Rabu, 21 Agustus 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Perputaran Dana UED-SP di Bengkalis Tembus Rp1,4 Triliun
Selasa, 16 April 2019 18:13 WIB
Perputaran Dana UED-SP di Bengkalis Tembus Rp1,4 Triliun
Bupati Bengkalis Amril Mukminin didampingi Kepala Dinas PMD Yuhelmi dan Kabid P2M Erdila Johan

Bengkalis (CAKAPLAH) - Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Pemerintah Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu rujukan para pelaku usaha untuk mengembangkan usaha yang digeluti. Program UED SP ini berdiri sejak tahun 2011 silam dan berjalan di 136 desa dan 13 kelurahan di Kabupaten Bengkalis.



Agar program tersebut berjalan sesuai rencana dan tujuan mensejahterakan masyarakat Negeri Junjungan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melakukan menyertaan modal kepada pengelola UED-SP.

Anggaran itu tidak sedikit, dalam kurun waktu tahun 2011 sampai tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengucurkan Rp500 miliar lebih untuk seluruh desa yang ada. Setiap desa mendapat Rp1 miliar pertahun.

Kendati menguras APBD Kabupaten Bengkalis tidak sedikit, program ini menunjukkan keberhasilan. Dari kucuran anggaran Rp500 miliar kurun waktu 5 tahun, uang tersebut bergulir pada 111 ribu pemanfaat (peminjam) dengan total perputaran uang menjadi Rp1,4 triliun.

“Program UED ini mulai berdiri tahun 2011. Dengan penyertaan modal dari  pemeritah kabupaten bengkalis dari tahun 2011 sampai tahun 2015 itu sekitar 500 miliar lebih. Hari ini, sudah berputar di 136 desa dan 13 kelurahan. Total uang berputar perdesember 2018 tahun kemarin itu berjumlah R1,4 trilun,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melalui Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Erdila Johan Kepada CAKAPLAH.COM

Berbagai sektor usaha memanfaat UED SP untuk pengembangan usaha. Mulai dari usaha sektor jasa, perdagangan, pertanian, nelayan dan semua sektor usaha khusus berada di desa. Paling banyak memanfaatkan UED SP adalah sektor perdagangan.

Berbasis Syari’ah

Perjalanan dan perkembangan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) terus dioptimalkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Tahun 2019 ini,Pemerintah Kabupaten Bengkalis dibawah kepemimpinan Bupati Amril Mukminin menginisiasi program UED SP berbasis syari’ah.

Hal itu bukan tanpa alasan, dari 111 ribu pemanfaat UED SP hampir 90 persen adalah umat muslim. Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) banyak menerima aspirasi agar UED SP menerapkan sistem syari’ah untuk menekan riba.

Menurut Erdila, Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) regulasi pengelolaan UED SP berbasis syari’ah sedang berjalan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas PMD sedang membuat aturan atau regulasi dengan melibatkan semua pakar ekonomi syariah dari Perguruan Tinggi. Selain pakar Perguruan Tinggi, Pemerintah melibat pihak aktivis dan Perbankan syariah untuk menuju UED SP berbasis syariah.

“Kami bersyukur perkembangan UED SP sangat baik. Kemudian pada tahun 2019 ini kami menginisiasi program UED SP berbasis syariah di bawah BUM Desa. Jadi regulasi sedang berjalan, kami membuat regulasi berbasis syariah melibatkan semua pakar-pakar ekonomi syariah dari perguran tinggi, aktivis syari’ah kemudian dari perbankan syariah untuk menuju UED SP bebasis syariah,” terangnya lagi.

UED SP berbasis syariah memilik keuntungan tersendiri baik bagi pengelola maupun memanfaat. Dari sisi keuntungan pengelola adalah peningkatan pelayanan. Pemaanfaat lebih merasa aman ketika berbasis syariah tanpa riba.

Kemudian bagi pemanfaat UED SP memiliki keuntungan terutama dari bagi hasil dan jasa pinjaman. Jasa pinjam menjadi lebih kecil. Bila biasanya jasa pinjaman persatu bulan itu 1 persen, dengan berbasis syariah menjadi 0,8 persen perbulan.

“Selanjutnya keuntungan lain bagi pemanfaat, pinjaman untuk individu itu biasanya maksimal Rp30 juta permanfaat, sekarang dibawah pengelolaan BUM Desa ini pinjaman perindividu itu menjadi batas maksimalnya Rp60 juta. Jadi itu kemudahan yang kita siapkan,”tutur Kabid P2M lagi.

Aset Desa

Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen mengembangkan ekonomi perdesaaan. UED SP yang sedang berkembang saat ini, sudah diserahkan Pemerintah ke Pemerintah Desa menjadi aset desa. Di sana, UED SP menjadi bagian daripada unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Kemudian selain itu, Pemerintah tengah merumuskan Peraturan Bupati (Perbup) pengelelolaan BUM Desa. Perbup dimaksud merumuskan bagaimana kerjasama Bum Desa antar desa bisa terjalin. Hal ini guna mendorong perkembangan UED SP di sejumlah desa pemekaran.

“Kita ketahui bersama desa pemekeran itu baru dapat modal Rp1 miliar. Desa induk dapat modal Rp5 miliar. Ada keluhan dari UED SP pemekaran kekurangan modal, daftar antrean pemanfaatnya sangat panjang sementara modal UEDnya kurang. Jadi kami menginisiasi aturan bagaimana desa induk bisa bekerjasama dengan desa pemekaran untuk disubsidi (moda). Terkait kerjasama bisnis itu, diatur dalam badan kerjsama desa,” cetus Erdila Johan.

Disampaikan Kabid P2M, di beberapa titik desa UED SP melalui Bum desa sudah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Kontribusi PADes itu sangat lumayan, berkisar Rp5 Juta sampai dengan Rp45 Juta pertahun.

”Tertinggi di Desa Sepotong Kecamatan Siak Keclil. Di Desa Sepotong pendapatannya sudah mencapai Rp55 Juta pertahun,” pungkasnya.

[Foto: Gebyar MDPT UED SP di Bengkalis]

Tekan Angka Kemiskinan

Baru-baru ini, program inovasi desa UED SP Pemerintah Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu penilaian dalam nominator Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Riau tahun 2019. Pada PPD tahun ini, Bengkalis menyabet terbaik III.

Terlepas dari penghargaan PPD, tim penilai PPD menilai salah satu program inovasi yakni UED SP Pemerintah Kabupaten Bengkalis terbukti mampu menekan angka kemiskinan.

“Saat itu, tim menilai program ini berkontribusi terhadap menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Bengkalis. Dari sisi bagaimana masyarakat yang posisi ekonomi lemah ingin melakukan pengembangan usaha di salurkan modal dari UED. Dengan modal itu masyarakat mampu melakukan pengembangan usaha,” kata Erdila Johan Kabid P2M Dinas PMD Kabupaten Bengkalis.

Selanjutnya imbuh Erdila, hal lain yang menjadi perhatian ketika penilaian PPD adalah konsistensi Pemerintah Bengkalis memberikan pendampingan program UED SP. Pendampingan hingga hari ini masih berjalan sanga bagus. ”Artinya dari Rp500 miliar yang diberikan sudah berkembang menjadi Rp1,4 triliun, artinya pengembangannya sangat signifikan. Meskipun tunggakannya sangat tinggi tetapi modalnya masih ada dan kua,” cakapnya sembari menegaskan Pemerintah terus memperkuat pendampingan guna meminimalisir tunggakan.

Masyarakat Merasa Terbantu

Kurniawati, warga Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis merupakan salah satu dari ribuan pemanfaat UED SP. Ia sangat merasakan dampak dari program Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Menjadi pemanfaat sejak tahun 2015 dengan usaha Tenun Lejo, Kurniawati memulai usaha dengan modal UED SP Rp15 juta. Pinjaman tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan usahanya.

“Alhamdulillah sampai sekarang masih terdaftar sebagai pemanfaat. Dari pinjaman itu kami mulai mengembang usaha dan sampai sekarang setidaknya dapat membantu menopang ekonomi keluarga,” ucapnya.

Perempuan berusia 26 tahun menyebutkan banyak kemudahan menjadi pemanfaat UED SP. Selain mudah administrasi pengajuan pinjaman, pengelola UED tidak mempersulit proses pinjaman.

“Asal ada usaha, disurvei setelah kita buat pengajuan pinjaman, minggu depan dapatlah kita modal usaha,”katanya.

Sebagai pemanfaat, ibu satu anak ini berharap Pemerintah terus mempertahankan program UED SP. Sebab baginya, keberadaan UED SP sangat dirasakan manfaatnya bagi ia dan warga lainnya. Kemudian, Kurniawati mengapresiasi turunnya jasa pinjaman dari 1 persen menjadi 0,8 persen.

“Ini langkah yang bagus, semoga setiap tahun makin turun apalagi dengan pemanfaat yang taat dalam membayar ansuran,”tutupnya tersenyum.

 
[Foto: Anggota DPRD kabupaten Bengkalis Irmi Syakip Arsalan]

Dewan Dukung UED SP Syar'iah

Anggota DPRD kabupaten Bengkalis Irmi Syakip Arsalan,S.Sos mengakui program UED SP sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan masyarakat terhadap program tersebut dinilai sangat tinggi terutama terhadap pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis ini mendukung penuh rencana pemerintah kabupaten Bengkalis menjadikan UED SP berbasis syari'ah.

Menurutnya, keuangan syariah perlu didorong melalui regulasi yang baik, kehati-hatian, akuntansi, kerangka kerja yang dikembangkan dengan baik dan diperkuat oleh penelitian dan pengembangan yang diperlukan.

"UED SP berbasis syariah ini adalah hal baik dan perlu kita dorong. DPRD siap mendukung ini,"ungkap Irmi Syakip.

Irmi Syakip berharap, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui PMD terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan UED SP agar pada pelaksanaan tetap berada pada ril dan aturan yang ada.

Penulis : Agus Setiawan/Advertorial
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kabupaten Bengkalis, Pemerintahan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Senin, 12 Agustus 2019 07:00 WIB
Bali Diguncang Gempa Magnitudo 4,9
Jum'at, 16 Agustus 2019 05:50 WIB
Barcelona Tanpa Messi di Laga Pembuka LaLiga
Kamis, 15 Agustus 2019 17:31 WIB
Seluruh Desa di Rohul Sudah Dialiri Listrik
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 21 Agustus 2019
Calon Penghulu Laporkan Panitia Pilpeng Labuhan Papan ke Bupati Rohil
Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati Rohil: Disiplin Harus Melekat pada Diri ASN
Selasa, 20 Agustus 2019
Kakan Kemenang Rohul: Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah Mesti Kedepankan Jalur Musyawarah
Senin, 19 Agustus 2019
23 Ranperda Diusulkan Masuk Prolegda DPRD Pekanbaru Tahun 2020

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Sabtu, 17 Agustus 2019
Galeri Foto: Cara Bupati Alfedri Mengatasi Karhutla
Kamis, 08 Agustus 2019
Tingkatkan Perizinan, Dinas PM-PTSP Kampar Tawarkan Berbagai Kemudahan
Rabu, 24 Juli 2019
Komitmen Majukan Dunia Pendidikan Riau
Senin, 08 Juli 2019
DPRD Pekanbaru Gelar Rapat Paripurna Tentang Ranperda LPP APBD 2018

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 21 Agustus 2019
Unri Gelar Seminar Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan Tropis
Sabtu, 17 Agustus 2019
Peringatan HUT RI di UIR Berjalan Khidmat
Kamis, 15 Agustus 2019
PBAK UIN Suska Riau 2019: Mahasiswa non Muslim Mencapai 70 Orang
Sabtu, 10 Agustus 2019
Mahasiswa UNRI Gelar Penyuluhan Kampung KB di Silikuan Hulu

Kampus lainnya ...

DewanGerindra
Terpopuler

01

Senin, 19 Agustus 2019 15:25 WIB
Enam Polisi di Riau Dipecat Tidak Hormat
Foto
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www