Senin, 06 Juli 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 1 Juli 2020

CAKAP RAKYAT
Antara Sekularisasi dan Islamisasi, Anda Dimana?
Rabu, 28 November 2018 11:07 WIB
Antara Sekularisasi dan Islamisasi, Anda Dimana?
Erisman Yahya
PRO KONTRA kelompok sekularisasi versus islamisasi akhir-akhir ini kembali menguat. Wacana ini kembali mengemuka setelah pernyataan sikap salah satu partai politik yang menolak adanya peraturan daerah berbasis agama atau perda syari’ah.


Sesungguhnya, perang ide dan gagasan antara kelompok sekularisasi dengan islamisasi sudah sejak lama terjadi. Bahkan sebelum negeri ini merdeka pada 17 Agustus 1945. Dan perang gagasan antara dua kelompok ini tidak saja terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti di Turki dan lainnya.

Di Turki bahkan gerakan sekularisasi sempat sangat massif di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk. Mustafa bahkan sampai mengganti kalimat azan dan salat dalam bahasa Arab menjadi bahasa Latin.

Bagaimana di Indonesia? Barangkali dapat kita sepakati bahwa hilangnya tujuh kata dari Piagam Jakarta yang merupakan mukaddimah dari UUD 1945, yakni berdasarkan, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kemudian diganti dengan kalimat: Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah kompromi terbaik yang pernah terjadi antara kelompok sekularisasi dengan islamisasi, termasuk kompromi dengan penganut agama selain Islam di Indonesia.

Lalu dalam perjalanannya kemudian, setelah Indonesia merdeka, masing-masing kelompok terus berupaya memperjuangkan ide-ide dan gagasannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelompok sekularisasi cenderung atau menolak agama ikut-campur dalam urusan negara. Kaum sekuler biasanya menyebut agama sebagai sesuatu yang sakral sementara urusan negara bersifat duniawi atau profan semata. Sebab itu, agama yang sakral tidak semestinya masuk dalam urusan negara.

Agama cukup menjadi urusan pribadi dengan tuhannya. Apalagi Indonesia bukanlah negara berdasarkan agama tertentu. Sementara masyarakat Indonesia memeluk berbagai agama dan kepercayaan.

Memaksakan norma atau aturan suatu agama di Indonesia yang heterogen dari sisi agama, menurut kaum sekuler hanya akan memicu diskriminasi, bahkan perpecahan.

Mendiang Nurcholis Madjid (Cak Nur) melalui adagium yang pernah dipopulerkannya tahun 1970-an, “Islam Yes, Partai Islam No,” barangkali dapat kita sebut sebagai tokoh yang cenderung kepada gerakan sekularisasi di Indonesia.

Meskipun kemudian di awal reformasi, ketika Partai Keadilan (kini PKS) yang berideologi Islam berdiri di Indonesia, Cak Nur dapat memakluminya (detik.com, edisi Minggu, 18 Maret 2018).

Pemikiran-pemikiran Cak Nur sepertinya kemudian juga banyak mempengaruhi para aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti Ulil Abshar Abdalla. Mereka cenderung menolak gerakan-gerakan islamisasi. Apalagi simbolisasi Islam. Bahkan JIL pernah menolak jilbab sebagai salah satu kewajiban bagi wanita muslimah. Menurut JIL, memakai jilbab hanyalah pilihan belaka.

Sementara kelompok pro islamisasi juga tidak pernah tinggal diam. Apalagi negara memberikan peluang dan kesempatan sebesar-besarnya bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya sesuai Pasal 29 UUD 1945.

Islamisasi berarti upaya pengislaman atau menghadirkan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tokoh yang paling getol dan populer untuk gerakan islamisasi ini barangkali dapat kita sepakati adalah Mohammad Natsir, pendiri Partai Masyumi.

Lalu di era milenial ini, tokoh yang sangat pro dengan gerakan islamisasi juga mungkin dapat kita sepakati adalah Ustad H Abdul Somad (UAS). Dalam berbagai ceramahnya, ustad asal Riau lulusan Mesir ini selalu menyerukan agar pemimpin-pemimpin di negeri ini dapat menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Termasuk untuk para pemimpin di daerah, seperti gubernur, bupati atau walikota, serta anggota Dewan, UAS sering menyerukan agar dengan kekuasaan yang digenggam, kiranya dapat melahirkan peraturan-peraturan daerah yang bersumber ajaran agama Islam atau populer dengan istilah Perda Syari’ah.

Lalu mungkin ada yang protes, bukankah ajaran dan aturan dalam agama Islam sudah lengkap dalam Al-Quran dan Hadits, untuk apa lagi dihadirkan dalam bentuk UU atau Perda, misalnya? Jawabannya tentu saja sudah lengkap. Namun, negara (termasuk Pemerintah Daerah) tidak bisa ikut-campur (mengeksekusi) karena belum menjadi hukum positif.

Sebagai contoh, semua orang Islam tahu bahwa daging babi atau anjing adalah haram. Tapi bagaimana umat Islam bisa memastikan kehalalan suatu makanan ketika misalnya banyak produk makanan impor masuk ke Indonesia?

Terkait hal itu, lahir kemudian UU, seperti UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memberikan kewenangan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan sertifikasi halal bagi suatu produk.

Ketika hukum positif memberikan kewenangan kepada MUI untuk menentukan mana yang halal dan mana yang tidak, akhirnya masyarakat Indonesia, khususnya yang bergama Islam dapat memelihara diri dan keluarganya dari produk-produk makanan yang non halal.

Contoh lain, semua umat Islam sangat paham bahwa riba itu adalah haram. Termasuk riba dalam praktik bank-bank konvensional. Lalu dengan perjuangan umat Islam, akhirnya lahir UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang antara lain mengakomodir berdirinya bank-bank syari’ah di Indonesia.

Kini, jika umat Islam khawatir dengan riba di bank-bank konvensional, umat bisa bertransaksi di bank-bank syari’ah. Berkat UU tersebut yang sudah menjadi hukum positif, umat Islam bisa terhindar dari praktik riba.

Dalam konteks pemerintahan daerah, semangat untuk melahirkan aturan-aturan yang berbasis ajaran agama atau kita sebut Perda Syari’ah juga sedang mengalami ghirah yang luar biasa. Ini tentu saja sebagai bentuk kecintaan dan keyakinan umat Islam akan kebenaran ajaran agamanya.

Untuk konteks Riau, misalnya, Pemerintah Kabupaten Siak pernah mengeluarkan Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui Perda tersebut Pemkab Siak telah berhasil mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah secara islami.

Dan yang sangat menggembirakan, Pemkab Siak melalui Baznas Siak telah dapat mengumpulkan zakat sekitar Rp12 miliar per tahun. Bahkan kalau dikumulasi dari tahun 2012-2017, telah terkumpul sebesar Rp51,45 miliar. Suatu angka yang cukup fantastis!

Tersebab Perda itu juga, seperti diberitakan banyak media, telah banyak daerah di Indonesia yang datang belajar ke Siak. Keberhasilan Pemkab Siak mengelola zakat dengan Perda-nya ini, telah pula dipidatokan UAS kemana-mana.

Akhirnya, silahkan tanya diri anda, anda hendak masuk kelompok yang mana. Sekularisasi atau islamisasi. Setiap pilihan, tentu nanti akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Wallahu’alam...
Penulis : Erisman Yahya
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Senin, 06 Juli 2020 05:43 WIB
Barcelona Libas Villarreal 4-1
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 05 Juli 2020
Peduli Desa Binaan, Babinsa Koramil 11/Tambusai Ajak Warga Perbaiki Lapangan Sepak Bola
Minggu, 05 Juli 2020
Babinsa Koramil 01/Bkn Gelar Komsos dengan Tokoh Masyarakat
Sabtu, 04 Juli 2020
Serka BK Tumanggor Dampingi Pembagian BLT-DD di Bagan Tujuh
Sabtu, 04 Juli 2020
Cegah Covid-19, Babinsa Gelar Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Lipat Kain

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 03 Juli 2020
Prodi Ilmu Komunikasi Univrab Gelar Penyuluhan Covid-19 di Pekanbaru
Senin, 29 Juni 2020
Tim PKM Dosen Fekon Unilak Bantu Manajemen Bank Sampah di Rumpes
Senin, 29 Juni 2020
Tanggap Covid-19, Tim Kukerta Unri Semprot Disinfektan dan Bagi-bagi Hand Sanitiser Di Sungai Beringin
Jumat, 26 Juni 2020
Layanan PMB Unilak Sesuai Proktokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler

05

Polres Rohul 27 Juni 2020
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Indeks Berita
Imlek 2019 RAPP
www www