Kamis, 19 Juli 2018

Breaking News

  • Hari Ini 12 Hotspot Terdeteksi di Sumatra   ●   
  • UU Antiterorisme Yang Baru Polri Bisa Langsung Tangkap Tamatan ISIS   ●   
  • LAM Riau Minta Presiden Jokowi Ganti Menteri Agama   ●   
  • BRG Safari Ramadan ke Universitas Riau   ●   
  • RRI Pekanbaru dan Baznas Salurkan Bantuan untuk 30 Keluarga Mustahik   ●   
  • Polres Kampar Siap Amankan dan Lancarkan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran   ●   
  • Diskes Pekanbaru Siapkan Personel di Posko Mudik Lebaran   ●   
  • Dishub Pasangan Spanduk Imbauan Keselamatan Mudik di Ruas Jalan Provinsi   ●   
  • Plt Walikota Instruksikan ke Camat dan Lurah Dukung Pihak Kepolisian   ●   
  • Kasus Politik Uang, Nur Azmi dan Ajudan Divonis Bebas
Muhibbah

CAKAP PRAKTISI
Perda Bahasa Melayu
Senin, 14 Agustus 2017 18:08 WIB
Perda Bahasa Melayu

Pernyataan Politik


Menarik juga membaca pernyataan politik Gubernur Riau pada sidang istimewa DPRD Riau sempena Ulang Tahun Provinsi Riau ke 60 bahwa “berkeinginan untuk membuat peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan penggunaan Bahasa Melayu dalam pergaulan resmi di Provinsi Riau.”

Mengapa saya sebut pernyataan politik; pertama, pernyataan tersebut disampaikan secara mengejutkan di area politis sidang paripurna DPRD apalagi belum pernah terdengar ada upaya sebelumnya, di ruang yang lebih teknis. Misalnya sudah ada upaya akademis untuk mengkaji kemungkinan penerapan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi di Riau. Baru keinginan politis, kemungkinan bisa direalisasikan dan tidak realisasikan sama besarnya.

Kedua, diperkirakan memelukan waktu lama bahkan sampai lebih dari setahun prosesnya sehingga keinginan tersebut menjadi peraturan daerah (Perda), di saat draf perda ini mulai dibahas di DPRD Riau bersamaan dengan proses  suksesi gubernurpun berlangsung. Sangat dekat hubungannya antara pembahasan perda bahasa Melayu dengan suksesi gubernur sehingga bagi lawan politik Perda Bahasa Melayu sangat mudah menjadi isu politik.

Waktu yang Panjang
Menurut hemat saya menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi memerlukan waktu yang agak panjang, bisa setahun, dua tahun bisa juga tidak terlaksana. Mengapa demikian? Saya mempunyai beberapa alasan. Pertama, alasan politis. Secara geografi budaya, Riau terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu Riau pesisir dan Riau daratan. Riau pesisirpun memiliki beberapa corak bahasa Siak, Bengkalis, Meranti memiliki dialek yang sama. Begitu ke Rokan Hilir dan Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir mempunyai dialek bahasa yang berbeda pula.

Sedangkan Riau daratan, meliputi Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Kuansing memiliki corak bahasa yang sangat berbeda dengan Riau pesisir. Antara Pekanbaru dengan Kampar dan Kuansing mempunyai dialek yang berbeda pula. Jika disederhanakan pilihannya maka pilihannya bahasa Melayu Riau Pesisir dan bahasa Melayu Riau Daratan. Penetapan bahasa menjadi bahasa resmi merupakan penetapan politis, sementara konstelasi politik di Riau sangat diperangi oleh politik geografis tadi, yaitu Riau daratan dan Riau pesisir. Sebab itu, pergulatan politiknya pasti panjang untuk menentukan bahasa Melayu yang mana yang dimaksud?;

Kedua, secara akademis. Di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah, dari 746 tersebut terdapat 726 bahasa daerah terancam punah dan hanya 13 bahasa daerah yang penuturnya lebih dari satu juta. Dari 13 bahasa daerah tersebut tidak bahasa-bahasa Melayu di dalamnya. Bahkan Adi Saputera (2009) melaporkan hasil Riset tentang bahasa Melayu Langkat di Stabat Sumatera Utara hasilnya sangat mengejutkan bahwa 47,4% menyatakan bahwa bahasa Indonesia bukanlah bahasa Melayu; 64,8% tidak paham dan tidak lancar menggunakan bahasa Melayu. Padahal lokasi penelitiannya merupakan wilayah dominan Melayu. Penelitian ini juga melaporkan bahwa pada keluarga Melayu mengggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di rumahnya.

Selain itu, penelitian Budhiono (2009) melaporkan bahwa bahasa Banjar mampu bertahan disebabkan tiga hal, pertama, faktor sosial karena bahasa diwariskan oleh orang tua mereka sehingga bahasa Banjar dipakai oleh semua umur. Kedua, faktor ekonomi, bahasa Banjar dipakai karena Bahasa Banjar merupakan bahasa yang dipakai oleh pelaku ekonomi terbesar di Palangkaraya. Ketiga, faktor politik, di mana pemerintah menjadikan Bahasa Banjar sebagai kurikulum pendidikan di daerah. Namun pada poin ketiga ini tidak berlaku di Gorontalo, di mana Bahasa Gorontalo masuk di kurikulum tetapi tetap tidak bisa bertahan. Poin ketiga ini menggambarkan bahwa keputusan politik saja belum mempunyai kekuatan memaksa diikuti tanpa diikuti penguasaan ekonomi dan perwarisan bahasanya.

Prospek Perda Melayu
Sebagai keputusan Politik Perda Bahasa Melayu sebagai bahasa Resmi di Riau bisa saja dihasilkan asal ada kemauan politik dari Gubri dan anggota DPRD Provinsi Riau. Titik pentingnya adalah implemetasi perda tersebut. Menurut saya prospek penerapan perda bahasa Melayu tersebut memerlukan usaha yang sangat maksimal. Mengapa, pertama, kekuatan utama perda ini hanya kekuatan politik, belum diikuti oleh kekuatan ekonomi dan masih diragukan adanya kekuatan perwarisan. Di segi politikpun Perda ini mengalami tekanan dari geografi politik yang terkait langsung dengan penutur bahasa. Sedangkan ekonomi bisa diyakini bukan milik penutur  bahasa Melayu, melain Bahasa Minang dan bahasa Indonesia;

Kedua, Riau  merupakan provinsi pendatang, suku bangsa “Melayu” hanya 37% dari jumlah penduduk, setelah Melayu diikuti suku Jawa, Suku Minang, Batak, Banjar, Bugis dan Tionghoa. Pada masyarakat yang mayoritasnya pendatang komunikasi antar etnis cenderung menggunakan bahasa yang bisa dimengerti semua etnis dalam hal ini bahasa Indonesia. Bisa dilihat di Pasar Pekanbaru bahasa yang dipakai bahasa Minang bukan bahasa Kampar apalagi bahasa Melayu. Di Rohil Bagansiapiapi bahasa yang dipakai di pasar justeru bahasa Tionghoa. Ketiga, bahasa tinggi adalah bahasa Inggris, bahasa Inggris ini sistem perwarisannya bukan dari ayah dan ibu tetapi dari kursus bahasa Inggris yang diwajibkan oleh ayah dan ibu. Jadi tekanan dari Inggris dan bahasa Indonesia membuat bahasa Melayu menjadi semakin kesulitan untuk hadir dalam kehidupan sehari-hari;

Jadi menurut saya, implementasi Perda Bahasa Melayu lebih mudah diterapkan untuk percakapan resmi antar pegawai di jam kerja. Sebab mengimplentasi perda tersebut ke masyarakat luas, khususnya dunia binis masih kurang realistis.

Penulis : M.Rawa El Amady, Antropologis.
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Selasa, 19 Desember 2017 20:27 WIB
Gaya Hidup yang Beresiko Akhiri Hidup
Jum'at, 08 Desember 2017 20:09 WIB
Disbud Riau Putar Film Dokumenter di 6 Kabupaten
Senin, 15 Januari 2018 15:35 WIB
Golput dan Penyakit Menular Masyarakat
Selasa, 28 Februari 2017 18:37 WIB
Sekda: Pak Tennas Suri Tauladan Kita
0 Komentar
Berita Pilihan
Senin, 09 Juli 2018
Pemprov Riau Terima Surat Kemenag, Isinya Buat Wagubri Sakit Hati
Senin, 09 Juli 2018
Ditanya Soal Tunggakan PJU, Ini Kata Walikota Firdaus
Senin, 09 Juli 2018
Status Makin tak Jelas, Puluhan Tenaga RTK di Kampar Kembali Unjukrasa
Senin, 09 Juli 2018
Soal Pelantikan Syamsuar-Edy, Pemprov Riau Tunggu Jadwal Kemendagri
Senin, 09 Juli 2018
Dikabarkan 'Nyaleg', Ini Kata Gubernur Andi Rachman
Senin, 09 Juli 2018
24 Atlet Asal Riau Perkuat Indonesia di Asian Games 2018
Senin, 09 Juli 2018
Partisipasi Pemilih Hanya 59,25 Persen, DPRD Riau Akan Evaluasi Anggaran Pilgub
Senin, 09 Juli 2018
PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir, Ini Jadwal dan Lokasinya
Senin, 09 Juli 2018
Rombongan Mahasiswa Bule Takjub Melihat Parade Tari Daerah Riau
Senin, 09 Juli 2018
Gubernur Riau Andi Rachman Terharu Ribuan ASN Beri Kejutan Ulang Tahun Usai Apel
Senin, 09 Juli 2018
Awal Pekan, Harga Cabai Merah dan Hijau Naik di Pekanbaru
Sabtu, 07 Juli 2018
Astaghfirullaah... Baliho Umbar Dada Wanita Terpampang Bebas di Kota Madani
Jumat, 06 Juli 2018
Pengembangan Kawasan Industri Tenayan Masih Menunggu Proses Administrasi
Jumat, 06 Juli 2018
Alasan Keamanan dan Pilpres, Porwanas XIII di Papua Diundur Tahun 2020
Jumat, 06 Juli 2018
Kecewa Enam Elemen Akses Dana Yayasan Belantara, Kaliptra Mundur dari Jikalahari
Jumat, 06 Juli 2018
Amril Ingatkan Warga Hati-hati dengan Informasi Hoax Penerimaan CPNS
Jumat, 06 Juli 2018
Menang Sengketa Informasi Publik, Dendi akan Laporkan KPU dan Bawaslu Riau ke DKPP
Jumat, 06 Juli 2018
Firdaus: Bus TMP akan Kembali Dikelola Perusahaan Daerah
AMSI
Topik
Selebriti Selebriti
Rabu, 18 Juli 2018
Dinar Candy Kapok Buka Baju di Jalan
Selasa, 17 Juli 2018
Wajah 'Jadul' Gisel Bikin Warganet Terheran-heran
Minggu, 15 Juli 2018
Ini Alasan Ashanty Minta Anang Mundur Dari DPR
Jumat, 13 Juli 2018
Gaya Traveling Zaskia Sungkar, Anggun dengan Hijab Syari

Selebriti lainnya ...
Gaya Hidup Gaya Hidup
Selasa, 17 Juli 2018
5 Langkah Ini Bisa Buat Warna Jeans Kamu Tahan Lama
Senin, 16 Juli 2018
4 Kesalahan Merias Alis yang Buat Wajah Terlihat Lebih Tua
Minggu, 15 Juli 2018
10 Kesalahan Makeup yang Bisa Membuat Pria 'Ilfil'
Senin, 09 Juli 2018
Kepribadian Bisa Dilihat Lewat Cara Makeup Lho!

Gaya Hidup lainnya ...
Kesehatan dan Keluarga Kesehatan dan Keluarga
Kamis, 12 Juli 2018
Ahli: Merasa Lebih Muda dari Usia Sesungguhnya Pertanda Otak yang Sehat
Selasa, 26 Juni 2018
Sayuran Ini Ternyata tak Boleh Dijus
Rabu, 30 Mei 2018
7 Manfaat Belimbing Bila Dikonsumsi Ibu Hamil
Selasa, 29 Mei 2018
5 Manfaat Kacang Hijau untuk Menu Buka Puasa Keluarga

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kampus Kampus
Jumat, 05 Januari 2018
UIR Bertekad Jadi Perguruan Tertinggi Terkemuka di Asia Tenggara
Rabu, 29 November 2017
Mubarak Bertekad Jadikan UMRI sebagai Kampus Wisata
Rabu, 25 Oktober 2017
Prodi Ilmu Pemerintahan UIR Tuan Rumah ICODAG dan Kongres Kapsipi
Selasa, 24 Oktober 2017
Bahas Penyeragaman Gelar Akademik, FHS UIN Suska Adakan Seminar

Kampus lainnya ...
Advertorial Advertorial
Sabtu, 02 Juni 2018
Bustami HY: Perkokoh Persatuan Dimomentum Harkitnas
Kamis, 31 Mei 2018
Dinas Perkim Inhil Rencanakan Buka 23 RTH se Inhil
Rabu, 30 Mei 2018
Pj Bupati Inhil: Realisasi Dana Desa Terkendala Peraturan Padat Karya
Senin, 28 Mei 2018
Pemkab Inhil Buka Puasa Bersama Masyarakat di Jakarta

Advertorial lainnya ...
Tekno dan Sains Tekno dan Sains
Selasa, 17 Juli 2018
Nokia X6 Versi Global Sudah Muncul di Geekbench
Selasa, 17 Juli 2018
OPPO A3s Dipasarkan dengan Layar 6,2 Inci dan Otak Snapdragon
Minggu, 15 Juli 2018
17 Smartphone Xiaomi Siap Cicipi MIUI 10 Developer
Minggu, 15 Juli 2018
Motorola Perkenalkan Moto E5 Play Android Go Edition

Tekno dan Sains lainnya ...
www www