Jumat, 07 Agustus 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 6 Agustus 2020

Warga Perumahan BTL Protes karena Developer Hentikan Proyek SUTET
Sabtu, 21 September 2019 14:47 WIB
Warga Perumahan BTL Protes karena Developer Hentikan Proyek SUTET

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Developer Perumahan Bumi Taman Lestari (BTL) menghentikan pembangunan tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berada di taman perumahan setempat, jalan Garuda Sakti KM 3, RT01/RW03, Kelurahan Sibam, Payung Sekaki, Pekanbaru.

Kejadian yang berlangsung sejak sepekan lalu itu diungkapkan, Ketua RT01 Muhammad Hambali kepada CAKAPLAH.COM, Sabtu (22/9/2019) melalui selulernya.

Dikatakan Hambali, proyek pembangunan Sutet tersebut sudah mendapat persetujuan seluruh warga setempat sejak bulan April 2019 lalu, dimana tiang Sutet dibangun diatas lahan Fasilitas Umum (Fasum) perumahan tersebut. Namun, saat proyek tersebut berjalan, tiba-tiba developer secara sepihak menghentikan proyek nasional tersebut, dengan dalih lahan Fasum tersebut adalah miliknya.

"Masyarakat setuju dengan digesernya titik tiang ke kawasan fasilitas umum (Fasum) taman. Fasum itu fungsinya kan untuk masyarakat, artinya bukan urusan developer lagi. Setahu saya Fasum itu merupakan kewajiban developer untuk menyediakannya, itu ada dalam aturannya. Kalau sudah jadi Fasum, tentu itu sudah menjadi urusan masyarakat atau publik setempat mengurusnya," katanya.

Dia menjelaskan, taman tersebut letaknya dekat dengan sungai Sibam perbatasan Kota Pekanbaru dan Kampar. Artinya jika dilihat aturan Perda, maka 15 meter dari bibir sungai tidak boleh dibangun rumah dan lainnya. Sehingga warga sangat setuju di areal itu dibangun tiang Sutet.

"Tapi itu Perda itu ada pengecualiannya yang diatur dalam PP 38 Tahun 2012 tentang Sungai. Dimana rentangan kabel listrik, pipa gas, dan jaringan itu dibolehkan, selain itu tidak boleh dibangun," ujarnya.

Kemudian, sebut Hambali menjelaskan disetujui pembangun tiang sutet itu, dengan alasan karena developer sejak membangun perumahan Bumi Taman Lestari tahun 2004 tidak kunjung menuntaskan pekerjaannya. Dimana developer mengabaikan sarana dan prasarana perumahan tersebut, sehingga area tersebut hanya berbentuk lahan kosong.

"Kenapa titik tiang itu disetujui masyarakat dibangun di Fasum, tujuannya agar biaya kompensasi atau ganti rugi dari Fasum itu dapat digunakan sebesar-besarnya untuk perbaikan lingkungan seperti pembangunan semenisasi, drainase ," paparnya.

Ditanya berapa nilai ganti rugi yang ditawarkan PLN, Hambali belum mengetahui berapa nilainya, karena masih dalam proses penilaian tim apraisial.

"Yang menilai tim independen, berapa besaran nilai yang akan diganti rugi PLN secara finansial sesuai harga pasaran, dan itu sudah disepakati oleh warga. Hanya saja kita belum tahu angkanya berapa," ujarnya.

Hambali juga menjelaskan terkait dampak yang timbul dari keberadaan tiang Sutet tersebut. Menurutnya hal itu sudah selesai dikaji secara matang. Rencana pembangunan sutet itu, menurutnya PLN sudah menurunkan tim untuk mengkaji dampak negatif dari proyek itu.

"Saat tim itu turun mereka memaparkan semua, dan kita sudah mendengarkan dampak lingkungan maupun radiasinya tidak ada, Makanya masyarakat setuju," terangnya.

Namun dalam proses pembangunannya, lanjut Hambali, dihentikan pihak developer yang mengklaim itu lahan mereka. Padahal itu lahan fasum untuk masyarakat.

Lebih jauh dikatakannya, pihak developer juga pernah mencoba menegosiasikan dengan masyarakat dan pihak PLN agar titik Sutet itu digeser ke belakang yang tak lain merupakan lahan developer, tapi masyarakat tidak mau.

"Mereka beralasan bentangan kabel listrik masuk ke tanahnya. Kalau bentangan itu kan ada kompensasi dan tidak jadi masalah karena bisa dibicarakan. Dan kami dan pihaknya PLN sudah menjelaskan bahwa pembangunan sutet ini program strategis nasional," paparnya.

Atas penghadangan itu, terang dia, akhirnya PLN menghentikan pekerjaan, karena PLN juga ingin memastikan ganti rugi yang dilakukan itu tetap kepada masyarakat, tidak kepada pihak yang tidak berwenang menerimanya.

"Makanya kita akan undang BPN, dan tata kota untuk memastikan batas sungai Sibam boleh dibangun jaraknya berapa. Kalau dari BPN sudah menyatakan kalau fasum itu milik masyarakat," cakapnyam

Untuk memberikan kepastian dan sebagai bentuk dukungan terhadap proyek nasional yang dikerjakan PLN, masyarakat juga sudah menandatangani surat pernyataan menyetujui pembangunan tiang sutet itu.

"Kami kalau pihak developer tetap mempersulit akan kami gugat karena abai dengan kewajibannya. Dan mereka ingin menemui masyarakat untuk mendengarkan keluhan. Sebenarnya kita juga tak kaku, kalau pihak developer ingin mengambil uang ganti rugi itu silahkan, tapi mereka harus tanggung jawab dengan lingkungan perumahan," tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Developer Perumahan Bumi Taman Lestari Alam Suin Barutu SH MH membatah, kalau kliennya menghentikan percepatan pembangunan proyek strategis nasional itu yang berada di perumahan Bumi Taman Lestari.

"Sebenar kita mendukung proyek itu, karena kita tak bisa menghentikan proyek itu," katanya.

Dia mengatakan, kliennya menolak pembangunan titik sutet itu karena dari


awal tidak konfirmasi atau izin dari kliennya.

"Sebenarnya ini miss komunikasi tibanya. Harusnya ada pembicaraan dari awal, jadi jangan ada terkesan arogan gitu. Harus ada dibicarakan di mana lokasi titik tiang sutet dan masalah ganti ruginya. Karena masalah itu juga sudah diatur dalam undang-undang soal kompensasi. Namun tanpa ada izin mereka langsung bangun. Itu sebenarnya akar permasalahannya," terangnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, tanpa ada pembicaraan itu kemudian pihak PLN langsung mengorek dan menggali untuk pembangunan titik sutet yang belum disepakati bersama.

"Kalau dari awal ada kesepakatan dan pihak PLN bertemu dengan klien saya secara baik-baik membicarakan kompensasi, mungkin saya kira masalahnya tidak seperti itu," ujarnya.

"Sekarang kami masih tahap mediasi. Karena bentangan kabel sutet itu melintasi tanah developer," pungkasnya.

Penulis : Amin
Editor : Hadi
Kategori : Serba Serbi, Kota Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Sabtu, 23 September 2017 17:00 WIB
Promosi "Senin Harga Naik" Bisa Dipidana
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 06 Agustus 2020
KPH-TBS DLHK Riau dan Balai Pengelolaan Hutan Produksi Taja Pertemuan Komite Konsultatif
Kamis, 06 Agustus 2020
95 Paket Bantuan Spesifik Diserahkan Kepada Perempuan, Anak, dan Lansia di Kabupaten Siak
Rabu, 05 Agustus 2020
Antisipasi Penyebaran Covid-19 Polres Siak Lakukan Tes Swab kepada Personel
Rabu, 05 Agustus 2020
Bawaslu Rohil Gelar Rapat Koordinasi Pemantauan Pemilih Wilayah Perbatasan

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 17 Juli 2020
Teknik Perminyakan Pertama hingga Politeknik Terbaik: Lewat Edukasi, PT CPI Wujudkan Mimpi Anak Negeri
Selasa, 30 Juni 2020
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses, VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 05 Agustus 2020
Dosen Unilak Terbanyak Lulus Serdos di LLDIKTI Wilayah X, Jumlahnya 47
Kamis, 30 Juli 2020
Tim KKN Unri Beri Penyuluhan Covid-19 kepada Warga Dumai Barat
Rabu, 29 Juli 2020
UIR Jalin Kerjasama Strategis dengan Pemkab Rokan Hilir
Selasa, 28 Juli 2020
YBM Pekanbaru Beri Beasiswa Rp 360 Juta ke Mahasiswa Fakultas Teknik UIR

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler
Dapo Kanisya
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Polres Rohul 27 Juni 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
AMPI Riau
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Indeks Berita
HUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www