Minggu, 09 Agustus 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 6 Agustus 2020

Harganas 2020, Pandemi dan Hubungan Keluarga
Kamis, 18 Juni 2020 15:11 WIB
Harganas 2020, Pandemi dan Hubungan Keluarga

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Pandemi Covid-19 yang menyebar di berbagai wilayah di Indonesia termasuk Provinsi Riau membuat pemerintah mengambil langkah cepat dengan meniadakan aktifitas di luar rumah.

Bekerja, belajar dan ibadah terpaksa harus dilakukan di rumah dengan menerapkan phsyical distancing serta gaya hidup sehat.

Namun, di balik kebijakan Pemerintah itu ternyata memiliki dampak positif dalam peningkatan kualitas hubungan setiap keluarga.

Baik antara orangtua dengan anak ataupun hubungan antara suami dan istri, bahkan dengan sanak family sekalipun. Kendati itu harus dijalani dengan proses penyesuaian.

Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan bersama-sama di rumah. Keluarga bisa ngobrol, melakukan kegiatan bersama, membangun satu teamwork bersama, makan bersama, dan beribadah bersama.

Menurut Astrid Gonzaga Dionisia, Child Protection Specialist Unicef Indonesia stay at home atau diam di rumah merupakan kesempatan bagi keluarga untuk bisa bersama kembali.

Tinggal di rumah juga merupakan kesempatan untuk merajut komunikasi yang baik dengan anak, begitu pun sebaliknya. Hal-hal tersebut, menurut Astrid, merupakan kegiatan yang sulit dilakukan oleh banyak keluarga, khususnya oleh mereka yang tinggal di perkotaan.

Masa-masa tinggal di rumah membuat keluarga lebih banyak punya waktu untuk terkoneksi. Mulai dari melakukan aktivitas bersama, makan bersama dan berbagi aktivitas lain yang bisa dilakukan di rumah dengan waktu yang relatif lebih lama.

Hal ini sejalan dengan momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap tanggal 29 Juni. Harganas sendiri bisa dimaknai sebagai momentum bagi keluarga dalam meningkatkan ketahanan serta kesejahteraan keluarga. Ketahanan dan kesejahteraan dalam keluarga harus diwujudkan agar mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Bukan fokus pada kuantitas tetapi kualitas.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, momen berkumpul bersama keluarga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Manfaat berkumpul dengan keluarga adalah membangun ketahanan keluarga.

Sebuah studi yang dimuat jurnal Family Relations menyebutkan, keluarga yang sering melakukan kegiatan bersama akan memiliki ikatan emosional kuat dan dapat beradaptasi dengan baik yang akhirnya akan membangun ketahanan keluarga. Melakukan hobi bersama, berolahraga, menonton film, dan membaca buku merupakan contoh kegiatan yang mampu menciptakan keluarga harmonis.

Kebersamaan dengan keluarga membuat anak dan remaja tidak merasa canggung dengan orang tua mereka sendiri. Dengan sering melakukan kegiatan bersama, komunikasi yang terjalin akan lebih baik.

Ada delapan fungsi keluarga agar anak mencerminkan perilaku keseharian yang mulia.

1. Fungsi Agama

Tempat pertama kali orang mengenal agama adalah keluarga. Untuk itu, keluarga wajib memahami dan menanamkan 12 nilai dasar agama yaitu iman, takwa, jujur, tenggang rasa, rajin, saleh, taat, suka membantu, disiplin, sopan santun, sabar, dan ikhlas, serta kasih sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya

Keluarga bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di antaranya adalah nilai toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kebersamaan, dan kerukunan, kepedulian, serta cinta tanah air (nasionalisme).

3. Fungsi Cinta Kasih

Kebutuhan dasar manusia untuk memperoleh kasih sayang berasal pertama kali dari keluarganya. Selain menciptakan suasana penuh kasih sayang, ajarilah anak-anak untuk memiliki sikap empati, akrab, adil, pemaaf, setia, suka menolong, dan tanggung jawab.

4. Fungsi Perlindungan

Keluarga harus bisa menjadi tempat berlindung bagi anggotanya sehingga perlu tercipta rasa aman, tenang, dan tenteram. Pahami dan tanamkanlah sikap aman, pemaaf, tanggap, tabah, dan peduli kepada tiap anggota keluarga.

5. Fungsi Reproduksi

Fungsi ini berhubungan dengan melestarikan keturunan. Agar dapat menjalankan fungsi reproduksi dengan baik, tanamkan nilai tanggung jawab, sehat, dan teguh melalui pendidikan seks sejak dini.

6. Fungsi Sosialisasi Pendidikan

Bimbing dan bentuklah tingkah laku anak sesuai perkembangan mereka. Didiklah anak mengenai nilai-nilai moral utama seperti percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung jawab dan kerja sama, yang bermanfaat di tengah masyarakat.

7. Fungsi Ekonomi

Anak perlu memahami cara untuk menyikapi kehidupan ekonomi secara bijak. Bangunlah kebiasaan positif pada anak dalam mengelola keuangan seperti hemat, teliti, disiplin, peduli, dan ulet.

8. Fungsi Lingkungan

Keluarga perlu memperkenalkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan demi menciptakan manusia yang memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Semangat peduli lingkungan dapat diajari kepada anak melalui sikap bersih, disiplin, pengelolaan, dan pelestarian.

Keluarga Indonesia sudah saatnya menerapkan sikap-sikap dalam delapan fungsi keluarga ini untuk menciptakan dan mewujudkan keluarga yang mandiri dan sejahtera.

Agar keluarga selalu bahagia dan sejalan dengan poin 8 fungsi keluarga, mengatur jarak kelahiran anak juga menjadi salah satu poin keluarga bahagia.

Untuk itu, penggunakan kontrasepsi atau alat KB dibutuhkan sebagai cara efektif. Meski di situasi pandemi seperti sekarang ini, pasangan harus tetap memperhatikan agar tidak terjadi kelahiran yang tidak diinginkan dan akhirnya bisa membawa dampak buruk seperti kematian baik bagi ibu ataupun calon anak.

Kematian ibu hamil dipicu oleh kondisi kehamilan yang tidak ideal yang disebut ‘4 Terlalu’. Yakni Kehamilan terlalu muda (kurang dari 18 tahun), Usia yang terlalu tua untuk hamil (di atas 34 tahun), Jarak kehamilan terlalu dekat (kurang dari 2 tahun) dan juga Kehamilan terlalu banyak (lebih dari 3 anak).

Untuk mencegahnya dibutuhkan pengaturan kehamilan melalui alat kontrasepsi. Jadi bukan berarti tinggal di rumah saja ini membuat pasangan suami istri mengabaikan waktu untuk melakukan KB.

Sebagaimana dimaklumi peraturan di rumah saja ini membuat produktivitas untuk melakukan hubungan suami istri meningkat. Sehingga potensi terjadinya peningkatan kehamilan atau Baby Boom semakin besar.

Terlebih Covid-19 membatasi orang untuk melakukan pertemuan, salah satunya adalah dalam hal pelayanan untuk ber KB. Bahkan kepala BKKBN pusat Dr Hasto mengatakan segala bentuk pertemuan memang tidak disarankan lagi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pihaknya telah mengubah pola komunikasi dalam menyampaikan program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang baru mulai digaungkan pada awal bulan Maret tahun 2020 lalu.

Plt Kepala BKKBN Riau Sri Wahyuni juga menyatakan selama musim corona ini BKKBN juga melanjutkan penyuluhan KB secara e-learning. Penyuluh dan kader KB yang ada sampai di dusun-dusun tetap memberikan penyuluhan ke masyarakat dengan teknologi.

Selain penyuluhan tentang KB, kader KB di dusun ini juga diminta ikut membantu pemerintah menyosialisasikan tentang pencegahan virus corona atau Covid-19.

Penyuluhan secara daring (online) dilakukan bahkan jauh lebih efisien dibandingkan secara luring (offline) dari sisi anggaran maupun tenaga dibandingkan. Pemberian arahan atau instruksi kepada penyuluh dilakukan secara virtual.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 masih ada PLKB yang tetap berjuang melakulan penyulihan langsung ke lapangan. Namun tetap dengan menaati prosedur pencegahan Covid-19 baik bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar.

Adalah Sri Rezeki, salah seorang Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Kelurahan Air Dingin, Sri Rezeki yang selama pandemi Covid-19 tetap berjibaku menyampaikan program-program Bangga Kencana kepada masyarakat secara langsung.

Hampir setiap hari dirinya mendatangi rumah-rumah penduduk untuk menyampaikan program-program Bangga Kencana sehingga masyarakat bisa memahami dan ikut serta mensukseskan program rebranding KKBPK tersebut.

Kalau soal apa yang disampaikan, tentunya tak jauh-jauh dari program Keluarga Berencana. Sebut saja imbauan untuk tidak hamil di tengah pandemi. Caranya bisa dengan menggunakan alat kontasepsi ataupun dengan sistem kalender ataupun pantang berkala.

Waktu yang panjang ketika di rumah aja menjadikan produktuvitas untuk melakukan hubungan suami istri meningkat. Sehingga potensi terjadinya peningkatan kehamilan atau Baby Boom semakin besar.

Bahkan berdasarkan data yang disampaikan oleh kepala BKKBN Pusat Dr Hasto Wardoyo, ketika terjadi Covid-19, para akseptor KB yang aktif maupun baru sebanyak 38 juta di seluruh Indonesia itu tiba-tiba menghilang. Bahkan sejak Februari hingga Maret 2020, terjadi penurunan secara nasional akseptor pemakaian alat KB 40%.

Para ibu yang biasanya datang ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, dokter untuk pemeriksaan atau pemasangan alat-alat KB sekarang terkendala karena mereka tak bisa datang ke fasilitas kesehatan karena ditutup. Diasumsikan ledakan baby booming di tahun 2021 pun akan terjadi melebihi 4,5 juta penduduk baru.

Hal inilah yang mendasari Sri Rezeki untuk terus turun melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Sebagai tenaga penyuluh KB, dirinya mempunyai rasa tanggungjawab untuk bisa menghentikan ledakan penduduk tersebut. Caranya memang terdengar sepele, yakni hanya dengan memberikan imbauan dan penyuluhan, tapi efeknya sebenarnya sangat besar untuk menekan laju Baby Boom di Provinsi Riau.

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Tugas yang dilakukan oleh Sri Rezeki memang sarat resiko untuk terjangkit Covid-19. Bagaimana tidak, dirinya harus bertemu orang setiap harinya. Namun dirinya yakin, dengan niat ikhlas menjalankan tugas serta dalam melaksanakan tugas tetap mematuhi protokol kesehatan, dirinya akan senantiasa dilindungi dari paparan Covid-19.

Penulis : Unik Susanti
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Pemerintahan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 07 November 2019 08:27 WIB
Riau Kekurangan Tenaga Penyuluh KB
Kamis, 26 Juli 2018 19:37 WIB
BKKBN Terbaik III Penggunaan APBN di Riau
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 08 Agustus 2020
Pupuk Kompos Tandan Sawit Antarkan Mahasiswa Unilak Berprestasi di Tingkat Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2020
Polsek Pangkalan Kuras Gelar Patroli KRYD untuk Menjaga Kenyaman dan Keamanan Warga
Sabtu, 08 Agustus 2020
Cegah Dini Karhutla, Polsek Pangkalan Kerinci Rutin Patroli
Jumat, 07 Agustus 2020
Pendukung Kasmarni Bentang Spanduk di Puncak Gunung Marapi

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 17 Juli 2020
Teknik Perminyakan Pertama hingga Politeknik Terbaik: Lewat Edukasi, PT CPI Wujudkan Mimpi Anak Negeri
Selasa, 30 Juni 2020
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses, VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 07 Agustus 2020
Hakikat Evaluasi Standar Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi
Rabu, 05 Agustus 2020
Dosen Unilak Terbanyak Lulus Serdos di LLDIKTI Wilayah X, Jumlahnya 47
Kamis, 30 Juli 2020
Tim KKN Unri Beri Penyuluhan Covid-19 kepada Warga Dumai Barat
Rabu, 29 Juli 2020
UIR Jalin Kerjasama Strategis dengan Pemkab Rokan Hilir

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler
Dapo Kanisya
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Polres Rohul 27 Juni 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
AMPI Riau
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Indeks Berita
HUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www