Senin, 16 September 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Iklan Yahama
Polling
5 Putra Inhu Masuk Bursa Pilkada 2020. Siapa yang anda dukung?


Wahid: Konflik dengan Harimau, Warga Harus Diutamakan
Senin, 12 Maret 2018 16:05 WIB
Wahid: Konflik dengan Harimau, Warga Harus Diutamakan
ilustrasi
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Kasus meninggalnya warga Inhil yang diperkirakan akibat penyerangan harimau liar membuat kaget banyak pihak. Bahkan tidak sedikit yang menduga bahwa harimau yang menerkam pria bernama Yusri Effendi (34) ini merupakan harimau yang dicari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) saat ini. Karena memang beberapa waktu lalu instansi tersebut masih melakukan pencarian di wilayah Inhil.


Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Riau asal Inhil, Abdul Wahid menyebutkan bahwa Pemerintah harus sigap tehadap kondisi ini. Ia menegaskan jika dalam kondisi ini, keselamatan masyarakat harus diutamakan.

"Harimau pemakan manusia ini harus segera dilumpuhkan. Keamanan masyarakat harus menjadi yang utama," kata Politisi PKB ini Senin (12/3/2018).

Wahid meminta agar petugas yang berwenang untuk terus dan meningkatkan pencarian terhadap satwa langka tersebut. Ia meminta agar harimau ini segera ditembak bius agar bisa diamankan dan nantinya ditempatkan jauh dari pemukiman masyarakat.

"Pencarian ini harus dilakukan segera. Jangan sampai nanti ada korban lainnya," ujar Wahid.

Diberitakan sebelumnya, harimau liar yang menerkam Yusri Efendi (34) diduga adalah Bonita yang sebelumnya juga menewaskan Jumiati. Hewan itu memang sedang dibuntuti tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk ditembak bius.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, mengatakan, awalnya tim mendapat laporan masyarakat tentang keberadaan harimau di Kampung Danau, Kecamatan Pelanggiran, Kabupaten Indragiri Hilir pada pukul 16.00 WIB, Sabtu (10/3/2018). Tim yang memang sedang memantau gerak gerik Bonita langsung meluncur ke lokasi.

Tiba di Kampung Danau pukul 17.00, tim langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim mengambil posisi di belakang rumah seorang warga untuk melakukan penembakan bius.

"Namun jarak tembak tidak maksimal, maka tidak terjadi penembakan bius. Harimau bergerak ke kebun PT THIP," jelas Suharyono.

Lebih kurang berjalan 100 meter, binatang yang juga dikenal dengan sebutan "Datuk" itu berhenti di dekat pembangunan sarang burung walet. Melihat itu, tim langsung bergerak ke bawah, mengamati dari rumah warga.

Saat itu, kata Suharyono, harimau masih di samping bangunan walet. Tim melihat empat orang pekerja masih bekerja di bangunan itu. Lima menit kemudian, harimau bergerak ke arah bangunan walet.

"Lebih kurang 50 meter dari bangunan walet dan harimau berhenti di belalang bangunan. Sekitar pukul 18.25 WIB  harimau bergerak menuju ke arah rumah bidan desa kurang lebih 100 meter dan tim mundur pelan-pelan mendekati rumah bidan, sedangkan pekerja walet tersebut diarahkan oleh warga agar pulang ke arah sungai dan menjauh dari harimau," papar Suharyono.

Ternyata para pekerja tersebut tanpa sepengetahuan tim dan warga sekitar mengarah ke arah posisi harimau. Di saat itulah harimau langsung menyerang si pekerja.

"Saat itu, posisi tim dan warga lebih kurang 200 meter karena ada teriakan, maka tim dan warga mendekat dan tidak bisa membantu karena sudah mulai gelap. Warga langsung menjemput para pekerja lewat sungai," tutur Suharyono.

Setelah menjemput para pekerja, baru diketahui kalau satu di antaranya terpisah. Tim dan masyarakat kembali melakukan pencarian. Lebih kurang 15 menit, pekerja yang hilang ditemui dalam semak-semak berair dalam keadaan tidak sadarkan diri.

"Korban diangkat ke pinggir singai. Saat dibuka bajunya,  dilihat ada luka menganga di bagian leher. Diduga akibat di terkaman harimau dan korban langsung dilarikan ke KPP," pungkas Suharyono.

Saat ini, tim medis BBKSDA memang sedang berada di Inhil untuk menangkap Bonita yang menewaskan pekerja kebun, Jumiati, beberapa bulan lalu. Tim berencana menangkap hewan yang mulai langka tersebut dengan tembakan bius.

Sementara, Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, belum bisa memastikan kalau harimau yang menerkam Yusri adalah Bonita. Menurutnya, tim masih di TKP untuk melakukan penelitian.

"Masih diteliti kembali  melalui identitas lorengnya, apakah Bonita atau Harimau Sumatera yang lain karena situasi sudah mulai gelap. Tim masih di TKP dan bekerja sama dengan masyarakat," pungkas Dian.
Penulis : Abdul Latif
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Peristiwa
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
5 Putra Inhu Masuk Bursa Pilkada 2020. Siapa yang anda dukung?

Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 15 September 2019
Peduli Kabut Asap, PDIP Rohul Bagikan Masker Gratis
Minggu, 15 September 2019
Direktur RAPP: Percaya Diri dan Pantang Menyerah Kunci Suksesnya
Minggu, 15 September 2019
Peduli Asap, MPC PP Siak Bagikan 3.000 Masker
Minggu, 15 September 2019
Bupati Kuansing Mursini Hadiri Rakorlahut Bersama Panglima TNI

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 02 September 2019
APBD Perubahan 2019 dan APBD 2020 Kota Pekanbaru Disahkan
Kamis, 22 Agustus 2019
Tingkat Sinergitas Pelayanan Perizinan, DPMPTSP Bengkalis Gelar Rakor
Sabtu, 17 Agustus 2019
Galeri Foto: Cara Bupati Alfedri Mengatasi Karhutla
Kamis, 08 Agustus 2019
Tingkatkan Perizinan, Dinas PM-PTSP Kampar Tawarkan Berbagai Kemudahan

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 10 September 2019
Hasil Penelitian, Tingkat Stres Mahasiswi Lebih Tinggi dari Mahasiswa
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 13 September 2019
KMIPN 2019 Sukses Digelar, PCR Raih 3 Medali
Kamis, 12 September 2019
Mahasiswa Baru Universitas Abdurrab Dibekali Nilai-nilai RAB
Rabu, 11 September 2019
Final KMIPN, 21 Politeknik se Indonesia Ngumpul di PCR
Rabu, 11 September 2019
15 Mahasiswa Unilak Bela Riau di Pomnas 2019

Kampus lainnya ...
Polling
5 Putra Inhu Masuk Bursa Pilkada 2020. Siapa yang anda dukung?


Pekanbaru Autoshow
Terpopuler

02

03

Sabtu, 14 September 2019 05:57 WIB
Rossi Kaget Yamaha Bisa Menggila di Misano
Iklan Kelmi - Ade
Foto
Pangeran Hotel
Minggu, 15 September 2019
PT PSPI Bagikan 2.500 Masker ke Masyarakat Kampar Kiri
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www