Selasa, 28 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 26 September 2021

Banyak Transmisi Lokal Corona, Ahli Sarankan PSBB Nasional
Minggu, 03 Mei 2020 19:11 WIB
Banyak Transmisi Lokal Corona, Ahli Sarankan PSBB Nasional
Ahli Epidemiologi FKM UI, Pandu Riono mengatakan perlu ada evaluasi soal kebijakan pemerintah terkait pandemi corona yang sudah berjalan dua bulan.( iStock/bgblue)

Jakarta (CAKAPLAH) - Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mengatakan perlu ada evaluasi soal kebijakan yang telah dilakukan pemerintah dalam masa menangani pandemi virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia.

"Sudah dua bulan berjalan, perlu ada evaluasi kebijakan," kata Pandu, Ahad (3/5/2020).

Menurut Pandu langkah yang semestinya diambil pemerintah adalah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara nasional untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Pandu menilai, dengan PSBB yang diberlakukan secara nasional, maka arus pergerakan orang juga akan terbatas di setiap wilayah. Sehingga tidak lagi ada penularan di wilayah yang sebelumnya terbebas dari Covid-19.

"Kuncinya PSBB secara nasional, karena sekarang susah melakukan tracing, tidak seperti bulan kemarin yang bisa ditelusuri riwayat bepergiannya," katanya melalui sambungan telepon.

Menurut Pandu, PSBB tingkat nasional diperlukan, sebab penularan Covid-19 kini disebabkan oleh transmisi lokal di Indonesia. Artinya, setiap orang bisa membawa virus dan menularkan pada orang lain (carrier). Oleh karena itu proses tracing tidak lagi semudah dahulu.

Carrier dan juga orang tanpa gejala corona berisiko menularkan ke orang banyak tanpa disadari.

"Dulu masih klaster bisa ditracing, sekarang sudah community local tidak tahu lagi kalau terinfeksi dari mana sumbernya," ujar Pandu.

Saat ini tercatata ada 66 wilayah yang jadi transmisi lokal. Wilayah transmisi lokal corona ada di semua pulau besar di Indonesia, dari mulai Medan di Sumatera, hingga Jayapura dan Mimika di Papua.

Selain perlunya PSBB tingkat nasional, Pandu juga menilai perlunya memikirkan ketahanan sosial masyarakat di Indonesia. Terutama masalah kepatuhan masyarakat Indonesia dalam menaati PSBB.

Ia mencontohkan banyak terjadi masalah dalam pelaksanaan larangan untuk tidak pulang kampung. Saat ini masih ada masyarakat yang mencari kesempatan untuk pulang kampung dengan berbagai cara.

Untuk mencegah hal ini, Pandu menilai pemerintah perlu memberikan dorongan atau motivasi kepada masyarakat supaya tidak pulang kampung atau mudik selama pandemi corona.

"Perlu juga dipikirkan bagaimana supaya masyarakat bisa mematuhi PSBB, bisa dengan memberikan insentif kepada masyarakat di perkotaan atau membuat regulasi yang tegas untuk melarang itu," katanya.

Selain itu dia juga mengharapkan ada peningkatan pelayanan dan fasilitas kesehatan di Indonesia. Pandu menjelaskan, pemerintah juga harus fokus pada pengembangan teknologi untuk menghadapi krisis kesehatan publik seperti saat terjadi Covid-19.

"Responsif yang paling penting, karena tidak ada satu negara pun yang siap, tapi kita seharusnya langsung merespons saat kasus masih 1 atau dua kasus sehingga bisa menekan angka kasusnya," kata Pandu.

Selama ini Indonesia melakukan tes Covid-19 dengan dua metode, yaitu menggunakan PCR dan rapid test. Namun kedua alat tersebut masih terbatas peredarannya di Indonesia.

PCR dan alat medis lainnya masih banyak didatangkan dari luar negeri. Sehingga menghambat proses pendekteksian Covid-19. Karena itu, Pandu menilai perlu ada pengembangan teknologi dan layanan fasilitas kesehatan.

"Tentu tidak hanya saat pandemi Covid-19, tapi juga ke depannya perlu ada pengembangan teknologi," ujar Pandu.

Editor : Jef Syahrul
Sumber : cnnindonesia.com
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 27 September 2021
Dihari Libur Hingga Tengah Malam, DPRD Pelalawan Gesa Bahas APBD-P 2021
Senin, 27 September 2021
Giat Penling, Polsek Pangkalan Kuras Ajak Warga Tingkatkan Prokes
Senin, 27 September 2021
Lagi, Tujuh Motif Batik Kuansing Didaftarkan ke Kemenkumham
Senin, 27 September 2021
Personel Polsek Bandar Sei Kijang Semprotkan Disinfektan di Lingkungan Mako

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 27 September 2021
Pastikan Prokes, PCR Sudah Gelar Perkuliahan Tatap Muka Terbatas
Minggu, 26 September 2021
SEF Sukses Gelar Webinar Riset Komunikasi Jilid 2
Jumat, 24 September 2021
Direktur Pascasarjana UIR Yudisium 150 Calon Wisudawan
Kamis, 23 September 2021
Dosen FT UIR Dr Evizal Penelitian Bersama di Harvard University Amerika

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

01

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www