Sabtu, 20 Juli 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Mengapa Terus Terjadi Ketegangan Pemerintah China dan Suku Uighur?
Selasa, 25 Desember 2018 06:18 WIB
Mengapa Terus Terjadi Ketegangan Pemerintah China dan Suku Uighur?
Xinjiang secara resmi menjadi bagian dari negara komunis Cina pada 1949.
(CAKAPLAH) - Wilayah otonomi Xinjiang di bagian barat Cina punya sejarah panjang perselisihan antara pihak berwenang dan penduduk asli yang adalah etnis Uighur. BBC menjelaskan alasannya.


Siapa yang bermukim di Xinjiang?

Wilayah administratif Cina terbesar, Xinjiang berbatasan dengan delapan negara - Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, dan India - dan hingga saat ini populasinya sebagian besar adalah Uighur, suku minoritas yang beragama Islam.

Kebanyakan orang Uighur adalah Muslim dan Islam adalah bagian penting dari kehidupan dan identitas mereka. Bahasa mereka terkait dengan bahasa Turki, dan mereka menganggap diri mereka secara budaya dan etnis dekat dengan negara-negara di Asia Tengah.

Ekonomi di kawasan itu sebagian besar berkisar di sekitar pertanian dan perdagangan, dengan kota-kota seperti Kashgar berkembang sebagai hub di sepanjang Jalur Sutra yang terkenal.

Namun pembangunan telah mendatangkan warga-warga baru. Dalam sensus tahun 2000, suku Han mencakup 40% populasi. Ada pula sejumlah besar pasukan yang ditempatkan di wilayah tersebut dan sejumlah migran tidak terdaftar yang tidak diketahui jumlahnya.

Kapan Xinjiang Jadi Bagian dari Cina?

Wilayah ini sesekali mendapatkan status otonomi dan bahkan merdeka, tetapi apa yang sekarang dikenal sebagai Xinjiang, menjadi bagian dari kekuasaan Cina pada abad ke-18.

Pada tahun 1949, sempat ada deklarasi berdirinya sebuah negara Turkistan Timur, tetapi kemerdekaan itu berumur pendek - lalu tak lama kemudian, di tahun itu juga, Xinjiang secara resmi menjadi bagian dari negara Cina.

Pada 1990-an, dukungan terbuka untuk kelompok separatis meningkat setelah runtuhnya Uni Soviet dan munculnya negara-negara Muslim merdeka di Asia Tengah.

Namun, Beijing menindas demonstrasi dan para pegiat pun tiarap dan bergerak ke bawah tanah.

Apa Penyebab Berbagai Kerusuhan Itu?

Keadaannya sangat pelik, namun banyak yang mengatakan bahwa ketegangan etnis yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan budaya adalah akar penyebab berbagai kekerasan baru-baru ini.

Proyek-proyek pembangunan besar telah membawa kemakmuran ke kota-kota besar Xinjiang, yang menarik anak-anak muda suku Han yang berketerampilan dan berkualitas teknis dari provinsi-provinsi timur.

Orang-orang Han disebut mendapat posisi-posisi terbaik dan sebagian besar dari mereka sukses secara ekonomi, sesuatu yang memicu kebencian di antara orang-orang Uighur.

Para aktivis HAM mengatakan kegiatan komersial dan budaya Uighur lambat laun dibatasi oleh pemerintah Cina. Muncul keluhan tentang pembatasan keras terhadap yang berbau Islam, bahwa jumlah masjid sedikit sementara sekolah-sekolah agama diawasi ketat.

Amnesty International, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2013, mengatakan otoritas Cina mengkriminalisasi "apa yang mereka anggap sebagai 'kegiatan ilegal keagamaan' dan 'separatis'" dan menekan "unjuk rasa identitas budaya yang berlangsung damai".

Pada Juli 2014, beberapa departemen pemerintah Xinjiang memberlakukan larangan berpuasa kepada para pegawai negeri Muslim selama bulan suci Ramadan. Ini bukan pertama kalinya Cina membatasi puasa di Xinjiang, tetapi kali ini terkait sejumlah serangan yang dituduhkan pada para ekstremis Uighur.

Bagaimana Kekerasan Berkembang?

Cina telah mengintensifkan kebijakan dan tindakan kerasnya terhadap warga Uighur setelah protes jalanan pada 1990-an dan mengulanginya lagi menjelang Olimpiade Beijing pada 2008.

Tapi kekerasan benar-benar meningkat pada tahun 2009, ditandai kerusuhan etnis skala besar di ibukota daerah itu, Urumqi. Sekitar 200 orang tewas dalam kerusuhan, sebagian besar dari mereka warga Cina suku Han, menurut para pejabat.

Keamanan ditingkatkan dan banyak orang Uighur ditahan sebagai tersangka. Namun kekerasan terus bergulir.

Pada Juni 2012, enam orang Uighur dilaporkan mencoba membajak sebuah pesawat dari Hotan ke Urumqi, namun mereka bisa dibekuk oleh sejumlah penumpang dan awak.

Terjadi pertumpahan darah pada April 2013, disusul kekerasan Juni 2013, di distrik Shanshan yang menewaskan 27 orang setelah polisi menembaki sekelompok ortang yang menurut media pemerintah adalah gerombolan bersenjatakan pisau yang menyerang bangunan pemerintah setempat.

Menetapkan fakta tentang insiden ini sulit, karena akses jurnalis asing ke wilayah ini dikontrol ketat. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, tampaknya terjadi pergeseran kekerasan, yang mengarah ke serangan skala besar dengan sasaran warga, terutama di Xinjiang.

Sedikitnya 31 orang tewas dan lebih dari 90 orang menderita luka-luka pada Mei 2014 ketika dua mobil menabrak secara sengaja pasar Urumqi disusul pelemparan bahan peledak ke kerumunan. Cina menyebutnya sebagai "insiden kekerasan teroris ".

Sebelumnya terjadi serangan bom dan pisau di stasiun kereta api selatan Urumqi pada bulan April, yang menewaskan tiga orang dan melukai 79 lainnya.

Pada bulan Juli, pihak berwenang mengatakan sekelompok bersenjatakan pisau menyerang kantor polisi dan kantor pemerintah di Yarkant, menyebabkan 96 orang tewas. Imam masjid terbesar di Cina, Jume Tahir, ditikam hingga tewas beberapa hari kemudian.

Pada bulan September, sekitar 50 orang tewas dalam ledakan di daerah Luntai di luar kantor polisi, pasar dan toko. Detil dari kedua insiden tersebut tidak jelas dan para pegiat menyangkal beberapa detil laporan tentang insiden itu di media pemerintah.

Beberapa kekerasan juga tumpah meluber dari Xinjiang. Sebuah aksi penikahan di Kunming pada bulan Maret di provinsi Yunnan, menewaskan 29 orang, dan pemerintah menyebut separatis Xinjiang adalah pelakunya, seperti juga kejadian Oktober 2013, ketika sebuah mobil menabrak kerumunan dan terbakar di alun-alun Tiananmen. Beijing.

Aprat kemudian meluncurkan apa yang mereka sebut "kampanye satu tahun melawan terorisme", meningkatkan keamanan di Xinjiang dan meningkatkan latihan militer di wilayah tersebut.

Ada juga laporan-laporan tentang vonis massal dan penangkapan sejumlah 'kelompok teror'. Media pemerintah Cina telah melaporkan daftar panjang orang-orang yang dihukum karena aktivitas ekstremis dan dalam beberapa kasus, hukuman mati.

Akademisi Uighur terkenal, Ilham Tohti ditahan dan kemudian didakwa pada September 2014 atas tuduhan separatisme, yang memicu kecaman internasional.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program 'reedukasi, atau 'pendidikan ulang'.

Pemerintah Cina membantah tudingan kelompok-kelompok HAM itu. Pada saat yang sama, ada semakin banyak bukti pengawasan opresif terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.

Siapa yang Jadi Biang Keladi?

Cina sering menunjuk ETIM -East Turkestan Islamic Movement: Gerakan Islam Turkmenistan Timur- atau orang-orang yang terinspirasi oleh ETIM, sebagai pelaku kekerasan baik di Xinjiang maupun di sekitarnya.

ETIM disebutkan ingin membangun sebuah negara Turkmenistan Timur yang berdaulat di Cina. Menurut Departemen Luar Negeri AS dalam laporan tahun 2006, ETIM adalah 'kelompok separatis etnik Uighur yang paling miltan.'

Cakupan kegiatan ETIM masih belum jelas. BAnyak juga yang meragukan kemampuan kelompok ini dalam menggalang langkah ekstrekisme yang serius.

ETIM tak pernah mengaku sebagi pihak yang berada di balik serangan-serangan itu. Namun pemerintah Cina mengatakan Partai Islam Turkmenistan - yang disebut sebagai nama lain ETIM - mengedarkan video yang mendukung serangan di Kunming.
Editor : Ali
Sumber : BBC.com
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 20 Juli 2019
TMMD Ke-105 Kodim 0313/KPR, Babinsa Aktifkan Patroli Terpadu Cegah Karhutla
Sabtu, 20 Juli 2019
TMMD Ke-105 Kodim 0313/KPR, Puncak Kompe 'Bersolek' dengan Pohon Durian, Mahani dan Ketapang
Sabtu, 20 Juli 2019
Tingkatkan Kualitas Aparatur, Desa Laboi Jaya Gelar Pelatihan Pembinaan Kelembagaan Desa 
Sabtu, 20 Juli 2019
Meresahkan Warga, Babinsa Koramil 12/XIII Koto Kampar Ingatkan Pemuda untuk Hindari Balapan Liar

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Juni 2019
Zulkifli As Ajak Warga Tingkatkan Pendalaman, Penghayatan dan Pengamalan Alquran
Rabu, 26 Juni 2019
17 Anggota Komisi V DPR RI Berkunjung ke Kawasan Megaproyek Technopark Pelalawan
Minggu, 23 Juni 2019
DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT ke-235 Kota Pekanbaru
Jumat, 21 Juni 2019
Pemkab Bengkalis Terus Pertahankan Tradisi Lampu Colok

Advertorial lainnya ...
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?
Kamis, 18 Juli 2019
Redmi K20 Pro Berbalut Emas Dijual Hampir Rp100 Juta!
Senin, 15 Juli 2019
Ini Bocoran Harga Galaxy Note10 Series yang Paling Murah

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Unri Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Berlalu Lintas di SMAN 2 XIII Koto Kampar
Jumat, 19 Juli 2019
Mahasiswa Abdimas UNRI Beri Penyuluhan kepada Siswa SMPN 1 Rumbio Jaya Soal Berumah Tangga
Kamis, 18 Juli 2019
Unilak-Pegadaian Teken MoU di Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM
Selasa, 16 Juli 2019
34 Mahasiswa UiTM Perlis Malaysia Ikuti Internship Programme di UIR

Kampus lainnya ...

PTPN5
Terpopuler
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www