Sabtu, 30 Mei 2020

Breaking News

  • Waspada Wabah Covid-19, Masjid Raya Annur Riau Tiadakan Salat Jumat   ●   
  • Pemprov Riau akan Bagi-bagi Sembako ke Warga Miskin Terdampak Corona   ●   
  • Pemda Pelalawan Alokasikan Rp 9 Miliar untuk Penanganan Covid-19   ●   
  • Asri Auzar Anjurkan Kader Demokrat yang Ikut Kongres Lakukan Rapid Test   ●   
  • Cegah Virus Corona, PKB Riau Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid   ●   
  • Kondisi Pasien Suspect Corona di Dumai Membaik   ●   
  • Ade Fitra Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Pekanbaru 2020-2025   ●   
  • Tahun Ini 50 Mahasiswa UIN Suska Riau Terima Beasiswa dari Bank Indonesia   ●   
  • Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 5,3 Miliar   ●   
  • Kadisdik Riau Larang Sekolah Pungut Uang Perpisahan Siswa
Yamaha 27 Mei 2020

CAKAP RAKYAT
Wabah yang Berujung Pasrah
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab LC

Belakangan mal dan pasar di Pekanbaru kembali ramai dikunjungi masyarakat guna berbelanja. Bandara pun sudah mulai diaktifkan dan dijejali banyak orang. Bahkan bandara Soekarno-Hatta penumpang membludak. Di Jakarta pun kemacetan kembali terjadi layaknya hari-hari biasa.

Demikian sekilas pemandangan yang terjadi di negara kita. Selain bergeraknya kembali aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, dari sisi protokol penanganan Covid-19 di ruang publik yang sebelumnya ketat sekarang mulai dibikin longgar oleh pemerintah. Sehingga memancing pertanyaan: apakah negara kita sudah bebas wabah corona?

Dunia maya yang paling bergejolak menyikapi fenomena tadi. Tagar #indonesiaterserah masuk trending topic dunia. Muncul dari rasa campur aduk: kekecewaan, kesal, frustasi, bingung dan marah.

Di tengah ketidakjelasan status apakah Indonesia sudah melewati puncak wabah akibat terbatasnya informasi dan pemerintah yang kurang transparan, harusnya jangan dulu kasih kendor. Tak terbilang betapa susah payah organisasi keagamaan menghimbau umat agama masing-masing menghentikan kegiatan di rumah ibadah, terkhusus umat Islam yang terpaksa merelakan ibadah Ramadhan tahun ini jauh dari biasanya.

Paling istimewa tenaga medis yang rela berpisah dari keluarga bahkan berkorban nyawa demi tugas mulia. Begitu juga warga yang selama ini sudah patuh untuk tetap di rumah. Dengan pelonggaran aktivitas dan mobilitas semua bisa sia-sia. Apalagi jika keputusan itu dihasilkan tanpa kajian komprehensif.

Upaya pemerintah yang paradoks tadi sebenarnya sudah bisa terbaca sejak beberapa waktu sebelumnya. Mengingat di beberapa kesempatan Presiden dalam pidato dan pernyataan resminya sempat melemparkan wacana agar “Indonesia berdamai dengan corona”. Sebuah narasi yang cukup membingungkan. Karena di sisi lain Presiden juga sering melontarkan narasi “melawan corona”. Mungkinkah dikendorkannya protokol penanganan wabah Covid 19 yang terjadi saat ini berangkat dari pernyataan Presiden tersebut? Wallahualam.

Evaluasi

Melalui tulisan ini, marilah kita coba mengevaluasi langkah-langkah dan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan wabah setakad ini. Sehingga kita bisa melihat sudah seberapa optimal pemerintah berupaya dan bagaimana semestinya langkah ke depan. Walau sejumlah kebijakan berjalan cukup baik, namun bisa dibilang masih setengah hati dan kurang serius. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bersama-sama dikampanyekan baik oleh pemerintah dan didukung elemen masyarakat pun sejauh ini sebenarnya sudah mulai membentuk kebiasaan baru yang positif di tengah masyarakat dalam hal pencegahan penularan. Namun sayangnya keinginan untuk menyukseskan program ini tidak diiringi komitmen pemerintah, baik itu pusat maupun daerah.

Pusat terkesan menyerahkan ke daerah, sementara daerah karena tidak punya pengalaman yang sama dalam menangani wabah, maka so so. Wajar, beda daerah beda pula tingkat keberhasilannya. Tergantung kecakapan sektor leadership dan dukungan dari perangkat daerah.

Sebenarnya kekurangan ini bisa disiasati dengan semangat kolektivitas. Akan tetapi lagi-lagi akibat lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah dan itikad semua serba tidak jelas. Contohnya paling sederhana saja pengelolaan database dan pengujian sampel, tidak ada saling keterdukungan, tidak efisien dan tidak efektif. Berikut juga pembagian bantuan sosial, yang sudahlah jumlahnya terbatas tidak terkoordinir pula.

Semua ini berawal dari kekeliruan dalam dalam merumuskan peraturan. Selama urusan peraturan tidak beres, jangan harap memperoleh hasil yang ideal. Peraturan dan pedoman yang dipakai dalam penanganan wabah corona justru diragukan, baik secara konsitutusional dan sisi praktis. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 atau Perpu Covid-19 sudah sejak awal dipermasalahkan oleh banyak pihak. Terakhir, sangat disayangkan, dalam pengesahannya menjadi Undang-undang di DPR-RI hanya fraksi PKS yang menolak.

Sebagaimana telah kita ketahui, meski judul peraturan tersebut Covid-19, namun dalam implementasinya hambar. Alokasi anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 justru tidak mendapat porsi memadai. Alokasi sektor kesehatan dan perlindungan sosial tidak sebesar untuk ekonomi yang diarahkan ke industri dan dunia usaha. Dari Rp405 triliun yang dikeluarkan dari APBN, alokasi kesehatan tak sampai 19 persen (Rp75 triliun). Sementara paling besar justru untuk pemulihan ekonomi nasional. Padahal, sektor kesehatan sangat penting dalam mengatasi masalah pandemi covid-19. Apalagi di rentang waktu puncak pandemi.

Kita harusnya belajar dari Swedia. Mengutip artikel di media terkemuka The Spin Off yang ditulis Cecillia Robinson, pebisnis asal Swedia sekaligus pendiri My Food Bag, Pemerintah Swedia sejak awal wabah Corona melanda negara itu mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi jauh lebih besar dari pemulihan kesehatan dan penanganan kesehatan. Hasilnya? Memasuki April 2020 tingkat kematian akibat Covid 19 di Swedia meningkat drastis hingga 10 kali lipat dibandingkan negara tetangganya Finlandia. Nahasnya, sudahlah didera tingkat kematian tinggi, alokasi insentif dan pemulihan ekonomi yang jumlahnya lebih besar rupanya tidak sepadan dengan hasil yang diperoleh. Ekonomi Swedia selama bulan April 2020 justru anjlok.

Manusia Paling Utama

Perlu untuk merekonstruksi kerangka berpikir pemerintah soal ekonomi. Ekonomi dan keuangan bukan melulu menyoal kapitalisasi dan duit. Manusia dalam konsep ekonomi modern adalah sumber daya paling berharga. Manusia yang memproduksi ekonomi, bukan sebaliknya.

Mustahil berharap ekonomi bangkit jika jiwa dan raga manusianya sakit. Apalagi dalam kondisi ketidakpastian kapan wabah berakhir. Pelajaran dari Swedia tadi bisa jadi pelajaran berharga. Ironisnya pola di Swedia di-copy-paste oleh Pemerintah Indonesia saat ini.

Berdasarkan hal tersebut, mengalokasikan anggaran kesehatan yang proporsional sangat beralasan. Kita tidak tahu apakah sedang atau telah melewati puncak pandemi. Lebih baik memilih jalan aman. Prioritaskan untuk kesehatan warga. Bukan malah jor-joran untuk ekonomi, apalagi penggunaannya tanpa dibarengi transparansi dan kajian strategis seperti diantaranya anggaran kartu pra kerja yang sempat kontroversi.

Dengan alokasi anggaran yang fokus kepada kesehatan, niscaya akan bisa meminimalisir penyebaran. Mencegah penularan dan menyelamatkan jiwa sebanyak dan sebisa mungkin. Dengan alokasi yang memadai, maka sarana kesehatan bisa ditingkatkan. Karena kita sudah mendengar keluhan dari tenaga kesehatan yang serba kekurangan.

Jangan sampai Indonesia mengulangi kegagalan Pemerintah Swedia. Kecuali jika pemerintah sanggup dan mampu menyiapkan anggaran lebih besar dan tanpa batas untuk biaya pemulihan dan pelayanan kesehatan ke depan.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab LC (Anggota DPRD Provinsi Riau, Komisi III)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Selasa, 31 Desember 2019 17:01 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Jum'at, 24 Januari 2020 14:26 WIB
Pilkada dan Demokrasi Riau
Senin, 16 September 2019 15:00 WIB
Darurat Asap dan KPK
Sabtu, 18 April 2020 15:00 WIB
KTT ASEAN dalam Pandemi Covid-19
Senin, 05 Agustus 2019 14:48 WIB
Waspada Musim Rawan Korupsi
Minggu, 20 Oktober 2019 10:00 WIB
Menanti Kejutan PERPPU
Jum'at, 06 September 2019 14:32 WIB
Menakar Panggung Politik Riau
Kamis, 26 Maret 2020 08:36 WIB
Planning Under Pressure Akibat Covid-19
Selasa, 03 Juli 2018 19:36 WIB
Kesatria Politik
Selasa, 20 Agustus 2019 15:30 WIB
Langkah Mundur Bernegara
Jum'at, 12 Januari 2018 20:33 WIB
Ketika Satgas Kebersihan Dikeroyok Massa
Rabu, 14 Agustus 2019 19:44 WIB
Utang Pemprov: Tepuk Dada Tanya Selera
Selasa, 19 Desember 2017 20:27 WIB
Gaya Hidup yang Beresiko Akhiri Hidup
Komentar
Berita Pilihan
Rabu, 04 Maret 2020
Walikota Dumai: Kondisi Pasien Suspect Corona Membaik
Rabu, 04 Maret 2020
Jadwal Musda Golkar Riau Masih Misterius
Rabu, 04 Maret 2020
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir pada Malam Hari
Rabu, 04 Maret 2020
Ternyata, Pengembalian SK Pengurus Lama 3 DPD II Golkar di Riau Baru Putusan Sela Mahkamah Partai
Rabu, 04 Maret 2020
Tiga Pembunuh Pengusaha Tepung Ditangkap Polisi, Satu Ditembak
Rabu, 04 Maret 2020
Musim Ini 3 Pemain Asal Papua Bela PSPS Riau
Rabu, 04 Maret 2020
Cegah Virus Corona, DPR Minta Setop Acara Musik dan Seminar
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 29 Mei 2020
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Masyarakat, Bendahara PDIP Kampar Bagikan Ratusan Paket Sembako
Jumat, 29 Mei 2020
Bupati Rohil Kunjungi Warga Terkena Musibah Kebakaran dan Serahkan Bantuan
Jumat, 29 Mei 2020
Babinsa Koramil 07/Kampar Dampingi Petani di Demplot Tanaman Terong
Jumat, 29 Mei 2020
Kemarau, Babinsa Koramil 11/Tambusai Tingkatkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla

Serantau lainnya ...
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas
Minggu, 09 Februari 2020
CAKAPLAH & BENTO

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi
Rabu, 26 Februari 2020
Usai Dilatih Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla
Senin, 24 Februari 2020
PGN Jaga Ketahanan Pasok Gas Jawa Timur

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?
Sabtu, 01 Februari 2020
Terungkap, Alasan Lelaki Senang dengan Perempuan Bertubuh Mungil

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 06 Mei 2020
Cukup Bayar SPP, Pasti Kuliah di Unilak
Jumat, 17 April 2020
IKA Ilmu Ekonomi Unri Salurkan Bantuan Sembako ke Mahasiswa Terdampak Covid-19
Rabu, 15 April 2020
Masuk Kampus UIR, Dosen dan Mahasiswa Wajib Periksa Suhu Badan
Senin, 23 Maret 2020
LLDIKTI X: Covid-19 tak Halangi Kegiatan Belajar

Kampus lainnya ...

RAPP Idul Fitri 1441 / 2020
Terpopuler
Ucapan Idul Fitri AMPG
Foto
BOB PT BSP Idul Fitri
Iklan Unilak
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Labersa Hotel 03 - 2020
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia
Jumat, 31 Januari 2020
Cerita Melody Laksani JKT48 Berburu Oleh-Oleh di Pekanbaru

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Iklan ACT 6 Mei 2020
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Indeks Berita
Imbauan Cegah Corona Pemkab SiakDiskes RohulDPMPT Pekanbaru Jamil 1DPMPT Pekanbaru Jamil 2APRIL HUT KAMPARIklan Polres Inhu Verifikasi CAKAPLAHHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPPTPP Ucapan Verifikasi CAKAPLAHKUD TANI BAHAGIA INHU VERIFIKASI CAKAPLAHPangeran Hotel
www www