Kamis, 23 Mei 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Kebakaran TNTN Tanggung Jawab Kementerian LHK
Selasa, 01 Agustus 2017 21:43 WIB
Kebakaran TNTN Tanggung Jawab Kementerian LHK
Ilustrasi/int
JAKARTA (CAKAPLAH) - Pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas karut marut pengelolaan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Pasalnya, secara hukum, kewenangan TNTN berada dibawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


“Kalau dalam kawasan Tesso Nilo ada orang atau kelompok yang membakar dan merambah, itu masalah pelanggaran karena lemahnya pengawasan pemerintah. Secara hukum, tanggung jawab atas kegagalan pengelolaan Tesso Nilo melekat pada KLHK,“ kata Guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yanto Santosa di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Bentuk tanggung jawab KLHK terkait kebakaran taman nasional, secara hukum seharusnya sama dengan tanggung jawab korporasi yang konsesinya terbakar. Jika, KLHK menolak tanggung jawab, tentunya menjadi pertanyaan besar mengenai kemampuan dan kualitas pengawasan pemerintah. ”Kalau sampai hutan Negara terbakar atau dirambah selama bertahun-tahun, yang enggak benar pasti penjaga dong,” katanya.

Karena itu, kata Yanto, pihak-pihak yang dirugikan seperti masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Tesso Nilo dan terkena asap atau tanahnya dirambah bisa menggugat pemerintah. “Sangat mungkin, menggugat pemerintah secara perdata atau pidana. Kawasan taman nasional merupakan tanggung jawab pemerintah,” kata dia.

Yanto menambahkan, dalam konteks pengelolaan taman nasional, KLHK mempunyai program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Program itu berasal dari pemerintah pusat yang pengelolaannya diserahkan pada Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo.

Itu sangat jelas. Artinya, pengelolaan dan pengawasan TNTN tanggung jawab pemerintah. Karena itu, sudah seharusnya, pemerintah hadir untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan dan tenurial disana. “Bukan sebaliknya malah‘mengkambinghitamkan’ pihak lain,” kata Yanto.

Yanto mengungkapkan, kegagalan pengelolaan Tesso Nilo juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas dan keahlian mitra kolaboratif pemerintah yakni kelompok-kelompok lingkungan seperti WWF, Eyes on Forest, Jikalahari dan lainnya.

Kehadiran LSM untuk membantu perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan pastinya atas persetujuan dan dibawah koordinasi pemerintah. Tidak mungkin mereka bisa ada di sana, tanpa restu pemerintah. Karena itu, keberadaan kelompok lingkungan dan LSM sosial perlu ditinjau kembali. Kehadiran mereka bertahun-tahun di TNTN tidak membuahkan hasil positif.

“Perlu ada evaluasi tugas dan kewenangan kelompok tersebut disana. Cari tahu, apa saja yang mereka telah kerjakan untuk perbaikan lingkungan dan masyarakat serta hasilnya seperti apa. Kalau kinerja tidak memberi kontribusi apa-apa, buat apa mereka ada disana,” timpal Yanto.

Menteri Kehutanan menunjuk Tesso Nilo Sebagai Taman Nasional melalui Surat Keputusan No. 255/Menhut-II/2004. Perubahan fungsi kawasan hutan produksi Terbatas menjadi TNTN yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu Provinsi Riau mencakup luasan 38.576 ha.

Pada tanggal 15 Oktober 2009, Menteri Kehutanan Republik Indonesia kembali menerbitkan SK Nomor: SK.663/Menhut-II/2009 tentang perubahan fungsi sebagian kawasan hutan produksi terbatas kelompok hutan Tesso Nilo seluas 44.492 hektare yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau menjadi Taman Nasional Sebagai Perluasan TNTN. Saat itu, luas kawasan TNTN menjadi sekitar 83.068 hektare.

Sayangnya, Luas TNTN terus berkurang akibat kebakaran hutan dan lahan serta perambahan dan pembalakan liar. Dari luas awal 83.068 hektare kini yang tertinggal hanya 25.000 ha.

Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengakui, kebakaran lahan yang menjadi persoalan reguler di Riau diduga sebagian di antaranya dilakukan dengan sengaja.

Menurut dia, pola terbakarnya lahan di Riau sudah terstruktur yaitu diduga karena adanya kesengajaan dibakar.
Editor : Jef Syahrul
Sumber : sindonews.com
Kategori : Riau, Lingkungan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Selasa, 14 Mei 2019 08:04 WIB
Jarak Pandang 4 Wilayah di Riau Terbatas
Senin, 13 Mei 2019 08:03 WIB
Sebagian Wilayah Riau akan Diguyur Hujan
Kamis, 11 April 2019 08:06 WIB
Jarak Pandang di Pelalawan Hanya 500 Meter
Sabtu, 20 April 2019 08:52 WIB
Akhir Pekan, Hujan Akan Mengguyur Riau
Jum'at, 10 Mei 2019 09:11 WIB
Hujan akan Guyur Riau Malam Nanti
Sabtu, 18 Mei 2019 09:05 WIB
Hujan akan Guyur Riau Malam Hari
Senin, 01 April 2019 08:08 WIB
Hari Ini Hujan Akan Mengguyur Riau
0 Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 17 Mei 2019
Kelompok Bertikai Diminta Menahan Diri, Kapolresta Pekanbaru Kerahkan Anggotanya Patroli
Jumat, 17 Mei 2019
5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan
Jumat, 17 Mei 2019
Tawuran di Jembatan Siak IV Berawal dari Senggolan Sepeda Motor
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 22 Mei 2019
Kejari Rohil Santuni Anak Yatim Serta Buka Bersama Awak Media
Rabu, 22 Mei 2019
Sinar Mas Group Santuni 100 Anak Yatim dan Berangkatkan Dua Wartawan Pergi Umrah
Rabu, 22 Mei 2019
Tingkatkan Hubungan Baik, FOX Harris Hotel Pekanbaru Gelar Corporate Gathering
Rabu, 22 Mei 2019
Polres Inhu Gandeng Baznas Salurkan Zakat Personel

Serantau lainnya ...
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut
Minggu, 28 April 2019
Gaya Hijab Casual untuk Kamu yang Feminin
Minggu, 28 April 2019
Tips Mudah untuk Menghilangkan Blackheads di Area Wajahmu
Senin, 15 April 2019
Mengintip Makanan dan Minuman Kesukaan Jokowi, Semuanya Kuliner Tradisional Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 22 Mei 2019
Jaga Kedamaian Pasca Pemilu, Bupati Rohul Imbau Warganya Tak Ikut Aksi 22 di Jakarta
Selasa, 21 Mei 2019
DPMPSP Bengkalis Bakal Terapkan Teken Digital
Senin, 20 Mei 2019
Buka Puasa Bersama, Pemkab Meranti Eratkan Silaturrahmi dengan Masyarakat di Perantauan
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Ruput, Bupati Bengkalis Berikan Sembako dan Santuni Anak Yatim

Advertorial lainnya ...
Minggu, 19 Mei 2019
Dua Varian Realme X Resmi Diumumkan, Harga Terjangkau!
Minggu, 19 Mei 2019
Ini Dia Zenfone 6, Smartphone Ter-flagship ASUS Berdesain Unik
Rabu, 15 Mei 2019
OnePlus 7 Pro Melenggang, Inilah Harga Resminya
Rabu, 15 Mei 2019
Apple Siapkan Dua Warna Baru untuk iPhone 2019

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya
Rabu, 15 Mei 2019
Efek Berhenti Olahraga Ketika Ramadan
Sabtu, 06 April 2019
Tidur dengan atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 21 Mei 2019
Eratkan Silaturahim, Unilak Gelar Buka Puasa Bersama dengan Insan Pers
Selasa, 14 Mei 2019
Kedutaan AS Gelar Ramadan Outreach di Unilak, Rektor Ajak Buka Puasa Bersama
Minggu, 12 Mei 2019
Serahkan Bantuan, Rektor UIR Awali Safari Ramadan di Masjid An-Naba
Kamis, 09 Mei 2019
Belajar dari Para Penerima Beasiswa RAPP

Kampus lainnya ...

PCR
Terpopuler

01

Sabtu, 18 Mei 2019 14:00 WIB
Presiden Terbitkan Aturan Pemecatan PNS
IKLAN WAISAK APRIL
Foto
PTPN5
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar
Rabu, 03 April 2019
Masuki Era 4.0 SMA Plus Taruna Andalan Berikan Pelajaran Industri

CSR lainnya ...
Rabu, 08 Mei 2019
Terbelit Kasus Penistaan Agama, Andre Taulany Diistirahatkan Dari NET TV
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www