Kamis, 25 April 2019

Breaking News

  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA   ●   
  • Prabowo: Jaga TPS Kita Dari Pemilih Hantu!
Muhibbah

1.500 Lahan Sawah di Kampar Dinyatakan Puso Akibat Banjir, Kerugian Miliaran Rupiah
Kamis, 20 Desember 2018 17:14 WIB
1.500 Lahan Sawah di Kampar Dinyatakan Puso Akibat Banjir, Kerugian Miliaran Rupiah
Warga melihat hamparan padi yang mati akibat banjir di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar
BANGKINANG (CAKAPLAH) - Bencana banjir di Kabupaten Kampar, Riau menyisakan berbagai persoalan bagi petani. Sebanyak 1.500 hektare lahan sawah dinyatakan puso atau mengalami kerusakan dan tidak akan menghasilkan.


Kondisi ini membuat target produksi beras di Kabupaten Kampar sebanyak 75.000 ton gagal tercapai karena dengan adanya kerusakan tanaman padi di lahan seluas 1.500 hektare akan kehilangan beras sebanyak 7.600 ton beras.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtukultura Kabupaten Kampar Henry Dunan didampingi sejumlah kepala bidang dan kepala seksi ketika ditemui di ruang kerjanya, di Komplek Perkantoran Pemkab Kampar di Jalan Lingkar, Bangkinang, Kamis (20/12/2018) mengungkapkan, lahan yang mengalami kerusakan seluas 1.500 hektare ini tersebar di sembilan kecamatan.

Sembilan kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Bangkinang sebanyak 5,5 hektare, Kecamatan Rumbio Jaya 175 hektare, Kecamatan Kampar Utara 319 hektare, Kecamatan Tapung Hulu 15 hektare, Kecamatan Salo 8 hektare, Kecamatan Kampar 178 hektare, Kecamatan Tambang 596 hektare dan Kecamatan Kampa 196 hektare.

Dari total 1.500 hektare sebanyak 467 hektare adalah lahan yang mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah pusat.
"Ada berupa bantuan bibit, pupuk dan ada juga murni semuanya bantuan pemerintah dan pemerintah daerah," ujar Dunan.

Pasca terjadinya banjir pekan lalu, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtukultura Kabupaten Kampar telah turun ke lapangan dan langsung menindaklanjuti instruksi Bupati Kampar agar segera dan cepat mencari solusi yang dihadapi petani. Dunan mengakui pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian di Jakarta. Lalu pihak Kementerian Pertanian telah menurunkan petugas LO ke Kabupaten Kampar.

Ada dua cara yang dilakukan pemerintah dan pemerintah daerah. Cara pertama adalah berupaya mendapatkan cadangan benih nasional (CBN).

"Mudah-mudahan ini terkabul. Kita diminta melengkapi data," imbuh Dunan.

Pihaknya menargetkan seluruh lahan yang terkena dampak banjir ditanam kembali pada tahun 2019. Namun ia belum bisa memastikan kapan bantuan ini direalisasikan untuk petani.

"Waktunya sangat mepet. Yang pasti di 2019, lokasi banjir itu menjadi prioritas kita untuk diberikan bantuan dengan program APBN sebagian dan sebagian kecil dari APBD Kampar maupun APBD provinsi," ulasnya.

Dari APBD Kampar tahun 2019, direncanakan sebanyak 350 hektare lahan akan mendapatkan bantuan. "Tapi bantuannya sesuai program. Kalau bibit saja ya bibit, pupuk ya pupuk atau kedua-duanya, jadi tergantung program," terang Dunan.

Menyinggung target produksi beras di Kabupaten Kampar, dengan adanya bencana ini target Kampar sebanyak 75.000 ton beras dipastikan gagal karena dari 1.500 hektare lahan ini bisa menghasilkan sekira 7.600 ton beras. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

"Kalau rata-rata hasil perhektare itu Rp 30 juta, hitung saja berapa harus kehilangan. Ya, miliaranlah," ucap Dunan.

Ia menyebutkan, dalam dua tahun terakhir produksi beras di Kampar cukup membanggakan karena mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 produksi mencapai 32.00 ton dan pada tahun 2017 naik menjadi 42.000 ton dan untuk tahun 2018 belum dilakukan penghitungan. Untuk mencapai swasembada beras, Kabupaten Kampar harus menghasilkan 120.000 ton beras karena kebutuhan Kampar sebanyak 120.000 ton.

Sementara itu, dari pantauan di sejumlah desa, hampir seluruh padi yang terendam banjir terlihat mati. Sebagian besar sudah berbuah dan hanya sebagian kecil saja yang selamat dari ancaman banjir.

Kalangan petani sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk masa tanam berikutnya. Salah seorang petani Fahmi (38) di Desa Tanjung Berulak, Kecamatan Kampar mengungkapkan, bencana banjir beberapa hari lalu membuat ia harus rela kehilangan panen. Menurutnya, dari luas lahan yang terendam ia mengalami kehilangan 14 goni gabah. "Itu bisa untuk makan setahun," ujar Fahmi.

Penulis : Akhir Yani
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Pemerintahan, Kabupaten Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 17 April 2019 07:07 WIB
Ratusan Aktivis Perubahan Iklim Ditangkap
Kamis, 11 April 2019 08:06 WIB
Jarak Pandang di Pelalawan Hanya 500 Meter
Selasa, 02 April 2019 06:22 WIB
Pengunjuk Rasa Menolak Brexit
Kamis, 18 April 2019 11:44 WIB
Tiga Hotspot Terdeteksi di Inhil
Minggu, 14 April 2019 06:28 WIB
Game PUBG Resmi Dilarang di Nepal
Sabtu, 23 Maret 2019 08:04 WIB
Hotspot di Riau Berkurang Drastis
0 Komentar
Berita Pilihan
Kamis, 25 April 2019
Tiga Kabupaten di Riau Terdeteksi Ada Hotspot
Kamis, 25 April 2019
Rusunawa Yos Sudarso Jadi Sarang Narkoba?
Kamis, 25 April 2019
Kelelahan Bertugas 30 Jam, Petugas Pengamanan TPS Di Rohul Wafat
Kamis, 25 April 2019
Sopir Ambulans Gerayangi Tubuh Pasien saat Menuju Rumah Sakit
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 25 April 2019
Respon Keluhan Masyarakat, Dishub akan Koordinasi dengan PT TPM
Kamis, 25 April 2019
Dua Agenda Paripurna DPRD Pelalawan Terpaksa Ditunda
Rabu, 24 April 2019
94 TPS Selesi Rekap Di PPK Rengat Barat
Selasa, 23 April 2019
Baut Jembatan Dicuri, Firdaus: Mari Kita Sama-sama Menjaga dan Mengawasinya

Serantau lainnya ...
Senin, 15 April 2019
Mengintip Makanan dan Minuman Kesukaan Jokowi, Semuanya Kuliner Tradisional Indonesia
Kamis, 04 April 2019
Ajak Masyarakat Bersepeda 35 Kilometer, ABG Gowes Pekanbaru Siapkan Puluhan Hadiah
Selasa, 26 Maret 2019
Heboh, Puluhan Nomor Janda Tersebar di Pesan Berantai WA
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 03 April 2019
Bangun Gedung Centra Industri IKM Sagu untuk Mendorong Cluster Sagu Meranti
Jumat, 22 Maret 2019
Jemput Bola, 16 Anggota DPRD Bengkalis Usulkan Rp1,14 Triliun Penanganan Abrasi ke BNPP
Rabu, 13 Maret 2019
BKKBN Riau Berpacu dengan Waktu Capai Target Program KKBPK
Rabu, 06 Maret 2019
Kota Pekanbaru Sukses Gelar HUT Damkar ke 100 yang Dihadiri Mendagri

Advertorial lainnya ...
Senin, 22 April 2019
OnePlus 7 Pro Punya Kamera Belakang 48 MP?
Senin, 22 April 2019
Inilah Harga ASUS Zenfone Live L2 di Indonesia
Kamis, 14 Maret 2019
Susul Instagram dan Facebook, WhatsApp Ikut Bermasalah
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 06 April 2019
Tidur dengan atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 24 April 2019
Ahli Perminyakan dan Geologi Chevron Berbagi Ilmu di Kampus UIR
Rabu, 17 April 2019
PSB Unri Gelar Diskusi Refleksi Riset Aksi Restorasi Gambut Riau, Lahirkan 6 Rekomendasi
Sabtu, 13 April 2019
Unilak Wisuda 768 Lulusan, Eva Juliana Raih IPK Nyaris Sempurna
Senin, 08 April 2019
Rektor UiTM Malaysia Siap Bantu UIR Masuk 100 Top Nasional

Kampus lainnya ...

PCR
Terpopuler

05

Rabu, 24 April 2019 07:06 WIB
PB HMI Minta Kader Untuk Siaga Satu
PTPN5
Foto
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar
Rabu, 03 April 2019
Masuki Era 4.0 SMA Plus Taruna Andalan Berikan Pelajaran Industri
Selasa, 02 April 2019
Warga Desa Lalang Kabung Menanam 300 Batang Pohon
Senin, 25 Maret 2019
Rumah Layak Untuk Andini

CSR lainnya ...
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www