah usai. Salah satu peristiwa menarik untuk dijadikan i'tibar banyaknya calon incumbent yang gagal terpilih kembali. Menurut data dari litbang kompas dari pilkada serentak 101 daerah ternyata diikuti 65 calon Incumbent untuk kepala daerah dan 20 Incumbent wakil kepala daerah. Hasilnya, Sebanyak 43,53 persen incumbent kalah atau tidak terpilih kembali. Sebut saja seperti Pilgub Babel, Pilgub Banten, Pilbub Tuba Lampung, Pilbup Bengkalis teranyar pilgub DKI Jakarta.

Bagaimana dengan catatan Pilgub Riau. Rusli Zainal adalah gubernur Riau yang berhasil mempertahankan tahta kursi Riau Satu, sayang sekali di pertengahan periode kedua Gubernur yang masih dikenang atas keberhasilan membangun Riau terhenti ditengah jalan, tidak sampai masa akir jabatannya.

Pada periode kedua 2008-2013 petahana Rusli Zainal yang bertukar pasangan dari Wan Abu Bakar berganti Mambang Mit, berhasil mengalahkan pasangan Thamsir Rahman-Taufan Andoso Yakin, Chaidir - Suryadi Khusaini.

Seusai masa Rusli Zainal, tahun 2013 terpilihlah pasangan Annas Maamun- Arsyadjuliandi Rachman baca Andi Rachman (60,75 persen) mengalahkan Herman Abdullah-Agus Widayat (39,25 persen) setelah melalui pemilihan putaran kedua.

Pada putaran pertama lima pasangan berlaga yaitu Herman Abdullah-Agus Widayat (23.00 persen), Achmad - Masrul Kasmy (20,73 persen), Jhon Erizal - Mambang Mit (13,40 persen), Lukman Edy - Suryadi Khusaini (14,09 persen). Annas Maamun - Andi Rachman (28,83 persen).

Malang Annas Maamun hanya sekitar delapan bulan menduduki kursi Gubernur, tersebab proses hukum langkahnya terhenti. Andi Rachman akhirnya naik takhta seperti Suyatno di Rohil, Andi memperoleh warisan jabatan Annas Maamun.

Setahun lagi masa jabatan Andi Rachman akan berakhir, ironisnya jabatan kursi Wabup dibiarkan mangkrak terlalu lama, dan belum genap dua minggu baru mendapatkan pasangan Wan Thamrin Hasim. Jika Andi Rachman kembali mencalonkan maka dia sebagai petahana akan diuji untuk mempertahankan jabatannya.

Dari catatan sejarah Pilkada serentak di Indonesia banyak deretan peristiwa yang berulang. Sejak kepala daerh dipilih secara langsung, petahana ada yang berjaya, tetapi juga banyak yang kalah.

Memang model pemilihan langsung (Pilsung) Kepala Daerah di Indonesia boleh disebut belum lama. Dari, belum lamanya perjalanan itu, sejarah mencatat beratnya petahana jika harus bertempur sampai dua putaran.

Catatan pertama mari kita buka kembali arsip Pemilu Presiden 2004 yang menjadi awal Pilsung di Indonesia. Saat itu, lima pasang calon presiden dan wakil presiden maju.


Petahana Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi menghadapi 4 pasangan yaitu Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Wiranto-Salahuddin Wahid, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Bersaing pada putaran pertama, tiga pasangan calon terakhir gugur. Megawati-Hasyim yang mendapat 26,61 persen suara berhadap-hadapan dengan SBY-JK yang mendapat 33,37 persen suara di putaran kedua.

Pada Pilpres putaran kedua yang digelar 20 September 2004, Megawati Soekarnoputri sebagai petahana tumbang. SBY-JK, unggul telak dengan memperoleh 60,62 persen suara. Megawati-Hasyim hanya meraih 39,38 persen suara.

Catatan kedua tumbangnya petahana di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012. Untuk diketahui, Peraturan KPU sekarang hanya Pilkada DKI Jakarta menuntut digelarnya putaran kedua jika suara calon tidak mencapai 50 persen plus satu.

Di Pilkada DKI Jakarta 2012, Fauzi Bowo sebagai petahana berpasangan dengan Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Pasangan ini berlawan dengan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), Hidayat Nur Wahid-Didiek J Rachbini, Faisal Basri-Biem Triani Benjamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono.

Karena tidak ada satu pun calon yang meraih suara 50 persen plus satu, dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur peraih suara terbanyak maju di putaran kedua. Fauzi Bowo sebagai petahana yang meraih 34,05 persen suara duel dengan Joko Widodo yang meraih 42.60 persen suara.

Di putaran kedua, Foke-Nara tumbang. Jokowi-Ahok menang, meraih 53,82 persen suara. Fauzi Bowo-Nacrowi Ramli mendapat 46,18 persen suara. Putaran kedua digelar 20 September 2012. Putaran pertama digelar 11 Juli 2012.

Catatan ketiga, paling anyar, sadar atau tidak kita baru saja menjadi saksi berulangnya tumbangnya petahana Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.
Di putaran pertama, 15 Februari 2017, Ahok-Djarot unggul dengan 42,99 persen disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dengan 39,95 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono-Syliana Murni dengan 17,06 persen.

Karena tidak ada pasangan yang meraih suara lebih dari 50 persen, putaran kedua digelar. Ahok-Djarot berhadap-hadapan dengan Anies-Sandi. Hasilnya petahana Ahok DJarot tumbang dengan suara 42.05 persen,pemenangnya Anis Sandi berhasil meraup suara 57.95 persen

Rebut putaran pertama

Namun, petahana tidak perlu berkecil hati. Pilkada dan Pemilu Indonesia mencatat hal manis juga terkait petahana yang ingin melanjutkan kekuasaanya di periode kedua.

Selain mencatat tumbangnya petahana di putaran kedua, sejarah Pilkada dan Pemilu memberi catatan bagi petahana agar bisa mempertahankan jabatannya. Mencermati tidak terpilihnya kembali petahana alias menggenapi catatan tumbangnya petahana di putaran kedua dapat dijadikan semacam tips bagi petahana untuk menghindari main di putaran kedua.

Bagi petahana, jika ingin tetap bertahan dan berkuasa, rebut dan menang di putaran pertama adalah keharusan. Jangan pikirkan putaran kedua. Tidak menang di putaran pertama artinya kalah di putaran kedua. Untuk catatan, cara petahana di putaran kedua menang sehingga kekuasaannya bisa dipertahankan, maka kalau di Riau kita perlu belajar politik kepada Rusli Zainal, dengan langkah mengganti pasangan Wan Abu Bakar diganti Mambang Mit berhasil menangguk kemenangan.

Sedangkan kalau untuk Pilpres 2009, kita perlu melihat teknik SBY yang memilih berpasangan dengan Boediono dan membuang Jusuf Kalla. Di Pilpres 8 Juli 2009, SBY-Boediono meraih 60,80 persen suara menyingkirkan langsung pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto yang meraih 26,79 persen suara dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang meraih 12,41 persen suara.

Mengulang Sejarah

Jika Pilkada level Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Inhu dan Rohil dijadikan rujukan untuk pemilihan Gubernur maka peluang menang petahana begitulah adanya. Tetapi jika Pilkada DKI Jakarta adalah cermin untuk Pilgub Riau maka peluang petahana kembali berjaya sangat berat.

Antara Riau dan DKI Jakarta terdapat persamaan pada proses kepemimpinan. Ahok asal muasalnya sebagai wakil gubernur paket Joko Widodo. Tersebab kursi Gubernur ditinggalkan oleh Joko Widodo maka Ahok 'nemu buah durian runtuh' langsung jadi Gubernur. Proses tersebut persis jalan yang dilalui Andi Rachman menjadi Gubernur Riau setelah kursi Riau satu ditinggalkan Anas Maamun.

Begitulah catatan dari Pilpres, Pilkada kabupaten/ kota serta Pilkada Gubernur. Seperti sudah terjadi di Pilkada DKI 2012, 2017 dan Pilpres 2014, petahana yang akan maju perlu menapak tilas sejarah pendek Pemilu.

Sejarah Pemilu Indonesia sudah mencatat, petahana yang bertarung di putaran kedua tumbang. Maka petahana yang ingin mempertahankan kekuasaannya untuk periode kedua harus menang di putaran pertama.

Belajar dari sejarah pemilu dan pilkada, maka kita mendapatkan kiat sukses meraih kemenangan dan bagaimana memanfaatkan kekuasaan. Terhadap sejarah yang akan kita torehkan, siapapun anda punya peluang untuk merubah jalannya atau mengulanginya.
Untuk ujian atas sejarah itu, Pilgubri 2018, Pilpres 2019 akan jadi momentum terdekatnya. Jokowi sebagai petahana sudah dicalonkan dua partai politik dan tampak mempersiapkan dengan sungguh-sungguh capaian kerja sebagai modal kampanyenya. Begitupun usaha mulai dilakukan oleh Andi Rachman, soal dukungan partai secara politik tidak merisaukannya, karena sampai saat ini dia yang memegang kendali Partai Golkar.

Untuk para penantang yang sudah mulai menggema suaranya, perlu sedikit meramu siasat. Cara menarik paksa petahana masuk putaran kedua itu dulu bisa menjadi strategi jitu untuk menumbangkan petahana. Sekarang strategi itu tidak berlaku lagi, jadi jangan berharap bermain sampai 'ronde' dua.

Peraturan KPU sudah menyatakan, pasangan yang memperoleh suara terbanyak otomatis menang . Tak peduli berapapun jumlah suaranya. Syarat 50 plus 1 hanya berlaku di DKI Jakarta. Mengingat suara terbanyak menjadi pemenang, maka petahana peluangnya lebih besar, jika pasangan yang bertarung jumlahnya banyak, misalnya empat hingga lima pasang.

Menapak tilas sejarah, dalam waktu dekat akan terjadi di Riau. Apa hasilnya, kita tunggu saja. Sekali lagi, bahwa sejarah bisa berulang atau berubah.

Penulis : Bagus Santoso, Anggota DPRD Provinsi Riau
Kategori : Politik, Cakap Rakyat, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?

Berita Terkait
Sabtu, 02 Februari 2019 11:00 WIB
11 Titik Panas Terdeteksi di Riau
0 Komentar
Berita Pilihan
Selasa, 12 Februari 2019
Warga yang Punya KTP Setelah Penetapan DPT akan Masuk Pemilih Khusus
Selasa, 12 Februari 2019
Polri Apresiasi BEM UIR Ciptakan Pemilu Damai dan Anti Hoax
Senin, 11 Februari 2019
Cemarkan Nama Baik Bupati Bengkalis, Toro Divonis 1 Tahun Penjara
Senin, 11 Februari 2019
Jaringan Listrik Terganggu saat Hujan Deras, Ranting Patah Penyebabnya
Senin, 11 Februari 2019
Salman, Siswa Korban Tertimpa Pagar Sekolah Kini Telah Siuman
Senin, 11 Februari 2019
Polisi Akhirnya Tahan Kades Pedekik, Bengkalis
Senin, 11 Februari 2019
Mendagri Sebut Gubernur Riau Terpilih Dilantik 20 Februari
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 18 Februari 2019
Juarai Lomba Dai, Fauzan Akbar Dapat Hadiah Umrah
Senin, 18 Februari 2019
Bertuah Akshara Simphony Meriahkan Cap Go Meh di Mal SKA
Senin, 18 Februari 2019
Dihadiri Bupati Mursini, Almarhumah Fitria Arini SSTP Dilepas dengan Penuh Haru
Minggu, 17 Februari 2019
TNI AD akan Rekrut 15 Ribuan Pemuda-Pemudi Terbaik Bangsa

Serantau lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu
Rabu, 26 Desember 2018
Optimisme Para Perempuan Bekerja, Berpikir Mampu dan Tidak Membatasi Diri
Kamis, 06 Desember 2018
Usai Dapatkan 10 Bus dari Kemenhub, Ayat Ajak Masyarakat Naik Bus TMP
Rabu, 05 Desember 2018
Bupati Mursini Hadiri Rapurna TMMD TA 2018 di Mabes TNI Cilangkap

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 15 Februari 2019
Peringati HUT Kabupaten Kampar-69, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa
Kamis, 14 Februari 2019
Pokok-pokok Pikiran Dewan Tahun 2019 Diparipurnakan, Ini Isinya
Selasa, 12 Februari 2019
Sebelum Dilantik jadi Gubernur, Syamsuar Pamitan di 14 Kecamatan se Kabupaten Siak
Selasa, 11 Desember 2018
Bupati Bengkalis Terima Penghargaan dari Kemenkumham

Advertorial lainnya ...
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup
Sabtu, 29 Desember 2018
Pembaruan Bikin Jengkel Pengguna, Instagram Minta Maaf
Kamis, 27 Desember 2018
Pentingnya OPD Pemerintah Menggunakan ISP Berizin, Bila Tak Ingin Terkena Pidana
Sabtu, 01 Desember 2018
Telkomsel Solusi Digitalisasi Bisnis dan Digital Security Perum Peruri

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit
Senin, 01 Oktober 2018
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 17 Februari 2019
Mahasiswa UNRI Adakan Pengabdian di Desa Pangkalan Jambi, Bengkalis
Kamis, 14 Februari 2019
Mahasiswa FMIPA UNRI Belajar Industri Ke PT RAPP
Rabu, 30 Januari 2019
Lahirkan Generasi PASTI, PCR Hadirkan Bunda Romi di Seminar Guru BK
Sabtu, 26 Januari 2019
Lulusan UIR Diimbau Selalu Gunakan Ilmu Padi

Kampus lainnya ...
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


ACT
Terpopuler

05

IKLAN IMLEK RAPP
Foto
DPM-PTSP HUT CAKAPLAH
Pentas Lumba-lumba
Rabu, 13 Februari 2019
Menjalin Silaturahmi dengan EVP RAPP
Kamis, 31 Januari 2019
PHE Siak Siap Lakukan Pengeboran Eksplorasi Kotalama
Selasa, 29 Januari 2019
PGN Gagas Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah
Senin, 21 Januari 2019
Bantuan Banjir untuk Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu Disalurkan

CSR lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans
Minggu, 09 Desember 2018
Audi Marissa Batasi Endorse
Sabtu, 08 Desember 2018
Vanessa Ponce de Leon Jadi Juara Miss World 2018

Selebriti lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab
Jumat, 21 September 2018
Ustaz, Kyai: Sebutan di Persia, Pakistan, dan Indonesia

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www