Minggu, 24 Januari 2021

Breaking News

  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker   ●   
  • Fraksi PKS DPRD Pekanbaru Siap Potong Gaji untuk Korban Bencana Alam   ●   
  • Sekolah di Pekanbaru Dilarang Ambil Kebijakan Sendiri Soal Pembelajaran Tatap Muka   ●   
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Kejuruan Olahraga   ●   
  • DPR Minta Erick Thohir Pecat Direksi Perusahaan Pupuk Plat Merah   ●   
  • Walhi Nilai Provinsi Riau Rentan Bencana Ekologis   ●   
  • RSUD Arifin Achmad Siapkan Tempat Vaksin untuk Nakes   ●   
  • ASN Setdaprov Belum Gajian karena KPA Tersandung Kasus
Yamaha 14 Januari 2021

Bung Hatta, Ulama Tanpa Panggilan Ulama
Senin, 04 Mei 2020 15:09 WIB
Bung Hatta, Ulama Tanpa Panggilan Ulama
Adrinof Chaniago

(CAKAPLAH) - Jenis pakaian yg menjadi penanda bagi orang awam untuk menyebut seseorang ulama ada beberapa macam. Ciri pakaian ulama itu sekaligus menandakan organisasi, komunitas atas paham keislaman ulama tersebut.

Nah, kebiasaan berpakaian proklamator dan Wakil Presiden RI pertama, Muhammad Hatta atau Bung Hatta, tidak termasuk salah satu diantara jenis-jenis pakaian ulama dalam anggapan awam tadi.

Pakaian yg biasa dipakai Bung Hatta kalau acara resmi atau acara keramaian hanya tiga: pakaian warna putih khas pemimpin pergerakan, atau jas, atau batik. Khusus batik, mulai rutin dipakai setelah mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden tahun 1956.

Setelah tidak lagi jadi Wakil Presiden, karena sudah tidak sejalan lagi dengan Presiden Sukarno, Bung Hatta menjalankan peran sebagai pendidik, mengajar di UGM dan memberi ceramah di berbagai tempat.

Selain itu, beliau menulis, sebagai pekerjaan intelektual yang sudah dikerjakannya sejak usia 19 tahun.

Karena Bung Hatta adalah pelahab berbagai buku, mulai dari ekonomi, hukum, tata negara, politik luar negeri, filsafat hingga agama, maka ceramah maupun tulisan-tulisannya selalu berisi solusi-solusi yang tidak terpikirkan oleh kalangan relatif terdidik sekalipun. Selain bahasanya yang enak dan jernih, percikan-percikan pemikiran yang keluar dari tulisan dan kuliahnya memiliki landasan argumen dan penjelasan yang kuat.

Saya tidak berkesempatan menghadiri ceramah-ceramahnya Bung Hatta, karena ketika saya masih SMP beliau sudah wafat. Tetapi dari penuturan orang-orang kelahiran tahun 1930-an dan 1940-an, dari tulisan-tulisan tentang Bung Hatta, dan dari tulisan-tulisan Bung Hatta sendiri, saya meyakini ilmunya tentang Islam sekelas dengan ulama besar.

Dari tulisan-tulisannya yg membahas suatu tema dari perpektif Islam, susunan dalil Al Qur'an maupun dalil Hadist yang dikemukakan Bung Hatta sangat kuat dan jernih.

Saya meyakini, sepanjang masa bermukim sebelas tahun di Belanda dimana sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membaca, bacaan-bacaan agama termasuk yang ia kunyah. Tanpa itu, tidak mungkin ia bisa mengupas ideologi-ideologi Barat dari sudut pandang Islam. Itu baru dari segi isi pemikiran. Dan, Bung Hatta tentu membaca buku dan kitab-kitab selama di Eropa. Sebelum dan sesudah kepergiannya ke Eropa, membaca adalah hobby utama dari Bung Hatta.

Kalau darah keturunan dan tradisi dalam keluarga dianggap penting sebagai salah satu jalan ke status ulama, Bung Hatta jelas memiliki itu.

Kakek Bung Hatta, Haji Abdurrahman, adalah seorang bergelar Syekh di Minangkabau yang bernama Syekh Abdurrahmsn dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Syekh Batuhampar. Sementara mengaji Al Qur'an sudah merupakan bagian dari kegiatan rutin Bung Hatta sejak usia bocah di kampungnya.

Tetapi, bagi saya, yang lebih menguatkan keyakinan saya untuk mengatakan Bung Hatta adalah ulama, selain Proklamator, negarawan, dan cendikiawan, adalah sikap perilakunya yang sulit dicari cacadnya sebagai seorang warasatul anbiyya (pewaris para nabi).

Dalam tutur kata, maaf, terpaksa saya membandingkan dengan ustadz-ustadz kondang jaman sekarang, yang sebagian dari mereka sekali dua kali lidahnya masih suka terpeleset keluar dari ukuran islami.

Dalam Islam jelas, sesuai ajaran Al Qur'an dan Sunnah Nabi, seorang muslim tidak boleh berkata buruk, atau kata-kata yang menimbulkan sakit hati orang lain. Pengecualian yg diberikan Allah, sebagai mana disebut dalam Al Qur'an, untuk mengeluarkan kata-kata buruk hanyalah bagi orang yang sedang dianiaya.

Selama Bung Hatta resmi berseberangan dengan Presiden Soekarno, Bung Hatta menjalankan cara-cara islami dalam menyampaikan kritik-kritiknya kepada Presiden Soekarno.

Memang caranya tidak seperti praktek di jaman Khulafaur Rasyiddin, yakni menemui pemimpin itu langsung untuk membisikkan saran di ruang tanpa lampu penerangan. Karena situasi seperti jaman Khulafaur Rasyiddin itu tidak memungkinkan dilakukan, Bung Hatta melakukannya dengan berkirim surat.

Apa isi surat itu tidak pernah diumbar oleh Bung Hatta di depan publik. Seperti bahasa lisannya, bahasa dalam suratnya kepada pemimpin yg sah juga santun.

Hanya ketika Presiden Soekarno tidak menanggapi surat-surat yg sudah dikirimnya berkali-kali, barulah Bung Hatta menulis surat agak keras. Tetapi bahasa tertulis yang keras itu bukan bahasa sarkas dan menyerang pribadi Sukarno.

Selain kesantunan sebagai pelaksanaan ajaran agama, sifat-sifat islami lain juga melekat dalam keseharian Bung Hatta, seperti sangat jujur, sederhana, hemat tetapi tidak kikir, disiplin, kerja keras, dan sebagainya.

Praktek tidak memanjakan anak-anaknya dengan harta atau fasilitas, tetapi membekali dengan pendidikan, sifat disiplin dan kerja keras, saya yakin itu dengan merujuk pada bacaan-bacaannya tentang ajaran Islam.

Dari latar belakang darah keturunan, tradisi mengaji, porsi membaca buku-buku Islam, isi ceramah dan tulisan-tulisan, dan praktek tutur kata dan perbuatan sehari-harinya, Bung Hatta adalah ulama yang sekelas ulama besar.

Hal yang tidak dipunyai Bung Hatta dari ulama jaman sekarang adalah salah satu jenis pakaian dari beberapa jenis pakaian yang menjadi salah satu kriteria di kepala masyarakat untuk menyebut seseorang sebagai ulama.

Rawajati, 10 Ramadhan 1441 H.

Penulis : Adrinof Chaniago (Mantan Kepala Bappenas)
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 24 Januari 2021
Polsubsektor Pelalawan Gelar Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan
Minggu, 24 Januari 2021
Patroli C3, Polsek Pangkalan Kerinci Imbau Warga Waspada Terhadap Kriminal
Minggu, 24 Januari 2021
Polsek Langgam Gelar Patroli Untuk Cegah Kriminal C3 dan Tekan Penyebaran Covid-19
Minggu, 24 Januari 2021
Jaga Keamanan Mako, Polsek Bandar Sei Kijang Lakukan Patroli

Serantau lainnya ...
Minggu, 24 Januari 2021
Jangan Asal-asalan Memakai Produk Kecantikan, Biar Aman Datang ke Klinik Isabell's Beauty Treatment
Selasa, 19 Januari 2021
Glowing Treatment Kini Hadir di Isabell's Beauty Treatment
Sabtu, 09 Januari 2021
Pilih Salah Satu Hewan untuk Prediksi Masa Depanmu
Rabu, 06 Januari 2021
Puteri Ekowisata Indonesia Perwakilan Riau Endang Sri Rezki Percayakan Perawatan Kulit ke Klinik Isabells Beauty Treatment

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Kaget dengan Harga Samsung Galaxy S21 Ultra
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 20 Januari 2021
Usia 20 Tahun, PCR Komit Beri Kontribusi Besar bagi Kemajuan Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Ini Dia Pemenang Lomba Film Dokumenter dan Fotografi Sempena Milad FIB Unilak
Selasa, 22 Desember 2020
Politeknik Caltex Riau Jalin Kerjasama dengan Universitas Baiturrahmah
Senin, 14 Desember 2020
Di Tangan Dosen Unilak, Urine Ternak Diubah Menjadi Pupuk Cair

Kampus lainnya ...

Pesonna Hotel Januari 2021
Terpopuler

02

Kamis, 21 Januari 2021 12:29 WIB
Ramai-ramai Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke BiP
RAPP APRIL NATAL 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah
Senin, 11 Januari 2021
Setelah Sebulan Jalani Karantina, Akhirnya Nirina Zubir Negatif Covid-19
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www