Selasa, 17 September 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Iklan Yahama
Polling
5 Putra Inhu Masuk Bursa Pilkada 2020. Siapa yang anda dukung?


CAKAP RAKYAT
Degradasi Akal dan Nurani
Sabtu, 31 Maret 2018 11:01 WIB
Degradasi Akal dan Nurani
Iman Parwis Syafiie

GEBRAKAN gencar yang dilakukan oleh KPK dengan senjata ampuhnya OTT, tidak saja menggetarkan ibukota, kota-kota besar, tapi telah menyusup jauh ke daerah, yang mungkin diprediksi, bahwa tangan kekar KPK itu tidak sampai ke daerah mereka. Namun rupanya prediksi mereka hilang ditiup angin, melesat. Dan dengan tidak disangka-sangka KPK sudah berada dilocus delicti, mereka yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Dalam situasi kondisi eksistensi lembaga super power ini sedang diuji dan bahkan ada yang akan mengkerdilkannya serta berkehendak mengebiri kekuasaannya. Lembaga ini tidak mempedulikannya. KPK terus menyusup masuk ke daerah-daerah di seluruh tanah air sekalipun dengan personel yang terbatas. Jika mereka mencium aroma yang tidak sedap atau ada yang bermain patgulipat, mengutak-atik uang rakyat. Mereka menyelinap masuk.


Dengan segala resiko yang bakal mereka hadapi, mereka membongkar, menggeledah mencari data dan bukti-bukti. Mereka sadar apa yang dilakukannya adalah melaksanakan amanah hukum dan amanah rakyat. Tentu saja orang-orang yang sudah geram dengan tingkah laku oknum pemimpin/pejabat daerah yang sedang bergoyang kaki menikmati hasil “karyanya” mengutak-atik uang rakyat, di rumah atau yang sedang duduk di kursi meja di kantor didampingi oleh sekretaris yang cantik, genit dan bahenol.

Mereka yang jenuh melihat pekerjaan kamuflase yang dilakukan oleh pemimpinnya, pasti akan mengacungkan jempol dan bersorak sorai mengucapkan selamat dating pada “tim penyelamat harta anak negeri”, seraya berdoa selamatkanlah negeriku ini dari musibah ketamakan para pemimpinnya.

Rakyat menyadari hasil karya nyata dari gebrakan itu belum sepenuhnya diakui sebagai suatu keberhasilan yang spektakuler. Tapi setidaknya masyarakat/rakyat sudah mengetahui/melihat betapa ada pemimpin/calon pemimpin mereka yang bejad. Betapa naifnya mereka menjual negerinya demi mengejar emosi materialistis. Dengan memakai topeng demi menyejahterakan rakyat, membangun negeri, yang dilontarkannya di setiap amanah atau janji-janji ketika kampanyenya. Rakyatpun terpukau dengan ucapan santun, dengan nada-nada manis nyanyian surga. Mereka terjun ke daerah-daerah memberi bantuan materil, menguber janji-janji muluknya.

Tragisnya malah akhirnya tanpa disadarinya belangnyapun terbongkar. Rakyat dengan nada pilu bertanya pada dirinya, apakah kita akan membuka hati untuk menerimaoknum-oknum pemimpin seperti itu lagi? Geberakan KPK membuka mata takyat di semua/beberapa wilayah NKRI bahwa betapa banyaknya para oknom pemimpin-pemimpin daerah mereka telah berjubel dan antrean masuk kandang KPK. Karena itulah kita turut mengimbau dan menyadari bahwa jangan lagi memilih pemimpin yang tidak bermoral. Siapapun dia. Baik dari keluarga sendiri atau orang-orang yang mereka idolakan.

Banyaknya pemimpin/calon pemimpin daerah yang sudah masuk daftar indikasi korupsi, tampaknya sama sekali tidak “menggerahkan” kesadaran para pemimpin/calon pemimpin di daerah lainnya. Seolah-olah gebrakan KPK dirasakan sebagai hembusan angin yang datang dari laut dan mengering ditelan daratan. Mereka tidak peduli dengan signal-signal itu. Mereka masih menepuk dada dan berkata pada rakyat “aku adalah satu-satunya yang dapat membangun negeri ini. Aku diusung oleh partaiku yang berkualitas. Aku mendapat perlindungan hukum dan kekuatan politik. Kalian masih butuhkan aku untuk memimpin negeri ini”.

Muka tembok yang mereka perlihatkan pada rakyat, sebenarnya memperlihatkan atau membangun idiosi dirinya. Rumput putri malu yang bila tersentuh akan menutup daunnya dan merunduk, karena tidak mau dijamah oleh siapapun. Dan dilain tamsil, sekejamnya raja hutan Singa dia tidak akan menerkam mangsanya jika ia tidak benar-benar lapar.
Alangkah ironisnya bila fenomenal alam kehidupan kedua makhluk itu dijadikan referensi untuk merubah, menghapus sifat-sifat manusia yang telah dianugerahi akal dan hati nurani oleh sang Pencipta. Sehingga harus meniru dan belajar dari filosofis serumpun rumput liar “putri malu” atau filososis kehidupan dua jenis makhluk itu.

Tidaklah berkelebihan jika penulis kembali mengingatkan dan merenungkan, bahwa kemerdekaan yang kita capai sekarang ini bukan hasil perjuangan komunitas kaum politik, kelompok-kelompok masyarakat atau golongan etik tertentu saja. Bukan pula oleh kaum ulama tertentu, masyarakat adat tertentu. Perjuangan mencapai dan mempertahankan kemerdekaan adalah tetesan darah dari seluruh rakyat Indonesia. Para petani, para kaum nelayan, para buruh kasar.

Lalu mengapa para elit politik, para pemimpin, para pejabat, para penguasa sekarang hanya melihat ke atas? Menengadah ke atas dengan beribu ilustrasi yang tampil di kepalanya hanya gambaran materialistis. Sementara jauh di sudut tanah air sana masih banyak rakyat yang masih menatap gelapnya matahari.

Mengapa mereka tidak melihat jauh ke sana, rakyat hanya mendapat upah sepuluh ribu rupiah dalam sepuluhkali mengangkat pasir dari kali dibawa ke atas ke mobil-mobil truk untuk membangun rumah-rumah mewah para elit. Villa-villa untuk tempat istirahat. Mengapa lupa pada kaum petani yang memikul hasil kebunnya ke kota hanya mengharapkan beberapa lembar rupiah saja. Atau para nelayan yang berjemur kering di laut lepas menghadang ikan hanya untuk sesuap nasi. Sementara mereka menerima nota bukti transfer uang yang mengalir ke dalam rekening mereka yang ada di  bank, sebagai tanda terimakasih berupa komisi dari sebuah proyek, atau uang lelah dalam rangka “mengesahkan” lahirnya sebuah peraturan perundang-undang.

Gebrakan yang sedang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga jauh menjangkau pelosok tanah air, dengan siluman OTTnya, mau tidak mau seluruh rakyat harus mendukungnya. Rakyat jangan terlalu percaya dengan komitmen kaum elit, apakah itu politikus, ekonom atau komunitas tertentu yang spontan mendengungkan suara turut berapresiasi atas gerakan yang dilancarkan oleh KPK. Menjelang tahun pilitik ini “kata-kata manis” seperti itu sudah wajar ditiupkan. Sampai-sampai rakyat sangat jenuh, muak dengan semuanya itu.

Suatu sikap, perbuatan ataupun pernyataan pasti ada yang pro dan kontra. Perbedaan begitu adalah wajar, karena bumi ini ditakdirkan demikian oleh Sang Pencipta. Ada malam ada siang, ada baik dan buruk. Tapi manakala keduanya dipertentangkan dengan emosional dan egois, tanpa memiliki kadar ilmu, kadar keimanan, kadar akal sehat dan naluri yang ikhlas dan suci, dan seolah-olah dialah yang benar, yang bersih, yang berjasa. Maka perbedaan pendapat serupa itu merupakan sebuah arena bentrokan yang tidak berujung.  Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang dilahirkan di negeri ini adalah merupakan kehendak batin anak bangsa, hakekatnya anak bangsa untuk membersih semua aparatur negara, pejabat negara, pemimpin negera bahkan rakyat sendiri.

Tujuan memakmurkan rakyat, tidak akan pernah tercapai, tidak pernah berhasil, bila masih ada pemimpin, pejabat-pejabat negeri bermental avonturir dan munafik. Maka negeri ini harus bebas dari oknom-oknom pemimpin, pejabat seperti itu. Pejabat/pemimpin yang akal dan naluri batinnya telah terkontamisasi materialistis, egoistis sudah selayaknya minggir dari percaturan sebagai pemimpin.

Pertanyaan yang timbul mengapa kini eksistensi Lembaga KPK dianggap sebagai bumerang. Argumentasi yang mungkin dapat diterima, menurut penulis anak negari ini (terutama pemimpin dan para pejabatnya) belum rela, belum ikhlas menganulir, mengikis borok-borok materielistis tadi.

Ketika Bung Karno digiring untuk diadili ke Landraad (Pengadilan Negeri) Bandung pada tahun 1930, beliau melihat para Pengacaranya (semua orang Indonesia) terharu dan murung, sedih. Bung Karno berkata pada sahabat-sahabatnya: “kalau sudah nasib saya untuk menahankan siksaan, biarkanlah saya. Bukankah lebih baik Sukarno menderita untuk sementara daripada Indonesia menderita untuk selama-lamanya” (kutipan dari buku Bung Sukarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, karya Cindy Adams, alihbahasa Abdul Bar Salim).

Semoga, para pemimpin negeri yang berkuasa sekarang ini, diilhami oleh kebesaran jiwa dan keikhlasan hati, seorang pemimpin besar, tanpa pamrih yang bernama Sukarno. Beliau rela berkorban, menderita demi mencapai kemerdekaan bangsanya.

Penulis : Iman Parwis Syafiie
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
5 Putra Inhu Masuk Bursa Pilkada 2020. Siapa yang anda dukung?

Berita Lainnya
Selasa, 17 September 2019 14:27 WIB
Unri Liburkan Perkuliahan Selama 2 Hari
Selasa, 17 September 2019 08:22 WIB
Utang Luar Negeri RI Naik 10%, Tembus Rp 5.534 T
Selasa, 03 September 2019 07:40 WIB
Juli 2019, Ekspor Riau Naik 48,78 Persen
Sabtu, 31 Agustus 2019 20:41 WIB
MU Ditahan Imbang 10 Pemain Southampton
Sabtu, 31 Agustus 2019 05:44 WIB
Resmi, Bek Manchester United Gabung ke AS Roma
Kamis, 29 Agustus 2019 22:49 WIB
MU Batal Rekrut Dybala karena Trauma Sanchez
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 16 September 2019
Dikalahkan BKD A, Tim Disdik Riau Raih Medali Perak di Turnamen Futsal Harhubnas
Senin, 16 September 2019
PPK Pekanbaru Bagikan 2.000 Masker di Jalan Sudirman
Senin, 16 September 2019
Pentingnya Dukungan Orang Tua dan Guru Bagi Siswa Berprestasi
Minggu, 15 September 2019
Peduli Kabut Asap, PDIP Rohul Bagikan Masker Gratis

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 02 September 2019
APBD Perubahan 2019 dan APBD 2020 Kota Pekanbaru Disahkan
Kamis, 22 Agustus 2019
Tingkat Sinergitas Pelayanan Perizinan, DPMPTSP Bengkalis Gelar Rakor
Sabtu, 17 Agustus 2019
Galeri Foto: Cara Bupati Alfedri Mengatasi Karhutla
Kamis, 08 Agustus 2019
Tingkatkan Perizinan, Dinas PM-PTSP Kampar Tawarkan Berbagai Kemudahan

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 10 September 2019
Hasil Penelitian, Tingkat Stres Mahasiswi Lebih Tinggi dari Mahasiswa
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 16 September 2019
PS UIR Dijanjikan Bonus Bila Berhasil Bawa Pulang Piala Menpora
Senin, 16 September 2019
UIR Universitas Pertama Bentuk Penggiat dan Relawan Anti Narkoba
Jumat, 13 September 2019
KMIPN 2019 Sukses Digelar, PCR Raih 3 Medali
Kamis, 12 September 2019
Mahasiswa Baru Universitas Abdurrab Dibekali Nilai-nilai RAB

Kampus lainnya ...
Polling
5 Putra Inhu Masuk Bursa Pilkada 2020. Siapa yang anda dukung?


Iklan Kelmi - Ade
Terpopuler

01

Selasa, 17 September 2019 06:13 WIB
Kapolri: Kapolda, Kapolres dan Kapolsek, Out!

03

04

Senin, 16 September 2019 14:05 WIB
4.500 Personel Gabungan Amankan Kedatangan Jokowi

05

Sabtu, 14 September 2019 05:57 WIB
Rossi Kaget Yamaha Bisa Menggila di Misano
Pekanbaru Autoshow
Foto
Iklan IRMI SYAKIP
Pangeran Hotel
Minggu, 15 September 2019
PT PSPI Bagikan 2.500 Masker ke Masyarakat Kampar Kiri
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM

CSR lainnya ...
Germas
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www