Rabu, 08 Juli 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 1 Juli 2020

CAKAP RAKYAT
Ayolah, Jangan Gamang
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Dr drh Chaidir MM

TAK ada seorang pun pemimpin dunia yang berpengalaman ketika didadak oleh virus corona yang tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu. Tak Presiden AS Donald Trump, tak Presiden China Xi Jinping, tak PM India Narendra Modi, atau PM Italia Giuseppe Conte, atau PM Inggris Boris Johnson, atau Presiden Jokowi, semua tak ada yang berpengalaman. Semua seperti anak bawang ketika berhadapan dengan siluman virus corona.

Para pemimpin hebat itu terlihat gagap, gamang dan salting. Cuek bebek? Atau main hantam kromo? Tembak di tempat? Atau mengambil langkah-langkah normatif gradual? Semua serba salah, begini salah begitu salah. Lockdown? Tak jaminan. Bercerminlah pada India dan Filipina. Kacau, chaos. Penduduk tak boleh keluar rumah, justru sebaliknya, orang memenuhi pusat perbelanjaan memborong semua (panic buying), orang berbondong-bondong balik kampung. Presiden Filipina Rodrigo Duterte sampai mengancam tembak di tempat bagi para perusuh yang panik membabi buta mencari kebutuhan hidupnya akibat lockdown. Atau lockdown seperti Italia? Di Italia entah apa yang salah, korban tetap berjatuhan, ekonomi ambruk. Atau bertangan besi seperti Tiongkok, pemerintahnya otoriter, tapi mereka kaya, semua penduduk yang tak bisa ke luar rumah bisa diberi makan.

Sekarang rakyat yang memberi mandat kepada para pemimpin itu sedang merana nestapa dalam kesulitan, dalam bahaya, bahkan terancam jiwanya. Ekstrimnya, nyawa mereka tinggal menghitung hari. Maka pemimpin terpaksa ambil langkah darurat, cepat dan tepat. Salah langkah, atau sedikit saja gegabah akan jadi musibah.

Lantas apa yang bisa dilakukan pemimpin? Mundur? Harakiri? Keadaan akan lebih runyam. Para pemimpin itu sesungguhnya punya pedang kekuasaan untuk mengendalikan keadaan. Di belahan mana pun di planet ini, minimal ada tiga hal yang bisa mereka buat dalam kondisi darurat dengan pedang kekuasaan dalam genggaman, pertama, otoritas pengaturan; kedua, otoritas pemberdayaan, dan ketiga, otoritas pelayanan. Ketiga otoritas itulah yang coba dilakukan, tak peduli oleh Presiden Donald Trump, Xi Jinping, Narendra Modi, Rodrigo Duterte, atau Presiden Jokowi. Masing-masing menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di negerinya. Kekuatan, keterbatasan, kondisi sosial ekonomi, semua tentu dipertimbangkan masak-masak.

Dalam kondisi dunia yang sedang panik dan darurat itulah Pemerintah kita mencoba tetap tenang dengan menerbitkan paket regulasi (yang merupakan implementasi dari pedang kekuasaan dalam bentuk pengaturan, pemberdayaan sekaligus pelayan), berikhtiar menyelamatkan masyarakat dari ancaman kematian, baik disebabkan virus maupun mati kelaparan.

Pemerintah punya otoritas membuat aturan sebagai sebuah kewajiban yang harus mereka lakukan. Masyarakat pula dituntut kepatuhannya sebagai sebuah kewajiban. Pastilah aturan itu untuk kebaikan bersama yang sudah ditinjau dari berbagai sisi. Apa yang harus kita lakukan adalah membacanya dan memahaminya dengan baik untuk menyamakan persepsi terhadap masalah sangat serius yang sedang kita hadapi. Tujuannya, tercipta sebuah kesadaran kolektif dalam bersikap dan bertindak.

Seperti kita ketahui, dalam satu hari tanggal 31 Maret 2020 beberapa hari lalu, Pemerintah menerbitkan tiga aturan sekaligus. Pertama, terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19); Kedua, terbitnya Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Desease 2019 (Covid-19); dan ketiga, keluarnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Dan/Atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Paket regulasi tersebut didasarkan pada pertimbangan, pertama, adanya kesadaran bahwa pandemi Covid-19 yang kita hadapi penyebarannya makin meluas dengan terjadinya peningkatan kasus positif orang tertular dan kematian; kedua, pandemi ini secara nyata telah mengganggu aktivitas ekonomi dan membawa implikasi besar pada lumpuhnya aktivitas perekonomian masyarakat (terutama sektor informal).

Secara sederhana, masyarakat kita menghadapi dua medan pertempuran sekaligus. Medan pertama bertempur melawan virus, medan kedua bertempur demi memenuhi kebutuhan hidup. Kedua medan pertempuran membawa risiko, mati karena penyakit atau mati karena kelaparan, atau karena penyakit dan kelaparan. Tapi kita ingin keluar selamat memenangkan kedua medan pertempuran itu sekaligus.

Bisa? Harus bisa. Dasarnya? Pertama, karena persepsi kita (masyarakat awam dan pemerintah) sebenarnya sama, virus itu tak bisa dilawan, kita hanya bisa melakukan tindakan penanggulangan atau pengendalian (kalau sudah wabah) atau tindakan pencegahan dengan vaksinasi (membentuk kekebalan buatan dalam tubuh) bila belum wabah. Sekarang sudah menjadi wabah bahkan hampir di seluruh dunia. Kedua, persepsi kita juga sama, bila sudah menjadi wabah maka, tindakan penanggulangan atau pengendalian yang ampuh adalah dengan memutuskan mata rantai penyebaran virus.

Persepsinya sama, tapi tiba pada giliran tindakan aksinya, kita mulai bersitegang urat leher. Padahal virus sudah masuk ke bilik kita, tak ada lagi kesempatan berdebat. Tak bisa lain, untuk menyamakan gerak langkah semua komponen, memang harus ada pengaturan yang dirumuskan bersama duduk dalam satu meja bundar (jaga jarak fisik dan pakai masker aman). Kenapa meja bundar, supaya ada semangat egaliter semua komponen.

Kita harus memahami bahwa PP Nomor 21/2020, Kepres Nomor 11/2020, dan PERPPU Nomor 1 Tahun 2020 hanyalah berupa payung hukum bagi segenap jajaran pemerintahan di pusat dan di daerah untuk mengambil langkah-langkah aksi supaya tidak berusuran dengan KPK (karena harus ada keberanian dan gerak cepat untuk realokasi anggaran), dan boleh melakukan tindakan tegas di lapangan, ibaratnya, boleh “merotan” atau “menembak” orang-orang yang bandel yang tak mau mengerti terhadap protokol kesehatan penanggulangan wabah. Dan pemerintah bisa melakukan langkah-langkah penyelamatan perekonomian.

Daerah harus segera membahas (cepat, tepat dan cermat) 10 aspek yang disebut dalam PP Nomor 21/2020, sebagai syarat untuk mengusulkan penetapan PSBB di daerah oleh Menteri Kesehatan. Sepuluh aspek tersebut adalah pertimbangan epidemiologis (seluk-beluk wabah Covid-19); besarnya ancaman (kajian BIN layak dibedah); efektivitas (alternative cara yang paling mangkus); dukungan sumber daya (sumber daya organisasi: man, money, materials, machines, method); teknis operasional (libatkan TNI dan POLRI); pertimbangan politik (dukungan penuh DPR dan DPRD); Ekonomi (dampak ekonomi apa pun tindakan yang diambil); sosial (masukan dari kampus); budaya (sekaligus mungkin dikaitkan dengan agama); dan aspek pertahanan dan keamanan (aspek ini tentulah TNI dan POLRI yang lebih paham).

Tak perlulah menghabiskan energi berdebat tentang lockdown atau tidak lockdown. Sebab sebenarnya, bila daerah ditetapkan oleh Menkes (atas usul daerah) dengan status PSBB (pembatasan Sosial Berskala Besar), maka kebutuhan dasar penduduk juga harus disediakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Tak masalah. Dana rasanya cukup. Bukankah pemerintah dan pemerintah daerah sudah diperbolehkan menunda semua kegiatan fisik yang tak terkait langsung dengan hidup/mati masyarakat untuk dialihkan ke penanggulangan Covid-19 demi menyelamatkan masyarakat. Ayolah bergegas tak perlu gamang.

Penulis : Dr drh Chaidir MM
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Sabtu, 02 Mei 2020 10:27 WIB
Refleksi Milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Selasa, 31 Desember 2019 17:01 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Senin, 16 September 2019 15:00 WIB
Darurat Asap dan KPK
Jum'at, 24 Januari 2020 14:26 WIB
Pilkada dan Demokrasi Riau
Jum'at, 17 April 2020 21:05 WIB
Membaca PSBB Pekanbaru
Senin, 05 Agustus 2019 14:48 WIB
Waspada Musim Rawan Korupsi
Senin, 30 Maret 2020 09:34 WIB
Saatnya Politisi Unjuk Gigi
Minggu, 20 Oktober 2019 10:00 WIB
Menanti Kejutan PERPPU
Jum'at, 06 September 2019 14:32 WIB
Menakar Panggung Politik Riau
Selasa, 03 Juli 2018 19:36 WIB
Kesatria Politik
Kamis, 26 Maret 2020 08:36 WIB
Planning Under Pressure Akibat Covid-19
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Bagikan BLT DD Tahap Ketiga, Bupati Kampar Puji Program Kegiatan di Desa Aur Sati
Selasa, 07 Juli 2020
Perwakilan BKKBN Riau dan DP3AP2KB Pelalawan Lakukan Pelayanan KB Sesuai Protokol Kesehatan
Selasa, 07 Juli 2020
Soal Dukungan Paisal-Amris, PPP Dumai: Baru Menjajaki Koalisi
Selasa, 07 Juli 2020
Babinsa Koramil 08 /Tandun Dampingi Pelaksanaan Rapid Test Terhadap Anggota PPDP Ujung Batu

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Tandatangani MoA dengan UIR, Bupati Kampar Berharap Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 07 Juli 2020
Tim Relawan Covid-19 Unri Kecamatan Tualang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan
Jumat, 03 Juli 2020
Prodi Ilmu Komunikasi Univrab Gelar Penyuluhan Covid-19 di Pekanbaru
Senin, 29 Juni 2020
Tim PKM Dosen Fekon Unilak Bantu Manajemen Bank Sampah di Rumpes

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler

05

Polres Rohul 27 Juni 2020
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Indeks Berita
Imlek 2019 RAPP
www www