Minggu, 21 Juli 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

CAKAP Erisman Yahya
Golput dan Penyakit Menular Masyarakat
Senin, 15 Januari 2018 15:35 WIB
Golput dan Penyakit Menular Masyarakat
GOLPUT atau Golongan Putih masih menjadi salah satu “kerikil” dalam setiap penyelenggaraan Pemilu di tanah air. Golput adalah istilah bagi pemilih yang dengan penuh kesadaran tidak menggunakan hak pilihnya.


Sejak istilah itu dipopulerkan oleh para aktivis mahasiswa di era 1970-an, jumlah golput nampaknya bukan semakin berkurang, tapi justru semakin signifikan. Jika dulu di zaman old, para aktivis menyerukan masyarakat untuk menjadi golput karena menentang sistem Pemilu yang sangat tidak adil di bawah rezim Orde Baru, nampaknya alasan itu sudah tidak relevan di zaman now.

Kita sekarang sudah berada di era reformasi. Sistem Pemilu pun sudah ditetapkan sesuai tuntutan reformasi terlepas dari segala kekurangannya. Lagian, mana ada sih sistem buatan manusia yang sempurna. Pasti ada minusnya. Karena sistem itu dibuat dan disepakati setelah melalui banyak perdebatan dan kepentingan. Itu sebabnya, menjadi GOLPUT di zaman now, menurut hemat saya, bukan saja TIDAK BAIK, tapi juga merugikan bangsa dan negara.

Berikut oret-oretan saya tentang kerugian menjadi golput. Pertama, orang yang golput dapat dikategorikan sebagai kelompok yang pesimis plus cuek terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pesimis Pemilu tidak akan menghasilkan pemimpin yang lebih baik, atau karena cuek bebek terhadap Pemilu, lalu dengan enteng tidak menggunakan hak pilihnya.

Untuk yang pertama ini, barangkali ada baiknya kita renungkan dalam-dalam pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan: “Jika orang baik tidak terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya”.

Jadi, kalau selama ini banyak pemimpin dalam berbagai level belum sesuai harapan, mungkin karena banyak orang baik yang pesimis dan cuek, lalu menjadi golput di setiap Pemilu. Akhirnya, terpilihlah pemimpin yang jauh dari harapan rakyat. Pertanyaannya, masihkah kita mau kondisi seperti ini terus berlangsung?

Kedua, orang yang golput bisa juga dicap sebagai orang yang tidak cinta tanah air. Sebab, Pemilu adalah salah satu instrumen atau tahapan yang harus dilalui dalam sebuah negara demokrasi. Dalam ungkapan yang lebih keras, mungkin dapat disebut sebagai “pengkhianat bangsa”. Dalam Islam (sebagai agama mayoritas di negeri ini) cinta tanah air adalah bagian dari iman dan menjadi pengkhianat tentu saja sangat dibenci oleh agama apapun.

Ketiga, silahkan ditambah sendiri. Hehehe…

Yang pasti, angka golput dari Pemilu ke Pemilu sesuai data dari KPU cenderung meningkat. Jika pada Pemilu pertama tahun 1955 angka golput hanya sekitar 8,6 persen, pada Pilpres 2014 lalu malah naik drastis menjadi sekitar 29,1 persen. Golput sepertinya termasuk penyakit menular masyarakat. Karena orang yang bersikap golput bisa menularkan sikapnya itu kepada masyarakat yang lain.

Padahal semakin besar angka golput, tentu menjadi indikator kurang suksesnya suatu Pemilu.

Sementara, sistem Pemilu secara langsung dipilih agar siapapun pemimpin yang terpilih mendapat mandat dan legitimasi yang lebih kuat. Tapi, apa jadinya jika di setiap Pemilu, malah justru kelompok golput yang secara kuantitas sebenarnya menang. Mungkin itu juga sebabnya, banyak pemimpin di negeri ini sekalipun lahir dari Pemilu secara langsung, tapi terkesan lemah dan tidak bisa berbuat banyak. Sebab, sebenarnya ia tidak didukung oleh mayoritas rakyat.

Pada Juni 2018 ini, akan digelar Pilkada serentak di 171 daerah. Harapan kita, KPUD sebagai penyelenggara harus mampu menggerakkan kesadaran masyarakat agar tidak menjadi golput. Tentu saja, KPU dan Bawaslu sebagai pengawas juga harus mewaspadai gerakan golput sebagai salah satu strategi politik untuk memenangkan calon tertentu.

Akhirnya, jika angka golput pada Pilkada serentak mendatang tetap tidak mampu ditekan, bahkan tetap cenderung naik, maka Pemerintah RI dan seluruh pihak terkait perlu memikirkan dan mengevaluasi kembali sistem Pemilu yang ada. Jangan-jangan, memang banyak kekurangannya. Wallahu’alam.
Penulis : Erisman Yahya MH
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Selasa, 03 Juli 2018 19:36 WIB
Kesatria Politik
Jum'at, 12 Januari 2018 20:33 WIB
Ketika Satgas Kebersihan Dikeroyok Massa
Selasa, 19 Desember 2017 20:27 WIB
Gaya Hidup yang Beresiko Akhiri Hidup
Selasa, 15 Agustus 2017 17:20 WIB
Ario: Saatnya Provinsi Riau Bangkit
Sabtu, 29 April 2017 14:11 WIB
Pembicaraan Politik dalam Pemilukada
Senin, 14 Agustus 2017 18:08 WIB
Perda Bahasa Melayu
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 21 Juli 2019
Dandim 0313/KPR Apresiasi Perkemahan Saka Wira Kartika di Danau Rusa
Sabtu, 20 Juli 2019
TMMD Ke-105 Kodim 0313/KPR, Babinsa Aktifkan Patroli Terpadu Cegah Karhutla
Sabtu, 20 Juli 2019
TMMD Ke-105 Kodim 0313/KPR, Puncak Kompe 'Bersolek' dengan Pohon Durian, Mahani dan Ketapang
Sabtu, 20 Juli 2019
Tingkatkan Kualitas Aparatur, Desa Laboi Jaya Gelar Pelatihan Pembinaan Kelembagaan Desa 

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Juni 2019
Zulkifli As Ajak Warga Tingkatkan Pendalaman, Penghayatan dan Pengamalan Alquran
Rabu, 26 Juni 2019
17 Anggota Komisi V DPR RI Berkunjung ke Kawasan Megaproyek Technopark Pelalawan
Minggu, 23 Juni 2019
DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT ke-235 Kota Pekanbaru
Jumat, 21 Juni 2019
Pemkab Bengkalis Terus Pertahankan Tradisi Lampu Colok

Advertorial lainnya ...
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?
Kamis, 18 Juli 2019
Redmi K20 Pro Berbalut Emas Dijual Hampir Rp100 Juta!
Senin, 15 Juli 2019
Ini Bocoran Harga Galaxy Note10 Series yang Paling Murah

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 21 Juli 2019
Gandeng Kementerian PUPR, Mahasiswa Kukerta Unri Sosialisasikan Program CTPS di Buluh Nipis
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Unri Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMAN 2 XIII Koto Kampar
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Abdimas UNRI Beri Penyuluhan kepada Siswa SMPN 1 Rumbio Jaya Soal Berumah Tangga
Kamis, 18 Juli 2019
Unilak-Pegadaian Teken MoU di Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM

Kampus lainnya ...

PTPN5
Terpopuler
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www