Selasa, 07 Juli 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 1 Juli 2020

CAKAP RAKYAT:
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila

PANCASILA kembali menjadi topik hangat ke sekian kalinya sejak periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Sayangnya diskursus lagi-lagi hampa, tanpa arah. Seumpama berteriak di ruang besar nan kosong dan gelap gulita: suara teriakan memantul ke arah sendiri dan ruangan tetap terasa sempit meski besar. Kali ini Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pemicunya.

Meski RUU inisiatif DPR tersebut belum dibahas karena menunggu persetujuan pemerintah terlebih dahulu, namun masih di internal DPR RI sudah mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak. MUI dan berbagai ormas keagamaan terbesar semisal NU dan Muhammadiyah secara tegas menolak pembahasan dilanjutkan. Adapun di lingkup internal DPR RI, penolakan juga digaungkan Fraksi PKS dengan tidak menandatangani dilanjutkannya pembahasan. Setidaknya ada tiga alasan utama yang mendasari kritikan:

Pertama, adanya pasal di RUU HIP mengandung upaya mendegradasi Pancasila. Dengan “memeras” menjadi trisila atau ekasila. Di pasal sama juga terdapat penyimpangan makna ketuhanan yang menyebut ciri pokok pancasila adalah "ketuhanan yang berkebudayaan”. Redaksi paling mendapat sorotan. Menyandingkan agama dengan berkebudayaan jelas ambigu bahkan keliru. Karena agama berasal dari Tuhan sedang budaya hasil upaya manusia.

Kedua, Pembahasan produk hukum kontroversi di tengah pandemi dinilai tidak bijaksana. Pikiran, waktu dan tenaga bangsa ini terus dibawa ke episode pergulatan ideologi tanpa ending tahun 45-60an. Padahal masalah utama bangsa ada di waktu sekarang dan masa depan. Banyak masalah urgen: mengevaluasi kebijakan dan menyempurnakan regulasi yang bisa memproteksi warga negara agar selamat dari ancaman wabah, isu kesehatan, sosial dan ekonomi serta menunggu narasi besar apa yang ditawarkan pemerintah terkait new normal. Lagipula, membahas topik menyinggung pondasi bangsa tak akan efektif di waktu sekarang, mengingat terbatasnya waktu untuk konsultasi publik. Karena harus melibatkan suara banyak pihak. Tidak bisa mengikuti alur pemikiran para elit politik semata.

Ketiga, Pancasila sebagai ideologi tak perlu lagi dibahas dan diutak-atik. Pancasila sebagai falsafah berbangsa dan bernegara bersifat final. Pancasila juga sudah mengikat setiap insan yang menyatakan diri sebagai warga negara Indonesia. Paling utama, Pancasila konsensus bersejarah yang memadukan pemikiran, sikap dan perbuatan yang dilebur dalam semangat toleransi dari para pendahulu bangsa. Secara realita dan kebutuhan, kita saat ini bukan darurat Pancasila. Tetapi darurat penegakan nilai-nilai Pancasila dalam hidup bernegara dan berbangsa.

Quo Vadis Pancasila

“Kalau Pancasila itu ada, air kita gak beli. Lapangan kerja gampang… Kalau Pancasila ada, masak iuran kesehatan (BPJS) menjadikan masyarakat sampai kejet-kejet, gak boleh perpanjang SIM, paspor. Di mana Pancasilanya?” Sujiwo Tejo, Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (5/11/2019).

Celutukan segar tapi bermakna dari budayawan di atas perlu menjadi bahan renungan. Sekaligus evaluasi terhadap jalan berpikir terhadap Pancasila, yang beberapa tahun belakangan narasi yang dilemparkan ke publik begitu masif dan intensif. Tidak salah memang bicara tentang Pancasila, begitu pula mengampanyekannya. Namun sangat keliru jika ada upaya mereduksi dan mendegradasi makna Pancasila bahkan coba memonopolinya. Terus terang, Pancasila seakan jadi komoditas politik. Bak tiket VVIP beri perlakuan istimewa bagi yang mengklaimnya. Sementara pihak lain diluar kelompok auto anti-Pancasila. Cukup rumit memahami alur berpikir seperti ini. Pancasila yang dihasilkan dari semangat toleransi dan pluralisme justru diklaim yang mengaku Pancasilais dengan cara intoleran.

Gagal paham soal Pancasila tersebut harus dihentikan. Jika tidak berbahaya bagi eksistensi NKRI. Dalam konteks RUU HIP, pemimpin negara dalam hal ini Presiden Joko Widodo harus mengambil sikap jelas dan tegas, mengingat pemerintah memiliki waktu 60 hari untuk setuju atau menolak pembahasan. Menarik dan menolak pembahasan RUU HIP karena berpotensi akan memecah belah bangsa adalah satu-satunya pilihan. Selanjutnya dalam konteks lebih luas, mengingat Pancasila bukan simbol yang tampak secara fisik, bisa dirasa dan diraba, maka nilainya ditentukan dari implementasinya. Maka negara harus memberi contoh. Persoalannya justru selama di sini kelemahannya.

Mustahil mengharapkan rakyat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila tetapi kehadiran Pancasila itu tidak dirasakan dalam produk kebijakan pemerintahan. Kembali ke celutukan budayawan tadi, apa yang disampaikannya adalah sekelumit persoalan mendasar yang justru ancaman nyata bagi eksistensi Pancasila itu sendiri. Persoalan keadilan sosial diantaranya paling dirasakan saat ini. Jangan berharap hukum berlaku adil bagi rakyat biasa, bahkan untuk selevel penegak hukum saja masih timpang. Contoh kasus Novel Baswedan yang menuntut keadilan bagi cacat yang dideritanya sebagai konsekuensi menjalankan tugas negara dalam rangka pemberantasan korupsi. Adapula kasus penanganan hukum yang parsial atau “tebang pilih” dan “pandang bulu” di tengah masyarakat. Dan perlakuan-perlakuan tidak adil lainnya yang beritanya dapat disimak dari berita-berita yang ada. Hal-hal seperti ini merupakan isu sensitif ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Secara nyata, ini secara perlahan akan mengerus nilai Pancasila itu sendiri.***

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Riau)
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Sabtu, 02 Mei 2020 10:27 WIB
Refleksi Milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Selasa, 31 Desember 2019 17:01 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Senin, 16 September 2019 15:00 WIB
Darurat Asap dan KPK
Jum'at, 24 Januari 2020 14:26 WIB
Pilkada dan Demokrasi Riau
Jum'at, 17 April 2020 21:05 WIB
Membaca PSBB Pekanbaru
Senin, 05 Agustus 2019 14:48 WIB
Waspada Musim Rawan Korupsi
Senin, 30 Maret 2020 09:34 WIB
Saatnya Politisi Unjuk Gigi
Minggu, 20 Oktober 2019 10:00 WIB
Menanti Kejutan PERPPU
Jum'at, 06 September 2019 14:32 WIB
Menakar Panggung Politik Riau
Selasa, 03 Juli 2018 19:36 WIB
Kesatria Politik
Kamis, 26 Maret 2020 08:36 WIB
Planning Under Pressure Akibat Covid-19
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Bagikan BLT DD Tahap Ketiga, Bupati Kampar Puji Program Kegiatan di Desa Aur Sati
Selasa, 07 Juli 2020
Perwakilan BKKBN Riau dan DP3AP2KB Pelalawan Lakukan Pelayanan KB Sesuai Protokol Kesehatan
Selasa, 07 Juli 2020
Soal Dukungan Paisal-Amris, PPP Dumai: Baru Menjajaki Koalisi
Selasa, 07 Juli 2020
Babinsa Koramil 08 /Tandun Dampingi Pelaksanaan Rapid Test Terhadap Anggota PPDP Ujung Batu

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Tandatangani MoA dengan UIR, Bupati Kampar Berharap Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 07 Juli 2020
Tim Relawan Covid-19 Unri Kecamatan Tualang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan
Jumat, 03 Juli 2020
Prodi Ilmu Komunikasi Univrab Gelar Penyuluhan Covid-19 di Pekanbaru
Senin, 29 Juni 2020
Tim PKM Dosen Fekon Unilak Bantu Manajemen Bank Sampah di Rumpes

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler

04

Polres Rohul 27 Juni 2020
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Indeks Berita
Imlek 2019 RAPP
www www