Kamis, 27 Februari 2020

Breaking News

  • Pemprov Riau Bebaskan Denda Pajak Daerah   ●   
  • Riset: Buzzer di Indonesia Digerakkan oleh Agensi   ●   
  • Tim Gabungan Akan Beri Efek Jera untuk Korporasi Pembakar Lahan   ●   
  • PTPN V Remajakan 914 Hektare Sawit Rakyat di Rohil   ●   
  • Tahun Depan, KIT Pekanbaru Sudah Bisa Dijual   ●   
  • 3 Fraksi DPRD Riau Sepakat Sebut Paripurna Pembentukan AKD Cacat Prosedural   ●   
  • Pemko Pekanbaru Bentuk Tim Percepatan KIT   ●   
  • Meubelair Gedung Mapolda Riau Senilai Rp10,5 Miliar Tahap Lelang   ●   
  • LAMR akan Kumpulkan Elemen Masyarakat Bahas Blok Rokan   ●   
  • Unilak Wisuda 1.044 Mahasiswa
Yamaha 14022020
Polling
4 Bakal Calon Bupati Kuantan Singingi untuk Pilkada 2020, Siapa Pilihan Anda?


CAKAP RAKYAT
Darurat Asap dan KPK
Senin, 16 September 2019 15:00 WIB
Darurat Asap dan KPK

ADA dua isu sangat seksi pekan ini. Pertama, Riau dilamun asap; kedua, KPK shutdown. Shutdown dalam bahasa komputer artinya tutup atau dimatikan. Kabut asap dan KPK dalam situasi darurat. Kedua-duanya seperti ungkapan Latin: periculum in mora, ditunda menyebabkan maut. Bila kita sedikit memiliki awareness (keinsyafan), kedua-duanya mutlak direspon. Asap menantang keinsyafan kemanusiaan, sementara pelemahan KPK menantang keinsyafan moralitas.

Idealnya, kedua-duanya direspon dalam satu tarikan nafas, bila kita mampu kompak bergerak serentak. Kedua persoalan ini sudah tersundak di bahu, sanggup tak sanggup harus dihadapi. Tak ada pedang bambu runcing kita acungkan, tak ada karabin senapang lantak kita kokang. Kalau takut dilamun ombak jangan berumah di tepi pantai. Kalau tak berani berhadapan dengan kedua isu tersebut, tiarap sajalah, tutup mata tutup telinga tutup hidung.

Sesungguhnya, bila pengalaman digunakan sebagai acuan, masyarakat Riau khususnya, sudah khatam berkali-kali dengan musibah kabut asap. Entah sudah berapa dekade kabut asap selalu datang dan datang lagi. Dalam Buku Catatan Harian H. Tengku Said Jaafar (Ketua DPRD Tk II Kabupaten Kampar 1971-1977), yang dihimpun dalam buku Nasehat Sepanjang Zaman (Warisan untuk Lintas Generasi), yang diberi Kata Pengantar oleh budayawan DR. Tennas Effendi, Riau sudah mengalami kabut asap pada tahun 1972. Dalam buku tersebut antara lain tertulis: “Lagi-lagi Riau mendapat bencana kabut. Sengaja aku catat dalam buku ini tentang keadaan udara yang kabut seperti ditutup embun saja. Kemarau Panjang melanda negeri ini sejak bulan April sampai saat ini. Bulan September 1972, permukaan langit mulai ditutup kabut…” Sampai sekarang penyakit itu tak sembuh-sembuh. Hilang setahun dua, kemudian bangkit lagi.

Dari tahun ke tahun begitu, di darat petugas bekerja keras bertempur memadamkan titip api, di udara pesawat terbang melayang-layang menyirami awan dengan garam untuk membuat hujan buatan. Tidak pula sedikit pesawat yang menjatuhkan bom air di tengah gambut yang sedang terbakar. Tragisnya, setiap kali, akhirnya kita menyerah mengharap hujan buatan Tuhan dari langit. Maka, dimana-mana masyarakat dan kantor-kantor, sekolah-sekolah melaksanakan sholat Istisqa, minta hujan.

Darimana datangnya asap kalau bukan dari api. Tak perlu ada pembuktian. Darimana datangnya api? Ini perlu pembuktian. Tapi dari tahun ke tahun kita selalu tuding-tudingan. Masyarakat menuding korporasi yang membakar, korporasi menuding masyarakat perambah hutan yang membakar. Tangkap, lepas, tangkap, lepas, itulah kerja kita bertahun-tahun. Artinya, kita sudah berpengalaman, tapi tak mampu belajar dari pengalaman sebagaimana keledai belajar dari pengalaman sehingga tak akan terperosok ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Pelemahan KPK

Dalam bidang korupsi yang membuat kita berurusan dengan KPK pun panjang kisahnya kalau mau ditulis satu persatu. Banyak anak negeri, para pemimpin, politisi dan pebisnis yang tersandung kasus penyalahgunaan kekuasaan. Makhluk yang bernama kekuasaan, “memang kek gitu orangnya”, bersaudara kandung dengan penyalahgunaan. Semakin besar kekuasaannya semakin besar peluang untuk disalahgunakan.

Gerangan adakah aparat penegak hukum? Ada. Banyak. Tapi mereka juga terpapar fenomena, mereka “memang kek gitu orangnya”. Maka umum kita dengar di kedai kopi, ada istilah mafia kasus, mafia peradilan, kongkalingkong, patgulipat. Oleh karena itu dibentuklah oleh DPR Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang terkenal dengan UU KPK.

Mari baca baik-baik konsideran (pertimbangan) mengapa UU KPK itu dibentuk. Huruf (a) berbunyi: “bahwa dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemberantasan tindak pidana korupsi yang terjadi sampai sekarang belum dapat dilaksanakan secara optimal. Oleh karena itu, pemberantasan tindak pidana korupsi perlu ditingkatkan secara profesional, intensif, dan berkesinambungan karena korupsi telah merugikan keuangan negara, perekonomian negara, dan menghambat pembangunan nasional; huruh (b) berbunyi: “bahwa lembaga pemerintah yang menangani perkara tindak pidana korupsi belum berfungsi secara efektif dan efisien dalam memberantas tindak pidana korupsi.”

Dalam Penjelasan UU KPK tersebut yang merupakan bagian tak terpisahkan, antara lain diuraikan bahwa kejahatan tindak pidana korupsi tidak lagi dapat digolongkan sebagai kejahatan biasa melainkan telah menjadi suatu kejahatan luar biasa. Maka pemberantasannya juga dituntut dengan cara-cara yang luar biasa. Maka untuk menegakkan UU KPK tersebut dibentukah sebuah lembaga superbody yakni KPK, suatu badan khusus yang mempunyai kewenangan luas, independen serta bebas dari kekuasaan manapun dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Apa boleh buat, dalam penegakan UU KPK tersebut terjeratlah oknum pejabat-pejabat penting di berbagai institusi, dan beberapa personil pimpinan Badan Anggaran DPR-RI pada masanya. Yang paling heboh adalah tersangkutnya Setya Novanto, Ketua DPR-RI pada masanya. Maka karena “esprit de corp”, DPR pun bereaksi ingin mengubah UU KPK antara lain dengan menghilangkan kewenangan penyadapan. Gayung bersambut. DPR diam-diam mendapat dukungan dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan keberadaan KPK termasuklah para koruptor, calon koruptor dan para politisi bunglon. DPR beralasan ingin memperkuat KPK, opini masyarakat sebaliknya, memandang DPR justru sebenarnya ingin memperlemah KPK. Upaya ini sudah lama dilakukan DPR, terakhir pekan lalu. RUU inisiatif DPR tersebut kelihatannya akan disetujui menjadi Undang-Undang.

Bangsa kita sebenarnya sudah khatam juga dengan kasus-kasus korupsi dan perilaku koruptif para pemegang kekuasaan (eksekutif, legislatif, yudikatif). Juga membaca halaman demi halaman sepak terjang KPK. Kalau kita sekarang melakukan shutdown terhadap KPK, maka berarti kita tidak mampu belajar dari pengalaman sebagaimana keledai belajar dari pengalaman sehingga tak akan terperosok ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Parlemen Jalanan

Lupakan parlemen (DPR). Mahasiswalah yang memiliki keinsyafan orisinil dan mampu mengukir sejarah. Mahasiswa itu parlemen jalanan yang sangat terhormat. Sebab, tanpa digaji, tanpa fasilitas dan tanpa perjalanan dinas dan studi banding ke luar negeri, parlemen jalanan ini mampu menjujung tinggi idealisme menyuarakan amanat penderitaan rakyat. Bila mereka berkehendak jangankan mencegah DPR melakukan pelemahan KPK, jangankan memadamkan api kebakaran hutan dan lahan, membuat revolusi pun mereka mampu.

Ada ribuan mahasiswa baru 2019. Para senior ajari mereka untuk berani berunjuk rasa. Ajari mereka orasi di panggung terbuka. Ajari mereka berani berteriak mengatakan pemerintah dan DPR tidak berniat memberantas korupsi, tak sungguh-sungguh memadamkan api, tak mampu belajar dari pengalaman lebih bodoh dari keledai, banyak janji bohong, pengecut, membiarkan korupsi membiarkan perambahan hutan merajalela, aparat penegak hukum mandul, dan sebagainya dan sebagainya. Walaupun belum tentu benar seratus persen. Tapi sekurang-kurangnya ungkapan-ungkapan retoris seperti itu taklah salah semua apalagi dalam semangat anti korupsi dan anti kolusi. Hidup Mahasiswa!!

Penulis : DR. drh Chaidir MM, Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Riau, Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
4 Bakal Calon Bupati Kuantan Singingi untuk Pilkada 2020, Siapa Pilihan Anda?

Berita Terkait
Selasa, 31 Desember 2019 17:01 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Senin, 05 Agustus 2019 14:48 WIB
Waspada Musim Rawan Korupsi
Jum'at, 06 September 2019 14:32 WIB
Menakar Panggung Politik Riau
Minggu, 20 Oktober 2019 10:00 WIB
Menanti Kejutan PERPPU
Selasa, 03 Juli 2018 19:36 WIB
Kesatria Politik
Selasa, 20 Agustus 2019 15:30 WIB
Langkah Mundur Bernegara
Senin, 05 Agustus 2019 20:44 WIB
Selamat Bertugas Komisioner KPI 2019-2022
Jum'at, 12 Januari 2018 20:33 WIB
Ketika Satgas Kebersihan Dikeroyok Massa
Rabu, 14 Agustus 2019 19:44 WIB
Utang Pemprov: Tepuk Dada Tanya Selera
Selasa, 19 Desember 2017 20:27 WIB
Gaya Hidup yang Beresiko Akhiri Hidup
Senin, 05 Agustus 2019 12:02 WIB
Menyingkap Lelang Jabatan
Minggu, 09 Februari 2020 16:35 WIB
Turbulence Planning
Selasa, 15 Agustus 2017 17:20 WIB
Ario: Saatnya Provinsi Riau Bangkit
Jum'at, 10 November 2017 17:04 WIB
Sedihnya Melihat Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan
0 Komentar
Berita Pilihan
Kamis, 03 Oktober 2019
Tokoh Masyarakat Ingin Sekda Riau dari Indragiri, Ini Alasannya
Kamis, 03 Oktober 2019
Sayonara KPK
Jumat, 04 Oktober 2019
Sebelum Ditemukan Meninggal di Mobil, Korban Sempat Senang-senang di Karaoke
Minggu, 06 Oktober 2019
Heboh Penemuan Potongan Mirip Tangan Manusia di Kampar, Ini Penjelasan Polisi
Minggu, 06 Oktober 2019
Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2019
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 26 Februari 2020
Usai Dilatih Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla
Rabu, 26 Februari 2020
Turnamen Mancing "Mewah" Berhadiah Jutaan Rupiah, Persiapan Sudah 100 Persen
Rabu, 26 Februari 2020
Warga Tuah Karya Tampan Deklarasi Jaga Kamtibmas
Selasa, 25 Februari 2020
Komisi I DPRD Pekanbaru Tinjau Pendangkalan Sungai Sibam

Serantau lainnya ...
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas
Minggu, 09 Februari 2020
CAKAPLAH & BENTO
Rabu, 29 Januari 2020
Ini yang Harus Diperhatikan Ketika Pesan Tiket Pesawat Citilink
Jumat, 29 November 2019
Yuk! Coba 6 Aktivitas Seru ini untuk Mengisi Waktu Akhir Pekan Kamu Bersama Anak

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 24 Februari 2020
PGN Jaga Ketahanan Pasok Gas Jawa Timur
Selasa, 04 Februari 2020
Bupati Bengkalis: Cegah dan Antisipasi Dulu, Sebelum Bencana Menjadi Besar
Rabu, 29 Januari 2020
Dewan Apresiasi Langkah DLH Meranti
Kamis, 16 Januari 2020
Gubernur Syamsuar Terima Penghargaan dari Menteri Agama

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 01 Februari 2020
Terungkap, Alasan Lelaki Senang dengan Perempuan Bertubuh Mungil
Minggu, 06 Oktober 2019
5 Cara Sederhana Turunkan Kolesterol Jahat Dalam
Selasa, 10 September 2019
Hasil Penelitian, Tingkat Stres Mahasiswi Lebih Tinggi dari Mahasiswa
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 20 Februari 2020
Fakultas Ilmu Komunikasi Umri Roadshow ke SMA/SMK se Riau
Senin, 17 Februari 2020
UIR-Pemko Dumai Teken MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi
Jumat, 14 Februari 2020
Menaker Paparkan Kondisi dan Tantangan Ketenagakerjaan di Seminar IKA UIR
Kamis, 13 Februari 2020
30 Mahasiswa Fikom UMRI Ikuti Yudisium

Kampus lainnya ...
Polling
4 Bakal Calon Bupati Kuantan Singingi untuk Pilkada 2020, Siapa Pilihan Anda?


Iklan Prime Park 2020
Terpopuler

03

Pesonna Hotel Pekanbaru
Foto
DPMPT Pekanbaru Jamil 1
UMRI
Selasa, 21 Januari 2020
PT Adei Bangun Masjid untuk Masyarakat Desa Kemang Pelalawan
Selasa, 08 Oktober 2019
Kini Warga Bisa Lakukan Setoran Haji di Kantor Kas BRK Syariah Kemenag Rohul
Minggu, 15 September 2019
PT PSPI Bagikan 2.500 Masker ke Masyarakat Kampar Kiri
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim

CSR lainnya ...
DPMPT Pekanbaru Jamil 2
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia
Jumat, 31 Januari 2020
Cerita Melody Laksani JKT48 Berburu Oleh-Oleh di Pekanbaru
Minggu, 19 Januari 2020
Priyanka Chopra Rawat Rambut dengan Campuran 2 Minyak Ini
Kamis, 03 Oktober 2019
Mengenal Sosok Lora Fadil, Anggota DPR Boyong Tiga Istri Saat Pelantikan hingga Tidur Diruang Paripurna

Selebriti lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Iklan Polres Inhu Verifikasi CAKAPLAH
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
HUT Meranti APRIL
Indeks Berita
TPP Ucapan Verifikasi CAKAPLAHKUD TANI BAHAGIA INHU VERIFIKASI CAKAPLAHPangeran Hotel
www www