Minggu, 26 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 21-25 September 2021

CAKAP OPINI
Peluang Menang Kalah Petahana
Senin, 22 Mei 2017 13:16 WIB
Peluang Menang Kalah Petahana

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk Kabupaten/ Kota Provinsi Riau sudah terpilih 9 pasangan Bupati dan 2 Walikota. Tinggal satu kabupaten Inhil yang akan dilaksanakan bersamaan dengan Pilgubri 2018.

Dari catatan Pilkada di 11 daerah tersebut diketahui 6 petahana (incumbent) terpilih kembali, meski diantaranya ada yang bertukar pasangan. Syamsuar-Alfedri (Siak) Firdaus-Ayat Cahyadi (Pekanbaru) merupakan dua pasang kepala daerah yang berjaya dan langgeng berpasangan sampai dua periode.

Petahana Yopi Arianto (Inhu), Harris (Pelalawan), Irwan Nasir (Meranti), meski berganti pasangan tetap menang. Begitu juga Suyatno (Rohil) yang pada periode pertamanya mendapat warisan jabatan dari Annas Maamun. Suratan takdir berbeda beda, satu -satunya petahana yang menelan pil pahit kekalahan hanya Herliyan Saleh (Bengkalis).

Lima daerah lainnya terpilih wajah baru; Amril Mukminin-Muhammad (Bengkalis), Mursini-Halim (Kuansing), Suparman-Sukiman (Rohul), Zulkifli- Eko Raharjo (Dumai) dan Azis Zaenal-Catur Sugeng (Kampar). Tiga daerah Rohul, Kuansing, Kampar tidak lagi petahana maju karena masanya sudah habis. Di Dumai Agus Widayat (Petahana) Wakil Walikota yang mencalonkan menjadi Wali Kota sama nasibnya dengan Herliyan Saleh, kalah.

Pilkada serentak 2017 sudah usai. Salah satu peristiwa menarik untuk dijadikan i'tibar banyaknya calon incumbent yang gagal terpilih kembali. Menurut data dari litbang kompas dari pilkada serentak 101 daerah ternyata diikuti 65 calon Incumbent untuk kepala daerah dan 20 Incumbent wakil kepala daerah. Hasilnya, Sebanyak 43,53 persen incumbent kalah atau tidak terpilih kembali. Sebut saja seperti Pilgub Babel, Pilgub Banten, Pilbub Tuba Lampung, Pilbup Bengkalis teranyar pilgub DKI Jakarta.

Bagaimana dengan catatan Pilgub Riau. Rusli Zainal adalah gubernur Riau yang berhasil mempertahankan tahta kursi Riau Satu, sayang sekali di pertengahan periode kedua Gubernur yang masih dikenang atas keberhasilan membangun Riau terhenti ditengah jalan, tidak sampai masa akir jabatannya.

Pada periode kedua 2008-2013 petahana Rusli Zainal yang bertukar pasangan dari Wan Abu Bakar berganti Mambang Mit, berhasil mengalahkan pasangan Thamsir Rahman-Taufan Andoso Yakin, Chaidir - Suryadi Khusaini.

Seusai masa Rusli Zainal, tahun 2013 terpilihlah pasangan Annas Maamun- Arsyadjuliandi Rachman baca Andi Rachman (60,75 persen) mengalahkan Herman Abdullah-Agus Widayat (39,25 persen) setelah melalui pemilihan putaran kedua.

Pada putaran pertama lima pasangan berlaga yaitu Herman Abdullah-Agus Widayat (23.00 persen), Achmad - Masrul Kasmy (20,73 persen), Jhon Erizal - Mambang Mit (13,40 persen), Lukman Edy - Suryadi Khusaini (14,09 persen). Annas Maamun - Andi Rachman (28,83 persen).

Malang Annas Maamun hanya sekitar delapan bulan menduduki kursi Gubernur, tersebab proses hukum langkahnya terhenti. Andi Rachman akhirnya naik takhta seperti Suyatno di Rohil, Andi memperoleh warisan jabatan Annas Maamun.

Setahun lagi masa jabatan Andi Rachman akan berakhir, ironisnya jabatan kursi Wabup dibiarkan mangkrak terlalu lama, dan belum genap dua minggu baru mendapatkan pasangan Wan Thamrin Hasim. Jika Andi Rachman kembali mencalonkan maka dia sebagai petahana akan diuji untuk mempertahankan jabatannya.

Dari catatan sejarah Pilkada serentak di Indonesia banyak deretan peristiwa yang berulang. Sejak kepala daerh dipilih secara langsung, petahana ada yang berjaya, tetapi juga banyak yang kalah.

Memang model pemilihan langsung (Pilsung) Kepala Daerah di Indonesia boleh disebut belum lama. Dari, belum lamanya perjalanan itu, sejarah mencatat beratnya petahana jika harus bertempur sampai dua putaran.

Catatan pertama mari kita buka kembali arsip Pemilu Presiden 2004 yang menjadi awal Pilsung di Indonesia. Saat itu, lima pasang calon presiden dan wakil presiden maju.
Petahana Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi menghadapi 4 pasangan yaitu Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Wiranto-Salahuddin Wahid, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Bersaing pada putaran pertama, tiga pasangan calon terakhir gugur. Megawati-Hasyim yang mendapat 26,61 persen suara berhadap-hadapan dengan SBY-JK yang mendapat 33,37 persen suara di putaran kedua.

Pada Pilpres putaran kedua yang digelar 20 September 2004, Megawati Soekarnoputri sebagai petahana tumbang. SBY-JK, unggul telak dengan memperoleh 60,62 persen suara. Megawati-Hasyim hanya meraih 39,38 persen suara.

Catatan kedua tumbangnya petahana di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012. Untuk diketahui, Peraturan KPU sekarang hanya Pilkada DKI Jakarta menuntut digelarnya putaran kedua jika suara calon tidak mencapai 50 persen plus satu.

Di Pilkada DKI Jakarta 2012, Fauzi Bowo sebagai petahana berpasangan dengan Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Pasangan ini berlawan dengan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), Hidayat Nur Wahid-Didiek J Rachbini, Faisal Basri-Biem Triani Benjamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono.

Karena tidak ada satu pun calon yang meraih suara 50 persen plus satu, dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur peraih suara terbanyak maju di putaran kedua. Fauzi Bowo sebagai petahana yang meraih 34,05 persen suara duel dengan Joko Widodo yang meraih 42.60 persen suara.

Di putaran kedua, Foke-Nara tumbang. Jokowi-Ahok menang, meraih 53,82 persen suara. Fauzi Bowo-Nacrowi Ramli mendapat 46,18 persen suara. Putaran kedua digelar 20 September 2012. Putaran pertama digelar 11 Juli 2012.

Catatan ketiga, paling anyar, sadar atau tidak kita baru saja menjadi saksi berulangnya tumbangnya petahana Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.
Di putaran pertama, 15 Februari 2017, Ahok-Djarot unggul dengan 42,99 persen disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dengan 39,95 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono-Syliana Murni dengan 17,06 persen.

Karena tidak ada pasangan yang meraih suara lebih dari 50 persen, putaran kedua digelar. Ahok-Djarot berhadap-hadapan dengan Anies-Sandi. Hasilnya petahana Ahok DJarot tumbang dengan suara 42.05 persen,pemenangnya Anis Sandi berhasil meraup suara 57.95 persen

Rebut putaran pertama

Namun, petahana tidak perlu berkecil hati. Pilkada dan Pemilu Indonesia mencatat hal manis juga terkait petahana yang ingin melanjutkan kekuasaanya di periode kedua.

Selain mencatat tumbangnya petahana di putaran kedua, sejarah Pilkada dan Pemilu memberi catatan bagi petahana agar bisa mempertahankan jabatannya. Mencermati tidak terpilihnya kembali petahana alias menggenapi catatan tumbangnya petahana di putaran kedua dapat dijadikan semacam tips bagi petahana untuk menghindari main di putaran kedua.

Bagi petahana, jika ingin tetap bertahan dan berkuasa, rebut dan menang di putaran pertama adalah keharusan. Jangan pikirkan putaran kedua. Tidak menang di putaran pertama artinya kalah di putaran kedua. Untuk catatan, cara petahana di putaran kedua menang sehingga kekuasaannya bisa dipertahankan, maka kalau di Riau kita perlu belajar politik kepada Rusli Zainal, dengan langkah mengganti pasangan Wan Abu Bakar diganti Mambang Mit berhasil menangguk kemenangan.

Sedangkan kalau untuk Pilpres 2009, kita perlu melihat teknik SBY yang memilih berpasangan dengan Boediono dan membuang Jusuf Kalla. Di Pilpres 8 Juli 2009, SBY-Boediono meraih 60,80 persen suara menyingkirkan langsung pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto yang meraih 26,79 persen suara dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang meraih 12,41 persen suara.

Mengulang Sejarah

Jika Pilkada level Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Inhu dan Rohil dijadikan rujukan untuk pemilihan Gubernur maka peluang menang petahana begitulah adanya. Tetapi jika Pilkada DKI Jakarta adalah cermin untuk Pilgub Riau maka peluang petahana kembali berjaya sangat berat.

Antara Riau dan DKI Jakarta terdapat persamaan pada proses kepemimpinan. Ahok asal muasalnya sebagai wakil gubernur paket Joko Widodo. Tersebab kursi Gubernur ditinggalkan oleh Joko Widodo maka Ahok 'nemu buah durian runtuh' langsung jadi Gubernur. Proses tersebut persis jalan yang dilalui Andi Rachman menjadi Gubernur Riau setelah kursi Riau satu ditinggalkan Anas Maamun.

Begitulah catatan dari Pilpres, Pilkada kabupaten/ kota serta Pilkada Gubernur. Seperti sudah terjadi di Pilkada DKI 2012, 2017 dan Pilpres 2014, petahana yang akan maju perlu menapak tilas sejarah pendek Pemilu.

Sejarah Pemilu Indonesia sudah mencatat, petahana yang bertarung di putaran kedua tumbang. Maka petahana yang ingin mempertahankan kekuasaannya untuk periode kedua harus menang di putaran pertama.

Belajar dari sejarah pemilu dan pilkada, maka kita mendapatkan kiat sukses meraih kemenangan dan bagaimana memanfaatkan kekuasaan. Terhadap sejarah yang akan kita torehkan, siapapun anda punya peluang untuk merubah jalannya atau mengulanginya.
Untuk ujian atas sejarah itu, Pilgubri 2018, Pilpres 2019 akan jadi momentum terdekatnya. Jokowi sebagai petahana sudah dicalonkan dua partai politik dan tampak mempersiapkan dengan sungguh-sungguh capaian kerja sebagai modal kampanyenya. Begitupun usaha mulai dilakukan oleh Andi Rachman, soal dukungan partai secara politik tidak merisaukannya, karena sampai saat ini dia yang memegang kendali Partai Golkar.

Untuk para penantang yang sudah mulai menggema suaranya, perlu sedikit meramu siasat. Cara menarik paksa petahana masuk putaran kedua itu dulu bisa menjadi strategi jitu untuk menumbangkan petahana. Sekarang strategi itu tidak berlaku lagi, jadi jangan berharap bermain sampai 'ronde' dua.

Peraturan KPU sudah menyatakan, pasangan yang memperoleh suara terbanyak otomatis menang . Tak peduli berapapun jumlah suaranya. Syarat 50 plus 1 hanya berlaku di DKI Jakarta. Mengingat suara terbanyak menjadi pemenang, maka petahana peluangnya lebih besar, jika pasangan yang bertarung jumlahnya banyak, misalnya empat hingga lima pasang.

Menapak tilas sejarah, dalam waktu dekat akan terjadi di Riau. Apa hasilnya, kita tunggu saja. Sekali lagi, bahwa sejarah bisa berulang atau berubah.

Penulis : Bagus Santoso, Anggota DPRD Provinsi Riau
Kategori : Politik, Cakap Rakyat, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 25 September 2021
Pelaku Diduga ODGJ, Kuasa Hukum UAS Chaniago: Kami Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Sabtu, 25 September 2021
Salurkan Bantuan Ratusan Sembako, SPKS Minta Perusahaan Sawit Maksimal Bantu Masyarakat Rohul
Sabtu, 25 September 2021
Lindungi Warga dari Paparan Covid-19, Polsek Langgam Kembali Gelar Operasi Yustisi
Sabtu, 25 September 2021
Pantau Kepatuhan Prokes Warga, Polsek Kerumutan Gelar Operasi Yustisi

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 24 September 2021
Direktur Pascasarjana UIR Yudisium 150 Calon Wisudawan
Kamis, 23 September 2021
Dosen FT UIR Dr Evizal Penelitian Bersama di Harvard University Amerika
Senin, 20 September 2021
Dosen Unri Beri Pelatihan Warga Desa Sungai Masjid Membuat Kain Motif Ecoprint dari Tumbuhan dan Gulma
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

01

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www