Sabtu, 07 Desember 2019

Breaking News

  • Pemprov Riau Bebaskan Denda Pajak Daerah   ●   
  • Riset: Buzzer di Indonesia Digerakkan oleh Agensi   ●   
  • Tim Gabungan Akan Beri Efek Jera untuk Korporasi Pembakar Lahan   ●   
  • PTPN V Remajakan 914 Hektare Sawit Rakyat di Rohil   ●   
  • Tahun Depan, KIT Pekanbaru Sudah Bisa Dijual   ●   
  • 3 Fraksi DPRD Riau Sepakat Sebut Paripurna Pembentukan AKD Cacat Prosedural   ●   
  • Pemko Pekanbaru Bentuk Tim Percepatan KIT   ●   
  • Meubelair Gedung Mapolda Riau Senilai Rp10,5 Miliar Tahap Lelang   ●   
  • LAMR akan Kumpulkan Elemen Masyarakat Bahas Blok Rokan   ●   
  • Unilak Wisuda 1.044 Mahasiswa
Iklan Yamaha

Pahlawan Asal Kampar
Mahmud Marzuki Bakal Diusulkan Jadi Nama Jalan atau Stadion di Riau
Jum'at, 05 April 2019 07:28 WIB
Mahmud Marzuki Bakal Diusulkan Jadi Nama Jalan atau Stadion di Riau
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau kembali akan memperjuangkan nama Mahmud Marzuki untuk segera dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Pahlawan asal Kampar itu akan diusulkan menjadi nama-nama objek tertentu  agar masyarakat di Riau juga mengenal sosoknya.


Pasalnya, nama Mahmud Marzuki sudah beberapa kali diusulkan untuk dikukuhkan sebagai pahlawan nasional ke Tim Peneliti Pengkaji Gelar Nasional (TP2GN), masih menemui kegagalan.

Padahal Mahmud Marzuki bukan orang sembarangan, Ia merupakan pengibar bendera merah putih pertama pasca kemerdekaan di Kampar.  

"Harapan kita agar pusat percaya dan yakin, nama pahlawan Mahmud Marzuki yang kita usulkan itu dapat digaungkan. Bahwa Mahmud Marzuki memang layak menjadi pahlawan nasional," kata Kepala Dinsos Riau, Dahrius Husin kepada CAKAPLAH.com, Kamis (4/4/2019).

Dahrius mencontohkan, di daerah lain, sebelum nama pahlawannya diusulkan ke TP2GN, nama tersebut terlebih dahulu sudah digaungkan menjadi nama objek tertentu, misalnya menjadi nama airport, nama jalan dan lain.

"Coba kita lihat sampai sekarang ada tidak nama jalan di Pekanbaru ini menggunakan nama Mahmud Marzuki. Jadi ini lah yang perlu kita gaungkan kalau memang kita sepakat bahwa Mahmud Marzuki harus dikukuhkan menjadi pahlawan nasional," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan komunikasi dengan stokeholder terkait, termasuk TP2GD Riau agar nama Mahmud Marzuki dapat digaungkan. Misalnya nama Mahmud Marzuki digaungkan menjadi nama Stadion Utama Riau.

"Misalnya Stadion Utama Riau Mahmud Marzuki atau Gelanggang Remaja Mahmud Marzuki dan lainnya," cetus mantan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Riau ini.

Disampaikan itu Dahrius mengatakan,
tahun lalu TP2GN sudah menilai usulan Pemprov Riau. Bahkan secara administrasi waktu itu sudah lengkap.

"Tapi waktu ada pengukuhan gelar pahlawan nasional, nama pahlawan Riau Mahmud Marzuki belum dikukuhkan. Makanya sampai sekarang kita masih menunggu, sebab tidak semua usulan juga harus ditampung. Karena TP2GN melihat yang prioritas bagi provinsi yang belum ada pahlawan nasionalnya, itu yang diprioritaskan dulu. Sedangkan Riau sudah ada Sultan Syarif Kasim, Raja Ali Haji, dan Tuanku Tambusai," tukasnya.

Sejarah Singkat

Mahmud Marzuki tokoh perjuangan asal Bangkinang, Kampar Riau. Kiprahnya mungkin sebagian masyarakat belum banyak tahu. Padahal dialah orang pertama mengibarkan Merah Putih pasca kemerdekaan di Kampar.

Pada tahun 1942 ketika Jepang berkuasa di Kampar, Riau terbetik kabar sejumlah tokoh agama ditahan. Marzuki yang kala itu dipercayakan rakyat sebagai tokoh pejuang melawan penjajah.

Sejumlah tokoh alim ulama di Lima Koto Kampar, ditangkap dan ditahan Jepang. Alasannya karena alim ulama dianggap menentang keberadaan tentara Jepang.

"Marzuki, dan sejumlah tokoh lainnya seperti Malik Yahya, M Amin serta lainnya bergerak secara diam-diam dalam satu kesatuan ilegal yaitu gerakan rahasia menyebar bibit nasional dan anti penjajah. Agama merupakan senjata yang ampuh untuk menghimpun mereka dan menggerakkan rakyat melawan penjajah Jepang," tulis buku Biografri Calon Pahlawan Nasional Mahmud Marzuki Sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia".

Seperti dilansir dari detik.com, Buku ini ditulis oleh sejumlah sejumlah tokoh sejarah yaitu, Profesor Suwardi Muhamad Sani, Rustam Effendi, Prof Isjoni, Ali Munir Hasani, Latif Hasyim, Azaly Djohan dan Hj Rosniar.

Marzuki dan tokoh lainnya kala itu, menyemangatkan untuk melawan Jepang sebagai kafir. Selanjutnya gerakan yang dia lalukan memboikot beberapa hasil panen padi. Warga diminta untuk tidak menyerahkan seluruh hasil panennya. Usaha yang dilakukan berjalan dengan baik, padi yang diberikan ke Jepang sebagian diisi dengan gabah.

Pada 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun, saat itu kabar kemerdekaan tidak langsung diterima masyarakat di daerah, termasuk di Kab Kampar, Riau.

"Pada 5 September 1945, berita proklamasi tersiar di Air Tiris (Kampar) lewat tempelan pamplet yang ditempelkan orang yang datang dari Bukittinggi. Adanya pamplet itu mendorong Mahmud Marzuki dan Muhamad Amin pergi mengecek atau mencari informasi kebenaran cerita itu. Kedua tokoh masyarakat itu pergi ke Botok, Kepala Kantor Pos dan Telegraf Bangkinang. Rupanya Botok benar telah mendapat berita kemerdekaan tetapi dia tak berani untuk menyebar luaskan karena takut ancaman Jepang," tulis buku sejarah keluaran 2018 itu.

Diduga teks proklamasi itu ditempelkan oleh petugas dari Sumatera Barat yang mulai menyebarkan teks tersebut setelah menerima berita resmi dari TM Hasan dan Dr M Amin selaku anggota PPKI dari Jakarta. Mereka datang ke Bukittinggi membawa teks proklamasi tersebut.

Pada 6 September 1945, bertepatan Hari Raya Idul Fitri, dilaksanakan salad Id di lapangan tengah sawah Simpang Kubu, Air Tiris saat ini. Marzuki kala itu menyampaikan khotbahnya di hadapan masyarakat.

"Penutup khotbahnya Mahmud Marzuki menyampaikan kepastian kemerdekaan yang telah dibacakan Bung Karno dan Hatta. Rakyat diminta bersedia berkorban mempertahankan kemerdekaan," tulis buku itu.

Sehingga pada Senin 11 September 1945, Marzuki mengajak seluruh masyarakat berkumpul di depan Kantor Demang Bangkinang untuk menggelar upacara kemerdekaan. Kabar ini terdengar oleh Jepang, sehingga bala tentaranya dikerahkan di lapangan tersebut.

"Di hadapan 2.000 warga Marzuki pidato mengajak agar seluruh rakyat terutama yang hadir bertekad mempertahankan Merah Putih tetap di tiangnya," tulis buku itu.

Kemudian, dua orang temaja datang ke M Marzuki menyerahkan bendera merah putih. Dengan beraninya M Marzuki membawa bendera itu di tiang. Saat akan dikibarkan hujan mengguyur deras. Sebagian warga mencari tempat berteduh.

"Selaku pemimpin upacara Mahmud Marzuki tetap di tempat walau hujan deras hingga bendera naik sampai ke puncak tiang," terang buku sejarah itu.

Belanda dan Jepang kala itu sama-sama berada di tempat. Mereka hanya terdiam menyaksikan para pemuda tersebut.

"Belanda dan Jepang hadir di sana bukan untuk mengganggu pengibaran merah putih, tapi justru merasa heran melihat persatuan penduduk di bawah kepimpinannya (Marzuki)," tulis buku itu.




Penulis : Amin
Editor : Hadi
Kategori : Riau, Pemerintahan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Kamis, 03 Oktober 2019
Tokoh Masyarakat Ingin Sekda Riau dari Indragiri, Ini Alasannya
Kamis, 03 Oktober 2019
Sayonara KPK
Jumat, 04 Oktober 2019
Sebelum Ditemukan Meninggal di Mobil, Korban Sempat Senang-senang di Karaoke
Minggu, 06 Oktober 2019
Heboh Penemuan Potongan Mirip Tangan Manusia di Kampar, Ini Penjelasan Polisi
Minggu, 06 Oktober 2019
Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2019
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 06 Desember 2019
Disdikbud Siak Undang Suku Seni Pentaskan Bangsawan
Kamis, 05 Desember 2019
Rusdiwandi Kembali Nakhodai Akbarindo Riau
Kamis, 05 Desember 2019
Riau Tourism Outlook 2019 Bahas Mitigasi Dampak Krisis Ekonomi Bagi Pariwisata Riau
Kamis, 05 Desember 2019
Warga Sukajadi Protes Proyek IPAL Pekabaru

Serantau lainnya ...
Jumat, 29 November 2019
Yuk! Coba 6 Aktivitas Seru ini untuk Mengisi Waktu Akhir Pekan Kamu Bersama Anak
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 13 November 2019
Berdirinya UPTD Metrologi Kuansing: Konsumen Terlindungi, Daerah pun Dapat PAD
Selasa, 12 November 2019
Riau Pertahankan Gelar Juara Umum Porwil Sumatra
Jumat, 08 November 2019
Program Pamsimas Jadikan Pola Hidup Masyarakat Rohil Lebih Bersih
Jumat, 08 November 2019
Pemkab Rohil Optimis Capai Kabupaten Layak Anak

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 06 Oktober 2019
5 Cara Sederhana Turunkan Kolesterol Jahat Dalam
Selasa, 10 September 2019
Hasil Penelitian, Tingkat Stres Mahasiswi Lebih Tinggi dari Mahasiswa
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 06 Desember 2019
UIR-Pemkab Kampar Sepakat Majukan Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Jumat, 29 November 2019
UIR Jalin Kerjasama dengan Unisel Malaysia
Selasa, 26 November 2019
UIR-Kemenlu Teken MoU, Rektor Resmikan Pusat Studi Asia Pasifik di Fisipol UIR
Sabtu, 23 November 2019
Magister Ilmu Hukum Unilak Gelar Kuliah Umum, Bahas RUU Pertanahan

Kampus lainnya ...

Hotel Prime Park
Terpopuler
Iklan Nasarudin Pelalawan 1
Foto
PTPN5
Pangeran Hotel
Selasa, 08 Oktober 2019
Kini Warga Bisa Lakukan Setoran Haji di Kantor Kas BRK Syariah Kemenag Rohul
Minggu, 15 September 2019
PT PSPI Bagikan 2.500 Masker ke Masyarakat Kampar Kiri
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas

CSR lainnya ...
Kamis, 03 Oktober 2019
Mengenal Sosok Lora Fadil, Anggota DPR Boyong Tiga Istri Saat Pelantikan hingga Tidur Diruang Paripurna
Minggu, 29 September 2019
Mikha Tambayong: Sehat Itu Murah dan Menyenangkan
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www