Rabu, 22 Mei 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

CAKAP PRAKTISI
Perda Bahasa Melayu
Senin, 14 Agustus 2017 18:08 WIB
Perda Bahasa Melayu

Pernyataan Politik


Menarik juga membaca pernyataan politik Gubernur Riau pada sidang istimewa DPRD Riau sempena Ulang Tahun Provinsi Riau ke 60 bahwa “berkeinginan untuk membuat peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan penggunaan Bahasa Melayu dalam pergaulan resmi di Provinsi Riau.”

Mengapa saya sebut pernyataan politik; pertama, pernyataan tersebut disampaikan secara mengejutkan di area politis sidang paripurna DPRD apalagi belum pernah terdengar ada upaya sebelumnya, di ruang yang lebih teknis. Misalnya sudah ada upaya akademis untuk mengkaji kemungkinan penerapan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi di Riau. Baru keinginan politis, kemungkinan bisa direalisasikan dan tidak realisasikan sama besarnya.

Kedua, diperkirakan memelukan waktu lama bahkan sampai lebih dari setahun prosesnya sehingga keinginan tersebut menjadi peraturan daerah (Perda), di saat draf perda ini mulai dibahas di DPRD Riau bersamaan dengan proses  suksesi gubernurpun berlangsung. Sangat dekat hubungannya antara pembahasan perda bahasa Melayu dengan suksesi gubernur sehingga bagi lawan politik Perda Bahasa Melayu sangat mudah menjadi isu politik.

Waktu yang Panjang
Menurut hemat saya menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi memerlukan waktu yang agak panjang, bisa setahun, dua tahun bisa juga tidak terlaksana. Mengapa demikian? Saya mempunyai beberapa alasan. Pertama, alasan politis. Secara geografi budaya, Riau terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu Riau pesisir dan Riau daratan. Riau pesisirpun memiliki beberapa corak bahasa Siak, Bengkalis, Meranti memiliki dialek yang sama. Begitu ke Rokan Hilir dan Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir mempunyai dialek bahasa yang berbeda pula.

Sedangkan Riau daratan, meliputi Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Kuansing memiliki corak bahasa yang sangat berbeda dengan Riau pesisir. Antara Pekanbaru dengan Kampar dan Kuansing mempunyai dialek yang berbeda pula. Jika disederhanakan pilihannya maka pilihannya bahasa Melayu Riau Pesisir dan bahasa Melayu Riau Daratan. Penetapan bahasa menjadi bahasa resmi merupakan penetapan politis, sementara konstelasi politik di Riau sangat diperangi oleh politik geografis tadi, yaitu Riau daratan dan Riau pesisir. Sebab itu, pergulatan politiknya pasti panjang untuk menentukan bahasa Melayu yang mana yang dimaksud?;

Kedua, secara akademis. Di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah, dari 746 tersebut terdapat 726 bahasa daerah terancam punah dan hanya 13 bahasa daerah yang penuturnya lebih dari satu juta. Dari 13 bahasa daerah tersebut tidak bahasa-bahasa Melayu di dalamnya. Bahkan Adi Saputera (2009) melaporkan hasil Riset tentang bahasa Melayu Langkat di Stabat Sumatera Utara hasilnya sangat mengejutkan bahwa 47,4% menyatakan bahwa bahasa Indonesia bukanlah bahasa Melayu; 64,8% tidak paham dan tidak lancar menggunakan bahasa Melayu. Padahal lokasi penelitiannya merupakan wilayah dominan Melayu. Penelitian ini juga melaporkan bahwa pada keluarga Melayu mengggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di rumahnya.

Selain itu, penelitian Budhiono (2009) melaporkan bahwa bahasa Banjar mampu bertahan disebabkan tiga hal, pertama, faktor sosial karena bahasa diwariskan oleh orang tua mereka sehingga bahasa Banjar dipakai oleh semua umur. Kedua, faktor ekonomi, bahasa Banjar dipakai karena Bahasa Banjar merupakan bahasa yang dipakai oleh pelaku ekonomi terbesar di Palangkaraya. Ketiga, faktor politik, di mana pemerintah menjadikan Bahasa Banjar sebagai kurikulum pendidikan di daerah. Namun pada poin ketiga ini tidak berlaku di Gorontalo, di mana Bahasa Gorontalo masuk di kurikulum tetapi tetap tidak bisa bertahan. Poin ketiga ini menggambarkan bahwa keputusan politik saja belum mempunyai kekuatan memaksa diikuti tanpa diikuti penguasaan ekonomi dan perwarisan bahasanya.

Prospek Perda Melayu
Sebagai keputusan Politik Perda Bahasa Melayu sebagai bahasa Resmi di Riau bisa saja dihasilkan asal ada kemauan politik dari Gubri dan anggota DPRD Provinsi Riau. Titik pentingnya adalah implemetasi perda tersebut. Menurut saya prospek penerapan perda bahasa Melayu tersebut memerlukan usaha yang sangat maksimal. Mengapa, pertama, kekuatan utama perda ini hanya kekuatan politik, belum diikuti oleh kekuatan ekonomi dan masih diragukan adanya kekuatan perwarisan. Di segi politikpun Perda ini mengalami tekanan dari geografi politik yang terkait langsung dengan penutur bahasa. Sedangkan ekonomi bisa diyakini bukan milik penutur  bahasa Melayu, melain Bahasa Minang dan bahasa Indonesia;

Kedua, Riau  merupakan provinsi pendatang, suku bangsa “Melayu” hanya 37% dari jumlah penduduk, setelah Melayu diikuti suku Jawa, Suku Minang, Batak, Banjar, Bugis dan Tionghoa. Pada masyarakat yang mayoritasnya pendatang komunikasi antar etnis cenderung menggunakan bahasa yang bisa dimengerti semua etnis dalam hal ini bahasa Indonesia. Bisa dilihat di Pasar Pekanbaru bahasa yang dipakai bahasa Minang bukan bahasa Kampar apalagi bahasa Melayu. Di Rohil Bagansiapiapi bahasa yang dipakai di pasar justeru bahasa Tionghoa. Ketiga, bahasa tinggi adalah bahasa Inggris, bahasa Inggris ini sistem perwarisannya bukan dari ayah dan ibu tetapi dari kursus bahasa Inggris yang diwajibkan oleh ayah dan ibu. Jadi tekanan dari Inggris dan bahasa Indonesia membuat bahasa Melayu menjadi semakin kesulitan untuk hadir dalam kehidupan sehari-hari;

Jadi menurut saya, implementasi Perda Bahasa Melayu lebih mudah diterapkan untuk percakapan resmi antar pegawai di jam kerja. Sebab mengimplentasi perda tersebut ke masyarakat luas, khususnya dunia binis masih kurang realistis.

Penulis : M.Rawa El Amady, Antropologis.
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 20 September 2018 07:51 WIB
Jembatan Antara Kebudayaan dan Bentang Alam
0 Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 17 Mei 2019
Kelompok Bertikai Diminta Menahan Diri, Kapolresta Pekanbaru Kerahkan Anggotanya Patroli
Jumat, 17 Mei 2019
5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan
Jumat, 17 Mei 2019
Tawuran di Jembatan Siak IV Berawal dari Senggolan Sepeda Motor
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 21 Mei 2019
Jalin Silaturahmi, Terminal Bangkinang Gelar Buka Bersama
Selasa, 21 Mei 2019
APHI Komda Riau Santuni 25 Anak Yatim dalam Kegiatan Buka Puasa Bersama
Selasa, 21 Mei 2019
RAPP Serahkan Bantuan Melalui Pemkab Kampar di Acara Safari Gubri
Selasa, 21 Mei 2019
Rajut Persatuan, Forkopimda Rohil Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Serantau lainnya ...
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut
Minggu, 28 April 2019
Gaya Hijab Casual untuk Kamu yang Feminin
Minggu, 28 April 2019
Tips Mudah untuk Menghilangkan Blackheads di Area Wajahmu
Senin, 15 April 2019
Mengintip Makanan dan Minuman Kesukaan Jokowi, Semuanya Kuliner Tradisional Indonesia

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 21 Mei 2019
DPMPSP Bengkalis Bakal Terapkan Teken Digital
Senin, 20 Mei 2019
Buka Puasa Bersama, Pemkab Meranti Eratkan Silaturrahmi dengan Masyarakat di Perantauan
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Ruput, Bupati Bengkalis Berikan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Selasa, 14 Mei 2019
Bupati Rohul: Jadi Kades Itu Berat, Harus Jadi Teladan Masyarakat

Advertorial lainnya ...
Minggu, 19 Mei 2019
Dua Varian Realme X Resmi Diumumkan, Harga Terjangkau!
Minggu, 19 Mei 2019
Ini Dia Zenfone 6, Smartphone Ter-flagship ASUS Berdesain Unik
Rabu, 15 Mei 2019
OnePlus 7 Pro Melenggang, Inilah Harga Resminya
Rabu, 15 Mei 2019
Apple Siapkan Dua Warna Baru untuk iPhone 2019

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya
Rabu, 15 Mei 2019
Efek Berhenti Olahraga Ketika Ramadan
Sabtu, 06 April 2019
Tidur dengan atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 21 Mei 2019
Eratkan Silaturahim, Unilak Gelar Buka Puasa Bersama dengan Insan Pers
Selasa, 14 Mei 2019
Kedutaan AS Gelar Ramadan Outreach di Unilak, Rektor Ajak Buka Puasa Bersama
Minggu, 12 Mei 2019
Serahkan Bantuan, Rektor UIR Awali Safari Ramadan di Masjid An-Naba
Kamis, 09 Mei 2019
Belajar dari Para Penerima Beasiswa RAPP

Kampus lainnya ...

PCR
Terpopuler

01

Sabtu, 18 Mei 2019 14:00 WIB
Presiden Terbitkan Aturan Pemecatan PNS
IKLAN WAISAK APRIL
Foto
PTPN5
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar
Rabu, 03 April 2019
Masuki Era 4.0 SMA Plus Taruna Andalan Berikan Pelajaran Industri

CSR lainnya ...
Rabu, 08 Mei 2019
Terbelit Kasus Penistaan Agama, Andre Taulany Diistirahatkan Dari NET TV
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www