Minggu, 20 September 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 18 September 2020

Celah Korupsi Ratusan Triliun Dana Corona Masih Menganga
Kamis, 09 Juli 2020 07:19 WIB
Celah Korupsi Ratusan Triliun Dana Corona Masih Menganga
Menteri BUMN Erick Thohir saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

(CAKAPLAH) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta pendampingan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut mengawasi penggunaan dana yang dikucurkan oleh pemerintah kepada perusahaan pelat merah untuk penanganan dampak pandemi virus corona.

Maklum, total dana yang digelontorkan untuk BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu mencapai Rp153,4 triliun.

"Minta dari KPK untuk bisa memberikan pendampingan supaya dana-dana yang diberikan negara kepada BUMN bisa disalurkan dan bisa digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak melanggar hukum," ungkap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/7).

Langkah Erick dinilai tepat oleh KPK. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyatakan pihaknya turut membahas dugaan korupsi yang kerap dilakukan oleh perusahaan pelat merah.

Ini baru dari BUMN. Pemerintah sendiri menyiapkan dana hingga Rp695,2 triliun dalam penanganan pandemi virus corona.

Dana itu dikucurkan ke sejumlah sektor untuk membangkitkan lagi roda perekonomian di dalam negeri. Untuk kesehatan misalnya, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp87,55 triliun.

Kemudian, pemerintah menggelontorkan dana untuk perlindungan sosial atau bantuan sosial (bansos) sebesar Rp203,9 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp106,11 triliun, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan insentif usaha Rp120,61 triliun.

Celah-celah korupsi pun terbuka dari tiap sektor yang mendapatkan kucuran dana dari pemerintah. Sejumlah oknum tentu tak akan melewatkan kesempatan ini begitu saja.

Apalagi, tingkat korupsi di Indonesia juga masih tinggi. Hal ini terjadi di berbagai instansi, baik di pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga BUMN.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, ada peluang korupsi yang cukup besar terhadap dana penanganan pandemi virus corona. Ini terutama dalam penyaluran bansos ke berbagai daerah.

"Secara umum korupsi di Indonesia masih tinggi. Jumlah dana penanganan virus corona cukup besar. Kalau ada dana besar, di situ ada risiko. Peluang korupsi besar, bansos juga. Praktik bansos di daerah tidak tepat sasaran," kata Faisal.

Terlebih, pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan digelar serentak pada Desember 2020 mendatang. Faisal bilang praktik korupsi biasanya semakin merajalela ketika pesta demokrasi akan berlangsung.

"Jelang pilkada ini selalu ada mobilisasi dana, dana yang dipakai untuk kampanye kan macam-macam. Kalau harga komoditas lagi tinggi di daerah-daerah maka (uangnya) ambil dari situ, sekarang harga turun ya mereka cari yang lain termasuk bansos," ujar Faisal.

Bansos menjadi incaran empuk sebagian oknum lantaran jumlahnya yang tak sedikit. Selain itu, pengawasan pemerintah terhadap penyaluran dana bansos di tengah pandemi virus corona terbilang masih minim.

"Dari sisi monitoring masih rendah, makanya bansos bisa jadi peluang korupsi besar," imbuh Faisal.

Tak hanya pada bansos, peluang korupsi juga terbuka dalam pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan. Ini berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan untuk penanganan virus corona.

"Pengadaan barang dan jasa juga selalu terjadi (korupsi). Itu sangat riskan. Apalagi untuk penanggulangan virus corona dananya juga besar," tutur Faisal.

Sementara, kesempatan korupsi juga terbuka di BUMN. Misalnya, kata Faisal, manajemen tak menggunakan dana yang dikucurkan pemerintah untuk memperbaiki keuangan perusahaan. Padahal, dana itu diberikan untuk menyehatkan kembali arus kas perusahaan yang berdarah-darah akibat pandemi virus corona.

"Untuk BUMN risiko juga besar. Misalnya dana penyertaan modal negara (PMN) yang seharusnya untuk menyehatkan BUMN tapi tidak dipakai sesuai tujuan," jelas Faisal.

Mengingat banyaknya celah korupsi terhadap dana penanganan virus corona, Faisal memandang penting bagi setiap kementerian meminta bantuan pengawasan kepada KPK. Ini sebagai bentuk antisipasi dan menutup pintu bagi oknum-oknum tertentu yang kerap mengambil uang negara untuk kepentingan pribadi.

"Ini bukan hanya BUMN (yang berisiko untuk korupsi), tapi sebagian kementerian/lembaga yang juga menerima dana besar dalam penanganan virus corona," ucapnya.

Sementara, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan semua lembaga perlu menjaga tata kelolanya berjalan dengan baik, termasuk BUMN. Maka, tak heran jika Erick meminta pendampingan kepada KPK untuk mengawasi dana yang digelontorkan pemerintah untuk BUMN.

Apalagi, pemerintah memberikan bantuan dana kepada BUM-BUMN yang terbilang cukup strategis. Beberapa BUMN tersebut, antara lain PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

"Meminta pendampingan ke KPK agar dana stimulus yang diberikan pemerintah lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk BUMN itu sendiri," kata Josua.

Ia juga tak memungkiri bahwa dana yang dikucurkan pemerintah untuk penanganan virus corona di dalam negeri rentan dikorupsi oleh sejumlah oknum. Ini bukan hanya di BUMN, tapi juga di semua sektor yang mendapatkan dana miliaran dan triliunan dari pemerintah.

"Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau melihat dulu juga kan saat Aceh terkena tsunami, itu banyak dana bantuan dari pemerintah yang dimungkinkan juga untuk dikorupsi," terang Josua.

Selain itu, potensi korupsi juga terbuka lebar di pemerintahan daerah. Hal ini khususnya pada penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dana desa.

Oleh karena itu, Josua memandang perlu ada pengawasan yang lebih ketat dari berbagai lembaga dalam penggunaan dana penanganan virus corona. Tiap instansi juga harus lebih transparan dalam melaporkan penggunaan dana dari pemerintah.

Dengan demikian, ratusan triliun yang dikeluarkan pemerintah untuk penanganan virus corona bisa berdampak maksimal terhadap perekonomian domestik. Jangan sampai uang itu mengalir sia-sia, sehingga program pemulihan ekonomi nasional tak berjalan sesuai target.

"Semua harus transparan, semua harus bergerak cepat sekarang. Saling waspada, jangan sampai dana yang dikeluarkan tidak efisien, anggarannya kan besar sekali," pungkas Josua.

Editor : Ali
Sumber : Cnnindonesia.com
Kategori : Nasional, Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 19 September 2020
Karyawan PTSI Mitra RAPP Raih Abdi Yasa Teladan 2020
Sabtu, 19 September 2020
Polsek Teluk Meranti Turun ke Pasar Tradisional Teluk Meranti Sosialisasikan AKB
Sabtu, 19 September 2020
Polsek Kuala Kampar Bersama TNI dan Satpol PP Gelar Operasi Yustisi Pencegahan Covid-19
Sabtu, 19 September 2020
Polsek Pangkalan Lesung Gelar Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 12 September 2020
Bantu Pemutusan Mata Rantai Covid-19, Kelompok 49 Kukerta Univrab Bagikan Masker Gratis dan Kampanyekan Hidup Sehat
Sabtu, 12 September 2020
Besok, Ikatan Mahasiswa Inhu Gelar Mubes
Sabtu, 12 September 2020
KLHK Serahkan Dua Unit Motor Sampah Plus ke Unilak
Kamis, 10 September 2020
Kukerta Kelompok 39 Abdurrab Kampanye Corona dan Bantu Sembako di Panti Asuhan As-Salam

Kampus lainnya ...

Zukri Misran - Nasaruddin 4 September 2020
Terpopuler
Dapo Kanisya
Foto
APRIL RAPP HUT RI 75
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
BOB PT BSP HUT RI 75
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
PLN Inhu HUT RI ke-75
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP Hut Riau ke-63
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Religi lainnya ...
APRIL RAPP HUT Riau ke-36
Indeks Berita
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkAPRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020Polres Rohul 27 Juni 2020APRIL HUT KAMPARAMPI RiauHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www