Rabu, 20 Februari 2019

Breaking News

  • Insiden Perusakan Baliho Demokrat, AHY Susul SBY ke Riau   ●   
  • Plt Gubri: Hari Pahlawan Momentum Menebar Rasa Cinta Tanah Air   ●   
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan   ●   
  • Walikota Terbitkan SE Moratorium PNS Pindah Masuk ke Pemko Pekanbaru   ●   
  • Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik   ●   
  • Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia, Warga Asal Aceh Diciduk KPPBC Dumai   ●   
  • Tak Bayar Pajak, Bapenda Segel Tiang Reklame di Pekanbaru   ●   
  • Pemkab Bengkalis Galang Dana Rp263 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng   ●   
  • PAN Riau Sayangkan DPRD Kuansing Lambat Memproses PAW Andi Nurbay   ●   
  • BPBD Riau Kirim Kantong Mayat dan Bantuan Logistik ke Daerah Siaga Darurat Banjir
Muhibbah
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


Survei: Makin Tua Seseorang, Makin Permisif Terhadap Korupsi
Kamis, 15 Juni 2017 14:42 WIB
Survei: Makin Tua Seseorang, Makin Permisif Terhadap Korupsi
JAKARTA (CAKAPLAH) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei teranyar soal pandangan dan pengalaman masyarakat Indonesia terhadap tindak korupsi.


Survei ini mengukur Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) yang juga mewakili seberapa besar tingkat permisivitas masyarakat Indonesia atas korupsi.

Deputi Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah menjelaskan, tindak korupsi yang diukur dalam survei ini lebih cenderung korupsi 'kecil-kecilan' seperti aksi suap dalam pengurusan surat berharga, pemberian uang saat periode kampanye pemilu, atau tindak korupsi lain yang ditemui di masyarakat.

Dari survei yang melibatkan sampel dari 10 ribu rumah tangga di 33 provinsi dan 170 kabupaten/kota di Indonesia, lanjut Sairi, disebutkan bahwa masyarakat Indonesia sudah cukup anti-korupsi. Indeks Perilaku Anti Korupsi di Indonesia menyentuh angka 3,71 dari skala nol hingga lima.

Sairi menyebutkan, capaian ini lebih tinggi dibanding IPAK yang diukur tahun 2016 lalu sebesar 3,59. Bahkan, tren anti korupsi terus menunjukkan kenaikan sejak survei ini pertama kali dilakukan pada tahun 2012 lalu.

Berturut-turut sejak 2012 hingga 2015, IPAK masyarakat Indonesia tercatat sebesar 3,55 di 2012, 3,63 di 2013, 3,61 di 2014, dan 3,59 di 2015. Pemerintah menargetkan Indeks Perilaku Anti Korupsi masyarakat Indonesia mencapai 4 pada 2019 mendatang.

"Namun, ada kalanya masyarakat bilang anti korupsi, namun mereka sendiri tetap melakukannya," ujar Sairi dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (15/6/2017).

BPS kemudian membagi lagi indeks anti-korupsi terhadap dua hal yakni dimensi persepsi atau pendapat masyarakat atas korupsi dan dimensi pengalaman yang menunjukkan pengalaman koruptif masyarakat. Sairi melanjutkan, berdasarkan dimensi persepsi terlihat bahwa masyarakat Indonesia semakin antikorupsi.

Terlihat dari angkanya yang terus meningkat sejak 2012 hingga 2017. Namun dari segi pengalaman, terlihat bahwa masyarakat cenderung melakukan tindak korupsi yang semakin sering. Meski perilaku korupsi 'kecil-kecilan' sempat menurun sepanjang 2012 hingga 2016, namun angkanya melonjak lagi di tahun 2017.

"Artinya, ketidaksukaan masyarakat terhadap korupsi itu tinggi. Namun pengalamannya semakin korup. Atau bahasanya, lain yang diucapkan lain yang diperbuat," ujar Sairi.

Sementara itu dilihat dari segi pendidikan, survei IPAK menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memberi sumbangan atas sikap antikorupsi. BPS menyebutkan, angka IPAK untuk SMP sebesar 3,58 (skala 0-5). Angkanya membaik untuk SMA dengan nilai 3,99 dan pendidikan di atas SMA dengan nilai 4,09.

Uniknya, angka IPAK justru melorot bila disandingkan dari sisi usia individu. Usia 40 tahun ke bawah memiliki nilai IPAK 3,71. Sedikit meningkat untuk usia 40 hingga 59 tahun dengan nilai antikorupsi 3,74. Namun, untuk usia di atas 59 tahun, IPAK-nya 'hanya' 3,62.

"Semakin tua semakin permisif terhadap korupsi. Yang muda-muda lebih anti korup dan idealis," ujar Sairi.

BPS juga membagi persepsi terhadap kebiasaan anti korupsi ke dalam tiga lingkup utama yakni keluarga, komunitas, dan publik. Di lingkup keluarga misalnya, BPS mengungkapkan data bahwa persentase masyarakat yang menganggap tidak wajar sikap istri yang menerima uang dari suami di luar kezaliman dan tanpa mempertanyakan dari mana uang tersebut berasal, mengalami peningkatan dari 52,89 persen di tahun 2015 menjadi 56,21 persen di tahun 2017.

Tak hanya itu, persentase masyarakat yang menganggap tidak wajar orang tua mengajak anaknya dalam kampanye pilkada demi mendapatkan uang lebih banyak meningkat dari 64,57 persen di tahun 2015 menjadi 68,43 persen di tahun 2017.

Dari sisi lingkup komunitas, persentase masyarakat yang menganggap tidak wajar pemebrian uang kepada ketua RT/RW/Kades/Lurah ketika melaksanakan hajatan meningkat dari 22,19 persen di tahun 2015 ke 35,77 persen di tahun 2017. Sementara dari sisi publik, persentase masyarakat yang menganggap tidak wajar perilaku memberi uang kepada petugas untuk mempercepat urusan administrasi KTP dan KK meningkat dari 41,4 persen di tahun 2015 menjadi 48,54 persen di tahun 2017.

Editor : Jef Syahrul
Sumber : Republika.co.id
Kategori : Nasional, Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?

Berita Terkait
Senin, 05 November 2018 15:24 WIB
Triwulan III, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen
Kamis, 01 November 2018 15:06 WIB
Oktober, Riau Alami Inflasi 0,43 Persen
Selasa, 06 November 2018 18:49 WIB
Data BPS, 0,19 Juta Masyarakat Riau Menganggur
Senin, 03 Desember 2018 18:44 WIB
Tiket Pesawat Mahal Pemicu Inflasi di Riau
Senin, 10 September 2018 17:26 WIB
Juli, Ekspor Riau Naik 8,75 Persen
Kamis, 05 April 2018 18:51 WIB
BPS: Ekspor Riau Turun 3,66 Persen
0 Komentar
Berita Pilihan
Selasa, 12 Februari 2019
Warga yang Punya KTP Setelah Penetapan DPT akan Masuk Pemilih Khusus
Selasa, 12 Februari 2019
Polri Apresiasi BEM UIR Ciptakan Pemilu Damai dan Anti Hoax
Senin, 11 Februari 2019
Cemarkan Nama Baik Bupati Bengkalis, Toro Divonis 1 Tahun Penjara
Senin, 11 Februari 2019
Jaringan Listrik Terganggu saat Hujan Deras, Ranting Patah Penyebabnya
Senin, 11 Februari 2019
Salman, Siswa Korban Tertimpa Pagar Sekolah Kini Telah Siuman
Senin, 11 Februari 2019
Polisi Akhirnya Tahan Kades Pedekik, Bengkalis
Senin, 11 Februari 2019
Mendagri Sebut Gubernur Riau Terpilih Dilantik 20 Februari
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 19 Februari 2019
Atlet Binaan RAPP Menuju Impian Meraih Kejurnas Internasional
Selasa, 19 Februari 2019
Bupati Yopi: Layani Rakyat Seperti Melayani Saya
Selasa, 19 Februari 2019
Koordinator BPP Se Inhu Terima SK Penempatan
Selasa, 19 Februari 2019
SK PNS Bidan, Dokter PTT dan Penyuluhan Pertanian Sudah Diteken Bupati Inhu

Serantau lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu
Rabu, 26 Desember 2018
Optimisme Para Perempuan Bekerja, Berpikir Mampu dan Tidak Membatasi Diri
Kamis, 06 Desember 2018
Usai Dapatkan 10 Bus dari Kemenhub, Ayat Ajak Masyarakat Naik Bus TMP
Rabu, 05 Desember 2018
Bupati Mursini Hadiri Rapurna TMMD TA 2018 di Mabes TNI Cilangkap

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 15 Februari 2019
Peringati HUT Kabupaten Kampar-69, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa
Kamis, 14 Februari 2019
Pokok-pokok Pikiran Dewan Tahun 2019 Diparipurnakan, Ini Isinya
Selasa, 12 Februari 2019
Sebelum Dilantik jadi Gubernur, Syamsuar Pamitan di 14 Kecamatan se Kabupaten Siak
Selasa, 11 Desember 2018
Bupati Bengkalis Terima Penghargaan dari Kemenkumham

Advertorial lainnya ...
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup
Sabtu, 29 Desember 2018
Pembaruan Bikin Jengkel Pengguna, Instagram Minta Maaf
Kamis, 27 Desember 2018
Pentingnya OPD Pemerintah Menggunakan ISP Berizin, Bila Tak Ingin Terkena Pidana
Sabtu, 01 Desember 2018
Telkomsel Solusi Digitalisasi Bisnis dan Digital Security Perum Peruri

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit
Senin, 01 Oktober 2018
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 17 Februari 2019
Mahasiswa UNRI Adakan Pengabdian di Desa Pangkalan Jambi, Bengkalis
Kamis, 14 Februari 2019
Mahasiswa FMIPA UNRI Belajar Industri Ke PT RAPP
Rabu, 30 Januari 2019
Lahirkan Generasi PASTI, PCR Hadirkan Bunda Romi di Seminar Guru BK
Sabtu, 26 Januari 2019
Lulusan UIR Diimbau Selalu Gunakan Ilmu Padi

Kampus lainnya ...
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


ACT
Terpopuler

04

IKLAN IMLEK RAPP
Foto
DPM-PTSP HUT CAKAPLAH
Pentas Lumba-lumba
Rabu, 13 Februari 2019
Menjalin Silaturahmi dengan EVP RAPP
Kamis, 31 Januari 2019
PHE Siak Siap Lakukan Pengeboran Eksplorasi Kotalama
Selasa, 29 Januari 2019
PGN Gagas Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah
Senin, 21 Januari 2019
Bantuan Banjir untuk Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu Disalurkan

CSR lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans
Minggu, 09 Desember 2018
Audi Marissa Batasi Endorse
Sabtu, 08 Desember 2018
Vanessa Ponce de Leon Jadi Juara Miss World 2018

Selebriti lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab
Jumat, 21 September 2018
Ustaz, Kyai: Sebutan di Persia, Pakistan, dan Indonesia

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www