Kamis, 13 Agustus 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 13 Agustus 2020

Kunci Sukses Vietnam Atasi Corona adalah Bertindak Cepat
Senin, 18 Mei 2020 06:09 WIB
Kunci Sukses Vietnam Atasi Corona adalah Bertindak Cepat
Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi) Foto: EPA/CDC

(CAKAPLAH) - Vietnam berhasil menahan laju penyebaran virus Corona hanya dengan 300 kasus infeksi dan nol kematian dari 97 juta warga. Keberhasilan itu dinilai dari upaya sejak dini yang telah dilakukan untuk menahan laju penyebaran.

Sejak Januari, sebelum ada kasus teronfirmasi, pemerintah sudah melakukan tindakan ketika mendengar kabar dua orang meninggal akibat pneumonia baru yang misterius di Wuhan, Cina. Saat kasus pertama terdeteksi di Vietnam pada 23 Januari, pemerintah pun langsung bereaksi.

"Itu sangat, sangat cepat bertindak dengan cara yang tampaknya cukup ekstrem pada saat itu, tetapi kemudian terbukti agak masuk akal," kata Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford (OUCRU) di Kota Ho Chi Minh, Prof Guy Thwaites.

Dikutip dari BBC, Vietnam langsung melakukan pembatasan perjalanan, memantau dengan cermat dan akhirnya menutup perbatasan dengan China. Pemerintah juga meningkatkan pemeriksaan kesehatan di perbatasan dan tempat-tempat rentan lainnya.

Pelacakan kontak secar luas dilakukan dengan ketat. Sejak pertengahan Maret, orang yang masuk ke negara itu dan diketahui berkontak dengan pasien positif maka wajib melakukan karantina 14 hari dengan biaya yang ditanggung pemerintah.

"Ini adalah negara yang pernah menangani banyak wabah di masa lalu," kata Prof Thwaites menyinggung severe acute respiratory syndrome (SARS) pada 2003 hingga flu burung pada 2010 dan wabah besar campak dan demam berdarah.

Prof Thwaites mengatakan, pemerintah dan warga telah terbiasa menangani penyakit menular. Bahkan lebih baik dari negara-negara maju. Mereka sudah mengetahui langkah yang perlu diambil untuk menekan kenaikan angka korban.

Karantina dalam skala yang begitu luas, menurut Prof Thwaites, adalah kunci. Bukti menunjukkan bahwa sebanyak setengah dari seluruh warga yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

Semua orang di karantina diuji, sakit atau tidak, dan 40 persen dari kasus Vietnam yang dikonfirmasi tidak akan tahu mereka memiliki virus seandainya mereka tidak diuji.

"Jika Anda memiliki level [pembawa asimptomatik] satu-satunya yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikannya adalah apa yang dilakukan Vietnam," kata Prof Thwaites.

Terlebih lagi, sebagian besar warga Vietnam yang kembali dari luar negeri adalah pelajar, turis, atau pelancong bisnis. Mereka cenderung lebih muda dan lebih sehat. Kelompok ini memiliki peluang yang lebih baik untuk melawan virus tanpa perlu pengobatan.

Ahli dari Harvard's Partnership for Health Advancement di Vietnam, Hanoi, Dr. Todd Pollack, pemerintah juga memastikan publik siap untuk menjalankan strategi penahan penyebaran yang luas. Vietnam melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk berkomunikasi kepada publik langkah-langkah yang diterapakan.

Pesan SMS reguler yang dikirim ke semua ponsel dilakukan secara bertahap. Langkah paling awal memberi tahu orang-orang untuk melakukan perlindungan diri pribadi. Vietnam memanfaatkan mesin propaganda yang selalu ada untuk menjalankan kampanye kesadaran, menggunakan citra masa perang, dan retorika untuk menyatukan publik dalam perang melawan musuh bersama.

Dr. Pollack menyatakan, cara itu memberi kesan masyarakat bekerja bersama untuk mengalahkan musuh. Secara umum, warga memang patuh pada pemerintahan, tetapi dengan langkah tersebut membuat upaya yang ketat dapat berjalan dengan baik.

Dengan pelaporan yang sangat rendah, beberapa meragukan jumlah yang sebenarnya dari infeksi dan korban meninggal di Vietnam. Namun, tim kesehatan menyatakan, kondisi nyata yang ada memang seperti itu melalui bukti pasien yang ada di dalam bangsal.

Tim kesehatan OUCRU telah melakukan hampir 20 ribu tes dan hasil yang ada cocok dengan data yang dibagikan pemerintah. Bahkan jika ada beberapa kasus yang terlewatkan, hasil tidak akan berubah secara drastis.

Editor : Ali
Sumber : Republika.co.id
Kategori : Internasional, Peristiwa
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 13 Agustus 2020
Sinergi BUMN, Upaya PGN Perluas Pemanfaatan Gas Bumi Nasional
Kamis, 13 Agustus 2020
Cegah Penularan Covid-19, Polres Pelalawan Gelar Penyemprotan Disinfektan
Kamis, 13 Agustus 2020
Kapolres Henky Poerwanto Silaturahmi ke Tokoh Kuansing di Pekanbaru
Kamis, 13 Agustus 2020
Polsek Ukui Patroli Antisipasi C3 dan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Tradisional

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 17 Juli 2020
Teknik Perminyakan Pertama hingga Politeknik Terbaik: Lewat Edukasi, PT CPI Wujudkan Mimpi Anak Negeri
Selasa, 30 Juni 2020
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses, VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 13 Agustus 2020
Prodi Teknik Informatika PCR Raih Akreditasi A
Rabu, 12 Agustus 2020
8 Mahasiswa UIR Terima Beasiswa Cendekia dari Baznas Pusat
Senin, 10 Agustus 2020
KKN Desa Palas Kunjungi PLUT-KUMKM Pelalawan
Senin, 10 Agustus 2020
Bupati Rohil Kirim 96 ASN Studi Lanjut ke PPs UIR

Kampus lainnya ...

Dapo Kanisya
Terpopuler
BSP Hut Riau ke-63
Foto
APRIL RAPP HUT Riau ke-36
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Polres Rohul 27 Juni 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Indeks Berita
APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www