Senin, 26 Agustus 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

CAKAP RAKYAT
Gelar Adat untuk Jokowi?
Jum'at, 14 Desember 2018 07:05 WIB
Gelar Adat untuk Jokowi?

TAK ada aral melintang hari Sabtu tanggal 15  Desember 2018 akan diberi gelar adat kepada Presiden Jokowi. Hal yang sama pernah juga diberikan kepada Presiden SBY oleh LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau). Pemberian gelar adat ini baru kali pertama -kalau tak salah- dalam sejarah LAMR menuai sikap pro dan kontra. Sebelumnya aman dan lancar tanpa halangan sedikitpun.



Pemberian gelar adat ini terpaut pula di tahun politik. Tak heran, menuai kritik dan respon yang beragam di tengah masyarakat Riau. Bapak Letjen (purn) H Syarwan Hamid salah satu tokoh masyarakat Riau yang kurang "sreg" dan setengah "naik pitam" atas pemberian gelar adat kepada Presiden Jokowi. Protes yang dilontarkan Bapak H Syarwan Hamid bisa dimaklumi, karena belum adanya prestasi Presiden Jokowi terhadap rakyat Riau. Ada yang mengelu-elukan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai tapi belum bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

H Syarwan Hamid sempat membeberkan beberapa alasan.  Pertama, apa kontribusi Presiden Jokowi buat Provinsi Riau? Dimata H Syarwan Hamid pemberian gelar adat itu dinilai mengada-ada. Kedua, Jokowi saat ini sedang dalam proses pencalonan Presiden RI untuk periode kedua. Momennya kurang tepat, mengapa tidak tahun sebelumnya. Bahkan mantan Jenderal bintang tiga ini mengancam Pengurus LAMR akan melepaskan/mengembalikan gelar adat Datuk Lela Seri Negara yang pernah disematkan pada dirinya di tahun 2000 oleh lembaga adat Melayu Riau saat beliau menjabat sebagai Mendagri era pemerintahan BJ Habibie, jika gelar adat untuk Presiden Jokowi tetap dilakukan.

Tidak berhenti di Presiden Jokowi, LAMR pun oleh Syarwan Hamid "dituding" sebagai lembaga yang tidak netral, kehilangan independensinya. Bahkan lebih mengedepankan kepentingan pribadi, keputusan dibuat secara personal ketimbang mendengarkan suara orang banyak. Bahkan dimata jenderal bintang tiga ini, LAMR telah kehilangan esensi peran keadatan dan bergeser ke "urusan" politik.

Sekalipun ketua umum Pengurus Harian LAMR Syahril Abu Bakar menegaskan dalam setiap kesempatan bahwa ini murni pemberian gelar adat, tidak ada muatan politik. Terlepas itu semua, ada sikap menolak, namun sikap pro LAMR juga tak bisa diabaikan. Karena LAMR tetaplah LAMR sebagai institusi pengawal kepemimpinan kecuali kalau LAMR (baca: elitnya) punya misi politik "terselubung" sebelum dan pasca pilpres.

LAMR "Pengawal" Keadatan

Beberapa bulan yang lalu, setahu penulis LAMR pernah menggelar acara tepuk tepung tawar buat Sandiaga Uno -yang akrab dipanggil bang Sandi-, sebagai cawapresnya Letjen (purn) Prabowo Subianto, dengan alasan Sandi lahir di Rumbai Pekanbaru dan lebih afdhol lagi diacara tersebut tuan guru UAS tampak hadir diundang duduk disamping Sandi. Acara berlangsung penuh kekeluargaan dan persahabatan.

Memang agak sedikit kurang lazim, saat Sandi menginjak kaki di tanah Melayu ini ---balek kampung---disambut meriah dengan acara tepuk tepung tawar. Sedangkan Sandi baru setakat calon wapres yg dipasangkan dengan Prabowo sebagai capres. Tidak ada protes dan tidak ada penolakan. Sekalipun tak bisa dielakkan bahwa LAMR (baca: elitnya) dinilai sudah mulai tidak netral lagi.


Pertanyaannya, mengapa ketika Presiden Jokowi dianugerahi gelar adat ada tokoh masyarakat yang menolak? Kok Sandi tidak? Apakah faktor Sandi yang kebetulan lahir di tanah Melayu (Riau)? Atau ada faktor politik lain, terkait Riau (2014) saat Pilpres digelar -daerah ini- menjadi basis pendukung kuat Prabowo-Hatta. Sedangkan Jokowi-JK kalah. Atau ada faktor lain (potensi resistensi) yang cukup kuat di sebagian besar rakyat di bumi Melayu ini menuntut ganti presiden 2019?

Apa yang dikatakan bapak H Syarwan Hamid kelahiran Siak ini mempertegas bahwa Presiden Jokowi dalam satu periode belum membuktikan berkonstribusi buat rakyat Riau memang kurang dirasakan. Berbanding terbalik dengan program-program pembangunan yg lagi gencar digarap Presiden Jokowi di pulau Jawa dan wilayah Indonesia Timur.

Kini, gelar adat yang diberikan kepada Presiden Jokowi oleh LAMR tinggal menunggu jam. Penulis memberi catatan bahwa  Jokowi sebagai capres, telah didukung pula oleh bupati/walikota se-Riau, termasuk gubernur dan wakil gubernur terpilih punya andil politik mendukung Presiden Jokowi kembali. Sekalipun arus bawah (baca: pemilih) cukup kecewa terhadap Gubernur Riau terpilih (Syamsuar-Edi Natar) yang membuat monuver mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai capres dan cawapres. Luapan "marah" dan kecewa itu sebagian  besar datang dari timses (PAN, PKS), relawan, pendukung loyalis dan warga yg memilih pasangan nomor urut 1 dalam pilkada gubernur Riau (2018).

Terlepas sikap pro kontra, semuanya dapat diambil pelajaran berharga bahwa "tidak ada sekutu dalam dunia politik, yang ada hanya kepentingan belaka".

Apa yg dilakukan LAMR dalam pemberian gelar adat untuk Presiden Jokowi atau siapa pun yang dianggap kompeten, hendaklah ditempatkan secara profesional dan proporsional. Bahwa LAMR adalah institusi keadatan tempat berteduh masyarakat secara sosial dan kultural tanpa menampikkan soal kepemimpinan. Kalaupun penganugerahan gelar adat tetap diberikan, menurut hemat penulis tidak memberikan perubahan peta politik suara menjelang pilpres 2019, dan tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, rakyat Riau sudah tahu siapa capres/cawapres yang harus dipilih secara cerdas.

Tampaknya ada beberapa alasan kuat petinggi LAMR yang didukung oleh Pemerintah Daerah (baca: gubri) dan DPRD Riau (baca: ketua) mendatangi istana merdeka menemui Presiden Jokowi untuk diberi gelar adat. Pertama, karena kebijakan dan ketegasan Presiden Jokowi, Riau saat ini sudah bebas asap. Kedua, Perpres Nomor 86 Tahun 2018 tentang TORA (Tanah Obyek Reformasi Agraria) membuka peluang masyarakat adat Melayu Riau untuk mengurus pengakuan berbentuk sertifikat milik bersama atas tanah adat.

Ketiga, Inpres Nomor 8 tahun 2018 tentang perkebunan kelapa sawit memberi peluang pada masyarakat adat Melayu Riau untuk mengambil peran dalam pengembalian haknya atas hutan tanah adat yang telah diusahakan secara ilegal oleh pihak pihak tertentu. Keempat, Blok Rokan, ladang minyak di Provinsi Riau, yang hampir se-abad dikelola perusahaan asing, dibawah kepemimpinan Jokowi akan dikelola Pertamina setelah tahun 2021.

Kelima, ada sejumlah proyek strategis nasional di Provinsi Riau terutama di bidang infrastruktur jalan tol dan pembangkit listrik yang dapat meningkatkan perekonomian di Riau. Keenam, Realisasi TORA dan perhutanan sosial (PS) untuk masyarakat Riau. Ketujuh, terwujudnya Embarkasi antara untuk Jamaah Calon Haji Riau di Pekanbaru.

Akhirnya, jikalau LAMR bersekokoh memberi gelar adat buat Presiden Jokowi hendaknya kita lihat dari perspektif negara bahwa Jokowi adalah presiden yang dipilih secara konstitusional. Soal pilihan politik di pilpres mendatang punya jago masing masing, tinggal dibuktikan pada tanggal 17 April 2019. Dan  LAMR seharusnya berada dalam sikap istiqomah untuk memposisikan diri berada/berpijak ditengah-tengah, agar tidak "dituduh" berada di salah satu blok -rezim oposisi atau rezim berkuasa- (terutama elitnya), sekaligus mampu menjaga independensi dan kemandirian dalam bersikap dan bertindak, bukan sebaliknya. Sekian. *

Penulis : Zulfan Heri, Direktur Eksekutif ISDP
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Senin, 19 Agustus 2019 16:00 WIB
Coutinho Resmi Gabung Bayern Munchen
Minggu, 25 Agustus 2019 21:19 WIB
RSUD Arifin Achmad Menuju Pusat Ginjal di Riau
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 24 Agustus 2019
Polres Inhu Tangkap 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Sabtu, 24 Agustus 2019
Publikasikan Wisata Riau, SEF Taja Workshop Tourism 'Guide Zaman Now'
Jumat, 23 Agustus 2019
Dibangun Swadaya, Dandim 0321/Rohil Resmikan Masjid Junud Al-Qodim
Kamis, 22 Agustus 2019
Danrem 031/WB Bangga Terhadap Prajurit Kodim Bengkalis

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 22 Agustus 2019
Tingkat Sinergitas Pelayanan Perizinan, DPMPTSP Bengkalis Gelar Rakor
Sabtu, 17 Agustus 2019
Galeri Foto: Cara Bupati Alfedri Mengatasi Karhutla
Kamis, 08 Agustus 2019
Tingkatkan Perizinan, Dinas PM-PTSP Kampar Tawarkan Berbagai Kemudahan
Rabu, 24 Juli 2019
Komitmen Majukan Dunia Pendidikan Riau

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 21 Agustus 2019
Unri Gelar Seminar Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan Tropis
Sabtu, 17 Agustus 2019
Peringatan HUT RI di UIR Berjalan Khidmat
Kamis, 15 Agustus 2019
PBAK UIN Suska Riau 2019: Mahasiswa non Muslim Mencapai 70 Orang
Sabtu, 10 Agustus 2019
Mahasiswa UNRI Gelar Penyuluhan Kampung KB di Silikuan Hulu

Kampus lainnya ...

DewanGerindra
Terpopuler

01

Senin, 19 Agustus 2019 15:25 WIB
Enam Polisi di Riau Dipecat Tidak Hormat
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www