Sabtu, 26 September 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 18 September 2020
Polling
Siapa Pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pilihan Anda?


CAKAP RAKYAT:
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila

PANCASILA kembali menjadi topik hangat ke sekian kalinya sejak periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Sayangnya diskursus lagi-lagi hampa, tanpa arah. Seumpama berteriak di ruang besar nan kosong dan gelap gulita: suara teriakan memantul ke arah sendiri dan ruangan tetap terasa sempit meski besar. Kali ini Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pemicunya.

Meski RUU inisiatif DPR tersebut belum dibahas karena menunggu persetujuan pemerintah terlebih dahulu, namun masih di internal DPR RI sudah mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak. MUI dan berbagai ormas keagamaan terbesar semisal NU dan Muhammadiyah secara tegas menolak pembahasan dilanjutkan. Adapun di lingkup internal DPR RI, penolakan juga digaungkan Fraksi PKS dengan tidak menandatangani dilanjutkannya pembahasan. Setidaknya ada tiga alasan utama yang mendasari kritikan:

Pertama, adanya pasal di RUU HIP mengandung upaya mendegradasi Pancasila. Dengan “memeras” menjadi trisila atau ekasila. Di pasal sama juga terdapat penyimpangan makna ketuhanan yang menyebut ciri pokok pancasila adalah "ketuhanan yang berkebudayaan”. Redaksi paling mendapat sorotan. Menyandingkan agama dengan berkebudayaan jelas ambigu bahkan keliru. Karena agama berasal dari Tuhan sedang budaya hasil upaya manusia.

Kedua, Pembahasan produk hukum kontroversi di tengah pandemi dinilai tidak bijaksana. Pikiran, waktu dan tenaga bangsa ini terus dibawa ke episode pergulatan ideologi tanpa ending tahun 45-60an. Padahal masalah utama bangsa ada di waktu sekarang dan masa depan. Banyak masalah urgen: mengevaluasi kebijakan dan menyempurnakan regulasi yang bisa memproteksi warga negara agar selamat dari ancaman wabah, isu kesehatan, sosial dan ekonomi serta menunggu narasi besar apa yang ditawarkan pemerintah terkait new normal. Lagipula, membahas topik menyinggung pondasi bangsa tak akan efektif di waktu sekarang, mengingat terbatasnya waktu untuk konsultasi publik. Karena harus melibatkan suara banyak pihak. Tidak bisa mengikuti alur pemikiran para elit politik semata.

Ketiga, Pancasila sebagai ideologi tak perlu lagi dibahas dan diutak-atik. Pancasila sebagai falsafah berbangsa dan bernegara bersifat final. Pancasila juga sudah mengikat setiap insan yang menyatakan diri sebagai warga negara Indonesia. Paling utama, Pancasila konsensus bersejarah yang memadukan pemikiran, sikap dan perbuatan yang dilebur dalam semangat toleransi dari para pendahulu bangsa. Secara realita dan kebutuhan, kita saat ini bukan darurat Pancasila. Tetapi darurat penegakan nilai-nilai Pancasila dalam hidup bernegara dan berbangsa.

Quo Vadis Pancasila

“Kalau Pancasila itu ada, air kita gak beli. Lapangan kerja gampang… Kalau Pancasila ada, masak iuran kesehatan (BPJS) menjadikan masyarakat sampai kejet-kejet, gak boleh perpanjang SIM, paspor. Di mana Pancasilanya?” Sujiwo Tejo, Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (5/11/2019).

Celutukan segar tapi bermakna dari budayawan di atas perlu menjadi bahan renungan. Sekaligus evaluasi terhadap jalan berpikir terhadap Pancasila, yang beberapa tahun belakangan narasi yang dilemparkan ke publik begitu masif dan intensif. Tidak salah memang bicara tentang Pancasila, begitu pula mengampanyekannya. Namun sangat keliru jika ada upaya mereduksi dan mendegradasi makna Pancasila bahkan coba memonopolinya. Terus terang, Pancasila seakan jadi komoditas politik. Bak tiket VVIP beri perlakuan istimewa bagi yang mengklaimnya. Sementara pihak lain diluar kelompok auto anti-Pancasila. Cukup rumit memahami alur berpikir seperti ini. Pancasila yang dihasilkan dari semangat toleransi dan pluralisme justru diklaim yang mengaku Pancasilais dengan cara intoleran.

Gagal paham soal Pancasila tersebut harus dihentikan. Jika tidak berbahaya bagi eksistensi NKRI. Dalam konteks RUU HIP, pemimpin negara dalam hal ini Presiden Joko Widodo harus mengambil sikap jelas dan tegas, mengingat pemerintah memiliki waktu 60 hari untuk setuju atau menolak pembahasan. Menarik dan menolak pembahasan RUU HIP karena berpotensi akan memecah belah bangsa adalah satu-satunya pilihan. Selanjutnya dalam konteks lebih luas, mengingat Pancasila bukan simbol yang tampak secara fisik, bisa dirasa dan diraba, maka nilainya ditentukan dari implementasinya. Maka negara harus memberi contoh. Persoalannya justru selama di sini kelemahannya.

Mustahil mengharapkan rakyat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila tetapi kehadiran Pancasila itu tidak dirasakan dalam produk kebijakan pemerintahan. Kembali ke celutukan budayawan tadi, apa yang disampaikannya adalah sekelumit persoalan mendasar yang justru ancaman nyata bagi eksistensi Pancasila itu sendiri. Persoalan keadilan sosial diantaranya paling dirasakan saat ini. Jangan berharap hukum berlaku adil bagi rakyat biasa, bahkan untuk selevel penegak hukum saja masih timpang. Contoh kasus Novel Baswedan yang menuntut keadilan bagi cacat yang dideritanya sebagai konsekuensi menjalankan tugas negara dalam rangka pemberantasan korupsi. Adapula kasus penanganan hukum yang parsial atau “tebang pilih” dan “pandang bulu” di tengah masyarakat. Dan perlakuan-perlakuan tidak adil lainnya yang beritanya dapat disimak dari berita-berita yang ada. Hal-hal seperti ini merupakan isu sensitif ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Secara nyata, ini secara perlahan akan mengerus nilai Pancasila itu sendiri.***

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Riau)
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapa Pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pilihan Anda?

Berita Terkait
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Minggu, 30 Agustus 2020 19:02 WIB
Malaysia dan Hari Kemerdekaan
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Senin, 21 September 2020 11:26 WIB
Rahasia di Balik Sengsara
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Selasa, 22 September 2020 09:34 WIB
Mempertanyakan Fokus APBD Riau 2020
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Sabtu, 02 Mei 2020 10:27 WIB
Refleksi Milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah
Kamis, 20 Februari 2020 19:04 WIB
3 And 1
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Selasa, 18 Agustus 2020 09:58 WIB
Hijrah Butuh Pembuktian
Sabtu, 08 Agustus 2020 07:18 WIB
Riau Bermarwah di Tengah Wabah
Senin, 16 September 2019 15:00 WIB
Darurat Asap dan KPK
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 26 September 2020
Polsek Teluk Meranti Hadiri Uji Publik DPS Pilkada Pelalawan 2020
Sabtu, 26 September 2020
Polsek Kuala Kampar Gelar KRYD Dalam Rangka Cipta Kondisi Jelang Pilkada Pelalawan
Sabtu, 26 September 2020
Meski Pandemi Covid-19, Polsek Pangkalan Lesung Tetap Gelar Patroli C3
Sabtu, 26 September 2020
Tekan Angka Kriminalitas, Polsek Bunut Gelar Patroli di Objek Vital

Serantau lainnya ...
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 12 September 2020
Bantu Pemutusan Mata Rantai Covid-19, Kelompok 49 Kukerta Univrab Bagikan Masker Gratis dan Kampanyekan Hidup Sehat
Sabtu, 12 September 2020
Besok, Ikatan Mahasiswa Inhu Gelar Mubes
Sabtu, 12 September 2020
KLHK Serahkan Dua Unit Motor Sampah Plus ke Unilak
Kamis, 10 September 2020
Kukerta Kelompok 39 Abdurrab Kampanye Corona dan Bantu Sembako di Panti Asuhan As-Salam

Kampus lainnya ...
Polling
Siapa Pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pilihan Anda?


Zukri Misran - Nasaruddin 4 September 2020
Terpopuler

01

Selasa, 22 September 2020 16:01 WIB
Pelayat Terus Berdatangan ke Rumah Almarhum Alhadar
Dapo Kanisya September 2020
Foto
APRIL RAPP HUT RI 75
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
BOB PT BSP HUT RI 75
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
PLN Inhu HUT RI ke-75
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP Hut Riau ke-63
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Religi lainnya ...
APRIL RAPP HUT Riau ke-36
Indeks Berita
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkAPRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020Polres Rohul 27 Juni 2020APRIL HUT KAMPARAMPI RiauHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www