Selasa, 28 Mei 2024

Breaking News

  • Catatan Banjir Terparah, Bupati Zukri: Ini Harus jadi Perhatian Pemerintah Pusat   ●   
  • Jalan Sudirman Ujung Tergenang Banjir, PUPR Riau Turunkan Ekskavator Amfibi Bersihkan Parit   ●   
  • Akibat Galian IPAL, Jalan Ahmad Dahlan dan Balam Ujung Pekanbaru Ambruk   ●   
  • Berhasrat Ikut Pilgub Riau, Syamsurizal Incar Septina jadi Wakil
Kelmi April 2024

Mengapa Terus Terjadi Ketegangan Pemerintah China dan Suku Uighur?
Selasa, 25 Desember 2018 06:18 WIB
Mengapa Terus Terjadi Ketegangan Pemerintah China dan Suku Uighur?
Xinjiang secara resmi menjadi bagian dari negara komunis Cina pada 1949.
(CAKAPLAH) - Wilayah otonomi Xinjiang di bagian barat Cina punya sejarah panjang perselisihan antara pihak berwenang dan penduduk asli yang adalah etnis Uighur. BBC menjelaskan alasannya.

Siapa yang bermukim di Xinjiang?

Wilayah administratif Cina terbesar, Xinjiang berbatasan dengan delapan negara - Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, dan India - dan hingga saat ini populasinya sebagian besar adalah Uighur, suku minoritas yang beragama Islam.

Kebanyakan orang Uighur adalah Muslim dan Islam adalah bagian penting dari kehidupan dan identitas mereka. Bahasa mereka terkait dengan bahasa Turki, dan mereka menganggap diri mereka secara budaya dan etnis dekat dengan negara-negara di Asia Tengah.

Ekonomi di kawasan itu sebagian besar berkisar di sekitar pertanian dan perdagangan, dengan kota-kota seperti Kashgar berkembang sebagai hub di sepanjang Jalur Sutra yang terkenal.

Namun pembangunan telah mendatangkan warga-warga baru. Dalam sensus tahun 2000, suku Han mencakup 40% populasi. Ada pula sejumlah besar pasukan yang ditempatkan di wilayah tersebut dan sejumlah migran tidak terdaftar yang tidak diketahui jumlahnya.

Kapan Xinjiang Jadi Bagian dari Cina?

Wilayah ini sesekali mendapatkan status otonomi dan bahkan merdeka, tetapi apa yang sekarang dikenal sebagai Xinjiang, menjadi bagian dari kekuasaan Cina pada abad ke-18.

Pada tahun 1949, sempat ada deklarasi berdirinya sebuah negara Turkistan Timur, tetapi kemerdekaan itu berumur pendek - lalu tak lama kemudian, di tahun itu juga, Xinjiang secara resmi menjadi bagian dari negara Cina.

Pada 1990-an, dukungan terbuka untuk kelompok separatis meningkat setelah runtuhnya Uni Soviet dan munculnya negara-negara Muslim merdeka di Asia Tengah.

Namun, Beijing menindas demonstrasi dan para pegiat pun tiarap dan bergerak ke bawah tanah.

Apa Penyebab Berbagai Kerusuhan Itu?

Keadaannya sangat pelik, namun banyak yang mengatakan bahwa ketegangan etnis yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan budaya adalah akar penyebab berbagai kekerasan baru-baru ini.

Proyek-proyek pembangunan besar telah membawa kemakmuran ke kota-kota besar Xinjiang, yang menarik anak-anak muda suku Han yang berketerampilan dan berkualitas teknis dari provinsi-provinsi timur.

Orang-orang Han disebut mendapat posisi-posisi terbaik dan sebagian besar dari mereka sukses secara ekonomi, sesuatu yang memicu kebencian di antara orang-orang Uighur.

Para aktivis HAM mengatakan kegiatan komersial dan budaya Uighur lambat laun dibatasi oleh pemerintah Cina. Muncul keluhan tentang pembatasan keras terhadap yang berbau Islam, bahwa jumlah masjid sedikit sementara sekolah-sekolah agama diawasi ketat.

Amnesty International, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2013, mengatakan otoritas Cina mengkriminalisasi "apa yang mereka anggap sebagai 'kegiatan ilegal keagamaan' dan 'separatis'" dan menekan "unjuk rasa identitas budaya yang berlangsung damai".

Pada Juli 2014, beberapa departemen pemerintah Xinjiang memberlakukan larangan berpuasa kepada para pegawai negeri Muslim selama bulan suci Ramadan. Ini bukan pertama kalinya Cina membatasi puasa di Xinjiang, tetapi kali ini terkait sejumlah serangan yang dituduhkan pada para ekstremis Uighur.

Bagaimana Kekerasan Berkembang?

Cina telah mengintensifkan kebijakan dan tindakan kerasnya terhadap warga Uighur setelah protes jalanan pada 1990-an dan mengulanginya lagi menjelang Olimpiade Beijing pada 2008.

Tapi kekerasan benar-benar meningkat pada tahun 2009, ditandai kerusuhan etnis skala besar di ibukota daerah itu, Urumqi. Sekitar 200 orang tewas dalam kerusuhan, sebagian besar dari mereka warga Cina suku Han, menurut para pejabat.

Keamanan ditingkatkan dan banyak orang Uighur ditahan sebagai tersangka. Namun kekerasan terus bergulir.

Pada Juni 2012, enam orang Uighur dilaporkan mencoba membajak sebuah pesawat dari Hotan ke Urumqi, namun mereka bisa dibekuk oleh sejumlah penumpang dan awak.

Terjadi pertumpahan darah pada April 2013, disusul kekerasan Juni 2013, di distrik Shanshan yang menewaskan 27 orang setelah polisi menembaki sekelompok ortang yang menurut media pemerintah adalah gerombolan bersenjatakan pisau yang menyerang bangunan pemerintah setempat.

Menetapkan fakta tentang insiden ini sulit, karena akses jurnalis asing ke wilayah ini dikontrol ketat. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, tampaknya terjadi pergeseran kekerasan, yang mengarah ke serangan skala besar dengan sasaran warga, terutama di Xinjiang.

Sedikitnya 31 orang tewas dan lebih dari 90 orang menderita luka-luka pada Mei 2014 ketika dua mobil menabrak secara sengaja pasar Urumqi disusul pelemparan bahan peledak ke kerumunan. Cina menyebutnya sebagai "insiden kekerasan teroris ".

Sebelumnya terjadi serangan bom dan pisau di stasiun kereta api selatan Urumqi pada bulan April, yang menewaskan tiga orang dan melukai 79 lainnya.

Pada bulan Juli, pihak berwenang mengatakan sekelompok bersenjatakan pisau menyerang kantor polisi dan kantor pemerintah di Yarkant, menyebabkan 96 orang tewas. Imam masjid terbesar di Cina, Jume Tahir, ditikam hingga tewas beberapa hari kemudian.

Pada bulan September, sekitar 50 orang tewas dalam ledakan di daerah Luntai di luar kantor polisi, pasar dan toko. Detil dari kedua insiden tersebut tidak jelas dan para pegiat menyangkal beberapa detil laporan tentang insiden itu di media pemerintah.

Beberapa kekerasan juga tumpah meluber dari Xinjiang. Sebuah aksi penikahan di Kunming pada bulan Maret di provinsi Yunnan, menewaskan 29 orang, dan pemerintah menyebut separatis Xinjiang adalah pelakunya, seperti juga kejadian Oktober 2013, ketika sebuah mobil menabrak kerumunan dan terbakar di alun-alun Tiananmen. Beijing.

Aprat kemudian meluncurkan apa yang mereka sebut "kampanye satu tahun melawan terorisme", meningkatkan keamanan di Xinjiang dan meningkatkan latihan militer di wilayah tersebut.

Ada juga laporan-laporan tentang vonis massal dan penangkapan sejumlah 'kelompok teror'. Media pemerintah Cina telah melaporkan daftar panjang orang-orang yang dihukum karena aktivitas ekstremis dan dalam beberapa kasus, hukuman mati.

Akademisi Uighur terkenal, Ilham Tohti ditahan dan kemudian didakwa pada September 2014 atas tuduhan separatisme, yang memicu kecaman internasional.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program 'reedukasi, atau 'pendidikan ulang'.

Pemerintah Cina membantah tudingan kelompok-kelompok HAM itu. Pada saat yang sama, ada semakin banyak bukti pengawasan opresif terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.

Siapa yang Jadi Biang Keladi?

Cina sering menunjuk ETIM -East Turkestan Islamic Movement: Gerakan Islam Turkmenistan Timur- atau orang-orang yang terinspirasi oleh ETIM, sebagai pelaku kekerasan baik di Xinjiang maupun di sekitarnya.

ETIM disebutkan ingin membangun sebuah negara Turkmenistan Timur yang berdaulat di Cina. Menurut Departemen Luar Negeri AS dalam laporan tahun 2006, ETIM adalah 'kelompok separatis etnik Uighur yang paling miltan.'

Cakupan kegiatan ETIM masih belum jelas. BAnyak juga yang meragukan kemampuan kelompok ini dalam menggalang langkah ekstrekisme yang serius.

ETIM tak pernah mengaku sebagi pihak yang berada di balik serangan-serangan itu. Namun pemerintah Cina mengatakan Partai Islam Turkmenistan - yang disebut sebagai nama lain ETIM - mengedarkan video yang mendukung serangan di Kunming.
Editor : Ali
Sumber : BBC.com
Kategori : Internasional
Idulfitri 1445 Riau Petroleum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Jumat, 29 September 2023
Komisi II Usul Kementerian ATR/BPN dan KLHK Kolaborasi Selesaikan Redistribusi Tanah
Jumat, 29 September 2023
Setjen DPR Berikan Perhatian Terhadap Pensiunan Melalui P3S
Kamis, 28 September 2023
TikTok Shop Cs Dilarang, Ketua DPR Berharap Aturan Baru Ciptakan Keseimbangan Pasar Digital dan Konvensional
Kamis, 21 September 2023
Ancaman DBD Meningkat, Puan Dorong Sosialisasi Masif Tekan Risiko Kematian

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 07 November 2023
Riau Terima Penghargaan Bhumandala Award 2023
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 28 Mei 2024
Bersama LPP Agro Nusantara, BPDPKS dan Ditjenbun Gelar Pelatihan ISPO bagi Pekebun Sawit Kabupaten Siak
Senin, 27 Mei 2024
Upaya Penurunan Stunting, BKKBN Riau Gelar Forum Jurnalis untuk IPKB dan Tim Media Kreatif
Senin, 27 Mei 2024
Puluhan Korban Penipuan Arisan Bodong Melapor ke Polda Riau
Senin, 27 Mei 2024
Mulyasni Muis Terpilih Aklamasi jadi Ketua DPD IKA F-Hukum Unand Riau

Serantau lainnya ...
Rabu, 22 Mei 2024
Budaya 'Tumpuk Tengah', Kebiasaan Baik yang Viral di Media Sosial
Rabu, 22 Mei 2024
Sejarah Vape Pertama di Indonesia dan Perkembangannya
Minggu, 07 April 2024
Pererat Silaturahmi, Siwo PWI Riau Gelar Buka Bersama BJB dan PSSI
Kamis, 04 April 2024
5 Ide Resep Masakan Pakai Rice Cooker, Cocok untuk Anak Kos!

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 02 Maret 2023
Wadah Menyalurkan Bakat, Ketua DPRD Riau Yulisman Hadiri Festival Musik Akustik di SMA Negeri 1 Pasir Penyu Inhu
Rabu, 01 Maret 2023
Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Riau Umumkan Reses Masa Persidangan I Tahun 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Kunjungi Kemendikbud, Komisi V DPRD Riau Bahas Persoalan PPDB
Kamis, 23 Februari 2023
Disdik Gelar Pelatihan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru SD Se-Kota Pekanbaru

Advertorial lainnya ...
Jumat, 17 Mei 2024
Topup Diamond FF Murah Solusi Hemat untuk Gamer Free Fire
Jumat, 17 Mei 2024
Top Up PUBG untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Langkah-Langkah Mudah
Kamis, 25 April 2024
Rekomendasi HP Samsung Terbaik di Harga 2 Jutaan, Apa Saja?
Sabtu, 20 April 2024
7 Keunggulan Samsung Galaxy S23 Ultra, Dapatkan di Blibli

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 21 Mei 2024
Tips Memilih Klinik Gigi yang Tepat untuk Anda dan Keluarga
Kamis, 18 April 2024
Ini Dia Manfaat Merawat Gigi, Yuk, Kunjungi Klinik Gigi Terdekat Sekarang!
Kamis, 22 Februari 2024
Pemula di Dunia Yoga? Inilah Panduan Cara Memilih Matras Yoga yang Tepat
Sabtu, 27 Januari 2024
Cegah Resistensi, Gunakan Obat Antibiotik dengan Bijak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 26 Mei 2024
ADP Peringati Harlah Ke-3, Transformasi dan Kontribusi bagi Dunia Akademik
Sabtu, 25 Mei 2024
Sarasehan dan Bedah Buku Hakim Agung RI di Kampus UIR Dihadiri Wakil Ketua MK Dr Saldi Isra
Jumat, 17 Mei 2024
UIR Terima Bantuan Dana Pendidikan Sebesar Rp70 Juta dari BSI
Kamis, 16 Mei 2024
Mahasiswa PMI UIN Suska Juara 1 Lomba Presenter Fordakom 2024

Kampus lainnya ...
Rabu, 03 Mei 2023
Kompilasi Semarak Silaturahmi Satu HATI, CDN Bangkinang Santuni Anak Yatim
Rabu, 05 April 2023
Safari Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin
Selasa, 04 April 2023
Telkomsel Siaga Rafi Sumbagteng Salurkan CSR untuk Panti Jompo bersama Dompet Dhuafa Riau
Jumat, 03 Maret 2023
Tingkatkan Kesehatan dan Budaya Lokal, Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Posyandu dan Grup Rebana

CSR lainnya ...
Jumat, 09 Februari 2024
Lika-liku 7 Perjalanan Asmara Ayu Ting Ting hingga Tunangan dengan Anggota TNI
Minggu, 28 Januari 2024
Huh Yunjin Bak Sehati Dengan Han So Hee Kala Cuma Pakai Dalaman Di Trailer LE SSERAFIM
Sabtu, 27 Januari 2024
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Tak Sungkan Perlihatkan Kemesraan
Rabu, 24 Januari 2024
Park Ji-hyun Ungkap Persiapan Membinangi Drama Terbarunya

Selebriti lainnya ...

LW
Terpopuler

02

Minggu, 26 Mei 2024 05:00 WIB
Real Madrid Vs Real Betis, Imbang Tanpa Gol
Iklan CAKAPLAH
Foto
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Senin, 14 Agustus 2023
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas Kubang Minta Tunjuk Ajar ke Wagubri
Sabtu, 12 Agustus 2023
Gebyar Kandis Bersholawat Bakal Dihadiri Ribuan Jemaah NU
Senin, 31 Juli 2023
Mualaf Riau Butuh Pembinaan, Begini Caranya...
Sabtu, 29 Juli 2023
Mantan Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi Turut Saksikan Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Hamidah Rejosari

Religi lainnya ...
Selasa, 30 April 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Ucapkan Selamat Atas Penabalan Gelar Adat Kepada Kajati Riau
Senin, 29 April 2024
Kepala BKPSDM Pekanbaru Apresiasi Pekanbaru Juara Umum Gelaran MTQ Tingkat Provinsi Riau
Senin, 29 April 2024
Sekretaris Dinas LHK Kota Pekanbaru Hadiri Rapat SABER Pungli 2024
Jumat, 26 April 2024
Penerimaan CPNS dan PPPK Pekanbaru Dapat Persetujuan Prinsip dari Kemenpan RB

Galeri Foto lainnya ...
Indeks Berita
www www