Kamis, 04 Juni 2020

Breaking News

  • Waspada Wabah Covid-19, Masjid Raya Annur Riau Tiadakan Salat Jumat   ●   
  • Pemprov Riau akan Bagi-bagi Sembako ke Warga Miskin Terdampak Corona   ●   
  • Pemda Pelalawan Alokasikan Rp 9 Miliar untuk Penanganan Covid-19   ●   
  • Asri Auzar Anjurkan Kader Demokrat yang Ikut Kongres Lakukan Rapid Test   ●   
  • Cegah Virus Corona, PKB Riau Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid   ●   
  • Kondisi Pasien Suspect Corona di Dumai Membaik   ●   
  • Ade Fitra Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Pekanbaru 2020-2025   ●   
  • Tahun Ini 50 Mahasiswa UIN Suska Riau Terima Beasiswa dari Bank Indonesia   ●   
  • Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 5,3 Miliar   ●   
  • Kadisdik Riau Larang Sekolah Pungut Uang Perpisahan Siswa
Yamaha 1 Juni 2020

CAKAP RAKYAT
Antara Sekularisasi dan Islamisasi, Anda Dimana?
Rabu, 28 November 2018 11:07 WIB
Antara Sekularisasi dan Islamisasi, Anda Dimana?
Erisman Yahya
PRO KONTRA kelompok sekularisasi versus islamisasi akhir-akhir ini kembali menguat. Wacana ini kembali mengemuka setelah pernyataan sikap salah satu partai politik yang menolak adanya peraturan daerah berbasis agama atau perda syari’ah.


Sesungguhnya, perang ide dan gagasan antara kelompok sekularisasi dengan islamisasi sudah sejak lama terjadi. Bahkan sebelum negeri ini merdeka pada 17 Agustus 1945. Dan perang gagasan antara dua kelompok ini tidak saja terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti di Turki dan lainnya.

Di Turki bahkan gerakan sekularisasi sempat sangat massif di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk. Mustafa bahkan sampai mengganti kalimat azan dan salat dalam bahasa Arab menjadi bahasa Latin.

Bagaimana di Indonesia? Barangkali dapat kita sepakati bahwa hilangnya tujuh kata dari Piagam Jakarta yang merupakan mukaddimah dari UUD 1945, yakni berdasarkan, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kemudian diganti dengan kalimat: Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah kompromi terbaik yang pernah terjadi antara kelompok sekularisasi dengan islamisasi, termasuk kompromi dengan penganut agama selain Islam di Indonesia.

Lalu dalam perjalanannya kemudian, setelah Indonesia merdeka, masing-masing kelompok terus berupaya memperjuangkan ide-ide dan gagasannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelompok sekularisasi cenderung atau menolak agama ikut-campur dalam urusan negara. Kaum sekuler biasanya menyebut agama sebagai sesuatu yang sakral sementara urusan negara bersifat duniawi atau profan semata. Sebab itu, agama yang sakral tidak semestinya masuk dalam urusan negara.

Agama cukup menjadi urusan pribadi dengan tuhannya. Apalagi Indonesia bukanlah negara berdasarkan agama tertentu. Sementara masyarakat Indonesia memeluk berbagai agama dan kepercayaan.

Memaksakan norma atau aturan suatu agama di Indonesia yang heterogen dari sisi agama, menurut kaum sekuler hanya akan memicu diskriminasi, bahkan perpecahan.

Mendiang Nurcholis Madjid (Cak Nur) melalui adagium yang pernah dipopulerkannya tahun 1970-an, “Islam Yes, Partai Islam No,” barangkali dapat kita sebut sebagai tokoh yang cenderung kepada gerakan sekularisasi di Indonesia.

Meskipun kemudian di awal reformasi, ketika Partai Keadilan (kini PKS) yang berideologi Islam berdiri di Indonesia, Cak Nur dapat memakluminya (detik.com, edisi Minggu, 18 Maret 2018).

Pemikiran-pemikiran Cak Nur sepertinya kemudian juga banyak mempengaruhi para aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti Ulil Abshar Abdalla. Mereka cenderung menolak gerakan-gerakan islamisasi. Apalagi simbolisasi Islam. Bahkan JIL pernah menolak jilbab sebagai salah satu kewajiban bagi wanita muslimah. Menurut JIL, memakai jilbab hanyalah pilihan belaka.

Sementara kelompok pro islamisasi juga tidak pernah tinggal diam. Apalagi negara memberikan peluang dan kesempatan sebesar-besarnya bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya sesuai Pasal 29 UUD 1945.

Islamisasi berarti upaya pengislaman atau menghadirkan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tokoh yang paling getol dan populer untuk gerakan islamisasi ini barangkali dapat kita sepakati adalah Mohammad Natsir, pendiri Partai Masyumi.

Lalu di era milenial ini, tokoh yang sangat pro dengan gerakan islamisasi juga mungkin dapat kita sepakati adalah Ustad H Abdul Somad (UAS). Dalam berbagai ceramahnya, ustad asal Riau lulusan Mesir ini selalu menyerukan agar pemimpin-pemimpin di negeri ini dapat menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Termasuk untuk para pemimpin di daerah, seperti gubernur, bupati atau walikota, serta anggota Dewan, UAS sering menyerukan agar dengan kekuasaan yang digenggam, kiranya dapat melahirkan peraturan-peraturan daerah yang bersumber ajaran agama Islam atau populer dengan istilah Perda Syari’ah.

Lalu mungkin ada yang protes, bukankah ajaran dan aturan dalam agama Islam sudah lengkap dalam Al-Quran dan Hadits, untuk apa lagi dihadirkan dalam bentuk UU atau Perda, misalnya? Jawabannya tentu saja sudah lengkap. Namun, negara (termasuk Pemerintah Daerah) tidak bisa ikut-campur (mengeksekusi) karena belum menjadi hukum positif.

Sebagai contoh, semua orang Islam tahu bahwa daging babi atau anjing adalah haram. Tapi bagaimana umat Islam bisa memastikan kehalalan suatu makanan ketika misalnya banyak produk makanan impor masuk ke Indonesia?

Terkait hal itu, lahir kemudian UU, seperti UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memberikan kewenangan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan sertifikasi halal bagi suatu produk.

Ketika hukum positif memberikan kewenangan kepada MUI untuk menentukan mana yang halal dan mana yang tidak, akhirnya masyarakat Indonesia, khususnya yang bergama Islam dapat memelihara diri dan keluarganya dari produk-produk makanan yang non halal.

Contoh lain, semua umat Islam sangat paham bahwa riba itu adalah haram. Termasuk riba dalam praktik bank-bank konvensional. Lalu dengan perjuangan umat Islam, akhirnya lahir UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang antara lain mengakomodir berdirinya bank-bank syari’ah di Indonesia.

Kini, jika umat Islam khawatir dengan riba di bank-bank konvensional, umat bisa bertransaksi di bank-bank syari’ah. Berkat UU tersebut yang sudah menjadi hukum positif, umat Islam bisa terhindar dari praktik riba.

Dalam konteks pemerintahan daerah, semangat untuk melahirkan aturan-aturan yang berbasis ajaran agama atau kita sebut Perda Syari’ah juga sedang mengalami ghirah yang luar biasa. Ini tentu saja sebagai bentuk kecintaan dan keyakinan umat Islam akan kebenaran ajaran agamanya.

Untuk konteks Riau, misalnya, Pemerintah Kabupaten Siak pernah mengeluarkan Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui Perda tersebut Pemkab Siak telah berhasil mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah secara islami.

Dan yang sangat menggembirakan, Pemkab Siak melalui Baznas Siak telah dapat mengumpulkan zakat sekitar Rp12 miliar per tahun. Bahkan kalau dikumulasi dari tahun 2012-2017, telah terkumpul sebesar Rp51,45 miliar. Suatu angka yang cukup fantastis!

Tersebab Perda itu juga, seperti diberitakan banyak media, telah banyak daerah di Indonesia yang datang belajar ke Siak. Keberhasilan Pemkab Siak mengelola zakat dengan Perda-nya ini, telah pula dipidatokan UAS kemana-mana.

Akhirnya, silahkan tanya diri anda, anda hendak masuk kelompok yang mana. Sekularisasi atau islamisasi. Setiap pilihan, tentu nanti akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Wallahu’alam...
Penulis : Erisman Yahya
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Minggu, 26 April 2020 20:32 WIB
Pasien Positif Covid-19 di Siak Sembuh
Senin, 20 April 2020 04:40 WIB
Satu Petugas Medis di Siak Jadi PDP Covid-19
Jum'at, 29 Mei 2020 12:01 WIB
Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini
Komentar
Berita Pilihan
Rabu, 04 Maret 2020
Walikota Dumai: Kondisi Pasien Suspect Corona Membaik
Rabu, 04 Maret 2020
Jadwal Musda Golkar Riau Masih Misterius
Rabu, 04 Maret 2020
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir pada Malam Hari
Rabu, 04 Maret 2020
Ternyata, Pengembalian SK Pengurus Lama 3 DPD II Golkar di Riau Baru Putusan Sela Mahkamah Partai
Rabu, 04 Maret 2020
Tiga Pembunuh Pengusaha Tepung Ditangkap Polisi, Satu Ditembak
Rabu, 04 Maret 2020
Musim Ini 3 Pemain Asal Papua Bela PSPS Riau
Rabu, 04 Maret 2020
Cegah Virus Corona, DPR Minta Setop Acara Musik dan Seminar
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 03 Juni 2020
Setelah Bantu Sembako, PT HK Salurkan Bantuan BLT kepada 335 KK di 12 Desa dan Satu Kelurahan yang Dilewati Jalan Tol
Rabu, 03 Juni 2020
Komisi Informasi dan Diskominfo Inhil Gelar Rakor PPID Utama se-Riau Secara Virtual
Rabu, 03 Juni 2020
Babinsa Koramil 07/Kampar Gencar Patroli Karlahut
Rabu, 03 Juni 2020
Babinsa Koramil 16/Tapung Hadiri Penyerahan Bantuan Mobil Ambulance Desa Rimba Makmur

Serantau lainnya ...
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas
Minggu, 09 Februari 2020
CAKAPLAH & BENTO

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi
Rabu, 26 Februari 2020
Usai Dilatih Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla
Senin, 24 Februari 2020
PGN Jaga Ketahanan Pasok Gas Jawa Timur

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?
Sabtu, 01 Februari 2020
Terungkap, Alasan Lelaki Senang dengan Perempuan Bertubuh Mungil

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 30 Mei 2020
Selasa, Rektor UIR Lantik Wakil Dekan Fakultas dan Wadir Pascasarjana UIR
Rabu, 06 Mei 2020
Cukup Bayar SPP, Pasti Kuliah di Unilak
Jumat, 17 April 2020
IKA Ilmu Ekonomi Unri Salurkan Bantuan Sembako ke Mahasiswa Terdampak Covid-19
Rabu, 15 April 2020
Masuk Kampus UIR, Dosen dan Mahasiswa Wajib Periksa Suhu Badan

Kampus lainnya ...

RAPP Idul Fitri 1441 / 2020
Terpopuler
Ucapan Idul Fitri AMPG
Foto
BOB PT BSP Idul Fitri
Iklan Unilak
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Labersa Hotel 03 - 2020
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia
Jumat, 31 Januari 2020
Cerita Melody Laksani JKT48 Berburu Oleh-Oleh di Pekanbaru

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Iklan ACT 6 Mei 2020
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Indeks Berita
Imbauan Cegah Corona Pemkab SiakDiskes RohulDPMPT Pekanbaru Jamil 1DPMPT Pekanbaru Jamil 2APRIL HUT KAMPARIklan Polres Inhu Verifikasi CAKAPLAHHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPPTPP Ucapan Verifikasi CAKAPLAHKUD TANI BAHAGIA INHU VERIFIKASI CAKAPLAHPangeran Hotel
www www