Selasa, 11 Agustus 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 6 Agustus 2020

Omnibus Law Cilaka dan Kekhawatiran Lahirnya Kroni-kroni Baru
Jum'at, 31 Januari 2020 07:31 WIB
Omnibus Law Cilaka dan Kekhawatiran Lahirnya Kroni-kroni Baru
Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menentang omnibus law di Jakarta, Senin (20/1/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

(CAKAPLAH) - Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja atau 'Cilaka' yang tengah dirancang pemerintahan Jokowi masih terus menuai pro dan kontra di masyarakat. Pemerintah mengklaim regulasi itu menjadi terobosan melindungi pekerja, seraya membuka penuh kemudahan investasi bagi para pengusaha.

Meski draf RUU itu belum resmi dirilis ke publik, beberapa elemen masyarakat sudah memprotes terhadap rencana penerbitan regulasi tersebut. Penolakan datang terutama dari kelompok serikat buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku cemas RUU itu berpotensi menghilangkan hak-hak buruh.

Mereka khawatir tidak ada lagi uang pesangon, pembebasan buruh kontrak serta alih daya (outsourcing), mempermudah tenaga kerja asing masuk ke Indonesia, serta pengabaian terhadap dampak lingkungan bagi izin baru perusahaan.

Ahli hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti tak menampik bila regulasi itu berpotensi menciptakan pelbagai ekses negatif dan mengkhawatirkan bagi demokrasi di Indonesia. Salah satunya, kata dia, RUU 'Cilaka' berpotensi menciptakan kroni-kroni baru di pemerintahan Jokowi seperti yang terjadi pada era presiden ke-2 RI Soeharto.

"Ini yang menjadi kekhawatiran, jangan-jangan nanti akan terbentuk itu kroni-kroni seperti zaman Soeharto," kata Bivitri di Jakarta, Kamis (30/1).

Bivitri menyatakan hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, regulasi itu berpotensi mengembalikan kekuasaan yang desentralistik menjadi sentralistik dengan menarik berbagai kewenangan ke tangan pusat.

Ia menyebut setidaknya ada dua kewenangan daerah yang akan ditarik ke pusat melalui RUU tersebut. Pertama RUU Cilaka akan menarik kewenangan pemerintah provinsi dalam mengelola mineral dan batubara. Termasuk di antaranya kewenangan penerbitan peraturan daerah dan penerbitan izin.

Kedua, potensi penarikan kewenangan perizinan dari pemerintah daerah ke pusat. Hal itu, kata dia, berimplikasi makin menjauhnya layanan kepada publik dan semakin sulitnya penyampaian aspirasi dalam kebijakan pemerintah.

Melihat hal itu, Bivitri memandang pemerintah pusat akan semakin kuat kewenangannya dalam mengatur daerah. Terlebih lagi, kata dia, wewenang Jokowi dianggap akan makin besar untuk mengatur daerah bila RUU diterapkan.

"Ini sebenarnya bermasalah. Tapi Jokowi maunya gitu. harus kontrol semuanya, biar cepet semuanya," kata dia.

Bivitri berpandangan besarnya kewenangan pusat itu berpotensi menimbulkan kroni-kroni di sekitar Presiden Jokowi. Kroni-kroni itu terbentuk tatkala ada seseorang yang memiliki hubungan langsung dan dekat dengan Jokowi sebagai penghubung pihak lain untuk memuluskan suatu kepentingan tertentu.

"Orang-orang yang bisa nembus ke presiden, harus lewat ini, lewat ini. Prediksi terbesar saya itu, akan terbentuk kroni-kroni seperti jaman Soeharto dulu. Siapa yang dekat dengan presiden, karena kekuasaan di dia semua," kata Bivitri

Tak berhenti sampai di situ, Bivitri berpandangan kewenangan pemerintah pusat makin kuat saat pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk mencabut peraturan daerah (perda) dalam konsep omnibus law.

Pemerintah, melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku aturan itu akan masuk dalam omnibus law Cilaka. Menurutnya, semua perda yang dianggap menghambat investasi dapat dibatalkan melalui peraturan presiden.

Menurutnya, kewenangan itu membuat konsep otonomi daerah menjadi bias. Sebab, kewenangan pemerintah daerah untuk membuat Perda bisa sewaktu-waktu dicabut bila 'dicap' tak seiring dengan ekspektasi pemerintah pusat.

"Mungkin kalau berfikir positif maunya positif juga buat nge-cut yang ngaco-ngaco di daerah. Saya yakin mereka [Pemda] akan protes juga kalau udah tau isinya," kata dia.

Editor : Ali
Sumber : Cnnindonesia.com
Kategori : Nasional, Pemerintahan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Jum'at, 07 Agustus 2020 13:41 WIB
Juni, Impor Riau Turun 38,24 Persen
Kamis, 30 Juli 2020 18:00 WIB
Sore Ini Hotspot di Riau Terpantau Marak
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 10 Agustus 2020
Pemko Pekanbaru Usulkan 2 Ranperda ke DPRD Pekanbaru
Senin, 10 Agustus 2020
Polsek Pangkalan Lesung Berjibaku Padamkan Karhutla di Dusun Batang Kulim
Senin, 10 Agustus 2020
Polsek Ukui Gelar Patroli C3 dan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru
Minggu, 09 Agustus 2020
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Mahasiswa STIT Al-Kifayah Bagikan 1000 Bibit Ikan Lele

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 17 Juli 2020
Teknik Perminyakan Pertama hingga Politeknik Terbaik: Lewat Edukasi, PT CPI Wujudkan Mimpi Anak Negeri
Selasa, 30 Juni 2020
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses, VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 10 Agustus 2020
KKN Desa Palas Kunjungi PLUT-KUMKM Pelalawan
Senin, 10 Agustus 2020
Bupati Rohil Kirim 96 ASN Studi Lanjut ke PPs UIR
Jumat, 07 Agustus 2020
Hakikat Evaluasi Standar Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi
Rabu, 05 Agustus 2020
Dosen Unilak Terbanyak Lulus Serdos di LLDIKTI Wilayah X, Jumlahnya 47

Kampus lainnya ...

AMSI Webinar
Terpopuler
Dapo Kanisya
Foto
BSP Hut Riau ke-63
APRIL RAPP HUT Riau ke-36
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Unilak Juli 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Polres Rohul 27 Juni 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
AMPI Riau
Indeks Berita
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www