Senin, 17 Juni 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi
Senin, 20 Mei 2019 06:20 WIB
Pemerintah 10 Negara Ini Rela Merombak Ibu Kota Demi Selamatkan Bumi
Pemandangan lapangan sepak bola Henninsvaer FC di Henningsvaer, Pulau Lofoten, Norwegia Utara, 8 Maret 2018. Di tempat ini kita bisa bermain sepak bola sekaligus menikmati keindahan gunung es yang menawan. (Olivier MORIN/AFP)
(CAKAPLAH) - Semakin cepat gletser di Antarktika mencair, maka seharusnya kian banyak pula orang-orang memikirkan tentang kondisi lingkungan, polusi udara, dan pemanasan global di negara tempat mereka tinggal.


Para ilmuwan menilai, kualitas udara yang buruk adalah penyebab utama manusia terkena sakit paru-paru ketimbang rokok --dan membunuh lebih banyak orang.

Inilah sebabnya mengapa sejumlah pemerintah kota dari sejumlah negara di dunia berusaha mengubah cara mereka bekerja dan mengajarkan kepada penduduknya untuk melakukan hal yang bisa menyelamatkan Bumi dan diri mereka masing-masing.

Ada sedikitnya 10 kota dari negara di dunia yang rela merombak sarana dan infrastruktur secara dramatis demi menyelamatkan kehidupan makhluk hidup yang ada di sana dan Bumi, sebagaimana dikutip dari Bright Side, Ahad (19/5/2019).

1. Oslo - Norwegia

Di pusat kota Oslo, tempat parkir di jalan sudah diubah menjadi jalur sepeda, bangku, dan taman kecil. Pada awal 2019, kota ini menyelesaikan proses menghilangkan 700 tempat parkir kendaraan bermotor, sebagai cara untuk merangsang orang agar tidak mengemudi di pusat kota.

Sebagai gantinya, pihak berwenang menambahkan beberapa stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk mobil listrik dan menyediakan lahan parkir lebih banyak untuk pengemudi difabel.

2. Buenos Aires - Argentina

Pusat bulevar (jalan raya yang lebar, biasanya dengan deretan pohon di kiri kanannya) di Buenos Aires, ibu kota Argentina, yang dulunya memiliki 20 jalur lalu lintas kini hanya boleh dilalui oleh bus.

Ketika perubahan-perubahan ini mulai diberlakukan, waktu yang dihabiskan penduduk dalam perjalanan untuk bekerja, menurun secara signifikan.

Juga, otoritas berhasil membebaskan sekitar 100 blok dari mobil dan mengubahnya menjadi zona pejalan kaki.

Selain itu, marka jalan yang cerah diletakkan di persimpangan pejalan kaki tersibuk di kota. Jalur sepeda dilukis dengan warna-warna cerah untuk membuat pesepeda dan pejalan kaki aman (terhindar dari bahaya seperti ditabrak bus atau mobil) saat melintasinya.

Dengan cara ini, pemerintah menggunakan metode yang disebut urbanisme taktis, yang bisa dijadikan sebagai renovasi murah di daerah padat penduduk.

3. London - Inggris

Pada tahun 2003, pemerintah London memperkenalkan aturan tentang pembebanan sejumlah biaya bagi mereka yang hendak memasuki pusat kota pada jam-jam sibuk.

Pada 2010, mereka mulai membuka jalan raya pertama khusus pesepeda di rute tersibuk. Pada 2019, pengembangan strategi transportasi baru rampung. Seharusnya, cara ini mampu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi tingkat kebisingan, sebab kota tersebut sudah mulai menerapkan penggunaan mobil dengan nol emisi.

Untuk mengatasi masalah polusi udara, yang terkait dengan peningkatan populasi, pemerintah telah membuat rencana khusus. Intinya adalah separuh jalan akan bebas dari mobil, dan angkutan umum akan menempuh jarak tidak lebih dari 15 mil per jam.

Selain itu, mereka juga akan membangun jalur sepeda yang dilindungi di jalan-jalan utama kota.

4. Seoul - Korea Selatan

Pada 2017, Seoul menyelesaikan transformasi jalan raya mobil menjadi area pejalan kaki seperti High Line di New York. Sekarang, lebih dari 10 juta orang telah menggunakan area ini.

Berkat perubahan itu, bisnis di Negeri Gingseng berkembang: penjualan keseluruhan di bidang ini meningkat sebesar 42%.

Pada tahun 2025, pemerintah kota berencana untuk menggunakan 3.000 bus listrik dan memperbesar rute transportasi umum untuk merangsang orang menggunakan sarana tersebut.

5. Madrid - Spanyol

Orang-orang yang tinggal di luar Madrid, ketika masuk ke Madrid, tidak diizinkan menggunakan mobil pribadi. Pada November 2018, pemerintah mulai merencanakan pembatasan kendaraan bermotor di pusat kota. Setelah undang-undang disahkan, kemacetan turun 32% dan itu terjadi sangat cepat.

Proyek yang disebut "daerah dengan tingkat emisi rendah" dirancang untuk membuat udara di pusat kota lebih bersih. Pemerintah Spanyol sangat senang dengan keberhasilan proyek ini, sehingga mereka akan melarang warga untuk mengemudi mobil apa pun yang memiliki emisi di atas nol di semua pusat kota di seluruh negara.

6. Beijing - China

Meskipun para pengemudi di Beijing diizinkan untuk mengendarai mobil beremisi berat, tapi mereka dibatasi oleh waktu dan dengan nomor plat mereka.

Jika diakhiri dengan angka tertentu, seseorang hanya dapat mengendarai mobil pada hari tertentu dalam seminggu. Pemerintah kota juga menyarankan penggunaan program stimulasi keuangan kecil bagi mereka yang lebih memilih untuk tidak mengemudi pada hari yang ditentukan.

7. Paris - Prancis

Pada 2017, jalan raya di sebelah Sungai Seine diubah menjadi jalur pejalan kaki dan taman bebas mobil (car free park). Ini adalah salah satu tahap dari pekerjaan konstan yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk mengurangi tingkat polusi dengan menekan lalu lintas mobil.

Ada pula batasan untuk mobil tua yang dikendarai selama hari kerja. Pada tahun 2024 nanti, pihak berwenang berencana melarang mobil diesel dan pada tahun 2030, semua mobil gas.

8. Kopenhagen - Denmark

Saat ini, lebih dari 50% penduduk Kopenhagen mengendarai sepeda untuk bekerja. Programpemerintah Denmark yang berkonsentrasi untuk menciptakan lebih banyak area pejalan kaki, dimulai pada tahun 1960-an.

Pada hari ini, ibu kota Denmark sudah memiliki lebih dari 200 mil jalur sepeda dan menjadi salah satu negara dengan persentase terendah terkait kepemilikan mobil di Eropa.

Langkah terakhir dari proyek mereka adalah membuat jalan raya super untuk pesepeda. Rute pertama dari 28 rute yang mereka rencanakan, dibuka pada tahun 2014, dan 11 rute lainnya selesai pada tahun 2018. Mereka juga berencana untuk menjadikan kota ini netral dari karbon pada tahun 2025.

9. Berlin - Jerman

Pada tahun 2017, Departemen Lingkungan, Transportasi, dan Perlindungan Iklim Berlin melakukan penelitian yang akhirnya menghasilkan rekonstruksi 12 jalan raya menjadi jalur sepeda.

Ini adalah salah satu upaya pertama Berlin untuk membuat kota menjadi seaman mungkin. Tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan jumlah pengendara sepeda hingga 2,4 juta pada tahun 2025.

10. Tbilisi - Georgia

Pada bulan April 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Pertanian di Georgia telah melarang produksi, penggunaan, dan impor kantong plastik. Mereka menyarankan menggunakan kantong biodegradable yang terdegradasi dalam waktu yang jauh lebih singkat dan mengurangi bahaya.

Jika seseorang atau ada pihak tertentu yang melanggar aturan ini, pada awalnya penegak hukum akan memberi peringatan. Namun jika pabrikan terus melakukan hal yang sama, mereka harus membayar denda pertama sebesar US$ 185, dan yang berikutnya adalah US$ 370.
Editor : Ali
Sumber : Liputan6.com
Kategori : Lingkungan, Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 17 Mei 2019
Kelompok Bertikai Diminta Menahan Diri, Kapolresta Pekanbaru Kerahkan Anggotanya Patroli
Jumat, 17 Mei 2019
5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan
Jumat, 17 Mei 2019
Tawuran di Jembatan Siak IV Berawal dari Senggolan Sepeda Motor
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 17 Juni 2019
Dua Gedung OPD Bakal Disulap Jadi Mal Pelayanan Publik
Senin, 17 Juni 2019
Jelang Putusan MK, LAM Rohil Imbau Masyarakat Menahan Diri
Minggu, 16 Juni 2019
"Spot Mancing Riau" akan Gelar Mancing Bersama Komunitas
Minggu, 16 Juni 2019
Bertemu Gubernur, Syahril Topan Bahas Sektor Pariwisata Rohul

Serantau lainnya ...
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut
Minggu, 28 April 2019
Gaya Hijab Casual untuk Kamu yang Feminin
Minggu, 28 April 2019
Tips Mudah untuk Menghilangkan Blackheads di Area Wajahmu

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 24 Mei 2019
Bupati Irwan Buka Puasa Bersama Masyarakat Asal Meranti di Batam
Kamis, 23 Mei 2019
Wujudkan Janji Kampanye, H Zulkifli AS - Eko Suharjo Komit Bangun Dumai
Rabu, 22 Mei 2019
Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Serahkan Bantuan Pembanguan Musala
Rabu, 22 Mei 2019
Jaga Kedamaian Pasca Pemilu, Bupati Rohul Imbau Warganya Tak Ikut Aksi 22 di Jakarta

Advertorial lainnya ...
Selasa, 11 Juni 2019
Sony Sedang Mempersiapkan Xperia dengan Enam Kamera Belakang
Selasa, 11 Juni 2019
@OnLeaks Perlihatkan Desain Awal Pixel 4 Series
Senin, 10 Juni 2019
Galaxy Note10 Pro Tidak Disokong Fast Charging 45W
Senin, 10 Juni 2019
Xiaomi Mi 9T Pro Sudah Muncul di Geekbench

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya
Rabu, 15 Mei 2019
Efek Berhenti Olahraga Ketika Ramadan
Sabtu, 06 April 2019
Tidur dengan atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 17 Juni 2019
UIR Siapkan 18 Program Studi di Akreditasi International
Jumat, 14 Juni 2019
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Unilak dan ISI Padang Panjang Jalin Kerjasama
Selasa, 11 Juni 2019
Ketum YLPI Lantik Komisaris dan Direksi PT Uira Usaha Investasa
Selasa, 28 Mei 2019
Unilak Jalin Kerjasama Internasional dengan Perguruan Tinggi Malaysia

Kampus lainnya ...

PLN
Terpopuler
IKLAN WAISAK APRIL
Foto
PTPN5
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 23 Mei 2019
Tiap Ustaz Arifin Ilham Pulang dari Luar Kota, Ketiga Istrinya Setor Hafalan Alquran
Rabu, 08 Mei 2019
Terbelit Kasus Penistaan Agama, Andre Taulany Diistirahatkan Dari NET TV
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www