Sabtu, 16 Januari 2021

Breaking News

  • Jargas di Pekanbaru Bakal Mati Total hingga Sore Nanti   ●   
  • Stimulus dan Penghapusan Denda Pajak di Pekanbaru Berlanjut   ●   
  • PAN Tolak Rencana Gubernur Riau Ngutang untuk Infrastruktur   ●   
  • Walikota Minta Dinas PUPR Gesa Pengerjaan Komplek Perkantoran Tenayan Raya   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • Terdampak Covid-19, Realisasi Retribusi KIR di Pekanbaru Menurun   ●   
  • BEM UIR Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq ke Riau   ●   
  • Pemko Pekanbaru Ingatkan Pelaku Usaha Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   ●   
  • Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Wafat
Yamaha 14 Januari 2021

Ini Lokasi Paling Panas di Bumi, Pernah Capai 70 Derajat Celcius
Sabtu, 09 Mei 2020 06:14 WIB
Ini Lokasi Paling Panas di Bumi, Pernah Capai 70 Derajat Celcius
Ilustrasi gurun pasir (Wikipedia)

(CAKAPLAH) - Musim panas pada 2017 diibaratkan bagai uji ketahanan orang-orang di Phoenix, Arizona. Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan panas yang ekstrem, dan pesawat-pesawat mendarat karena suhu melebihi 120 derajat Fahrenheit atau 48 derajat Celcius.

Panas memengaruhi kepadatan udara, yang pada gilirannya memengaruhi daya angkat pesawat.

Dikutip dari laman Mentalfloss.com, Jumat (8/5/2020), meskipun langkah-langkah itu dilakukan, Phoenix bukanlah tempat terpanas di Bumi. Dan itu bahkan tidak dekat.

Lokasi terpanas ini terjadi di Gurun Lut di Iran pada 2005, ketika suhu tanah dicatat pada 159,3 derajat Fahrenheit atau 70,7 derajat Celcius.

Lut juga mengukur rekor suhu pada tahun 2004, 2006, 2007, dan 2009.

Sebelum satelit mendaftarkan Lut sebagai lokasi terpanas, salah satu daerah terpanas di Bumi sebelumnya yaitu di El Azizia, Libya, pada tahun 1922 pada 57 derajat Celcius.

Angin yang berhembus dari Gurun Sahara di dekatnya berkontribusi terhadap panas di wilayah tersebut.

Sementara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengakui pembacaan ini sebagai rekor terpanas selama bertahun-tahun, mereka kemudian menyatakan bahwa masalah instrumentasi dan masalah lain menyebabkan keraguan baru tentang akurasi.

Alasan Suhu Bumi Semakin Panas

Pada 56 juta tahun yang lalu, Kutub Utara disebut tidak berada dalam kondisi seperti sekarang ini, beku dan suhunya selalu minus di bawah nol derajat Celcius. Saat itu, masih ada pemandangan hijau yang subur (meskipun Anda harus berhati-hati terhadap buaya), tanpa padang es yang luas.

Itu karena dunia berada di tengah-tengah periode pemanasan global yang ekstrem, yang disebut Paleo-Eocene Thermal Maximum, yakni ketika Bumi begitu panas sehingga kutubnya mencapai suhu yang hampir tropis.

Lebih dari Sekali

Tetapi apakah planet ini pernah sepanas seperti masa kini, ketika setiap bulan tampaknya memecahkan rekor suhu tertinggi satu demi satu?

Ternyata Bumi telah melalui periode pemanasan ekstrem lebih dari sekali. Kutub telah membeku, lalu mencair, dan membeku lagi. Sekarang, Bumi sedang memanas lagi.

Meski begitu, perubahan iklim yang terjadi pada waktu-waktu ini adalah momok yang berbeda dan bukan hanya bagian dari beberapa siklus alami yang lebih besar, kata Stuart Sutherland, ahli paleontologi di University of British Columbia.

Iklim Bumi berosilasi secara alami, selama puluhan ribu tahun, perputarannya di sekitar matahari perlahan berubah, mulai dari pergantian musim hingga besaran masuknya sinar matahari. Sebagai akibat osilasi ini, Bumi melewati periode glasial (lebih dikenal sebagai Zaman Es) dan periode interglasial yang lebih hangat.

Tetapi untuk menciptakan peristiwa pemanasan besar-besaran, seperti Paleo-Eocene Thermal Maximum, dibutuhkan perubahan kemiringan sumbu Bumi atau bentuk orbitnya di sekitar matahari. Selain itu, pemanasan ekstrem selalu melibatkan karbon dioksida (CO2) dalam dosis yang banyak.

Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca tersebut hampir pasti bertanggung jawab atas terjadinya Paleo-Eocene Thermal Maximum. Tetapi bagaimana konsentrasi CO2 bisa begitu tinggi tanpa ada manusia di sekitarnya? Para ilmuwan tidak benar-benar yakin, kata Sebastien Castelltort, seorang ahli geologi di University of Geneva.

Dugaan utama mereka adalah gunung berapi memuntahkan karbon dioksida ke atmosfer, memerangkap panas, dan mencairkan kantong metana beku --gas rumah kaca yang lebih kuat daripada CO2 yang telah lama diasingkan di bawah laut.

Lantaran pemanasan global yang dipicu oleh gas rumah kaca telah terjadi sebelumnya, bukan berarti peristiwa ini tidak berbahaya. Ambil contoh, kepunahan Permian-Triassic yang melanda beberapa juta tahun sebelum dinosaurus muncul di Bumi. Kejadian itu adalah bencana mutlak bagi planet kita dan segala sesuatu yang hidup di atasnya.

Peristiwa pemanasan ini, yang terjadi pada 252 juta tahun lalu, sangat dahsyat karena disebabkan oleh aktivitas gunung berapi (dalam hal ini, letusan wilayah vulkanik yang disebut Siberian Traps), memicu kekacauan iklim dan kematian yang meluas.

"Bayangkan, kala itu amat keringan, tanaman sekarat, Saharah menyebar ke seluruh benua," kata Sutherland kepada Live Science.

Temperatur di Bumi naik 18 derajat Fahrenheit (10 derajat Celsius). Selain itu, sekitar 95% kehidupan laut dan 70% kehidupan darat punah. "Bumi terlalu panas dan tidak menyenangkan bagi makhluk untuk hidup," imbuh Sutherland.

Editor : Ali
Sumber : Liputan6.com
Kategori : Internasional, Lingkungan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 20 Juli 2020 09:08 WIB
15 Hotspot Terdeteksi di Riau
Senin, 20 April 2020 09:35 WIB
57 Hotspot Kepung Riau
Selasa, 14 April 2020 10:13 WIB
Hotspot Kembali Marak di Riau
Minggu, 26 Januari 2020 09:49 WIB
Titik Api Marak di Riau, Karhutla Mulai Mengancam
Jum'at, 07 Februari 2020 10:26 WIB
Titik Api Terdeteksi di Siak dan Dumai
Rabu, 26 Februari 2020 09:28 WIB
Titik Api Terdeteksi di Meranti dan Dumai
Minggu, 10 November 2019 13:53 WIB
485 Hotspot Terdeteksi di Pulau Sumatra
Rabu, 15 Januari 2020 08:32 WIB
BMKG Deteksi 9 Hotspot di Riau
Sabtu, 25 Mei 2019 10:17 WIB
Titik Api Muncul Lagi di Riau
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
F3 Agency Media Partner Dampingi Skadron Udara 12 Pekanbaru Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan
Jumat, 15 Januari 2021
Polsubsektor Pelalawan Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes
Jumat, 15 Januari 2021
Polsek Langgam Gelar Patroli untuk Cegah Kriminal C3 dan Tekan Penyebaran Covid-19
Jumat, 15 Januari 2021
Polsek Pangkalan Kuras Lakukan Pengamanan Penyuntikan Vaksin

Serantau lainnya ...
Sabtu, 09 Januari 2021
Pilih Salah Satu Hewan untuk Prediksi Masa Depanmu
Rabu, 06 Januari 2021
Puteri Ekowisata Indonesia Perwakilan Riau Endang Sri Rezki Percayakan Perawatan Kulit ke Klinik Isabells Beauty Treatment
Rabu, 06 Januari 2021
Tak Perlu Susah Payah, Ini Untungnya Pakai Aplikasi Pinjam Uang Online
Selasa, 29 Desember 2020
Duo FIFA Liga Dangdut 2018 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Rabu, 30 Desember 2020
Intip Spesifikasi Realme C11, Smartphone Rp1,5 Jutaan dengan Beragam Fitur Menarik
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 06 Januari 2021
Jembatan Siak IV Kerap Jadi Titik Kumpul Pesepeda di Pekanbaru
Selasa, 08 Desember 2020
Miss Interglobal Indonesia 2020 Kunjungi Isabell's Beauty Treatment
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Ini Dia Pemenang Lomba Film Dokumenter dan Fotografi Sempena Milad FIB Unilak
Selasa, 22 Desember 2020
Politeknik Caltex Riau Jalin Kerjasama dengan Universitas Baiturrahmah
Senin, 14 Desember 2020
Di Tangan Dosen Unilak, Urine Ternak Diubah Menjadi Pupuk Cair
Senin, 14 Desember 2020
Webinar Mental Health and Social Media Komunikasi Unri Sukses Digelar

Kampus lainnya ...

Telkomsel 7 Desember 2020
Terpopuler

01

Sabtu, 09 Januari 2021 20:39 WIB
PKB Optimis Tembus Tiga Besar di Pemilu 2024
RAPP APRIL NATAL 2020
Foto
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Sempat Menimba Ilmu 3 Tahun di Pesantren, Vicky Prasetyo Ingin Jadi Penceramah
Senin, 11 Januari 2021
Setelah Sebulan Jalani Karantina, Akhirnya Nirina Zubir Negatif Covid-19
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 15 Januari 2021
Membuka Pintu Rezeki di Waktu Pagi
Sabtu, 09 Januari 2021
Bersyahadat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Sampang Ganti Nama Jadi Abdul Aziz
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www