Kamis, 08 Desember 2022

Breaking News

  • Bapenda Riau Pastikan Tak Ada Pemutihan Denda Pajak Tahun Ini   ●   
  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Muflihun Sebut Harga Sembako Masih Stabil   ●   
  • Masih Jauh dari Target, Retribusi Sampah di Pekanbaru Baru Rp 3,8 Miliar   ●   
  • Kades di Meranti Berharap Perseteruan Bupati dan Gubri Tidak Berlanjut   ●   
  • Wamendes: Kemajuan Desa Mandiri di Riau Melejit   ●   
  • Riau Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor 2022 sampai Akhir Desember   ●   
  • Kasus Covid-19 Menanjak, Gubri Perintahkan Gesa Vaksinasi Booster   ●   
  • Paling Lambat 3 Desember, Pemprov Riau Ingatkan 8 Daerah segera Usulkan Draf APBD 2023   ●   
  • Kapolda Pertama yang Turun Langsung ke Lokasi Gempa Cianjur, Irjen Iqbal Bawa 9 Truk Sembako   ●   
  • Sensus Terkini, Pertumbuhan Islam di Inggris Meroket
Yamaha 7-12 Desember 2022

Ini Lokasi Paling Panas di Bumi, Pernah Capai 70 Derajat Celcius
Sabtu, 09 Mei 2020 06:14 WIB
Ini Lokasi Paling Panas di Bumi, Pernah Capai 70 Derajat Celcius
Ilustrasi gurun pasir (Wikipedia)

(CAKAPLAH) - Musim panas pada 2017 diibaratkan bagai uji ketahanan orang-orang di Phoenix, Arizona. Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan panas yang ekstrem, dan pesawat-pesawat mendarat karena suhu melebihi 120 derajat Fahrenheit atau 48 derajat Celcius.

Panas memengaruhi kepadatan udara, yang pada gilirannya memengaruhi daya angkat pesawat.

Dikutip dari laman Mentalfloss.com, Jumat (8/5/2020), meskipun langkah-langkah itu dilakukan, Phoenix bukanlah tempat terpanas di Bumi. Dan itu bahkan tidak dekat.

Lokasi terpanas ini terjadi di Gurun Lut di Iran pada 2005, ketika suhu tanah dicatat pada 159,3 derajat Fahrenheit atau 70,7 derajat Celcius.

Lut juga mengukur rekor suhu pada tahun 2004, 2006, 2007, dan 2009.

Sebelum satelit mendaftarkan Lut sebagai lokasi terpanas, salah satu daerah terpanas di Bumi sebelumnya yaitu di El Azizia, Libya, pada tahun 1922 pada 57 derajat Celcius.

Angin yang berhembus dari Gurun Sahara di dekatnya berkontribusi terhadap panas di wilayah tersebut.

Sementara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengakui pembacaan ini sebagai rekor terpanas selama bertahun-tahun, mereka kemudian menyatakan bahwa masalah instrumentasi dan masalah lain menyebabkan keraguan baru tentang akurasi.

Alasan Suhu Bumi Semakin Panas

Pada 56 juta tahun yang lalu, Kutub Utara disebut tidak berada dalam kondisi seperti sekarang ini, beku dan suhunya selalu minus di bawah nol derajat Celcius. Saat itu, masih ada pemandangan hijau yang subur (meskipun Anda harus berhati-hati terhadap buaya), tanpa padang es yang luas.

Itu karena dunia berada di tengah-tengah periode pemanasan global yang ekstrem, yang disebut Paleo-Eocene Thermal Maximum, yakni ketika Bumi begitu panas sehingga kutubnya mencapai suhu yang hampir tropis.

Lebih dari Sekali

Tetapi apakah planet ini pernah sepanas seperti masa kini, ketika setiap bulan tampaknya memecahkan rekor suhu tertinggi satu demi satu?

Ternyata Bumi telah melalui periode pemanasan ekstrem lebih dari sekali. Kutub telah membeku, lalu mencair, dan membeku lagi. Sekarang, Bumi sedang memanas lagi.

Meski begitu, perubahan iklim yang terjadi pada waktu-waktu ini adalah momok yang berbeda dan bukan hanya bagian dari beberapa siklus alami yang lebih besar, kata Stuart Sutherland, ahli paleontologi di University of British Columbia.

Iklim Bumi berosilasi secara alami, selama puluhan ribu tahun, perputarannya di sekitar matahari perlahan berubah, mulai dari pergantian musim hingga besaran masuknya sinar matahari. Sebagai akibat osilasi ini, Bumi melewati periode glasial (lebih dikenal sebagai Zaman Es) dan periode interglasial yang lebih hangat.

Tetapi untuk menciptakan peristiwa pemanasan besar-besaran, seperti Paleo-Eocene Thermal Maximum, dibutuhkan perubahan kemiringan sumbu Bumi atau bentuk orbitnya di sekitar matahari. Selain itu, pemanasan ekstrem selalu melibatkan karbon dioksida (CO2) dalam dosis yang banyak.

Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca tersebut hampir pasti bertanggung jawab atas terjadinya Paleo-Eocene Thermal Maximum. Tetapi bagaimana konsentrasi CO2 bisa begitu tinggi tanpa ada manusia di sekitarnya? Para ilmuwan tidak benar-benar yakin, kata Sebastien Castelltort, seorang ahli geologi di University of Geneva.

Dugaan utama mereka adalah gunung berapi memuntahkan karbon dioksida ke atmosfer, memerangkap panas, dan mencairkan kantong metana beku --gas rumah kaca yang lebih kuat daripada CO2 yang telah lama diasingkan di bawah laut.

Lantaran pemanasan global yang dipicu oleh gas rumah kaca telah terjadi sebelumnya, bukan berarti peristiwa ini tidak berbahaya. Ambil contoh, kepunahan Permian-Triassic yang melanda beberapa juta tahun sebelum dinosaurus muncul di Bumi. Kejadian itu adalah bencana mutlak bagi planet kita dan segala sesuatu yang hidup di atasnya.

Peristiwa pemanasan ini, yang terjadi pada 252 juta tahun lalu, sangat dahsyat karena disebabkan oleh aktivitas gunung berapi (dalam hal ini, letusan wilayah vulkanik yang disebut Siberian Traps), memicu kekacauan iklim dan kematian yang meluas.

"Bayangkan, kala itu amat keringan, tanaman sekarat, Saharah menyebar ke seluruh benua," kata Sutherland kepada Live Science.

Temperatur di Bumi naik 18 derajat Fahrenheit (10 derajat Celsius). Selain itu, sekitar 95% kehidupan laut dan 70% kehidupan darat punah. "Bumi terlalu panas dan tidak menyenangkan bagi makhluk untuk hidup," imbuh Sutherland.

Editor : Ali
Sumber : Liputan6.com
Kategori : Internasional, Lingkungan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 17 Agustus 2022 08:03 WIB
81 Hotspot Terdeteksi di Pulau Sumatra
Sabtu, 17 September 2022 08:26 WIB
72 Hotspot Terdeteksi di Pulau Sumatra
Minggu, 30 Oktober 2022 10:04 WIB
PBB: Planet Bumi Menuju Bencana Iklim
Kamis, 11 Agustus 2022 08:33 WIB
120 Hotspot Terdeteksi di Pulau Sumatra
Sabtu, 08 Oktober 2022 09:26 WIB
Begini Nasib Bumi 300 Juta Tahun Lagi
Minggu, 17 Juli 2022 18:22 WIB
132 Titik Panas Kepung Pulau Sumatera
Senin, 04 Juli 2022 08:04 WIB
19 Hotspot Terdeteksi di Riau
Sabtu, 12 Maret 2022 08:54 WIB
11 Hotspot Terdeteksi di Pulau Sumatra
Jum'at, 11 Juni 2021 10:15 WIB
Riau Sumbang 12 Titik Panas di Sumatera
Senin, 20 Juli 2020 09:08 WIB
15 Hotspot Terdeteksi di Riau
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 07 Desember 2022
DPRD Riau Sebut Peran Ombudsman Penting Lindungi Masyarakat
Rabu, 07 Desember 2022
Lembaga Survei Akreditasi Rumah Sakit Sebut RSUD Tengku Rafian Siak Bisa Bersaing dengan RS di Malaka
Rabu, 07 Desember 2022
Menko PMK Muhadjir Effendy Berikan Kuliah Umum dan Tanam Bibit Kelor di Universitas Pahlawan
Rabu, 07 Desember 2022
Rusli Ahmad Terima Brevet Bhayangkara Bahari dari Direktur Polair Baharkam Polri

Serantau lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Kotak Baca Gairahkan Lagi Literasi di Pekanbaru
Rabu, 30 November 2022
Resep Martabak Telur Roti Tawar, Simpel dan Enak ala Chef Devina Hermawan
Rabu, 30 November 2022
Forum Maxi Pekanbaru Peduli Gempa Cianjur
Selasa, 29 November 2022
Rinaldi dan Chandra Resmi Pimpin Nmax Owner Communitas Periode 2022 - 2024

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Siak sudah Mulai Transformasi Keuangan ke Sistem Digital
Kamis, 01 Desember 2022
Kuau Raja, Si Burung Bermata Seratus dari Sumbar yang Terancam Punah
Rabu, 30 November 2022
Mengenal Ubur-ubur Kotak, Makhluk Laut Paling Berbisa di Dunia
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Sambiloto: Si Raja Pahit yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan
Senin, 28 November 2022
Dinas P3AP2-KB Riau Luncurkan Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 06 Desember 2022
Rektor Unri Resmikan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus Fakultas Pertanian
Senin, 05 Desember 2022
Pererat Silaturahmi Antar Mahasiswa Kampar di Yogyakarta, IPRY-KK Gelar Malam Keakraban
Jumat, 02 Desember 2022
5 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali setelah Lulus, Kamu Bagaimana?
Kamis, 01 Desember 2022
Penggunaan Gedung SMK Revolusi 4.0 SMK Abdurrab Pekanbaru Diresmikan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Khas Hotel November 2022
Terpopuler

05

DPRD Riau 2022 1
Foto
Diskes Rohul Agustus 2022
DPRD Riau 2022 2
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung

Selebriti lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
HUT Riau 2022 - April RAPP
Indeks Berita
DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www