Senin, 22 Juli 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

CAKAP PRAKTISI
Perda Bahasa Melayu
Senin, 14 Agustus 2017 18:08 WIB
Perda Bahasa Melayu

Pernyataan Politik


Menarik juga membaca pernyataan politik Gubernur Riau pada sidang istimewa DPRD Riau sempena Ulang Tahun Provinsi Riau ke 60 bahwa “berkeinginan untuk membuat peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan penggunaan Bahasa Melayu dalam pergaulan resmi di Provinsi Riau.”

Mengapa saya sebut pernyataan politik; pertama, pernyataan tersebut disampaikan secara mengejutkan di area politis sidang paripurna DPRD apalagi belum pernah terdengar ada upaya sebelumnya, di ruang yang lebih teknis. Misalnya sudah ada upaya akademis untuk mengkaji kemungkinan penerapan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi di Riau. Baru keinginan politis, kemungkinan bisa direalisasikan dan tidak realisasikan sama besarnya.

Kedua, diperkirakan memelukan waktu lama bahkan sampai lebih dari setahun prosesnya sehingga keinginan tersebut menjadi peraturan daerah (Perda), di saat draf perda ini mulai dibahas di DPRD Riau bersamaan dengan proses  suksesi gubernurpun berlangsung. Sangat dekat hubungannya antara pembahasan perda bahasa Melayu dengan suksesi gubernur sehingga bagi lawan politik Perda Bahasa Melayu sangat mudah menjadi isu politik.

Waktu yang Panjang
Menurut hemat saya menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi memerlukan waktu yang agak panjang, bisa setahun, dua tahun bisa juga tidak terlaksana. Mengapa demikian? Saya mempunyai beberapa alasan. Pertama, alasan politis. Secara geografi budaya, Riau terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu Riau pesisir dan Riau daratan. Riau pesisirpun memiliki beberapa corak bahasa Siak, Bengkalis, Meranti memiliki dialek yang sama. Begitu ke Rokan Hilir dan Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir mempunyai dialek bahasa yang berbeda pula.

Sedangkan Riau daratan, meliputi Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Kuansing memiliki corak bahasa yang sangat berbeda dengan Riau pesisir. Antara Pekanbaru dengan Kampar dan Kuansing mempunyai dialek yang berbeda pula. Jika disederhanakan pilihannya maka pilihannya bahasa Melayu Riau Pesisir dan bahasa Melayu Riau Daratan. Penetapan bahasa menjadi bahasa resmi merupakan penetapan politis, sementara konstelasi politik di Riau sangat diperangi oleh politik geografis tadi, yaitu Riau daratan dan Riau pesisir. Sebab itu, pergulatan politiknya pasti panjang untuk menentukan bahasa Melayu yang mana yang dimaksud?;

Kedua, secara akademis. Di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah, dari 746 tersebut terdapat 726 bahasa daerah terancam punah dan hanya 13 bahasa daerah yang penuturnya lebih dari satu juta. Dari 13 bahasa daerah tersebut tidak bahasa-bahasa Melayu di dalamnya. Bahkan Adi Saputera (2009) melaporkan hasil Riset tentang bahasa Melayu Langkat di Stabat Sumatera Utara hasilnya sangat mengejutkan bahwa 47,4% menyatakan bahwa bahasa Indonesia bukanlah bahasa Melayu; 64,8% tidak paham dan tidak lancar menggunakan bahasa Melayu. Padahal lokasi penelitiannya merupakan wilayah dominan Melayu. Penelitian ini juga melaporkan bahwa pada keluarga Melayu mengggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di rumahnya.

Selain itu, penelitian Budhiono (2009) melaporkan bahwa bahasa Banjar mampu bertahan disebabkan tiga hal, pertama, faktor sosial karena bahasa diwariskan oleh orang tua mereka sehingga bahasa Banjar dipakai oleh semua umur. Kedua, faktor ekonomi, bahasa Banjar dipakai karena Bahasa Banjar merupakan bahasa yang dipakai oleh pelaku ekonomi terbesar di Palangkaraya. Ketiga, faktor politik, di mana pemerintah menjadikan Bahasa Banjar sebagai kurikulum pendidikan di daerah. Namun pada poin ketiga ini tidak berlaku di Gorontalo, di mana Bahasa Gorontalo masuk di kurikulum tetapi tetap tidak bisa bertahan. Poin ketiga ini menggambarkan bahwa keputusan politik saja belum mempunyai kekuatan memaksa diikuti tanpa diikuti penguasaan ekonomi dan perwarisan bahasanya.

Prospek Perda Melayu
Sebagai keputusan Politik Perda Bahasa Melayu sebagai bahasa Resmi di Riau bisa saja dihasilkan asal ada kemauan politik dari Gubri dan anggota DPRD Provinsi Riau. Titik pentingnya adalah implemetasi perda tersebut. Menurut saya prospek penerapan perda bahasa Melayu tersebut memerlukan usaha yang sangat maksimal. Mengapa, pertama, kekuatan utama perda ini hanya kekuatan politik, belum diikuti oleh kekuatan ekonomi dan masih diragukan adanya kekuatan perwarisan. Di segi politikpun Perda ini mengalami tekanan dari geografi politik yang terkait langsung dengan penutur bahasa. Sedangkan ekonomi bisa diyakini bukan milik penutur  bahasa Melayu, melain Bahasa Minang dan bahasa Indonesia;

Kedua, Riau  merupakan provinsi pendatang, suku bangsa “Melayu” hanya 37% dari jumlah penduduk, setelah Melayu diikuti suku Jawa, Suku Minang, Batak, Banjar, Bugis dan Tionghoa. Pada masyarakat yang mayoritasnya pendatang komunikasi antar etnis cenderung menggunakan bahasa yang bisa dimengerti semua etnis dalam hal ini bahasa Indonesia. Bisa dilihat di Pasar Pekanbaru bahasa yang dipakai bahasa Minang bukan bahasa Kampar apalagi bahasa Melayu. Di Rohil Bagansiapiapi bahasa yang dipakai di pasar justeru bahasa Tionghoa. Ketiga, bahasa tinggi adalah bahasa Inggris, bahasa Inggris ini sistem perwarisannya bukan dari ayah dan ibu tetapi dari kursus bahasa Inggris yang diwajibkan oleh ayah dan ibu. Jadi tekanan dari Inggris dan bahasa Indonesia membuat bahasa Melayu menjadi semakin kesulitan untuk hadir dalam kehidupan sehari-hari;

Jadi menurut saya, implementasi Perda Bahasa Melayu lebih mudah diterapkan untuk percakapan resmi antar pegawai di jam kerja. Sebab mengimplentasi perda tersebut ke masyarakat luas, khususnya dunia binis masih kurang realistis.

Penulis : M.Rawa El Amady, Antropologis.
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 10 Desember 2017 17:36 WIB
Ternyata Melayu Punya Makanan yang Enak-enak
Selasa, 19 Desember 2017 20:27 WIB
Gaya Hidup yang Beresiko Akhiri Hidup
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 21 Juli 2019
TMMD Ke-105 Koramil 0313/KPR, TNI Gencar Membangun Jamban untuk Warga tak Mampu
Minggu, 21 Juli 2019
Sukseskan TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR, Babinsa Gencar Patroli Waspadai Karhutla di TNTN
Minggu, 21 Juli 2019
Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR Tuntaskan Pengerasan Jalan Desa Balung
Minggu, 21 Juli 2019
Cegah Karlahut, Koramil 05/Kampar Kiri Rutin Patroli Gabungan

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Juni 2019
Zulkifli As Ajak Warga Tingkatkan Pendalaman, Penghayatan dan Pengamalan Alquran
Rabu, 26 Juni 2019
17 Anggota Komisi V DPR RI Berkunjung ke Kawasan Megaproyek Technopark Pelalawan
Minggu, 23 Juni 2019
DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT ke-235 Kota Pekanbaru
Jumat, 21 Juni 2019
Pemkab Bengkalis Terus Pertahankan Tradisi Lampu Colok

Advertorial lainnya ...
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?
Kamis, 18 Juli 2019
Redmi K20 Pro Berbalut Emas Dijual Hampir Rp100 Juta!

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 21 Juli 2019
Fikom UIR Beri Pendampingan Literasi Sadar Media pada Remaja Masjid
Minggu, 21 Juli 2019
Gandeng Kementerian PUPR, Mahasiswa Kukerta Unri Sosialisasikan Program CTPS di Buluh Nipis
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Unri Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMAN 2 XIII Koto Kampar
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Abdimas UNRI Beri Penyuluhan kepada Siswa SMPN 1 Rumbio Jaya Soal Berumah Tangga

Kampus lainnya ...

PTPN5
Terpopuler
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www